Mainan lawas(5)-Benteng

5a-Benteng-JegJegan5a-Benteng-Jegjegan

Menurut Wikipedia, Benteng yang dimainkan dua grup, masing-masing terdiri dari 4-8 orang. Masing – masing grup memilih tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang atau pilar sebagai ‘benteng’. Tujuan utama mainan ini menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang dipilih lawan dan meneriakkan kata benteng.

 

Di area benteng biasanya ada area aman untuk grup yang memiliki tiang atau pilar itu sudah berada di area aman tanpa takut terkena lawan. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka.

 

Untuk menentukan yang berhak jadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing-masing. Orang yangterdekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi ‘penawan’ dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan.

 

Dalam permainan ini, biasanya masing – masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata-mata, ‘pengganggu’ , dan penjaga ‘benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan kemampuan strategi yang handal.

————–

 5b-LOMPAT TALI5b-LOMPAT TALI

Lompat tali atau “main karet” populer sekitar 70-an sd 80-an. Permainan lompat tali ini menjadi favorit saat “keluar main” di sekolah dan setelah mandi sore di rumah. Kini, “main karet” mulai dilirik kembali karena ada SD menugaskan muridnya membuat roncean tali dari karet gelang untuk dijadikan sarana bermain dan ber-OR.

 

Cara bermainnya sama, bisa dilakukan perorangan atau berkelompok. Jika hanya bermain seorang diri biasanya anak akan mengikatkan tali pada tiang, batang pohon atau pada apa pun yang memungkinkan, lalu melompatinya. Permainan secara soliter bisa juga dengan cara skipping, yaitu memegang kedua ujung tali kemudian mengayunkannya melewati kepala dan kaki sambil melompatinya.

 

Jika bermain berkelompok, melibatkan minimal 3 anak. Diawali gambreng atau hompipah  menentukan dua anak yang kalah sebagai pemegang kedua ujung tali. Dua anak yang kalah memegang ujung tali; satu di bagian kiri, satu anak lagi di bagian kanan untuk meregangkan atau mengayunkan tali. Lalu anak lainnya akan melompati tali.

 

Aturan permainannya simpel; bagi yang sedang mendapat giliran melompat, lalu gagal melompati tali, maka anak itu berganti dari posisi pelompat menjadi pemegang tali. Alat yang dibutuhkan sederhana. Bisa berupa tali terbuat dari untaian karet gelang atau tali yang banyak dijual di pasaran yang dikenal dengan tali skipping. Perkembangan anak yang dapat distimulasi dengan permainan lompat tali ini:

 

Motorik kasar  :Main lompat tali merupakan kegiatan yang baik bagi tubuh. Dengan bermain lompat tali motorik kasar akan terstimulasi sehingga secara fisik anak jadi lebih terampil, karena bisa belajar cara dan teknik melompat yang dalam permainan ini memang memerlukan keterampilan tersendiri.

 

Lama-kelamaan, bila sering dilakukan, anak dapat tumbuh cekatan, tangkas dan dinamis. Otot-ototnya pun padat dan berisi, kuat serta terlatih. Lompat tali juga dapat membantu mengurangi kejadian obesitas pada anak.

 

Emosi :  Untuk melakukan suatu lompatan dengan tinggi tertentu dibutuhkan keberanian dari si anak. Berarti, secara emosi ia dituntut untuk membuat suatu keputusan besar; mau melakukan tindakan melompat atau tidak.

 

Ketelitian dan Akurasi : Anak juga belajar melihat suatu ketepatan dan ketelitian. Misalnya, etika tali diayunkan, ia dapat melompat sedemikian rupa sehingga tak sampai terjerat tali dengan berusaha mengikuti ritme ayunan. Semakin cepat gerak ayunan tali, semakin cepat ia harus melompat.

 

Sosialisasi :  Untuk bermain tali secara berkelompok, anak membutuhkan teman yang berarti memberi kesempatannya untuk bersosialisasi. Ia dapat belajar berempati, bergiliran, menaati aturan, dan lainnya.

Intelektual  : Saat melakukan lompatan, kadang anak perlu berhitung matematis agar lompatannya sesuai jumlah yang telah ditentukan aturan permainan. Umpamanya, anak harus melakukan 7x lompatan saat tali diayunkan. Bila lebih atau kurang, ia harus menjadi pemegang tali. Bersambung……… (http://my-undersky.blogspot.com/2011/01/permanian-anak-tempo-dulu-yang-hilang.html)-FatchurR

2 Responses to Mainan lawas(5)-Benteng

  • mimik astuti SMA Angk 68 says:

    Yah, kalau benteng, saya ga pernah main, ataupun melihat, sehingga ga punya bayangan.Tapi kalo lompat tali, saya biasa main.Karena memang hobi melompat.Kalau main tali yang berkelompok, yang melompat, kadang 2 sampai 3 orang, bisa berhadapan atau adu punggung. Kadang disertai nyanyian tertentu. Kalau main lompat tali sendiri, biasanya seperti lomba, ada target jumlah tertentu yang harus dicapai. Siapa yang cepat mencapainya dialah pemenangnya.Main nya bergantian, dan menghitungnya harus keras supaya didengar semua peserta.
    Bila permainan terhenti , sampai hitungan berapa, dan dilanjutkan giliran main berikutnya, Bila sampai giliran kita kembali, maka kita melanjutkan jumlah yang sudah dicapai.

  • RobbyNSB says:

    Saya gak pernah main “bentengan” maupun ” Lompatali. Klau bentemgan kelamaan dan lompat tali cowok jarang mau main, krn maian paracewek. Semua ini sa tau dan sering memperhatikan dikala santai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita