Tekno mendukung kelangsungan pasokan energi

Pemerataan listrik bertarif terjangkau itu arahan Presiden Jokowi. Tercatat rasio desa berlistrik Indonesia 96,95% dari total 82.190 desa. Belum tercapainya rasio elektrifikasi 100% ini karena adanya daerah2 yang belum terjangkau.

 

“Tantangannya meningkatkan pasokan energi berkelanjutan dan ramah lingkungan, memanfaatkan solusi berbasis energi baru dan terbarukan,” kata Deputi Bidang Iptek LIPI, Laksana Tri Handoko.

 

Pemerintah mengeluarkan Permen ESDM No 38/2016 tentang Percepatan Elektrifikasi di Perdesaan Belum Berkembang, Terpencil, Perbatasan, dan Pulau Kecil Berpenduduk Melalui Pelaksanaan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Skala Kecil. Sejalan itu, LIPI mengembangkan riset teknologi smart microgrid untuk pemenuhan listrik bagi skala lokal yang telah diterapkan di Raja Ampat, Papua dan Ciparay, Jabar.

 

Teknologi smart microgrid menawarkan sistem kelistrikan skala kecil menggunakan potensi energi baru dan terbarukan. Jangkauan layanannya diutamakan untuk masyarakat sekitar. Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI mengembangkan teknologi yang dirintis 2015.

 

“Kami gabungkan pembangkit2 dari sumber energi terbarukan yaitu mikrohidro, biomassa, dan surya dari riset sebelumnya,” kata Kapuslit Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI Budi Prawara. Teknologi ini terdiri dari intellegent inverter yang mengonversi sumber energi baru dan terbarukan menyuplai beban listrik. “Kelebihan daya disimpan di baterai dan digunakan saat beban puncak mencegah pemadaman”.

 

Untuk ketersediaan komponen pendukung, Puslit Fisika LIPI mengembangkan riset penyimpanan energi. “Energi menghadapi masalah besar tentang penyimpan energi. Puslit Fisika LIPI mengembangkan tekno pendukung material maju seperti baterai lithium, fuel cell, juga magnet permanen,” terang Kapuslit Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko.

 

Solusi ketahanan Energi

Temuan LIPI itu layak  dapat apresiasi, sebagai solusi atasi kekurangan kelistrikan di Tanah Air, (daerah terpencil). Ini bukan satu2nya temuan teknologi anak bangsa yang bisa diterapkan. Seperti dikemukakan Menko PMK Puan Maharani pada kesempatan perhelatan akbar Indonesia Science Expo (ISE) 2017, di Jakarta belum lama ini, LIPI harus lebih menguatkan karakter Iptek pada pembangunan nasional.
“Salah satu kunci keberhasilan Iptek adalah sinergitas antar kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi dengan industri dan swasta pengguna hasil riset. Agar proses hilirisasi hasil riset optimal”.

 

Inovasi berbasis energi baru terbarukan harus ditingkatkan. Apalagi, kita negara kaya sumber energi fosil. Tak bisa dipungkiri, kita terlena dan dininabobokan pasokan energi berlimpah. Produksi minyak Indonesia mengalami rekor produksi tertinggi : Tahun 1973-1976 dan 1986-1987 yang mencapai 1,6 juta barel per hari (bph). Puncak produksi kedua tahun 1995, produksi minyak kembali pada 1,6 juta bph.

 

Produksi gas juga berproduksi tertinggi : 1996, 2004, 2010, hingga 2017 ini. Beda dengan produksi gas yang bertahan, produksi minyak perlahan namun pasti mengalami penurunan, sehingga kita yang sebelumnya tergabung OPEC ‘terpaksa’ keluar, karena kita jadi negara net importir minyak, dengan tingkat produksi rata2 815 ribu bph.

 

Berlimpahnya produksi minyak dan gas membawa konsekuensi tersendatnya pengembangan energi baru terbarukan sebagai alternatif. Namun, tidak ada kata terlambat.

 

Menristekdikti M. Nasir mengungkap, Kemristekdikti berupaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi Iptek. “Hal ini dituangkan dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045. RIRN titik awal membentuk Indonesia mandiri melalui penguasaan dan keunggulan Iptek secara global,” katannya.

 

Ajang ISE 2017 diapresiasi sebagai pendorong perkembangan Iptek nasional, dan menggaungkan jendela iptek dan bahkan tingkat internasional. Kata Laksana Tri Handoko, Ketua ISE 2017 yang Deputi Bidang IPT LIPI, konsep utama ISE 3 hal : Science for Science, Science for Scientific Community, dan Science for Stakeholders. “Ketiganya jadi semangat utama dari penyelenggaraan ISE,” tekannya.

 

Science for Science itu kontribusi LIPI dalam perkembangan iptek melalui perbaruan teori/metode, hasil2 temuan baru, dan karya tulis ilmiah yang bereputasi. Science for Sientific Community itu kontribusi LIPI mencerdaskan bangsa lewat kebermanfaatan hasil2 risetnya.

 

Science for Stakeholder yakni kontribusi LIPI bagi kebijakan melalui pemberian nilai tambah, arah kebijakan, dan perubahan pola kerja bagi kehidupan berbangsa lewat hasil2 risetnya. LIPI terus berupaya agar tiap hasil penelitian terdayagunakan bagi stakeholders dan masyarakat umum, khususnya di daerah.

 

Dari sini, lembaga riset nasional siap bekerjasama dengan daerah2 mengimplementasikan hasil2 penelitian supaya terasa kebermanfaatannya. Hal ini dibuktikan dari kerjasama dengan berbagai Pemda. (Euis Rita Hartati/ERH)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://www.beritasatu.com/iptek/462794-inovasi-teknologi-untuk-mendukung-kelangsungan-pasokan-energi.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita