logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Mukarim Pahlawan Mangrove dari Desa Penunggul Pasuruan

Mukarim Pahlawan Mangrove dari Desa Penunggul Pasuruan(pasuruan.merdeka.com/profil)-Pasuruan; Mukarim, warga Desa Penunggul Kec-Nguling Kab-Pasuruan yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap lingkungan sekitar. Untuk menyelamatkan desanya dari ancaman abrasi yang terjadi terus.

 

Pria (70) ini menanami bibir pantai di desanya dengan tanaman bakau (mangrove) sejak 32 tahun lalu (1986). Saat ini, kawasan bibir pantai yang ada di desanya pun rimbun dengan tanaman mangrove yang berfungsi sebagai sabuk hijau penahan abrasi sepanjang ± 175 hektare.

Perjuangan Mukarim kini membuahkan hasil, selain menyelamatkan pemukiman warga desanya dari abrasi, keberadaan hutan mangrove yang dirawat memberi manfaat lain. Yakni jadi sumber kehidupan baru bagi warga desa, karena pulihnya ekosistem kawasan pesisir di Penunggul. Selain itu, hutan mangrove yang dirintisnya jadi kawasan konservasi pantai.

Sebelumnya, kawasan bibir pantai di desanya itu kawasan gersang tanpa mangrove. Berawal dari biji2 tanaman mangrove yang dikumpulkannya dari daerah sekitar desa hingga ke kawasan menuju pantai Probolinggo, dengan menggunakan sampan Mukarim membawanya pulang dan menanamnya. Biji2 hingga bibit mangrove yang ditanamnya kini jadi barisan pepohonan rimbun.

“Awalnya gersang, tidak ada satu pohon pun satu desa ini. Kini laut tidak kelihatan, rimbun tertutup daun mangrove. Tahun 1986 saya mulai menanam mulai di ujung perbatasan Probolinggo-Pasuruan yang dibatasi sungai Lawean sampai di Penunggul”.

 

“Modalnya waktu itu mengandalkan bibit yang saya ambil sepulang dari melaut, berjarak 15 km dari rumah,” jelasnya saat ditemui Bidang Data dan Informasi Publik, Dinas Kominfo Kab-Pasuruan seperti dikutip dari pasuruankab.go.id belum lama ini.

Mukarim mengaku tidak bosan menanami bibir pantai desanya dengan bibit mangrove. Sebab, saat itu yang ada di benaknya keyakinan tanaman mangrove yang ditanamnya akan bermanfaat besar. Benar saja, setelah rerimbunan mangrove terbentuk, desa terbebas dari abrasi, biota laut dan pesisir kembali pulih dan para nelayan memperoleh hasilnya ketika mencari ikan, kepiting hingga kupang.

 

Tak hanya dari Penunggul saja, para nelayan dari daerah Probolinggo ber-bondong2 mencari nafkah di kawasan ini.

“Saya terdorong terus menanam karena kehidupan masyarakat makin bagus. Dalam waktu 3-4 tahunan, saya menanam mangrove di areal 20 hektar. Disamping mengatasi abrasi, akar mangrove juga tempat berkembangbiaknya kepiting, ikan, kupang dan biota laut lainnya. Karena kan planton berkumpulnya di habitat dasar yang masih utuh”.

 

“Maka tidak heran kalau banyak nelayan yang mencari kepiting dan kupang ke sini, terutama waktu air surut. Mereka dari 5 Kecamatan, Lumbang, Kraton bahkan dari Kecamatan Lekok Sukapura Kabupaten Probolinggo” ujar Mukarim mengisahkan penuh semangat.

Dia menyebutkan, tanaman mangrove juga dapat dimanfaatkan jadi bahan baku makanan dan minuman. Buahnya dapat diolah dijadikan sirup mangrove, ekstraknya dapat dijadikan keripik mangrove dan makanan ringan lainnya. Dari olahan2 itu warga di desanya dan menjadikan sebagai produk bernilai jual tinggi dan dipromosikan melalui beragam event pameran, di Jatim dan di luar pulau.

Meski kini Penunggul rimbun dengan tanaman mangrove di bibir pantainya, menurutnya perjuangan belum usai. Selama diberi kesehatan dan umur panjang, dia terus fokus menjaga kelestarian alam melalui berbagai cara, termasuk membagikan pengalamannya ke sesama, khususnya generasi muda untuk turut menjaga lingkungan sekitar.

Mukarim sering kedatangan rombongan dari berbagai Negara : Australia, Jepang, Belanda, Brunei Darusalam, Arab Saudi, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Jerman dan Turki. Umumnya mereka ingin belajar dari pengalaman Mukarim dan meneliti hutan mangrove, mulai dari ambil sampel air, lumpur, akar, daun, buah bahkan sampai akarnya untuk dikembangkan di negara masing2.

Atas dedikasi dan kecintaannya merawat lingkungan pesisir selama puluhan tahun, Mukarim menerima segudang penghargaan, seperti Kalpataru (2005) dan hingga kini dipertahankannya serta berbagai penghargaan lainnya. (NS; Nur Salam; Bahan dari :  https://pasuruan.merdeka.com/profil/mengenal-mukarim-pahlawan-mangrove-dari-desa-penunggul-1706171.html)-FatchurR

2 Responses to Mukarim Pahlawan Mangrove dari Desa Penunggul Pasuruan

  • Perjuangan panjang pak Mukarim menanam & melestari kan tanaman mangrove/bakau, sejak th 1986 membuah kan hasil ganda. Seandainya Pemda mengulurkan bantuan sejak awal, akan lbh cepat memberikan dampak positif, krn dilakukan spt sambil lalu setlh pulang melaut baru kumpul2kan bibit, jelas banyak waktu diperlukan buat menanam mangove

  • fatkhurr says:

    Diperlukan banyak pahlawan Lingkungan Hidup, agar hidup kita makin nyaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita