Pengalaman kehilangan(2/2)

Sebagaai lanjutan dari seri kehilangan, berikut saya kasih bonus sajian berjudul Demensia dan Lupa. Artikel ini tidak ada kaitannya dengan kasus kehilangan yang menimpa senior saya GHK-A60 dari CNN Indonesia, namun hanya untuk menambah wawasan saja

 

Lupa meletakkan barang dan plus kehilangan, tersesat ketika keluar rumah tanpa ditemani, hingga emosi yang naik-turun, jadi gejala demensia yang sering dialami mereka yang Lansia. Pikun, itu sebutan Ortu yang sering mengalami hal2 itu. (Kalau sekali rasanya belum pikun rek). Kondisi itu lumrah jika dialami Lansia. Itu disebut ‘penyakit tua’.

Banyaknya yang tak paham, tergelincirnya memori seperti itu sebagai demensia, membuat penyakit ini terabaikan. Hasil penelitian menyebut gejala demensia terlihat 12 tahun sebelum pasien didiagnosa. Periset di AS temukan 80% pasien demensia, menurun ingatannya ber-tahun2 sebelumnya. Ahli2 mengatakan tidak perlu khawatir kepada pasien yang mengeluhkan sering lupa meletakkan barang.

Jika situasi itu sering dilakukan Lansia, anggota keluarganya harus sadar dan mencegah untuk membuat kondisinya tidak makin akut. Dilansir dari Vanguard, ilmuwan di University of Kentucky memelajari 531 pensiunan. Mereka tanyakan apakah sering mengalami kejadian : Melupakan barang2 pribadi atau sekadar lupa mematikan lampu.

Pada 12 tahun kemudian, pensiunan itu ditanyakan hal yang sama dan menjalani tes diagnosa demensia. Lalu diterbitkan dalam jurnal Neurology itu menemukan terjadi gejala demensia oleh 1 dari 6 pasien.

Dokter Tichard Kryscio ketua Tim mengatakan bahwa, butuh waktu untuk transisi dari ketika pertama kali seseorang sadar ada masalah ingatan mereka hingga akhirnya didiagnosa mengalami demensia.

 

Kemungkinan ada jendela besar sebagai peluang mengintervensi, sebelum terdiagnosa. “Jelas, seseorang yang mengalami masalah memori harus lapor ke dokter sehingga bisa diawasi,” katanya.

Banyak orang mengalami penurunan memori seiring bertambahnya usianya. Ini menambah bukti bahwa beberapa orang yang kehilangan memori ringan di usia lebih tua, dapat mengembangkan demensia. “Meski kita melupakan hal2 dari waktu ke waktu, kehilangan memori demensia lebih parah dari sesekali lupa” ujar Kryscio.

Sebagai gejala kelainan otak, demensia dapat disembuhkan jika penyakit penyebabnya disembuhkan. Contoh, dikutip dari docdoc.com, jika demensia akibat penyalahgunaan zat terlarang, maka gejala itu dapat dipulihkan jika pasien berhenti mengonsumsi obat terlarang atau alkohol.

Penyebab demensia yang tidak dapat disembuhkan, di urutan pertama ditempati oleh Alzheimer, Demensia Vaskular, Demensia Lewy Body dan Demensia Frontotemporal.Tamat………….

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (Megiza; https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160924083019-255-160795/demensia-pada-lansia-peringatan-jangan-alpa-terhadap-lupa/)-FatchurR

One Response to Pengalaman kehilangan(2/2)

  • Harry Reksosamudra says:

    Neurologi akan jd bidang kesehatan masa dspan, krn era digital jg hal2 penunjang kehidupan manusia direkayasa secara kimiawi. Aktifitas harian yg kurang gerak, menambah beban tubuh menjadi lemah daya tahannya.
    Yg jd korban adlh urat syaraf, terbukti penderita dimensia sdh merambah diusia lbh muda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita