logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Perbincangan tentang Tiwul

tiwulBeberapaa hari lalu, dalam komunitas WA, seorang anggotanya dr Susan Wong menghirimkan gambar Tiwul dan memunculkan banyak tanggapan dari anggota komunitas tersebut. Yuk kita intip sesuatu tentang Tiwul itu

 

Pernah makan Nasi Tiwul? Makanan ini mungkin mulai kurang atau jarang mampir ke lidah masyarakat perkotaan terlebih pula masyarakat pedesaan yang sebagian mulai lebih banyak menggunakan nasi yang berasal dari padi.

 

Nasi Tiwul

Nasi Tiwul adalah nasi yang berbahan dasar dari gaplek. Gaplek adalah seingkong yang telah dikeringkan, biasanya dengan dijemur dibawah terik matahari. Dari bahan gaplek inilah proses awal cara membuat tiwul hingga menjadi Nasi Tiwul. Dari awal bentuk gaplek yang berwarna putih lalu setelah menjadi nasi berubah agak coklat.

 

Beberapa waktu tak lama ini saya berkunjung ke tempat keluarga di daerah kabupaten Malang yang letaknya agak pelosok. Nah disini, ibu yang mungkin karena lama tak makan Nasi Tiwul dengan semangat mengambil Nasi Tiwul sebagai menu makanannya. Serasa seperti lama tak mampir di lidah beliau, Nasi Tiwul seakan nyaman dan enak sekali.

 

Rasa kangen Nasi Tiwul mungkin dialami orang yang dulunya menikmati nasi dari bahan singkong ini. Lidah mungkin serasa ingi segera merasakan dan dengan lahap santapan Nasi Tiwul akan dihabiskan. Hal itu akan terasa nikmat jika ditambah lagi dengan hidangan kuliner lain yang lama tak mampir di lidah.

 

Sebagian orang mengkonsumsi tiwul ini dengan berbagai macam hidangan lainnya; seperti: sambal, ikan asin hingga berbagai jenis sayuran. Meski hanya sekedarnya, dengan rasa unik dari Nasi Tiwul maka akan terasa nikmat dan karena bahannya dari singkong maka bisa jadi hal kebaikan yang terkandung di singkong juga ada di Nasi Tiwul.

 

Mamasyarakatkan Nasi Tiwul

Olahan tiwul memang tak hanya Nasi Tiwul, namun juga bisa menjadi kudapan dan berbagai hal lainnya sesuai kreasi yang terus berkembang dalam bidang kuliner. Dengan adanya gerakan mengurangi konsumsi beras maka Nasi Tiwul bisa jadi alternatif penggantinya di samping sumber makanan lainnya.

 

Saat ini mulai banyak orang yang memasarkan Nasi Tiwul sebagai menu tambahan atau menu utama dalam bisnis makanannya. Tak jarang kita menemui ada rumah makan penjual Nasi Tiwul bahkan ada yang menjualnya pula via online atau internet.

 

Hal ini akan membuat mudah bagi wisatawan dalam negeri ataupun luar negeri dalam menyusuri Perjalanan di Indonesia bisa mengenal pula makanan ini. Olahan Tiwul atau Nasi Tiwul dengan berbagai campuran dan inovasi sepertinya perlu didukung.

 

Hal ini tentu bagus makanan yang dulu banyak dikonsumsi masyarakat ini kembali bisa dikenal pula oleh generasi saat ini. [dr Susan; sumber dari SH; http://www.kompasiana.com/selamethariadi/nasi-tiwul-kuliner-dari-pelosok-negeri_552b1fc36ea8343746552d45]

One Response to Perbincangan tentang Tiwul

  • GoHwieKhing King Gaudi says:

    Dengan semakin banyak kerugian bagi kesehatan kalau kita makan nasi putih untuk asupan karbohidrat. Orang mensubstitusi sumber karbo dengan sarana karbohirat komplek yang lebih sehat. Yaitu beras merah dicampur beras mangkak, beras hitam, bulgur, ayat dan gaplek.

    Nah sejak dulu singkong dan gaplek memang jadi makanan pokok dipedesaan dan rumah tangga kota menyantapnya sebagai kudapan. Karena pengetahuan gizi makanan dipedesaan sangat minim, memang kalau nasi maupun singkong dan gaplek dimakan tanpa tambahan sayuran dan buah, sarana protein seperti kacangan gizi jadi tidak seimbang.
    Bukannya orang mengajarkan bagaimana melengkapi gizi agar seimbang malah menjauhi makan singkong, gaplek dan umbi umbian lainnya. Jadi masalahnya bukan singkong, gaplek dan umbian nilai gizinya rendah melainkan pengetahuan mengkombinasikan berbagai bahan makanan yang kurang dipahami.

    Barulah sekarang ini umbi umbian naik daun lagi setelah informasi Ilmu gizi meluas dan keberanian tokoh kuliner berinovasi dengan bahan umbian bersama lauk pauk untuk saling melengkapi.

    Akhir catatan saya, orang Asia Utara, sudah terbiasa memanfaatkan umbian untuk makanan bergizi tinggi. Ada Bakpao Telo, Telo kuning atau ungu yang lebih bergisi dari nasi. Jangan lupa sekarang popular minuman Boba yang bahan pokoknya Taro yang nama Indonesianya Bentoel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita