logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Kenali Lebih Dekat dengan Virus Monkeypox di Singapura

Kenali Lebih Dekat dengan Virus Monkeypox di Singapura (lifestyle.sindonews.com)-JAKARTA; Singapura diserang virus monkeypox. Kasus pertama ini dibawa pria Nigeria diduga terinfeksi oleh daging hewan liar yang dimakannya di pesta pernikahan. Lantas penyakit apakah monkeypox ini?
Dilansir dari situs WHO, monkeypox itu penyakit zoonosis virus langka terjadi terutama di bagian terpencil Afrika tengah dan barat, dekat hutan hujan tropis. Virus monkeypox mirip cacar manusia, penyakit yang diberantas tahun 1980. Meski monkeypox lebih ringan dari cacar, tapi bisa berakibat fatal.
Virus monkeypox sebagian besar ditularkan ke orang2 dari binatang2 liar seperti tikus dan primata, tetapi penyebarannya sekunder terbatas melalui penularan dari manusia ke manusia. Fatalitas kasus wabah monkeypox antara 1-10%, dan sebagian besar kematian pada kelompok usia yang lebih muda.

 

Tidak ada pengobatan khusus atau vaksin walau vaksinasi cacar sangat efektif mencegah monkeypox. Infeksi pada kasus indeks terjadi akibat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa pada hewan yang terinfeksi.
Di Afrika, infeksi manusia telah didokumentasikan melalui penanganan kera yang terinfeksi, tikus dan tupai raksasa Gambia, dengan tikus sebagai reservoir virus yang paling mungkin. Mengkonsumsi daging hewan terinfeksi yang tidak dimasak dengan benar adalah faktor risiko yang memungkinkan.
Penularan sekunder, atau dari manusia ke manusia, dapat terjadi akibat kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan yang terinfeksi, lesi kulit dari orang yang terinfeksi atau benda yang baru-baru ini terkontaminasi oleh cairan pasien atau bahan lesi.

 

Penularan terjadi terutama melalui tetesan partikel pernapasan yang biasanya membutuhkan kontak tatap muka yang berkepanjangan, yang menempatkan anggota rumah tangga dari kasus aktif pada risiko infeksi yang lebih besar.

 

Penularan bisa terjadi dengan inokulasi atau melalui plasenta (monkeypox bawaan). Diagnosis klinis yang harus dipertimbangkan termasuk penyakit ruam lain, seperti cacar (walaupun sudah diberantas), cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat.
Limfadenopati selama tahap prodromal penyakit dapat menjadi gambaran klinis untuk membedakan monkeypox dari cacar. Monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti di laboratorium di mana virus dapat diidentifikasi dengan sejumlah tes berbeda yang perlu dilakukan di laboratorium khusus.

 

Jika dicurigai monkeypox, petugas kesehatan harus mengambil sampel yang sesuai dan membawanya dengan aman ke laboratorium dengan kapasitas yang sesuai. (Harry Rekso Samudro-A61; sumber : alv; Diana Rafikasari; Bahan dari : https://lifestyle.sindonews.com/read/1403167/155/mengenal-lebih-dekat-virus-monkeypox-yang-ditemukan-di-singapura-1557488102)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita