Happy Hipoxia Dan Kaitannya Dengan Penggunaan Masker

(republika.co.id)- Penggunaan masker itu kewajiban di tengah pandemi Covid-19. Apalagi, penambahan kasus Covid-19 di Indonesia belum menurun, justru sebaliknya bertambah. Gejala Happy Hipoxia atau penurunan kadar oksigen yang tidak disadari, jadi pertanyaan, apakah masker penyebab hipoksia?
Spesialis paru mengatakan pemakaian masker mencegah penularan virus tidak akan menimbulkan hipoksia, yaitu kondisi berkurangnya oksigen di jaringan untuk mempertahankan fungsi tubuh, dan tidak mengurangi fungsi paru. “Ada penurunan (kadar) oksigen, tapi itu bisa ditoleransi,” kata Dokter paru Rumah Sakit (RS) Persahabatan dr. Andika Chandra Putra, Sp.P, PhD melalui telepon, (3/9).
Pakai masker bisa menurunkan volume oksigen tubuh. Tapi tidak signifikan sehingga tidak mengurangi kebutuhan oksigen tubuh. “Misalkan kita sering pakai N95. Apakah fungsi parunya menurun atau oksigennya menurun? Dari beberapa laporan kasus gak ada perubahan (fungsi paru),” kata dia.
Batuk, sesak napas, demam, kehilangan indera penciuman, dan perasa itu gejala dari orang yang terinfeksi Covid-19. Belakangan ditemukan gejala baru yaitu happy hypoxia syndrome. Pakar Penyakit Dalam Spesialis Paru-Paru (Internis Pulmonologist) FKKMK UGM, dr. Sumardi mengatakan, happy hypoxia syndrome itu kondisi orang yang oksigen tubuhnya rendah. Tapi, terlihat normal.
Normalnya kadar oksigen tubuh di atas 95%. Meski begitu, penurunan oksigen dalam kondisi ini tidak membuat orang kesulitan bernapas dan tidak membuat terengah-engah. “Orang yang mengalami happy hypoxia ini tampak normal dan biasa-biasa. Karenanya, sering dinamakan silent hypoxia, sebab terjadinya perlahan dan lama-lama lemas dan tidak sadar,” kata Sumardi.
Hipoksia, akibat penjendalan di saluran pembuluh darah. Disebabkan peradangan atau inflamasi di pembuluh-darah, terutama di paru-paru karena kadar oksigen tubuh terus berkurang. Kepala Divisi Pulmonologi dan Penyakit Kritis RSUP Dr. Sardjito itu menekankan, happy hypoxia jika tidak segera ditangani akan mengancam nyawa pasien. Sebab, penjendalan tidak hanya terjadi di paru-paru.
“Bisa ke organ lain seperti ginjal dan otak penyebab kematian,” ujar Sumardi. Happy hypoxia bisa diketahui dalam pasien Covid-19 yang dirawat di RS. Pemantauan kadar oksigen darah, dilakukan memakai alat pulse oximeter. Pasien yang tidak bergejala, (isolasi di rumah), ia imbau selalu monitor kondisi tubuh. Waspada bila muncul gejala lemas, padahal tidak aktivitas atau OR yang kurangi energi.
“Kalau tiba-tiba lemas, tapi makan dan minum biasa harus segera lapor RS. Lemas ini karena oksigen di organ berkurang, jadi cepat ke RS agar bisa ditangani tepat,” kata Sumardi. Mengapa pasien tidak sadar saat kondisi happy hipoxia? “(Covid-19) utamanya menyerang paru-paru,” jelas Dekan FK UI Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP FACG, saat dihubungi Republika.co.id.
Covid-19 menyebabkan peradangan luas di paru-paru sehingga fungsi paru menurun. Dalam kondisi normal, pasien penurunan fungsi paru akan sesak nafas sebagai respons tubuh agar dapat oksigen lebih banyak. Ketidakmunculan sesak napas pada pasien Covid-19 yang mengalami happy hypoxia justru berbahaya.

 

Alasan sesak napas “dibutuhkan” dalam kondisi Hipoxia sebagai tanda ada sesuatu tidak beres pada paru-paru. Tanpa kemunculan sesak napas ini, pasien yang hipoksia tidak menyadari kondisinya sehingga berisiko terlambat ditangani medis di RS.
Ada dua hal membuat pasien Covid-19 tak merasa hipoksia. Salah satunya, Covid-19 menyerang pernapasan dan efek sesak napas tidak muncul ketika pasien sedang hipoksia. Kedua, peradangan yang luas di paru-paru membuat pasien yang hipoksia tidak merasa sesak napas. “Kondisi itu tidak membuat orang itu sesak napas, makanya itu yang kita bilang happy hypoxia,” lanjut Prof Ari.
Saturasi oksigen normal berkisar 95-100%. Penafsiran saturasi oksigen 90-95% bergantung kondisi tiap individu. Contoh, perokok yang bermasalah paru-paru mungkin memiliki saturasi oksigen 92-93% dalam kesehariannya. Tapi, saturasi oksigen di bawah 95% pada individu sehat jadi petunjuk masalah paru-paru. “Kalau di bawah 90 (%) itu parah,” ungkap Prof Ari.
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir minta masyarakat disiplin protokol kesehatan dengan bermasker saat beraktivitas. Inpres No. 6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 itu bentuk keseriusan pemerintah meningkatkan kedisiplinan.
“Jangan diputarbalik ketika kita terus meningkatkan eskalasi dari Inpres, nanti dibilang represif, pemerintah pakai kekuatan,” ujarnya saat koordinasi dengan Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih dan Ketum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadillah di Jakarta, Kamis (3/9).
Masyarakat yang tidak bermasker justru membahayakan orang lain sebab bisa terjangkit Covid hingga wafat. “Yang tidak pakai masker, menularkan orang, orangnya masuk RS, amit-amit wafat, hukumannya apa. Saya bilang kedisiplinan  juga penting, kalau mereka sayang  orangtuanya dan dirinya,” ucap Erick.
Perang lawan Covid-19 itu tugas bersama elemen bangsa, bukan hanya pemerintah. Sejumlah pihak  menyebut pemerintah memprioritaskan ekonomi dibanding kesehatan dalam penanganan Covid-19. Dalam program kerja KPCPEN, fokus pertama Sehat dan Indonesia Bekerja lalu Indonesia Tumbuh.  “Jadi tidak bicara Indonesia tumbuh dulu nomor satu tapi Indonesia sehat dulu,” kata Erick.

 

(Wahyu Suryana, Adysha Citra Ramadani; Muhammad Nursyamsi; Red : Indira Rezkisari;  Bahan dari : Antara dan https://republika.co.id/berita/qg44av328/emhappy-hipoxiaem-dan-kaitannya-dengan-penggunaan-masker)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita