logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Tiga Juta Popok Cemari Brantas tiap hari(2/2)

Tiga Juta Popok Cemari Brantas tiap hari(bbc.com/indonesia)-Seri berikutnya (terakhir) tentang sampah Popok : Bahaya bakteri

Mengubah pola pikir masyarakat bantaran sungai di Jatim, yang percaya mitos Suleten, bukan soal  mudah. Masyarakat, kata Eddy pakar Teknologi Lingkungan ITS, perlu diedukasi bahaya membuang sampah popok di sungai.

 

Sampah popok yang dibuang ke sungai berpotensi membawa bakteri E-Coli, ketika air sungainya digunakan. Apalagi, bahan baku air PDAM Surabaya juga berasal dari Sungai Brantas dan Kali Surabaya.

 

“Popok itu tidak boleh ada di sungai. Ditemukannya bakteri E-Coli di dalam air, berarti mengindikasikan tercemarnya badan air itu oleh tinja. Belum lagi, bahan baku popok yang terbuat dari plastik. Plastik itu sulit diuraikan. Bagi saya, kalau cuma 10-20 tahun plastik ndak terurai” terang Eddy.

 

Eddy berharap, persoalan sampah popok ini segera ditangani dengan benar oleh yang berwenang.

“Satu2nya tempat yang layak dibuangi popok, ya tempat pembuangan akhir. Mudah2an TPA-Tempat Pemrosesan Akhir-nya Sanitary Landfill.”

 

Menyusun Perda

Bagaimana tanggapan Pemprov Jawa Timur menjawab tercemarnya sungai di Jatim akibat sampah popok bayi? Wagub Jatim, Saifullah Yusuf, mengatakan, perlunya edukasi terus-menerus kepada masyarakat tentang darurat bahaya lingkungan ini. Dia berencana membuat Peraturan Daerah yang mengatur persoalan ini secara khusus.

 

“Yang pertama, memperkuat regulasi. Yang kedua, membangun kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ini penting, karena sungai kita itu ada dua limbah. Satu, limbah domestik dari rumah tangga. Yang kedua dari pabrik. Kalau perlu dibikin Perda itu,” ujarnya.

 

Tetapi, rencana pemerintah untuk membuat Perda, rupanya dipandang aktivis lingkungan tidak cukup.  Prigi Arisandi dari Ecoton Surabaya, berharap agar pemda memberi solusi konkret.

 

“Regulasi itu tidak cukup. Kita minta kepada pemerintah menyediakan drop-box ini. Karena popok ini sampah residu, maka penanganannya spesifik, beda dengan sampah lain. Dia harus dikelola dan ditampung dalam Sanitary Landfill. Dan di Jatim tidak ada TPA-TPA ber-Sanitary Landfill. Semua di-Open Dumping,” kata Prigi.

 

“Jadi artinya apa? Pemerintah belum siap infrastruktur untuk mengelola sampah ini” pungkas Prigi Arisandi. (Bahan dari :  http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41304773)-FatchurR * Tamat……..

One Response to Tiga Juta Popok Cemari Brantas tiap hari(2/2)

  • Harry Reksosamudrasam says:

    Sampah popok bayi dan impetigo, impetigo ato suleten, penyakit luar yakni kulit bentol merah melepuh yg berisi air dg kandungan bakteri yg bisa menular.
    Menurut mitos org Jawa, jk popok bayi sbg sampah spt biasa dilakukan dibakar utk memusnakannya, mk kulinya akan timbul suleten, jd ya dibuang kesungai, oleh krnnya sampah jenis ini menumpuk dimuara sungai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita