logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Dolanan tempo doeloe

Merdeka.com-Jaman kian pesat menggerus berbagai tradisi yang lama berkembang di masyarakat. Dulu orang kerap bersosialisasi dengan sesama saat waktu senggang, kini mereka lebih banyak menghabiskan waktu di depan computer/gadget, menghabiskan waktu luang, main game atau berselancar ke social media.

Demikian juga di dunia anak2, mereka lebih familiar dengan gadget dari petak umpet. Tak banyak anak2 yang tau gasing. Mereka lebih paham game2 impor berbahasa asing. Jaman kian berubah memaksa bocah2 beradaptasi. Kebiasaan2 yang dulu dianggap mewah, kini jadi sesuatu yang wah.

Mengingat masa-masa lalu yang penuh kenangan saat permainan2 tradisional masih banyak dimainkan anak2. Petak umpet, permainan gasing, lompat tali, main kelereng, grobak sodor, dan seabreg mainan2 unik yang saat ini mungkin sudah susah dicari. Merdeka.com dalam tematik ini mengangkat dolanan2 anak yang dulu pernah jaya tapi kini mulai dilupakan.

Bagi yang pernah mengalaminya, tulisan ini bisa dijadikan ajang nostalgia. Tapi yang belum pernah merasakan / belum pernah dengar, tulisan ini bisa dijadikan referensi, atau sekadar pengetahuan. (Ren; http://www.merdeka.com/peristiwa/dolanan-dolanan-masa-lalu-yang-kini-terlupakan.html)-FatchurR

————-

 

Imbuhan berikutnya tentangt Mainan dan Wisata :

  1. Gasing untuk keseimbangan hidup
  2. Wisata minat khusus untuk Belanda di Jateng
  3. Bandara Komodo akan dijadikan Bandara Intermasional

—————-

 

Gasing untuk keseimbangan hidup

Merdeka.com-Gasing. Permainan yang terbuat dari kayu itu kini sudah asing didengar. Dulu saat tahun 70’an permainan ini masih banyak ditemui dimainkan oleh anak-anak dan dewasa. Biasanya mereka berkumpul di lapangan dan memainkan gasing perorangan atau berkelompok.

Gasing dari daerah yang ada di wilayah Indonesia memiliki permainan ini. Itulah sebabnya, bangsa kita yang masyarakatnya multietnik, mengenal berbagi jenis permainan gasing. Daerah asal permainan ini dan penyebarannya secara kronologis di wilayah nusantara belum diketahui pasti.

Data naskah kuno dan data arkeologi, artefak dan non artefak tentang permainan ini belum ditemukan, hingga sulit mengungkap sejarah dan penyebaran permainan gasing secara pasti. Banyak orang menyebut permainan ini turun temurun. Permainan ini sempat booming 2005. Saat itu, diadakan festival gasing dan permainan ini jadi ramai dimainkan.
“Bbelakangan mulai berkurang karena kalah dengan permainan modern : play station (PS) dan game online,” kata pendiri Komunitas Gasing Indonesia (KGI) Endi Aras, Sabtu (31/10/15). Dulu gasing mudah ditemui di sekolah SD. Kini tidak semua penjual di SD menjual gasing. Padahal harganya murah. “Kalau yang di sekolah-sekolah sekitar Rp 1.000- 7.500,” katanya.

Cara memainkan gasing mudah. Pertama pemain memegang gasing pada tangan kiri. Tangan kanan pemain melilitkan seutas tali pada gasing mulai dari bagian paksi hingga bagian badan gasing secara kuat.

Di beberapa wilayah Indonesia, lilitan tali dimulai pada bagian kepala gasing hingga bagian badan. Gasing yang telah dililit tali dipindahkan ke tangan kanan, lanjut dilempar keras kepermukaan tanah datar. “Kalau diadu, gasing yang jatuh atau kena pukul itu yang kalah. Sedang gasing yang mutar lama itulah yang menang,” ceritanya.

Permainan gasing sejatinya memiliki arti filosofi tersendiri menurut Endi. Ketika gasing harus berputar dalam waktu yang lama maka diperlukan keseimbangan. “Sama saja dengan hidup. Kalau seimbang jasmani dan rohani akan umur panjang,” ungkapnya.

Dalam berbagai permainan tradisional termasuk gasing, menurut Endi memiliki nilai kearifan lokal yang kental. Dimana permainan tradisional itu mempertemukan individu dengan individu lain sehingga terjalin komunikasi langsung yang dapat meningkatkan tali persaudaraan. Berbeda dengan permainan modern yang bisa dimainkan sendirian dengan media gadget.

“Ada nilai luhur dalam permainan tradisional ini. Misalnya kejujuran, kebersamaan, kesederhanaan, sportif dan taat aturan. Jika permainan ini punah maka nilai luhur itu pun hilang. Makanya kami ingin agar nilai tersebut tetap ada dalam masyarakat kita,” ungkapnya.

Secara umum dapat digambarkan bahwa gasing merupakan salah satu alat permainan yang dibuat dari kayu keras dengan bentuk badan bulat, bulat lonjong, jantung, piring terbang (pipih), kerucut, silinder dan bentuk-bentuk lainnya yang merupakan ciri khas kedaerahan dengan ukuran bervariasi, terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki / paksi.

Bagia2 gasing, ditiap daerah Indonesia bervariasi. Ada gasing berkepala dan leher, seperti gasing yang dijumpai di Ambon (Apiong). Gasing Jakarta dan Jabar tidak berleher, hanya kepala. Pada gasing Jakarta dan Jawa Barat, tampak jelas paksi (taji) yang dibuat dari paku atau logam, sementara pada gasing Natuna (propinsi kepri), paksinya tidak tampak.

Secara umum gasing gasing dikelompokkan 3 jenis. Yaitu gasing adu suara, gasing adu putar, dan gasing adu pukul/adu kekuatan. Di wilayah Jakarta dikenal jenis gasing adu suara yaitu gangsing, dan gasing adu pukul/kekuatan yang disebut panggal.

Keragaman jenis gasing dapat dijumpai di wilayah Jabar, meliputi gasing kelangenan (gasing adu suara) dan gasing adu (gasing kolo dan gasing gandek). Di wilayah Tanjungpinang prop. Kepri), dikenal gasing penendin, penahan dan pemangkak.

“Sedang di Pulau Belakang Padang, Batam tepatnya di museum gasing dikenal gasing jenis ori (penahan) dan gasing pemangkak atau pengacau. Kalau di Riau Daratan, dikenal jenis gasing jantung yang khusus diadu dalam pertandingan dan gasing beralik yang hanya dimainkan untuk hiburan atau hanya dipusingkan (diputar) saja. Di Bali dikenal gasing adu kekuatan, terdiri dari gasing penahan (Belek) dan gasing pemukul (gasing Gebug),” tutup Endi.  (Rern; http://www.merdeka.com/peristiwa/gasing-ajari-keseimbangan-hidup.html)-FatchurR

————

 

Wisata minat khusus untuk Belanda di Jateng

SEMARANG, KOMPAS.com – Pemprov Jateng menawarkan paket wisata khusus pada pemerintah Belanda sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke obyek2 di provinsi ini.

“Paket wisata yang ditawarkan ke Belanda lebih ditujukan pada wisata minat khusus : Pendakian ke G. Merapi dan dataran tinggi Dieng, serta tinggal di Kepulauan Karimunjawa,” kata Gubernur Jateng Ganjar di Semarang, (20/10/15).

Ganjar menjelaskan guna mendukung upaya menarik wisman, Kedubes RI di Belanda akan mengirimkan “travel blogger” dan “travel writter” dari Belanda awal 2016 untuk melihat langsung paket wisata minat khusus itu. Selain itu, Pemprov Jateng yang diwakili PT Taman Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratuboko juga menjalin kerja sama dengan pemerintah Belanda dalam mempromosikan obyek wisata berupa candi-candi.

“Untuk memperluas promosi Candi Borobudur dilakukan pemasangan media branding di KA atau trem di Belanda,” ujarnya. Menurut Ganjar, peluncuran media branding Candi Borobudur pada trem2 yang berjalan di rute lokal itu akan dilaksanakan di Rotterdam Belanda pada 10 November 2015.

 

Candi Prambanan telah jadi salah satu ikon pariwisata dan kemegahannya terus menghadirkan daya tarik bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Ganjar mengharapkan pemasangan media branding pada trem-trem tersebut dapat lebih memopulerkan Candi Borobudur di mata penduduk setempat sehingga jumlah wisatawan Belanda ke Jawa Tengah akan meningkat.

Selain bekerja sama dalam mempromosikan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratuboko, Pemprov Jateng juga menandatangani kerja sama dengan pengelola Museum Militer Broonbeek.

Itu sebagai upaya peningkatan manajemen museum di Jateng, produksi konten multimedia : Hubungan sejarah dan budaya Belanda-Jateng, pertukaran informasi mengenai koleksi museum, serta penyelenggaraan pertunjukan atau pameran bersama. (I Made Asdhiana; Antara dan http://travel.kompas.com/read/2015/10/23/092156827/Jateng.Tawarkan.Wisata.Minat.Khusus.kepada.Belanda)-FatchurR

————-

 

Bandara Komodo akan dijadikan Bandara Intermasional

Kupang – Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kab-Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores, NTT, akan ditingkatkan jadi Bandara Internasional.

 

“Rencana peningkatan status bandara itu untuk mendukung kelancaran arus wisatawan, yang ingin berkunjung ke daerah itu untuk melihat biawak raksasa Komodo,” kata Kedishub Prov-NTT Ricard Djami di Kupang, Jumat (23/10).

 

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan upaya pemerintah untuk membenahi Bandara Komodo agar bisa melayani aktivitas penerbangan dari dan ke wilayah itu secara optimal, baik siang maupun malam hari.

 

Aktivitas penerbangan dari dan ke Bandara Komodo dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan, menyusul penetapan biawak raksasa Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia. “Saat ini sedang dalam pembahasan,” katanya menjelaskan.

 

Menurut dia, dengan adanya peningkatan status nantinya, maka peralatan pendukung di bandara akan dilengkapi, termasuk instansi terkait akan berkantor di terminal Bandara, seperti bea cukai, imigran dan kesehatan. “Begitupun dengan lampu-lampu yang ada di landasan pacu bandara karena merupakan aturan standar bagi Bandara Internasional,” katanya.

 

Dia mengatakan lampu2 landasan pacu itu penting karena di bandara itu untuk penerbangan malam hari. Ricard berharap, proses peningkatan status bandara ini bisa selesai akhir 2015. (/FIRl; Antara dan

http://m.beritasatu.com/nasional/316607-bandara-komodo-akan-dijadikan-bandara-internasional-tahun-depan.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita