logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Sedikit mengonsumsi Minyak

Minyak zaitunMinyak goreng adalah lemak cair.Minyak nabati digunakan memasak. Minyak berasal dari berbagai tanaman dan dari ikan. Minyak BUKAN kelompok makanan, tetapi memberi nutrisi penting bagi tubuh. Karena itu minyak termasuk pola makanan USDA (United States Department of Agricuture).

Macam-macam minyak goreng
Minyak goreng yang umumnya meliputi minyak sayur botol;
* Minyak canola
* Minyak jagung
* Minyak biji kapas

* Minyak zaitun
* Minyak safflower
* Minyak kedelai
* Minyak bunga matahari

Minyak goreng yang digunakan terutama sebagai bumbu penyedapm : Minyak kenari dan minyak wijen. Sejumlah makanan alami memiliki kandungan minyak tinggi, seperti:
* Kacang-kacangan
* Zaitun
* Beberapa ikan
* Alpukat/avokat

 

Sebagian besar minyak goreng memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal atau ganda yang tinggi, dan juga rendah kadar lemak jenuh. Minyak goreng bersumber tanaman (minyak sayur dan kacang) tidak mengandung kolesterol apapun. Pada kenyataannya, tidak ada makanan nabati mengandung kolesterol.

Beberapa minyak hasil dari tumbuhan diantaranya adalah; minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak inti sawit, yang tinggi kandungan lemak jenuh dan untuk tujuan nutrisi harus dianggap lemak padat.

Macam-macam lemak
Lemak padat adalah lemak yang tidak cair pada suhu tertentu, seperti mentega dan margarin. Lemak padat berasal dari berbagai makanan hewani dan juga dapat dibuat dari minyak nabati melalui proses yang disebut hidrogenasi. Beberapa lemak umum adalah:

* Mentega
* Lemak susu
* Lemak sapi (tallow, suet)
* Lemak ayam

* Lemak babi (lard)
* Stick margarin
* Shortening
* Partially hydrogenated oil (minyak terhidrogenasi)

Manfaat mengkonsumsi lemak/minyak goreng;
Perhatikan hanya sejumlah kecil minyak yang dianjurkan. Sebagian besar lemak yang Anda makan harus tidak jenuh ganda (PUFA) atau lemak tidak jenuh tunggal (MUFA). Minyak adalah sumber utama MUFA dan PUFA dalam diet.

 

PUFA mengandung beberapa asam lemak yang diperlukan untuk kesehatan yang disebut asam lemak esensial (essential fatty acids) Karena minyak mengandung asam lemak esensial, maka ada penyisihan minyak dalam panduan makanan.

MUFA dan PUFA ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur tidak menaikkan LDL kadar kolesterol dalam darah. Selain asam lemak esensial yang dikandungnya, minyak adalah sumber utama vitamin E dalam diet khas masyarakat Amerika.

Mengkonsumsi sedikit minyak perlu untuk kesehatan. Minyak masih mengandung kalori. Bahkan minyak dan lemak padat keduanya mengandung sekitar 120 kalori per sendok makan. Karena itu jumlah minyak yang dikonsumsi harus dibatasi untuk menyeimbangkan asupan kalori secara total. [USDA; http://rumus-sehat.blogspot.com/2013/07/apa-minyak-goreng-itu-dan-mengapa-kita.html]-FatchurR

One Response to Sedikit mengonsumsi Minyak

  • GoHwieKhing King Gaudi D50 sampai A60 says:

    Saya juga ingin menambah serba sedikit soal berbahayanya minyak makan dari bahan apapun Nabati apapun maupun Binatang apapun, baik yang PUFA maupun yang MUFA. Juga dengan lemak yang dipadatkan, yang dari lemak nabati jadi margarine, yang dari lemak binatang jadi mentega.

    Kalau selalu dicantumkan acuan dari USDA, ini acuan tahun berapa?
    Kalau dari research, juga temuan tahun berapa?
    Sebab dari buku buku gizi yang lama memang belum dipersoalkan secara mendetail soal proses membuat minyaknya dan akibat proses ini pada berbahayanya minyak makan ini bagi konsumen. Dulu minyak didapat secara diperas kemudian disingkirkan airnya dengan suhu rendah, makan waktu dan energy lama, tapi masih sehat. Cara sekarang dengan refraksi kimia yang berakibat jadi berbahaya bagi pemakannya.
    Kemudian minyak sebaik apapun, yang nabati missal Olive oil, Minyak Zaitun yang mahal, minyak sawit, minyak kelapa dan dari berbagai kacang kacangan, maupun minyak dari binatang kalau sudah dipanaskan lebih dari 48 C struksurnya jadi transfat yang memicu kanker. Jadi kalau pada label dinyatakan zero transfat, itu akal akalan yang tidak bias disalahkan secara hokum. Memang betul. Masalahnya umumnya minya dipakai untuk menggoreng jadi pasti jadi transfat. Nah siapa yang tidak suka makan gorengan? Taruhannya kelak kita mendapat deposit yang bisa bisa menyebabkan kanker.

    Nah sudah tau jahatnya minyak jaman sekarang, meskipun membuat yang dimakan jadi enak.
    Bisa tidak kita menghindari seektrim mungkin memakan minyak, baik yang dicampur pada makanan dan kue maupun yang digoreng?

    Tentu perlu iman yang kuat untukmenjalani hidup sehat dengan pola makan. Yang tentunya mengubah pola makan yang selama ini ternyata salah, menjadi seperti jaman manusia gua yang sekarang popular di USA sampai Singapura.Yaitu makan makanan yang belum diproses dirumah maupun yang pabrikan. Atau yang beragama dari keturunan IBRAHIM, Yudaism, Pengikut JESUS dan Pengikut Nabi MUHAMMAD S.A.W., makan bijian, kacangan, sayuran dan buah seperti dibicarakan di Kitab Kejadian? Pola lain yaitu secara Vegan, secara Vegetarian atau secara yoga?
    Nah pilih pola makan sehat secara Ilmu Pengetahuan mutakhir atau makan secara salah bonusnya mengidap berbagai penyakit sebelum mati?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita