Hindari rokok

merokokBanyak masalah paru disebabkan rokok, termasuk tuberkulosis (TBC atau TB) dan asma. Perokok pengidap asma lebih sering kambuh. Rokok penyebab iritasi saluran udara dan dipenuhi lendir, sehingga serangan asma sering terjadi dan lebih sulit dikontrol meski dengan obat. Resiko kerusakan paru juga mengintai pengidap asma yang merokok

 

Banyak perokok menyangkal kaitan rokok-TB. Jawabannya tidak selalu benar. Banyak penelitian membuktikan hal itu. Penelitian Hsien-Ho Lin dari Harvard School of Public Health, AS, membuktikan hubungan kebiasaan merokok-risiko infeksi dan mati akibat TB.

 

Dari 100 orang yang diteliti, ditemukan perokok tembakau dan menderita TB sebanyak 33 orang dan perokok pasif yang menderita TB, 5 orang. Selain mengatur pola hidup dan pola makan, OR dijadikan salah satu terapi untuk mengatasi berbagai penyakit.

 

Orang dengan TBC atau asma sebaiknya tetap be-OR. Ia menjelaskan, OR yang cocok untuk penderita asama-TB yang sudah parah dan mengalami gangguan napas cukup parah adalah yang sifatnya aerobik.

 

OR jenis aerobik merupakan aktifitas fisik yang menggunakan oksigen sebagai sumber energi dan dengan gerakan seimbang-berulang, misal jalan cepat. Durasi atau berapa lama aktifitas fisik ini bergantung pada kondisi pasien. Tak harus tiap hari. Cukup 3-5x seminggu dengan durasi 30 menit.

 

OR bagi pengidap TB harus lebih ringan dari pengidap asma. Alasannya, penderita TB sudah mengalami kerusakan jaringan pada paru. Jaringan paru penderita TB banyak yang tidak sehat. Otomatis asupan oksigen berkurang. Kalau asupan oksigen berkurang, pasien bisa cepat ngos-ngosan ketika berktivitas.

 

Kondisinya berbeda dengan penderita asma yang “hanya” mengalami penyempitan pada saluran pernapasan. Itupun hanya ketika kambuh, tidak setiap saat. (Sumber: Gayahidupsehat 552; http://www.yakestelkom.or.id)-Aguk

One Response to Hindari rokok

  • GoHwieKhing King Gaudi D50-A60 says:

    Menghindari tentu semakin sulit, kalah dengan promosi pabrikannya. Selain anjuran bagaimana menanggulangi keracunan rokok, sebaiknya Negara Negara melalui PBB/WHO melarang ROKOK diiklankan sehingga pemasarannya terhambat sampai mati sendiri pelan pelan. Dengan mati pelan pelan tentu yang terkait menikmati uang dari rokok bisa punya kesempatan alih profesi.

    Estimasi saya:
    Dengan merosotnya produksi rokok karena dilarang diiklankan dan dipersulit menjualnya. Hal baik ini yang terjadi.
    Dengan tembakau tidak laku, tidak untung karena harga jatuh, petani ga lagi tanam tembakau, alih ketanaman pangan. Pengijon menyasar keproduk lain.
    Buruh pabrik rokok, sampai tiga generasi mana ada yang mentas sejahtera? Turun temurun jadi budak pabrik rokok malah jadi agen meracuni orang. Pedagang maupun pengecer akan alih dagangan kalau roko tidak laku.
    Pengusahanya, yang sudah kaya raya kan sementara ini sudah punya profesi komersil lain.

    Meski pajak dari rokok besar, sungguh tidak elegan mengutip pajak dari rokok sambil mematikan manusia. Apa bedanya dengan memajaki judi, pelacuran dan narkoba, penjualan senjata? Sama lebih banyak mudhorot dari manfaatnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita