logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Teladan dari Bai Fang Li

21041_kisah_bai_fang_li_berikan_sumbangan_tanpa_pamrih_bagi_siswa_miskinSaya mengirim riwayat BAI FANG LI pada grup Pondok Tjandra  yg kami prakarsai saat saya pulang Indonesia 5/1 sampai 4/3/2015, diantara pejalan pagi yang belum saling kenal. Syukur Sdr TIO S terinspirasi. Beliau sisihkan Rp.5juta/bulan bagi Anak tdk mampu dari keluarga baik2 untuk biaya Sekolah.

 

Teman lain pada ikut urun ala kadarnya. Puji TUHAN, semoga ada Alumni juga terinspirasi lewat IAMDP menyisihkan penghasilannya untuk menyekolahkan Anak Bangsa di Mater Dei Probolinggo. Kalau digabung tentu IAMDP bisa menyekolahkan beberapa anak tidak mampu. Berikut beritanya :
Intisari-Online.com-Pria ini bukan jutawan. Ia pencari nafkah mengayuh becak. Jasanya luar biasa. Ia memberi bantuan keuangan bagi siswa miskin untuk biaya kuliah dan hidup, agar mereka menyelesaikan studi. Bai Fang Li, menyumbangkan total 350.000 yuan untuk lebih dari 300 siswa miskin melanjutkan studi mereka.

Selama hampir dua puluh tahun, Bai Fang Li menabung untuk mengumpulkan sumbangannya itu dari hasil mengayuh becaknya sehari-hari. Pengabdiannya ini dimulai pada tahun 1987 ketika ia berusia 74 tahun. Bai siap pensiun dan mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaannya.

Ketika ia kembali ke kampung halamannya, ia melihat sekelompok anak-anak yang bekerja di lapangan. Putri Bai, Bai Jinfeng mengisahkan, “Ia bertanya mengapa anak2 itu tidak pergi ke sekolah dan kami pun mengatakan, mereka terlalu miskin untuk bayar uang sekolah. Ayah khawatir, sehingga ia memutuskan menyumbangkan 5.000 yuan untuk sekolah di kampung halaman kami.”

Setelah ia kembali ke Tianjin, Bai kembali bekerja. Semua penghasilannya digunakan untuk membantu para siswa yang tidak mampu. Putra-putrinya berusaha membujuk ayahnya untuk berubah pikiran. Mereka ingin ayahnya menikmati kehidupan santai setelah pensiun. Tapi ayah mereka menutup telinga.

Bai Jinfeng mengatakan, “Pada waktu itu, ia pergi keluar untuk bekerja saat fajar dan tidak akan kembali sampai gelap. Penghasilannya 20 sampai 30 yuan setiap hari. Setelah pulang ke rumah, ia menyimpan penghasilannya itu di tempatnya dengan hati-hati.”

Bai Fang Li menyesal buta huruf. Karena itu ia berharap generasi berikutnya bisa mengubah nasibnya dengan pendidikan. Untuk mempermudah usahanya, Bai pindah ke ruangan sederhana di dekat Stasiun KA Tianjin. Ia menunggu pelanggannya 24 jam sehari. Makanannya sederhana dan mengenakan pakaian bekas yang ia temukan karena dibuang pemiliknya.

Pada usia 82 tahun, yang mengejutkan anak-anaknya, Bai membuat keputusan lain. Ia mendirikan Dana Bantuan Pendidikan itu dengan bantuan pinjaman. Tapi hidupnya dengan mengayuh becak terus dilakukannya.

Salah seorang karyawan di Dana Bantuan Pendidikan, mengatakan, “Ia tidak pernah lupa kapan harus memberikan uang ke sekolah dan sering mendesak kita untuk memberikan pendapatan kita untuk sekolah. Setiap kali ia memberi uang ia merasa sangat bahagia dan telah menyelesaikan misinya lagi.”

Pada tahun 2001, ia mengayuh becaknya untuk memberikan angsuran terakhir uang sekolah. Saat itu ia berusia 90 tahun, ia mengatakan kepada siswa bahwa ia tidak bisa bekerja lagi. Semua siswa dan guru meneteskan air mata.

Bai Fang Li pernah mengatakan, “Saya hanya ingin mereka belajar keras, lalu mendapatkan pekerjaan yagn baik, menjadi orang baik, dan kemudian memberikan kembali itu ke negara.”

Pada tahun 2005, ia didiagnosis menderita kanker paru-paru terminal. Ia meninggal pada tanggal 23 September 2005, di sebuah rumah sakit. Ratusan orang datang menghantarkannya ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Meskipun ia tidak menyimpan satu pun dari penghasilannya untuk dirinya sendiri, tapi ia pergi dengan semangat tanpa pamrih dan cinta. (Go Hwie Khing; http://intisari-online.com/read/kisah-bai-fang-li-berikan-sumbangan-tanpa-pamrih-bagi-siswa-miskin; Friday, 17 April 2015)

One Response to Teladan dari Bai Fang Li

  • GoHwieKhing King Gaudi D50 sampai A60 says:

    Beberapa teman yang saya copas teladan Tukang Beca BAI FANG LI ini, ada yang menjawab, belum mampu, masih menguurusi anak anak yang butuh biaya dsb.
    Mereka berusaha berkelit membela diri dari ketidak ” sempatnya berbuat sesuatu pada orang lain ” sehingga tidak teliti apa yang terjadi pada saya ! ! ! !

    Saya cuma omong doing, menginspirasi orang, itupun dengan cara segampang gampangnya ! ! ! ! TANPA KELUAR UANG SEPESERPUN ! ! ! Hanya copy paste artikel yang menuurut saya semoga menginspirasi orang lain meneladan berbuat kebaikan bagi orang lain. Tidak sampai satu menit….sreeeet sampai keseseorang yang dituju.

    Nah silahkan semua berusaha menginspirasi seseorang, justru dikala diri sendiri belum mampu ataupun memang tidak mau menjalaninya.
    Dengan melaksanakan anjuran saya ini Kita semua sudah urun berbuat kebaikan bagi orang orang lain. Yaitu kepada yang terinspirasi untuk melakukan dan yang menerima uluran tangan dari orang yang terinspirasi.

    Ha…x9 gampang kan, omong doang sudah menghasilkan kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita