logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Enggan berobat saat sakit perut ribuan orang wafat

Sakit perutJakarta, Tiap tahun, ± 10.000 orang meninggal di India akibat kondisi perut yang buruk seperti luka di lambung, usus buntu, dan hernia. Padahal, kondisi itu bisa diatasi dengan melakukan operasi sehingga nyawa mereka pun dapat diselamatkan.

Berdasarkan survei, peneliti dari University of Toronto mengungkapkan ada 72.000 orang meninggal akibat kondisi abdominal akut, terutama pada orang yang tinggal di permukiman di wilayah pinggiran, demikian dikutip dari Reuters pada Jumat (18/9/2015).

“Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ini, termasuk kurangnya pengetahuan, tidak memiliki biaya pengobatan, dan hambatan geografis yang menyebabkan kematian. Hambatan ini biasanya ada pada wilayah kumuh dan pinggiran,” kata Dr Prabhat Jha, profesor kesehatan global dari University of Toronto.

Untuk mengetahui pengaruh letak geografis terhadap tingkat kematian, Jha mengelompokkan penduduk berdasarkan kode pos. Kemudian, ia dan timnya memetakan fasilitas kesehatan yang ada di wilayah tersebut, termasuk dari segi layanan operasi dan anastesi, kasur tidur, jam buka fasilitas kesehatan, fasilitas laboratorium, bank darah, dan radiologi.

Menurut Nobhojit Roy dan Monty U Khajanchi dari BARC Hospital, Mumbai, pasien kerap terlambat memeriksakan kondisi kesehatannya, sehingga saat sampai di rumah sakit, kondisi mereka sudah parah. Hal ini menurut Roy dan Khajanchi karena kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan di India.

Mereka juga diyakini enggan segera memeriksakan gangguan kesehatan yang dialami karena ketakutan akan biaya pengobatan yang mahal, kemudian sulitnya mendapatkan akses menuju ke rumah sakit. Menurut Roy, masyarakat sebenarnya mengerti bahwa mereka yang sakit harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Namun kadang akses ke rumah sakit inilah yang menyulitkan dan membuat mereka malas. Operasi darurat untuk mereka yang menderita keluhan penyakit abdominal sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup pasien dan seharusnya dapat dilakukan di rumah sakit pusat ataupun daerah,” tambah Roy. (rdn/vit; http://m.detik.com/health/read/2015/09/18/183021/3023002/763/enggan-berobat-saat-sakit-perut-ribuan-orang-di-india-meninggal)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita