logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Membangun kebiasaan Inovatif dan Kreatif

Membangun kebiasaan Inovatif dan Kreatif(sehatfresh.com)-SehatFresh.com; Kreatif dan inovatif itu bukan bakat. Keduanya bisa dilatih sehingga jadi  kebiasaan. Kebiasaan ini bisa dipupuk sedari masa remaja. Saat kreativitas dibiasakan, ia akan berkembang.

 

Dan saat ia berkembang, kita akan terus menghasilkan inovasi. Jadi, alurnya membiasakan diri kreatif lebih dulu, baru akan tercipta hal2 inovatif. Membangun kebiasaan kreatif dan inovatif bisa dimulai dari bangun lebih pagi. Terdengar sepele. Tapi, hal itu terbukti. Udara pagi terasa sangat segar. Pikiran masih jernih. Kita bisa berpikir dengan tenang dan bening.

 

Kata Benjamin Franklin, saat kita tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, kita akan jadi lebih sehat, makmur, dan bijaksana. CEO Disney Robert Iger juga terbiasa bangun pagi pada jam 04.30. Ia menikmati masa sunyi dan lengangnya untuk ‘mengisi ulang baterai’ kreativitasnya.

 

Selanjutnya, biasakan otak dan tindakan untuk memahami lingkungan di sekitar Anda. Masalah utama mengapa kita sulit berpikir kreatif adalah faktor kebiasaan berpikir dan juga bertindak. Kreatif itu hasil dari pola pikir yang berbeda dari apa yang kita lakukan sehari-hari.

 

Artinya, perbedaan mendasar dari orang kreatif dan nonkreatif, orang yang kreatif sering melatih otaknya. Otaknya sering dibiasakan untuk berpikir kreatif agar bisa mendapatkan jawaban yang berbeda dengan jawaban yang sudah ada, sedangkan nonkreatif tidak melakukannya.

 

Orang kreatif senantiasa mencatat hal2 kecil. Pikiran seseorang terasa sesak bila tidak dituangkan dalam wadah tertentu. Cobalah sesekali menulis blog, catatan di Facebook, atau sekadar corat-coret di notebook. Cara paling mudah agar ide kreatif tidak berlalu begitu saja adalah dengan mencatatnya pada sebuah buku catatan kecil atau sejenisnya.

 

Jika Anda menerapkan ini, maka laihatlah dalam beberapa hari berapa banyak ide menarik yang sudah Anda kumpulkan. Orang yang kreatif dan inovatif juga tak terlalu kerasan di zona nyamannya. Cobalah sesekali untuk ‘melawan’ apa yang kita suka.

 

Pergi ke tempat yang tak pernah terpikirkan, membeli buku yang tak pernah kita pikirkan akan membelinya, membaca majalah yang sama sekali tak menarik minat adalah beberapa contoh kecilnya. Hal-hal seperti ini bisa menambah sudut pandang kita untuk memaknai dunia.

 

Dalam kondisi tertentu, kita perlu didorong untuk keluar dari comfort zone dengan melibatkan pihak eksternal, misalnya training atau seminar yang kita ikuti. Dengan mengikuti kegiatan seperti itu, kita akan menangkap ide-ide yang selama ini tak terlintas di pikiran kita sekalipun.

 

Menjemput hal-hal baru, aneh, asing, dan sama sekali bertentangan dengan diri akan menghadirkan antusiasme yang aneh. Dan, sensasi itu, sesekali perlu dihadirkan. (SBA; Bahan dari  http://www.sehatfresh.com/membangun-kebiasaan-kreatif-dan-inovatif/)-FatchurR *

3 Responses to Membangun kebiasaan Inovatif dan Kreatif

  • Harry Reksosamudrasam says:

    Dulu sebagai pedagang yg bantu diperusahaan keluarga setlh papaku RIP dith 1964, sy kreatif sekali, berlatih jemur jagung, aneh bukan bg org awam, pdhal hal ini adlh master key bila kulakan palawija, terutama yg setor ketoko dg sepeda & cikar/dokar. Ini dilakukan buat mengatur refaksi (kadar air) shg penilaian jk kering export dipotong sekian prosen beratnya, spt kita ketahui palawija yg dibawa para inang2 itu beraneka ragam tingkat kadar airnya, caranya dg menusukkan semua jari tangan, bisa ketemu tingkat kadar airnya.
    Menguji kebisaan sy, mk dg mama sy yg sdh dedengkot nya palawija, kita menaksir refaksi jagung yg dijemur, eh ternyata keberuntungan dipihak saya.

  • Fatkhurr says:

    Berinovasi umumnya selalu menguntungkan

  • Harry Reksosamudrasam says:

    Sistim lama yaitu dagang hanya diutamakan pd core bisnis yaitu kedelai, sy rombak dg analisa kebijakan pemerintah dibidang berkenaan dg palawija.
    Berita2 prioritas pemerintah pusat jd policy dagang utama yg kita kejar, spt plot perdagangan luar ngri yg sedang jadi topik kebutuhan mendatang.
    Walau stlh papa RIP modal dan bisnis menyusut, sy kerja berdasar policy pemerintahan di Jkt, ya mmg kecil2an tapi kan mending drpd tidak sama sekali.
    Sering adakan kontrak export levering 2/3 bulan dg dpt DP 50 %, yg dpt digunakan diputar ke target short term yg bisa dpt margin, kemudian baru jk tiba saatnya waktu kontrak export, dikejar cari barang.
    Jadi sistim kerjanya serba mepet waktunya, mmg riskan tp hanya dg upaya begini, baru bisa kembangkan sayap perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita