Wisata saat Imlek
KOMPAS.com – Imlek merupakan perayaan tahun baru bagi Tionghoa.Walau Anda bukan etnis Tionghoa, tidak ada salahnya ikut meramaikan Imlek dengan mengenal tradisi dan ritual selama perayaan Imlek. Selain menambah pengalaman, Anda bisa mengisi akhir pekan dengan aneka kegiatan wisata budaya.
Menikmati Yi Shang
Yi Shang menjadi hidangan yang biasa disantap saat Imlek. Sarat dengan harapan dan kekeluargaan, Yi Shang merupakan tradisi yang patut dikenal. Beragam bahan menjadi satu dalam Yi Shang. Misal : Ikan salmon, ubur-ubur, wortel, jahe, lobak, kacang tanah, minyak wijen, pangsit, manisan pala, bawang bombay dan aneka bahan lain.
Cara memakannya unik. Pertama, peras jeruk di atas ikan salmon sambil mengucapkan permohonan. Lalu serbuk bumbu China ditaburi di Yi Shang. Setelah itu, minyak wijen dituang di atas Yi Shang. Setelah itu seluruh keluarga mengelilingi Yi Shang dan bersama mengaduknya. Tidak hanya diaduk, tetapi angkat Yi Shang setinggi-tingginya sambil mengucap “Lo Hei”. Konon, semakin tinggi Yi Shang diangkat, semakin baik peruntungan di tahun baru Imlek.
Jika tertarik menikmati Yi Shang, Anda dapat mengunjungi restoran dengan menu Chinese yang menyediakan Yi Shang. Biasanya, beberapa hotel berbintang menawarkan promo Yi Shang saat Imlek. Jangan lupa membawa sanak keluarga / teman menyantap Yi Shang. Sebab, Yi Shang yang kental nuansa akrab dan kekeluargan itu baru terasa seru jika Anda menikmatinya beramai-ramai.
Menonton Wayang Potehi.
Sekilas Wayang Potehi mengingatkan memori pada tokoh Unyil. Wayang Potehi ini terbuat dari kain seperti boneka dengan lubang di bagian bawah. Tangan dalang akan masuk ke bagian bawah ini untuk menggerakan wayang. Seni Wayang Potehi merupakan pertunjukkan khas Tionghoa yang sudah berusia ribuan tahun.
Ada berbagai kisah yang dipentaskan Wayang Potehi, biasanya legenda dari negeri Tiongkok. Paling terkenal tentu legenda Kera Sakti. Di Jakarta, beberapa mal menyajikan Potehi. Misalnya di Mal Ciputra Jakarta. Namun, Anda bisa menonton Wayang Potehi di kelenteng-kelenteng.
Melihat Pembuatan Pernak-pernik khas Imlek.
Saat Imlek, ada beragam pernak-pernik sampai penganan khas yang muncul hanya saat Imlek. Sebut seperti kue keranjang, lilin merah ukuran besar yang biasa digunakan untuk beribadah, hio atau dupa, sampai lampion. Di Jakarta, beberapa barang ini bisa dibeli di daerah Petak Sembilan.
Namun tempat pembuatannya berada di Tangerang, Banten. Misalnya pabrik hio berada di Kampung Melayu Barat, Teluk Naga. Ingin melihat pembuatan kue keranjang? Mampir saja ke tempat Nyonya Lauw yang juga berada di Tangerang. Atau, menyaksikan pembuatan lilin besar di Lilian Candles, Bandung. Sangat menarik melihat pembuatan aneka benda khas Imlek.
Mampir ke Kelenteng.
Menarik melihat secara langsung bagaimana orang Tionghoa merayakan Imlek. Anda bisa saja mampir ke kelenteng untuk melihat perayaan tersebut. Bersiap-siaplah menghadapi keramaian umat yang datang.
Namun, ingatlah kelenteng merupakan tempat orang beribadah. Oleh karena itu, Anda harus menjaga sopan santun saat bertandang ke kelenteng. Jika bertandang ke kelenteng akan menjadi pengalaman pertama Anda, Anda bisa mencoba tips berikut “Tips Berkunjung ke Kelenteng”.
Wisata Sejarah di Pecinan.
Pecinan dimanapun di Indonesia menawarkan wisata sejarah menarik. Mulai dari kelenteng kuno yang mencerminkan bagaimana perjuangan orang Tionghoa saat pertama kali datang ke Indonesia, sampai rumah-rumah juragan kaya etnis Tionghoa.
Anda bisa menjelajahi sejarah yang ada di Pecinan. Boleh ikut dengan komunitas sejarah yang biasa mengadakan wisata sejarah. Misalnya Komunitas Jelajah Budaya yang biasa mengadakan wisata kota tua bertemakan Imlek di Jakarta. Di Surabaya, ada tur tematik gratis yang diselenggarakan Surabaya Heritage Track. Rutenya adalah menjelajahi kawasan Pecinan di kota tersebut.
Icip-icip Penganan khas Imlek.
Di Pecinan biasanya mulai bermunculan aneka penganan khas Imlek. Sebut saja kue keranjang, kue teratai, kue maho atau kue mangkok, kue semprit, dan kue almond. Cicipi langsung atau olah kembali sesuai kreativitas Anda. Ada pula aneka manisan dan buah-buahan khas Imlek : Pir madu dan jeruk
Ketahui Nasib dari Ciam Si.
Boleh percaya, boleh tidak, namun Ciam Si sangat menarik untuk dicoba. Ciam Si adalah ramalan khas Tionghoa berdasarkan syair kuno. Beberapa batang bambu seperti sumpit lebar diletakkan dalam wadah bambu bulat. Masing-masing batang bambu berisikan nomor. Wadah bambu kemudian dikocok hingga mengeluarkan satu batang bambu.
Dari nomor yang tertera di batang bambu, tinggal mencocokannya dengan kertas yang tersedia. Ramalan berupa syair tersebut ditulis dalam kanji, namun tenang saja, biasanya selalu ada terjemahan Bahasa Indonesia. Sebagian kelenteng memiliki Ciam Si. Mintalah izin dan petunjuk cara menggunakan Ciam Si kepada penjaga kelenteng.
Berfoto dengan Baju Cheongsam.
Jika di kota Anda tidak ada tempat jasa foto dengan menggunakan cheongsam, tak ada salahnya Anda membeli satu stel Cheongsam tersebut. Di Jakarta, beberapa tempat seperti Sarinah dan Mangga Dua biasa menjual pakaian-pakaian tradisional Tionghoa tersebut menjelang Imlek.
Bahkan, terkadang lebih banyak orang-orang yang tidak merayakan Imlek malah yang membeli pakaian-pakaian tersebut. Pilih lokasi menarik yang mencerminkan arsitektur Tionghoa, kenakan baju Cheongsam Anda. Lalu, foto dengan gaya seunik mungkin. (http://travel.kompas.com/read/2012/01/21/2104539/8.Tips.Wisata.Budaya.Saat.Imlek)-FatchurR






Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 


Salam IAMDP !
Rekan2 pencinta web http://www.alumnimaterdei.com yang budiman !
Perkenankanlah pada hari yang berbahagia ini, kami baik atas nama pribadi&keluarga serta keluarga besar IAMDP, menghaturkan : KUNG XIE SIN NIEN 2563 , GONG XIE FA CAY
dan banyak terima kasih atas kerja samanya yang baik selama ini. Salam ! (Ikatan Alumni Mater Dei Probolinggo , Sidharta K.)