Konsul penyemai hujan

Merdeka.com-Rencana BPPT mengintensifkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan, diyakini jadi solusi memadamkan titik api di wilayah terdampak kabut asap. Hujan buatan diprediksi dapat lebih efektif dalam memadamkan api dibanding waterboombing dan operasi pemadaman melalui darat.

Hal itu dikatakan Kepala bagian tata usaha UPT Hujan Buatan BPPT Jon Arifin. Jon menyampaikan hujan buatan dapat berperan penting meningkatkan efisiensi proses hujan, dan diyakini dapat secara efektif memadamkan api, karena proses hujan buatan akan memancing awan-awan lain untuk menurunkan hujan.

“Ini adalah momentum karena telah masuk transisi ke musim hujan, maka diprediksi awan akan menumpuk, dan di situlah awan-awan tersebut akan kami semai agar memicu awan-awan lain untuk menurunkan hujan,” kata Jon di Gedung Suma 4, Halim, Jakarta Timur, Minggu (1/11).

Mekanismenya, kata Jon, hujan buatan ini akan menggunakan alat semai yang bernama Consule. Alat ini akan melakukan penyemaian awan secara mekanis. Consule buatan TNI angkatan udara (AU) 2014 ini dilengkapi dengan 2 doli, di mana masing-masing doli terdiri dari tabung yang nantinya akan diisi sekitar 4 ton bubuk garam karbosil.

Secara teknis, menurutnya, Consule ini akan membuat bubuk garam karbosil akan menembak awan secara lebih fokus dan tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

“Consule ini untuk membuat supaya bahan semai itu kondisi sesuai dengan kaidah TMC itu sendiri, dan aman untuk tidak menyebar di bagian dalam pesawat atau wilayah sekitar penyemaian awan,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Jon, cara kerja butir garam karbosil tersebut yakni akan berperan dalam menangkap uap air yang terdapat di awan, kemudian akan membuat awan membesar dan selanjutnya akan turun hujan.

“Butirnya sifatnya hidroskopis, jika disebar di awan itu akan menangkap uap air, dan uap air yang kecil akan ditangkap dan berkumpul membesar, dan pergerakan vertikal akan jatuh ke dasar awan, dan akan tunggu gravitasi dan turun hujan,” jelasnya.

Jon juga menginformasikan, hujan buatan ini dijadwalkan akan dilakukan pada (2/11) besok, dan wilayah yang akan menjadi target adalah Sumatera Selatan, Jambi dan Riau.

“Besok rencana Sumatera, Sumsel Jambi dan Riau. Satu jam di wilayah Sumatera mencari awan di wilayah kabut asap,” tutup Jon kepada Merdeka.com.

Proses semai ini, BPPT telah berkoordinasi dengan Menkopolhukam agar TNI AU menyediakan 1 unit pesawat Hercules C 130. Selain bersama Kemenko Polhukam, BPPT juga akan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI AU, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk membantu langkah tersebut. [cob; http://www.merdeka.com/peristiwa/begini-wujud-consule-alat-semai-untuk-memodifikasi-hujan-buatan.html]-FatchurR

————

 

Selanjutnya disajikan beberapa artikel Lingkungan hidup :

  1. Proyek kanal bersekat
  2. Gropyok Sungai Code dalam rangka Merti Kali

—————–

 

Proyek kanal bersekat

Palangkaraya (ANTARA News) – Presiden Jokowi mengunjungi proyek pembuatan kanal bersekat di lahan hutan gambut di Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng. Presiden dan rombongan tiba di Posko Pembuatan Blocking Kanal dalam penanggulangan bahaya asap di Kab-Pulang Pisau, Kalteng, Sabtu pukul 14.00 WIB.

“Dulu sebulan lalu kita kesini, hutan lahan gambut ini kebakaran. Dulu tidak ada air. Lahan gambut mudah terbakar. Sekarang ada kanal bersekat ini. Ini terus kesana tembusnya ke Sungai Kahiyang. Air ini selalu ada. Kalau ada air terus, ini akan merembes ke gambut di kanan kirinya. Itu yang menyebabkan tidak akan kebakar,” kata Presiden setelah meninjau pembuatan kanal bersekat.

Jokowi meninjau langsung pembuatan kanal bersekat dan masuk ke lahan hutan gambut yang bekas terbakar didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya, Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri PMK Puan Maharani, dan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono.

“Ini sudah dikerjakan sebulan, sudah kelihatan, sekatnya kelihatan, embungnya kelihatan. Nanti kita perluas di semua lokasi yang rawan kebakaran di semua provinsi,” katanya. Ia mengatakan pembuatan kanal bersekat akan terus dilakukan tanpa henti untuk meminimalisir kebakaran hutan.

Pembuatan kata dia akan dilakukan di semua provinsi dengan hutan dan lahan yang rawan terkena kebakaran, terutama di lahan gambut.

“Pertama kanal, kedua pencegahan. Kalau api baru satu titik, daerah harus padamin, Kabupaten harus madamin cepet. Kalau sudah 5-10 itu provinsi padamin. Itu tugas otonomi daerah. Kalau apinya sudah sulit, baru pusat,” katanya.

Sedang upaya lain yakni penegakan hukum yang akan terus dilakukan dimana telah dilakukan penetapan tersangka baik institusi mau perorangan sebanyak 254 kemudian meningkat menjadi 270. “Semua (regulasi) masih dirataskan, entah perpu, perpes, nanti, karena ini menyangkut semuanya,” katanya.

Hujan gerimis turun pada kesempatan kunjungan itu bahkan sepanjang jalan menuju wilayah Pulang Pisau yang terletak sekitar hampir satu jam dari pusat Kota Palangkaraya. Sebelumnya sekitar sebulan lalu, Jokowi pernah mengunjungi wilayah itu ketika kabut asap masih sangat pekat.

Wilayah itu kemudian dikembangkan sebagai proyek percontohan penanganan kebakaran lahan dan hutan dengan cara pembuatan kanal bersekat. Dalam proyek itu kanal primer yang dibangun sepanjang 300 m di 28 titik dengan 1,5 m lebar dan kedalaman 3 m.

Sedangkan kanal sekunder sepanjang 7 km dengan posisi kanan dan kiri jalan berukuran lebar 4 m dan kedalaman 6 m. Sementara kanal tersier antar embung dibuat sepanjang 7 km dengan lebar 1 m dan kedalaman 1 m. Sedangkan embung besar berukuran 20x30x6 m di 2 titik dan embung kecil berukuran 10x10x3 m di 28 titik.

Fungsi embung tersebut sebagai tempat penampungan air sehingga kanal tidak kering saat kemarau. Material untuk blocking yakni pasir dan tanah.

Selain di Pulang Pisau, proyek serupa akan dikembangkan di Sumatera Selatan meliputi Ogan Kemering Ilir dan Musi Banyuasin. (Hany Sofia Supardi; http Editor: AA Ariwibowo;  www.antaranews.com/berita/526742/presiden-jokowi-kunjungi-proyek-kanal-bersekat-pulang-pisau)-FatchurR

———-

 

Gropyok Sungai Code dalam rangka Merti Kali

Yogya (Minggu)- Kegiatan gropyok kali code merupakan salah satu dari rangkaian program Merti Kali yang digagas oleh Badan Lingkungan Hidup DIY. Kegiatan tersebut berupa pembersihan sungai code dari segala macam sampah baik yang ada di reparian /sekitar sungai maupun yang terhanyut di air.

 

Pada kesempatan hari itu BLH DIY bekerja sama dengan komunitas Merti Kali Code sebagai salah satu LSM yang giat dalam melakukan aksi bersih sungai code, sehingga terselenggara acara gropyok kali di Jembatan Surokarsan Mergangsan Kota Yogya.
“Sebelumnya telah diadakan acara serupa di sungai Winongo, tepatnya di daerah pasar Niten pada minggu lalu, dan acara tersebut merupakan Grand Opening untuk mengawali Program Merti Kali di tahun 2015 ini” ungkap Bu Reni (Kordinator Program Merti Kali BLH DIY).

 

Merti Kali adalah program teranyar dari BLH DIY. Tahun 2015 adalah tahun pertama dilaksanakan. Tujuan dari Merti Kali adalah menumbuhkan rasa peduli terhadap sungai yang ada di DIY. Kepedulian ini diharapkan dapat tumbuh di semua elemen mulai dari masyarakat, instansi pemerintahan, akademisi, pelajar atau Mahasiswa, maupun para pengusaha secara berkelanjutan, yang nantinya dapat termanifestasikan dalam aksi nyata melakukan tindakan untuk menjaga kebersihan sungai.

 

Program ini dirancang dengan semangat gotong royong dan megangkat kembali kearifan lokal sebagai media untuk konservasi sungai. Sehingga kegiatan-kegiatan Merti Kali mempunyai nama “Gropyok Sungai” yang artinya Gotong royong membangun kepedulian terhadap Sungai.
Kegiatan di Sungai Code di hadiri oleh banyak sekali elemen yang hadir pada saat itu, yaitu Masyarakat daerah Surokarsan, Kepala BLH DIY, Wakil Wali Kota Yogya, Wakil Rektor UGM, Kepala BBWSO, PPEJ, Kepala BLH Kota Yogya, DANDIM, POLRI (Polres, Polsek), Kelompok Studi Water Forun Kalijogo, Sekber MAPALA Se DIY, dan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.

 

Pada kesempatan kali itu semua peserta melantangkan deklarasi menjaga sungai yang dipimpin oleh pak Toto dari LSM Merti Kali Code.
Program Merti kali direncanakan berkesinambungan mulai Maret hingga November 2015. Serangkaian acara mulai dari Opening di sungai Winongo, dilanjutkan gropyok Sungai di Sungai Code, dan Sungai Gajah Wong. Selain kegiatan secara langsung di sungai, ada juga kegiatan berupa Festival yang dilakukan di bantaran sungai. Kesenian tradisi yang dimilki oleh warga ditampilkan dalam festival tersebut.

 

“Diharapkan seni tradisi sebagai salah satu kearifan lokal akan dapat menjadi sarana untuk melakukan konservasi air di sungai, sehingga dapat terwujud sungai yang bersih, sehat, indah, dan nyaman dengan kualitas yang baik” tambah Bu Reni. (https://waterforumkalijogo.wordpress.com/2015/04/08/gropyok-sungai-code-dalam-rangka-merti-kali-blh-diy/)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita