logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Mikroplastik bunuh Ikan sebelum masa Kawin

Sampah plastik di laut(sains.kompas.com)-Ilmuwan menemukan mikroplastik mengubah kebiasaan ikan dan mengancam kelangsungan hidupnya. Dalam perairan yang berkonsentrasi mikroplastik tinggi, ikan muda lebih menyukai mengonsumsi mikroplastik dibanding dengan makanan alami mereka, plankton.

 

“Ini pertama kalinya hewan diketahui memilih memakan plastik, ini merisaukan,” kata Peter Eklov, ahli ekologi dari Universitas Uppsala di Swedia seperti dikutip The Guardian, (16/6/16). Fakta ini didapat dari hasil penelitian Eklov pada ikan perch. Eklov mengamati perilaku makan ikan pada lingkungan perairan yang kaya mikroplastik serta tingkat kesintasan telur dan larvanya.

 

Ternyata, tak hanya perilaku makan yang berubah. Telur ikan yang hidup di lingkungan kaya mikroplastik rata2 tingkat menetasnya lebih rendah. Larva di lingkungan ini lebih lambat perkembangannya. Mikroplastik membuat ikan mati sebelum sempat kawin. Ini mengancam kelangsungan hidup dalam jangka panjang. Mikroplastik itu polimer ukuran kecil yang dihasilkan industri modern.

 

Kian hari, jumlah mikroplastik yang terakumulasi di perairan makin besar. Mikroplastik di perairan juga berasal dari sampah plastik yang dihasilkan manusia. Plastik sulit terurai dan terbawa ke lautan, terpecah jadi ukuran yang lebih kecil dan terakumulasi. Sumber mikroplastik yang lain adalah microbeads yang biasa terdapat pada kosmetik.

 

Microbeads terdapat pada produk pembersih yang mengandung scrub. Tak cuma ampuh menghilangkan sel kulit mati pada manusia, microbeads juga ampuh mempercepat kematian ikan. Riset pada perilaku ikan perch menemukan mikroplastik membuat ikan cenderung mengabaikan sinyal kimia yang menghindarkan dari serang predator.

 

Ikan yang terpapar mikroplastik 4x lebih rentan dimakan predator. Mikroplastik kini dalam jumlah yang besar di hampir seluruh laut di dunia dan makin sering ditemukan di daerah pantai dangkal. Manusia perlu mengurangi konsumsi plastik agar lingkungan lebih baik. Bila tidak, manusia kehilangan ikan yang jadi sumber protein lebih cepat. Hasil studi ini dipublikasikan di jurnal Science.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mikroplastik Membunuh Ikan Sebelum Sempat Kawin”, Penulis : Kontributor Sains, Monika Novena; Bahan dari :  https://sains.kompas.com/read/2016/06/21/18103391/mikroplastik.membunuh.ikan.sebelum.sempat.kawin)-FatchurR

 

Catatan : marilah kita berhenti membuang sampah, termasuk sampah plastic yang harus dikumpulkan pada tempat yang terpisah. (FR)

2 Responses to Mikroplastik bunuh Ikan sebelum masa Kawin

  • Harry Reksosamudro says:

    Mengamati by product yg dihasilkan dr brg yg dipakai manusia dari kosmetik, kemasan plastik, ranch ternak, pabrik2, kendaraan bermotor, genset listrik fosil dll
    Semua hasilkan polutan berbahaya buat kesehatan manusia/hewan yg menjadi lingkaran setan, hanya upaya meminimalisir, tp penumpukannya berlanjut terus. Sementara populasi manusia sbg biang kerok penyebabnya tidak diupayakan dihambat, malahan produksi orok, banyak yg tdk peduli.

  • fatkhurr says:

    Pada akhirnya hidup makhluk nyaman atau tidak secara berkelanjutan, tergantung perilaku manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita