logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Tiga Juta Popok Cemari Brantas tiap hari(1/2)

Tiga Juta Popok Cemari Brantas tiap hari(bbc.com/indonesia)-Dengan menggunakan pakaian antiradiasi serbaputih, bermasker, bersarung tangan, dan bersepatu bot, 7 relawan Brigade Evakuasi Popok (BEP), terlihat sibuk menyusuri Sungai Brantas di Jatim.

 

Berbekal garu, jaring, tongkat pengait, dan tempat sampah, BEP tim bentukan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton Surabaya) ini memungut sampah popok bayi yang tersangkut di tepi Sungai Brantas, juga yang mengambang di badan sungainya.

 

Aziz, Koordinator Aksi BEP, menuturkan, aksi ini dijalankan sejak Juli-2017 sebagai bentuk keprihatinan tercemarnya sungai2 di Jatim oleh limbah popok bayi. “Popok bayi itu 37% dari sampah di sungai. Sudah di 7 kota-kabupaten yang kita sisir. Mojokerto, Gresik, Surabaya bagian hilir. Bagian hulu : Batu, Malang. Di tengah ada Jombang, dan Sidoarjo,” papar Aziz ke wartawan di Surabaya, Rony Fauzan.

 

Kegiatan mereka tak berhenti saat evakuasi sampah popok bayi. Pihaknya menyampaikan temuan sampah itu ke Dinas LH di masing2 daerah yang disinggahi. “Sampai kini, bila 2 minggu setelah daerah yang kita datangi itu belum merespons, kami aksi di sana. Kami aksi dengan teatrikal, dengan atribut yang lebih besar lagi” tandas Aziz.

 

Tiga juta popok bayi

Mengapa popok bayi menjadi fokus Aziz dan kawan-kawannya?

Prigi Arisandi, direktur Ecoton Surabaya, pemrakarsa BEP, memaparkan temuannya. Selama aksi mereka , Ecoton memperkirakan masyarakat di Daerah Aliran Sungai (DAS Brantas) menggunakan tiga juta popok bayi/hari, mayoritas sampah popok itu berpotensi dibuang ke sungai.

 

“Kalau kita lihat data BPS (2013), ada ± 750 ribu bayi yang tinggal di 15 kab-kota yang dilewati Brantas. Dari survey kami, satu orang bayi itu menggunakan minimal 4-9 popok per hari. Jadi kalau ada 750 ribu bayi, maka ada tiga jutaan popok dipakai masyarakat, berpotensi dibuang ke sungai,” jelas Prigi.

 

Mitos Suleten

Menurutnya, pemicu ilaku buang popok bayi ke sungai itu mitos yang berkembang di masyarakat, populer disebut Suleten. “Ada kepercayaan, kalau memusnahkan popok bekas dengan dibakar akan menjadikan anak sakit. Maka cara yang aman, dibuang ke sungai,” ungkap lelaki berkacamata ini. Mitos popok ini diakui Agustin, warga Kabupaten Sidoarjo, yang tinggal di bantaran kali.

 

“Itu Bukan mitos. Saya percaya, kalau membuang popok bekas anak saya, atau bekas yang dipakai oleh anak bayi, itu ya jadi Suleten. Di pantatnya bayi itu, sampai merah2. Mau dibuang ke mana kalau nggak di sungai?” cetusnya.  (Bahan dari :  http://www.bbc.com/indonesia/majalah-41304773)-FatchurR * Bersambung……..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita