Sepele(22)-Tidak menyumbang banjir

Ember penampung HujanHujan dengan intensitas tinggi sore itu di wilayah suatu Kabupaten. Akibatnya, Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Citarum (SC) naik dan banjir menerjang Bl-endah dan Dx-kolot.

“Debit air SC terus naik, ke permukiman warga sampai sepaha dewasa,” kata Whegi (20) warga Kampung Jambatan, Kelurahan Andir, Kec-Bxx-endah. “Meluap ke di wilayah Bxx-endah, Dxxkolot dan Bxx- Soang” ungkapnya. Dst…..(rvk/nvl; Wisma Putra; detik.com)

Bahan dari :  (https://news.detik.com/berita/d-3486141/banjir-terjang-baleendah-dan-dayeuhkolot-)
Saya puluhan tahun tinggal di Kabupaten itu, lokasinya agak lebih tinggi dari kawasan itu, jadi aman2 saja. Padahal kawasan itu setiap musim hujan dipastikan banjir dan setahuku konon banjir itu selalu dating. Saya tidak ngecek sejak tahun berapa banjir itu dan bagaimana penderitaan yang kebanjiran.

 

Walau masyarakat perlu peduli mengurangi penderitaan mereka, tentu harapan kita tertumpu pada para pejabat eksekutif dan Legislatif, yang mungkin kini masih memikirkan hal2 lain yang lebih penting.
Berikut yang mungkin bisa dipakai referensi yaitu “Kita tidak perlu menyumbang banjir. Lha kok?

1-Menyiapkan bekas kaleng cat (pale-20 Kg). Saya dapat dari minta tetangga yang sedang merenovasi rumahnya. Terkumpul 7 buah

  1. Simpan kaleng itu di sisa halaman muka dan belakang saat jelang hujan. Benar saja saat hujan yang agak lebat dan lama (kira2 daerah2 tertentu banjir), tujuh kaleng itu penuh air hujan

 

3-Sebagian air hujan dipakai untuk menyiram tanaman (re use) dan sisanya dibuang dan diatur agar terserap tanah di sisa halaman. Berhasil, artinya saya tidak menyumbang minimal sebanyak 7 Kaleng.

 

Lubang dan sampah di tanah penampung air4-Selanjutnya saya coba membuat tujuh lubang di sisa halaman tersebut kira kira ukuran 50×30 dengan kedalamaan 60 Cm. Lubang diisi sampah dapur (organik) sampai setinggi 3/4nya. Dan saya isi sedikit tanah agar menghindari lalat, serangga dsb.

 

5-Ketika hujan deras, tampak kaleng penuh berisi air lagi. Logika saya ditambung dengan daya tampung lubang2 yang ada maka diperkirakan saya bisa menahan 14 kaleng a 20 Kg. Yang di lubang langsung terserap. Dari kaleng dipakai seperlunya dan saya isikan ke lubang2 yang disiapkan itu.

Jika  hujan berkepanjangan dan diseling deras dan gerimis kecil, maka pernah bisa penuh 7 kaleng itu

 

Lubang Biopori6-Saya juga membuat percobaan tiga buah biopori. Tanah dibor sedalam 100 Cm dengan diameter 10 Cm(menyesuaikan pralon). Beli pralon kira2 diameter 10 Cm potong 60Cm. Masukkan pralon kedalam lubang tanah. Pralon ditutup dengan sebelumnya tutupnya di lubangin beberapa. Sebelum ditutup lubang diisi dengan sampah dapur (organik) . Itulah cara saya menangkap air hujan

 

7-Kesimpulan dan keyakinan saya :

a-Saya berhemat penggunaan air dengan re use untuk menyiram tanaman.

b-Dengan menampung air hujan di lubang2 pada halaman belakang, maka saya yakini permukaan air yang saya sedot untuk keperluan mandi dsb tidak terus turun (di daerah sayaa tidak ada saluran PDAM)

 

c-Dari lubang tanah itu jika muncul dan cacing hidup, artinya menambah kesuburan tanah.

d-Secara tidak langsung saat hujan deras apalagi lebat banget, minimal saya tidak mengirim 14 kaleng (ember) untuk menambah debit air sungai di sekitar saya yang jadi embrio banjir atau dengan kata lain, Saya tidak menyumbang banjir.

Saya berimajinasi-ber andai jika : Dataran diatas wilayah banjir itu misalnya : Ada 3 Kecamatan saja yang peduli menggerakkan, tiap kecamatan rata2 ada 6 desa; Tiap Desa terdiri dari 5 RW dan dalam 1 RW ada 6  RT dan umumnya terdiri dari 200 Warga. Mereka menyiapkan 5 ember (pale a 20 Lt); maka jika hujan lebat minimal tertahan air 3x6x5x6x200x5x20.

Maka yang tidak menyumbang banjir sebanyak minimal 10.800.000 liter. Suatu langkah mulia yang indah (FatchurR-A69)

 

2 Responses to Sepele(22)-Tidak menyumbang banjir

  • Harry Reksosamudra A61 says:

    Bxxendah=Bale endah, Dxxkolot=Dayeuh Kolot dan Bxxsoang=Bojong Soang, meski puluhan th merat dr Bxxdung, msh ingat lo cak.
    Wah klo rmhku & tonggo Sby dipsg 20 klg @ 20 ltr an gt, wes gak punya tempat buat nandur he he he

  • Fatkhurr says:

    Bisa dirembug tetangga di RW memanfaatkan lahan kosong untuk dibuat Biopori sto lubang2 di tanah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita