Wanita tertua jualan Mie instan

Wanita tertuaBALIKPAPAN, KOMPAS.com — Wanita renta ini mengaku telah menapaki usia 120 tahun. Lebih dari satu abad. Becce, wanita berdarah suku Mandar asal Sulawesi Selatan ini mengaku, perjalanan panjang hidupnya sudah melewati kejamnya masa-masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Ditemui di antara rumah-rumah kayu di atas laut di Kampung Baru, Balikpapan, Kaltim, Becce saat itu sedang berjualan mi instan. “120-an. Aku bosan dengan hidup yang panjang,” kata Becce dalam sebuah wawancara dengan seorang kontributor media asing.

Suaranya boleh saja lamat-lamat, tetapi cukup jelas terdengar meski bercampur aksen Mandar. Bagi orang-orang Sulawesi Selatan, Becce diartikan sebagai anak perempuan.

Dalam usia renta, Becce tampak kurus dengan kulit membalut tulang. Rambutnya putih dan menipis sehingga menonjolkan kulit kepalanya yang berwarna merah bata. Seluruh kulit tubuhnya keriput dalam. Giginya tanggal semua. Belum lagi soal berjalan, Becce sudah tidak normal berjalan. Ia harus merayap atau berjalan sambil duduk dengan bertumpu pada dua tangan dan pinggulnya saja.

Kendati begitu, penglihatan dan pendengarannya baik. Ia awas melihat sekitar. Daya ingat untuk wanita serenta Becce terbilang baik. “(Dua mi) empat ribu,” katanya seraya menerima dua lembar Rp 1.000 dan satu Rp 2.000. Mengamati sejenak tiga lembar uang itu, lalu dia memasukkannya ke dalam pundi-pundi.

Becce menjalani hari-harinya seperti warga biasa, makan dua hingga tiga kali dalam satu hari, tidur teratur pada malam hari, mendapat hiburan hanya dari televisi, dan menghabiskan waktu seharian duduk menjaga warung ala kadarnya sambil menatap lalu lalang orang di depan rumahnya.

Ia menempati rumah dinding papan di kampung pinggir laut. Ia menjalani kehidupan ditemani Jaliyah (60), salah seorang anaknya yang tersisa. Kehidupan mereka ditopang dengan berjualan mi instan dan minyak goreng curah. Selebihnya, mereka mengandalkan bantuan pemerintah setempat bagi keluarga miskin (gakin) berupa dana bulanan, beras, hingga perobatan.

Kampung tempatnya tinggal juga berdiam mulai dari cucu, cicit, bahkan hingga cucu dari beberapa cicitnya. Mereka hidup saling bertetangga dan beranak pinak. Sayangnya, Becce sudah hampir tidak ingat lagi silsilah secara pasti keluarga besarnya.

13 anak dan tujuh generasi
Pengakuan usia yang menapaki 120 tahun tidak hanya dari mulut Becce. Semua orang kampung di tempatnya tinggal mengungkap hal serupa. Beberapa orang meyakini Becce nyaris berusia 1,5 abad.

“Kakek saya (suami Becce) meninggal di umur 125 pada 1986. Saat itu saya anak-anak dan nenek tua ini sudah terlihat tua sekali sampai sekarang,” kata Usman (37), salah seorang cicit dari Becce.

Dalam pengakuan dari sejumlah kerabat di sekeliling rumah Becce, wanita ini mengalami dua kali perkawinan. Becce memperoleh delapan orang anak dari perkawinan pertama di sebuah daerah yang kini disebut Polewali Mamasa (Polmas).

“Kita tidak pernah tahu (kabar) anak-anak Becce itu. Semua di Sulawesi sana. Kami (kelahiran) dari sini,” kata Jaliyah (60), satu dari dua anak Becce yang kini masih tersisa. Kemudian Becce kembali menikahi putra daerah setempat.

 

Bersama pria ini, keduanya menyeberang ke Balikpapan. “Melarikan diri ke Balikpapan karena di sana disuruh kerja paksa melubangi gunung. Lakinya (suami Becce) ganti nama Bacing. Artinya benci. Benci keadaan yang pernah dialami di masa lalunya di kampung halamannya,” kata Usman.

Bacing masuk menjadi relawan tentara Belanda di Balikpapan. Tak lama, keduanya merasakan pahitnya penjajahan Jepang. “Belanda masih enak. Mereka masih baik. Jepang jahat. Lihat anak perempuan di jalan langsung dipeluk, ditelanjangi, diperkosa. Kita takut, sangat takut dengan Jepang,” kata Becce.

Dari Bacing, Becce dikaruniai lima anak. Jaliyah, satu dari dua anak Becce, kini masih hidup. Dari garis keturunan Bacing dan Becce ini sedikitnya 10 cucu dan 20 cicit (anak dari cucu). Usman adalah salah seorang cicit di dalamnya.

Tak berhenti sampai di situ. Keturunan Becce terus berlanjut selagi wanita ini pun masih hidup. “Saya anak keempat. Kakak sulung saya saja sudah memiliki cucu,” kata Usman. Ia menempati rumah tidak jauh dari rumah Becce.

Data lansia ala kadarnya
Pemerintah setempat mengakui adanya sejumlah kendala mendata orang Lansia, terlebih bila mereka pendatang dan tidak melapor. Akibatnya, banyak lansia yang terdata terasa ala kadarnya. Seperti Becce, ia didata pemerintah dengan kelahiran Ujung Pandang, 1/1/1920. Pendataan petugas “terpaksa” mengambil hari dan tanggal serta tahun secara acak dan masuk logika umur manusia pada umumnya.

“Kebanyakan warga lanjut usia yang didata lupa kapan dilahirkan. Mereka hanya ingat pada pengalaman masa lalunya saja,” kata Lurah Kampung Baru Ulu, Asrif Hamsyah. Asrif terkejut dengan pengakuan Becce dan tetangganya. Keberadaan lansia usia di atas rata-rata umumnya harus diperhatikan khusus. “Sebelumnya kita mendata untuk penerima bantuan keluarga miskin saja,” katanya.

Tertua di dunia
Bicara tentang tertua di dunia, terdapat sejumlah nama yang sebelumnya telah diakui, seperti Alexander Imich dari Polandia yang migrasi ke Amerika. Alexander Imich mencatat umurnya 111 tahun dan belum lama ini meninggal dunia tanpa memiliki keturunan.

Ia dapat sertifikasi dari Gerontology Research Group dan namanya tercatat di Guinness World of the Record. Pencatat rekor dunia Guinness kini dikabarkan menyelidiki kepastian apakah Sakari Momoi dari Jepang yang sekarang hidup dengan usia 111 tahun bisa menggantikan posisi sebagai pria tertua dunia.

Terdapat nama lain terkait usia tertua di dunia, seperti  Misao Okawa asal Jepang yang kini berumur 116 tahun. Kemudian Jeralean Talley, warga Amerika yang sudah 115 tahun. (Dani Julius; http://regional.kompas.com/read/2014/06/11/1114169/Becce.Wanita.Tertua.di.Dunia.Bertahan.Hidup.dengan.Berjualan.Mi.Instan)-FatchurR

One Response to Wanita tertua jualan Mie instan

  • GoHwieKhing King Gaudi D50-A60 says:

    Terima kasih sekali FATCH kali ini sudah memilihkan artikel artikel mengenai orang Tua yang tetap aktip dan berusaha tetap produktip pula, sehingga dengan modal semangat para Beliau ini diberkati kesehatan pula.
    Mustinya menginspirasi kita semua untuk segera menjalani hidup sehat dulu secara ilmiyah yang up to date. Khususnya soal pola makan sudah musti disempurnakan diperdalam tuh ajaran Empat Sehat Lima Sempurna. Bersiap diusia tua nanti bisa tetap aktip dan produktip meneladan para Beliau ini.
    Produktip bukan semata masih menghasilkan uang, melainkan bermanfaat bagi orang orang sebanyak mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita