ratusan bunga mekar bersama

Mitos Atau Fakta Antibiotik Untuk Batuk-Diare Dan Demam(sains.kompas.com)- Apakah Anda termasuk yang kerap minum antibiotik bila flu, batuk, atau demam? Jika ya, perlu diketahui tindakan itu tidak tepat. Antibiotik untuk ke-3 jenis penyakit itu justru jadi potensi adanya reaksi resistensi terhadap obat antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR).

 

Dokter anak Purnamawati Sujud SpA, mengatakan penggunaan antibiotik pada penyakit yang bukan disebabkan bakteri, akan membuat terjadinya perubahan genetik di bakteri di tubuh.
Itu menimbulkan gangguan : Resistensi antimikroba. Saat Anda konsumsi antibiotik pada penyakit yang disebabkan bakteri, tidak semua bakteri jahat akan mati. Sebagian bakteri lolos dan menyebabkan penyembuhan sulit dilakukan tepat dan cepat. “Misal, kayak batuk dan diare tanpa darah, terus dikasih obat antibiotik itu salah atau tidak tepat karena penyebabnya bukan bakteri tapi virus.

 

Kalau pakai antibiotik justru menyerang bakteri di tubuh, bukan virusnya tadi. Jadi bisa jadi tambah lemah tubuhnya atau obatnya susah tidak mempan” kata dr Wati, panggilan akrabnya, di acara Pekan Kesadaran Antibiotik Sedunia 2019 di Lampung, Kamis (21/11/2019).

 

Berikut fakta mengenai batuk, diare, dan demam yang perlu diketahui.

Batuk

Batuk itu gejala dan bukan penyakit. Batuk itu refleks untuk memberikan jalan nafas. Pada umumnya, batuk disebabkan oleh virus. Maka dari itu tidak perlu antibiotik, karena antibotik ialah obat untuk penyakit atau gejala yang disebabkan oleh bakteri.

 

Begini Penjelasannya

Batuk justru membantu mengeluarkan sekret atau kotoran di saluran nafas. Jadi tidak perlu obat anti batuk seperti; dekstrometorfan, codein, obat pengencer dahak, atau obat batuk pilek. Dahak itu reaksi tubuh atas peradangan, serta pengencer dahak yang terbaik yaitu berupa cairan antara lain seperti ASI, air putih dan kuah sup.

 

Diare

Diare juga bukanlah penyakit, melainkan tanda. Diare dan muntah adalah upaya tubuh mengeluarkan racun dan mengeluarkan virus atau kuman. Karena itu, usahakan jangan berikan obat anti muntah atau obat untuk memampatkan diare.

 

Pemakaian obat, misal antibiotik, justru mengganggu keseimbangan bakteri di usus. Penyebab diare itu alergi makanan tertentu seperti alergi susu atau intoleransi laktosa. Umumnya karena infeksi virus, jadi sembuh dengan sendirinya tanpa obat. Jika sering muntah dan diare, dianjurkan dokter untuk minum elektrolit atau oralit. Selain yang utama ialah perbanyak minum air putih.

 

Demam

Demam juga bukan penyakit, tapi sebagai alarm menunjukkan ada yang terjadi di tubuh. Penyebab utamanya infeksi virus. Demam sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi. Pertahanan diri ialah virus umumnya mati pada suhu tinggi serta berkembangbiak pada suhu rendah.

 

Karena itu, tingginya demam tak berarti penyakit makin parah, meski batasan kategori demam yaitu jika suhu lebih 38,5®C minimal 24 jam. Tujuan pemberian obat saat demam bukan menormalkan suhu tubuh, tapi sedikit menurunkan suhu agar merasa lebih nyaman. Himbauannya jangan diberi penurun panas bila demam tidak begitu tinggi, karena virus akan makin subur di suhu yang rendah.

 

Sebaiknya dibawa ke dokter bila, suhu lebih dari 38®C dalam waktu lama, mingguan atau bulanan. Tidak ada keinginan minum air atau mengalami dehidrasi, tubuh lemas dan hanya ingin tidur terus, kejang, kaku kuduk leher, sesak nafas, dan gelisah, sakit kepala hebat, selain itu juga muntah dan diare.

 

“Pokoknya jangan apa-apa gejala atau sakitnya langsung dikasih antibiotik, atau beli ke apotik minta antibiotik, tanpa konsultasi ke dokter lebih dulu. Ingat kalau mengalami resistensi antibiotik ataupun antimikroba, maka penyakit itu sulit disembuhkan, mau berapa banyak minum (obat) juga bisa jadi gak sembuh-sembuh, balik lagi balik lagi (kambuh),” tuturnya.

 

Antibiotik baik diberikan kepada Anda dengan gejala atau sakit yang disebabkan oleh bakteri. Jika Anda meragukan apa penyebab dari gejala yang Anda derita, berkonsultasilah ke dokter agar diberi resep obat yang sesuai kondisi gejala atau sakit yang Anda alami tersebut.
(Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mitos atau Fakta: Antibiotik Digunakan saat Batuk, Diare dan Demam?”, Penulis : Ellyvon Pranita; Editor : Sri Anindiati Nursastri; https://sains.kompas.com/read/2019/11/24/170300523/mitos-atau-fakta–antibiotik-digunakan-saat-batuk-diare-dan-demam-?page=all)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
alamo
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar