Penyelesaian lapindo

lumpur lapindoPresiden Jokowi menalangi pembayaran ganti rugi korban lumpur Lapindo Rp 781 miliar, setelah PT Minarak Lapindo Jaya tak lagi mampu membayar. Pihak istana beralasan, penalangan ini dilakukan untuk mengatasi ketidakjelasan masyarakat selama 8 tahun. Negara ingin hadir memastikan masyarakat mendapatkan haknya dengan benar.

 

Langkah ini tidak serta merta melepaskan Lapindo dari tanggung jawabnya. Salah satu anak usaha Bakrie Grup ini harus melunasi kewajibannya. Sebab, pemerintah juga turut menyita aset Lapindo sebagai jaminan. Lapindo diberi waktu 4 tahun melunasinya. Kalau bisa lunasi Rp 781 miliar pada pemerintah, maka aset itu dikembalikan ke Lapindo. Tetapi kalau tidak mampu, maka asetnya otomatis disita.

 

Benarkah langkah pemerintah berdasarkan kemanusiaan? Kalau melihat dinamika dan konstelasi politik, rasanya terlalu naif kalau pertimbangan pemerintah hanya merujuk kepada alasan kemanusiaan. Dengan kata lain, langkah Jokowi bisa jadi diambil berdasarkan pertimbangan politis.

 

Golkar kubu Ical adalah salah penggerak penting Koalisi Merah Putih (KMP) oposisi. Ical sebagai ketua presidium koalisi ini. Manuver KMP di parlemen tentu mengganggu pemerintahan. Contoh konkret adalah dukungan penggunaan hak interpelasi mempertanyakan kebijakan kenaikan harga BBM.

 

Jokowi berkepentingan menjinakkan taring KMP. Salah satunya membantu Ical melalui penalangan pembayaran ganti rugi korban Lapindo. Walau talangan ini tidak gratis, PT Minarak Lapindo, memiliki waktu bernafas, memiliki ruang mencari sumber dana alternatif melunasi ke pemerintah.

 

Dalam logika, skema bantuan yang diambil Jokowi ini mestinya membuat Ical menghentikan atau mengendurkan manuver politik yang mengganggu pemerintahan Jokowi. Ruhut Sitompul mengingatkan Ical soal ini. Menurutnya, langkah Jokowi ini harus menjadi perhatian petinggi Golkar, terutama Aburizal Bakrie. “Ical harus tahu diri. Sudah dibantu kok masih berlagak kritis,” kata Ruhut.

 

Bagi kubu KMP, kebijakan Jokowi ini bagian dari upaya menyandera Ical. Ini merugikan nafsu politiknya. “Saya khawatir ini akal-akal pemerintah menyandera kepentingan. Opsi penyelesaian itu menjurus pada deal politik,” kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya, Desmond J. Mahesa).

 

Kalau benar penafsiran politis di atas, tidak berlebihan kalau kita menilai, Jokowi sebetulnya lihai dalam menjinakkan lawan-lawan politiknya, termasuk Ical. Fenomena ini lumrah dalam dunia politik. (Relly Jihato; http://m.kompasiana.com/post/read/692718/3/talangi-lapindo-jokowi-jinakan-aburizal-bakrie.html)

 

Catatan : Apapun alasannya, kita patut bergembvira, karena korban Lapindo, massih diberi harapan penyelesaian FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita