Antisipasi kesulitan hidup(2)

Terminal-FR-OenSaya meyakini bahwa hidup itu adalah kumpulan masalah, karena itu marilah kita dari waktu ke waktu mengurai problema hidup menjadi potongan solusi dan kita tidak perlu menjadi bagian dari masalah dan hanya ngomong “Susahnya adalah ……………………… dst “

 

Mari lupakan masalah yang ada, Yuk simak judulnya. ” Antisipasi kesulitan hidup”. Bukan “Menjalani Masalah Hidup”. Lebih berat bagi kita keluar dari persoalan kehidupan, jika kita masih terbenam di dalamnya. Ketika kita berniat “menghadapi……”, sadarilah bahwa kita sudah “keluar” dari persoalan.

Terminal-Yong-DjuhariYang penting bagi kita menjawab pertanyaan, “what’s next?”. Tanpa jawaban ini, membuat kita kembali “masuk” ke dalam persoalan. Magnet dari tiap persoalan cenderung besar. Tak bisa dipungkiri persoalan seni hidup yang butuh pembelajaran. Jika perlu seumur hidup. Mari kita pelajari bersama.

1-SADARI
Upaya terbaik kita yang pertama adalah kesadaran tentang keberadaan persoalan itu dan tentang pemahaman memisahkan “diri” dari “masalah”. “It isn’t that they can’t see the solution. It’s that they can’t see the problem.” (G. K. Chesterton)

2-TERIMA
Jangan tolak keberadaan masalah. Jika ada dan nyata, terima dulu. Pisahkan dua hal ini; “ada masalah” dan “saya ada masalah”. Ketika kita frustrasi, maka kita sedang dalam kesulitan untuk memisahkan dua cara pandang ini. Be aware. “You won’t find a solution by saying there is no problem.” (William Rotsler)

3. SOLUSI ADA DI DALAMNYA
Tiap persoalan, pasti membawa bibit penyelesaian. Yang namanya bibit, sifat alami pantas tumbuh. Maka persoalan atau masalah, adalah tentang bagaimana Tuhan sebenarnya sedang menumbuhkan dan mendewasakan kita. “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.94:6);
“If you don’t have any problems, you don’t get any seeds.” (Norman Vincent Peale)

4. SELESAIKAN
Masalah hanya akan berlalu jika diselesaikan. “The best way to escape from your problem is to solve it”
(Dr. Robert Anthony)
“The best way out is always through.” (Helen Keller)
Belajarlah cara dan pola sistematis dalam menyelesaikan masalah. Belajarlah auditing untuk berbagai persoalan.

5. NAIKKAN LEVEL BERPIKIR
Masalah kita muncul pada sebuah tingkat atau cara berpikir. Masalah itu akan bisa diselesaikan hanya jika kita menaikkan tingkat berpikir kita. Ini bisa dilakukan dengan mempelajari seluk beluk persoalan dan dengan melatih pola berpikir problem solving.

Cara yang paling mudah: Turunkan tingkat kepentingan dari masalah. Ini bisa dilakukan dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang menguji tingkat kepentingan masalah.

Latihan ini akan membiasakan himmah (kecenderungan, hasrat, niat, tekad, kehendak, semangat, sikap menyukai atau menyenangi, kecintaan) hati dan pola pikir kita, ke hal lain yang jauh lebih baik untuk diri kita.

“Apakah masalah ini memang benar-benar masalah?”
“Apakah ‘ini masalah’ adalah hanya cara pandang saya saja?”
“Adakah sesuatu yang lebih baik dari apa yang menjadi masalah itu?”

Banyak hal yang dianggap masalah, sebenarnya hanya persoalan remeh. “Masalah” semacam ini bisa selesai justru dengan tidak menganggapnya sebagai masalah. Hadapilah hanya yang benar-benar masalah. “Problems cannot be solved at the same level of awareness that created them.”
(Albert Einstein)

6-JIKA PERLU: TULIS
Jika kita anggap perlu, tuliskanlah masalah yang kita hadapi. Berikan semua rincian yang bisa kita pikirkan. Dengan melakukan ini, kita akan bisa mulai mengorganisir, memilih, dan memilah pokok-pokok permasalahan yang kita hadapi.

7-CARI SOLUSI
Kita tak akan menemukan, jika kita tidak mencari. Selalulah berupaya untuk mencari solusi. Ketahuilah, jika kita mencari kita pasti akan menemukan. Kita mungkin tidak tahu kapan, tapi pasti, pasti kita temukan. Teruslah mencari. Sabar, tidak putus asa, dan pantang menyerah.

8-GUNAKAN WAKTU DENGAN BIJAK
Isilah waktu dengan mencari-menemukan-mengembangkan solusi. Jadilah manusia yang berorientasi pada solusi. Berhentilah mempertanyakan, dan mulailah bertanya. Mempertanyakan adalah tanda belum menerima, dan bertanya adalah sebaliknya. Gunakan sedikit waktu untuk masalah, dan segeralah bergerak mencari solusi.

9-PROPORSIONAL
Jangan biarkan masalah kita menjadi lebih besar dari pada diri kita sendiri. Ingatlah bahwa “sering”, belum tentu sama dengan “besar”. Setiap masalah akan jadi aturable (bisa di-manage), jika masalah itu bisa diterjemahkan menjadi pecahan-pecahan kecil dari langkah-langkah yang perlu kita ambil.

10-BERSIKAPLAH BENAR
Kembangkan dan latih sikap yang tepat untuk setiap masalah. Berlatihlah untuk terampil menerapkan Prinsip 10/90 dari Stephen Covey. 10% adalah fakta, 90% adalah sikap.

Jika sudah terbiasa, maka yang biasa kita sebut dengan “masalah” akan menjadi “pengalaman belajar” dan “kesempatan”. “10% of life is made up of what happens to you. 90% of life is decided by how you react.” (Stephen Covey)

11-JANGAN LIHAT MASALAH YANG TAK ADA
Gunakan kekuatan imajinasi kita untuk mencari solusi. Jangan gunakan untuk membayang-bayangkan masalah yang tidak ada. “Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS.94:6)

Bahkan, bersama satu kesulitan, ada dua (at least) kemudahan. Kemudahan pertama adalah ketika kita “menghadapi” dan bukan “menjalani”. Kemudahan kedua adalah ketika kita menggeser fokus kepada yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Bukankah kita telah diperintah-Allah untuk menegakkan dua hal berat dengan khusuk’ yang akan menjadi keringanan yang menolong? Sabar dan beribadah. (Ikhwan Sopa; Master Trainer E.D.A.N.
http://milis-bicara.blogspot.com dan http://www.facebook.com/motivasi; Bahan dari Chuck Gallozzi)

Catatan : Dalam diskusi di Resto Terminal Seafood Surabaya tanggal 13/6/14, telah berhasil mengurai sedikit masalah dan menemukan solusinya. Dalaam kesempatan itu terkumpul uang sumbangan sebesar Rp 7.500.000,-. Semoga persoalan besar lainnya bagi IAMDP, secara perlahan juga menemukan jalan keluarnya dengan sama sama puas (win win solution)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita