logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical
Komentar baru

NAIK SEPEDA KE BANYUBIRU PASURUAN-1

Banyubiru”Yang dekat Leces itu namanya Ronggojalu, bukan Umbulan, mbakyu. Banyak komentar dari rekan2 alumni , ingin bernostalgia kembali naik sepeda pancal ke Banyubiru, apa daya kentole wis podo nggak ono otote. Napase wis senen kemis”. Begitulah lalu lintas @ yang singgah dipangkuanku.

Eh mb, yg empat itu umbulan leces kan ?  dan 2 trakir Banyubiru, berubah kuabeh, perasaan dulu kayak besar,  lapang…..tp sdh lupa juga sih detailx.    umbulan dan banyubiru tempat rekreasi dan klo kesana ga naik motor tapi naik sepeda…yo kok untung jenenge kentol ga gede2 amat………hik”

”Anda yang bermukim didaerah Pasuruan, Bangil , Gempol, Porong, Sidoarjo bahkan Surabaya, saat ini mandi dan memanfaatkan airnya untuk minum dan memasak ? Tahukah anda bahwa air yang bersih ini dialirkan dari Umbulan, Pasuruan ? Seharusnya anda kangen untuk berenang di Banyubiru itu lho”

Wisata alam Banyubiru adalah suatu wisata favorit di Pasuruan. Disini terdapat 4 kolam renang dan beberapa play ground. Dua diantaranya adalah kolam renang asli yang sumber airnya berwarna putih jernih agak kebiruan karena air sumber yang dalam.

Wisata Alam banyu biru terletak disebelah tenggara kota Pasuruan, sekitar 30 menit perjalanan dari kota Pasuruan. Di Wisata Banyu biru ini rame dikunjungi pada saat akhir pekan, dan jika pada saat ada event tertentu seperti pada saat lebaran hari ketujuh (kupatan).

Ada yang menarik dari cerita asal usul wisata Banyu biru ini, yaitu : Para pedagang yang datang dari semenanjung Arab banyak menimbulkan perubahan dan peradaban baru di tanah air kita khususnya kerajaan Majapahit pada waktu itu.

Agama Islam yang di bawanya serta cepat sekali meresap dalam hati rakyat terutama rakyat kecil yang pada mulanya selalu hidup dalam lingkungan kasta dan perbedaan sosial. Pelan tapi pasti kerajaan Majapahit yang di bangun dengan menelan korban harta dan jiwa mulai memudar cahayanya.

Selain disebabkan pengaruh agama Islam terdapat pula faktor lain yang mempercepat keruntuhannya yaitu terpecah belahnya persatuan diantara pemimpin oleh seorang perwira Majapahit yang telah memeluk agama Islam yaitu Raden Patah yang lambat laun menampakkan kewibaannya.

Majapahit hancur berantakan, sebagian besar rakyatnya memeluk agama nenek moyangnya. Mereka yang melarikan diri kedaerah lain. Tempat lainnya yang menjadi daerah pelariannya yaitu disebelah selatan kabupaten Pasuruan/Probolinggo, sekarang orang mengenalnya dengan daerah Tengger.

Diantara sekian banyak pelarian dari Majapahit, terdapat dua orang bekas prajurit Majapahit yang terdampar disebuah hutan yang sekarang lebih terkenal dengan nama desa Sumberejo, kecamatan Winongan kabupaten Pasuruan.

Dua orang tersebut masing-masing bernama KEBUT dan TOMBRO. Hutan itu mereka babat untuk di jadikan daerah pemukiman baru. Oleh kerena pada saat itu banyak sekali tumbuhan pohon pinang maka daerah baru itu lebih terkenal dengan nama Jambaan ( Jambe = pinang, jawa ).

Sampai sekarang nama jambaan masih ada dan menjadi salah satu pendukuhan desa Sumberejo. Dua orang itu hidup dengan tenang dan untuk makan sehari-hari mereka mengelola tanah. Selain hidup bertani Kebut juga membuka bengkel pandai besi.

Sejak dulu dia memang terkenal sebagai empu yang mahir dalam membuat keris dan senjata tajam lainnya, barang peninggalannya yang berupa paron masih dapat disaksikan dan terletak disebelah makamnya yang terdapat dalam komplek pemandian Banyu Biru.

Yakinlah bahwa jika anda tidak melanjutkan membaca  ”Kapan ke Banyubiru Pasuruan lagi ?-2” berarti anda masih berhutang penasaran . Jadi tunggu esok donk, bersama saya ke Banyubiru. (FatchurR)

2 Responses to NAIK SEPEDA KE BANYUBIRU PASURUAN-1

  • Sidharta K. says:

    Ayo, mas ! Aku penasaran ! Tak tunggu cerito lanjutane !

  • Harry Sudjono W. says:

    Kenangan 40 tahun yang lalu, bersepeda dari Probolinggo, renang 2-3 jam di Banyu Biru dan pulangnya bersepeda lagi. Kenangan akan airnya yang dingin, segar, jernih dan banyak ikannya masih terasa.
    Apakah Banyu Biru masih seperti yang dulu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita