logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Penguatan Pendidikan Vokasi Agar Mampu berdaya Saing

Penguatan Pendidikan Vokasi Agar Mampu berdaya Saing(m.mediaindonesia.com)-DALAM menghadapi transformasi ekonomi, pemerintah tidak hanya meningkatkan kapasitas dan infrastruktur, tapi juga kemampuan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya penguatan kapasitas SDM diwujudkan melalui pendidikan vokasi.

 

“Angkatan kerja di Indonesia ± 58% berlatar belakang pendidikan SMP. Bagaimana mau bersaing kalau tarafnya rendah? Maka perlu ada loncatan/jalan pintas : Pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujar Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ke SMK Negeri 4 Malang (13/12).

 

Pengembangan SDM melalui SMK vokasi berdasar potensi daerah jadi prioritas pemerintah selama 2018-2019. Darmin tak memungkiri kualitas pendidikan SMK cenderung beragam, yang mayoritas dikelola swasta. Menyikapi hal itu, pemerintah akan merombak standar pendidikan SMK secara keseluruhan dan dilakukan bertahap.

 

“Kita mulai dengan SMK yang punya kapasitas untuk mencapai standar pendidikan dan pelatihan di tingkat masing-masing. Pemerintah juga meninjau kembali kurikulum. Kita tidak bisa memberikan kurikulum normatif terlalu banyak,” tukas Darmin.

 

Dia menekankan kurikulum sebagai pondasi pendidikan SMK harus dirumuskan jelas. Khususnya periodisasi pembelajaran teori, praktik dan magang, sehingga proporsinya lebih tepat. Program kurikulum vokasi perlu disesuaikan spesifikasi keahlian yang dikembangkan tiap SMK. Pemerintah turut memperhatikan kualitas tenaga pendidik melalui program pelatihan instruktur atau training for trainers.

 

“Di pendidikan vokasi, keterlibatan industri itu penting. Kita rumuskan insentif ke industri yang meminjamkan tenaga ahli, menyewakan alat atau menerima siswa magang. Akan dihitung biayanya. Nilainya, diganti dengan pemotongan pajak” jelas dia. Insentif itu super deduction tax 200%, dengan rincian memperbesar faktor pengurang Pajak PPh sehingga yang dibayar badan usaha makin kecil.

 

Dia ungkapkan aturan mengenai insentif fiskal keluar awal 2019. Rencananya, insentif seakan diberikan ke industri yang terlibat program pendidikan vokasi, melakukan penelitian dan pengembangan (R&D), serta menghasilkan inovasi.

 

“Ini (pendidikan vokasi) pelengkap transformasi kita, setelah infrastruktur dan kapasitas ditingkatkan. Kualitas manusianya disiapkan, agar kita mampu bersaing dengan negara lain” ucap Darmin. Pemerintah juga menyiapkan alternatif sumber pembiayaan bagi vokasi melalui skema Skill Development Fund dan Unemployment Benefit.

 

Program ini untuk menyiapkan pembiayaan dan pelatihan pengembangan keahlian bagi tenaga kerja. Di antaranya tenaga kerja terdampak otomatisasi, dampak krisis ekonomi dan penghentian kerja sementara. (OL-3; Tesa Oktiana Surbakti; Bahan dari : http://m.mediaindonesia.com/read/detail/204005-penguatan-pendidikan-vokasi-agar-mampu-berdaya-saing)-FatchurR *

(m.mediaindonesia.com)-DALAM menghadapi transformasi ekonomi, pemerintah tidak hanya meningkatkan kapasitas dan infrastruktur, tapi juga kemampuan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya penguatan kapasitas SDM diwujudkan melalui pendidikan vokasi.

 

“Angkatan kerja di Indonesia ± 58% berlatar belakang pendidikan SMP. Bagaimana mau bersaing kalau tarafnya rendah? Maka perlu ada loncatan/jalan pintas : Pendidikan dan pelatihan vokasi,” ujar Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat ke SMK Negeri 4 Malang (13/12).

 

Pengembangan SDM melalui SMK vokasi berdasar potensi daerah jadi prioritas pemerintah selama 2018-2019. Darmin tak memungkiri kualitas pendidikan SMK cenderung beragam, yang mayoritas dikelola swasta. Menyikapi hal itu, pemerintah akan merombak standar pendidikan SMK secara keseluruhan dan dilakukan bertahap.

 

“Kita mulai dengan SMK yang punya kapasitas untuk mencapai standar pendidikan dan pelatihan di tingkat masing-masing. Pemerintah juga meninjau kembali kurikulum. Kita tidak bisa memberikan kurikulum normatif terlalu banyak,” tukas Darmin.

 

Dia menekankan kurikulum sebagai pondasi pendidikan SMK harus dirumuskan jelas. Khususnya periodisasi pembelajaran teori, praktik dan magang, sehingga proporsinya lebih tepat. Program kurikulum vokasi perlu disesuaikan spesifikasi keahlian yang dikembangkan tiap SMK. Pemerintah turut memperhatikan kualitas tenaga pendidik melalui program pelatihan instruktur atau training for trainers.

 

“Di pendidikan vokasi, keterlibatan industri itu penting. Kita rumuskan insentif ke industri yang meminjamkan tenaga ahli, menyewakan alat atau menerima siswa magang. Akan dihitung biayanya. Nilainya, diganti dengan pemotongan pajak” jelas dia. Insentif itu super deduction tax 200%, dengan rincian memperbesar faktor pengurang Pajak PPh sehingga yang dibayar badan usaha makin kecil.

 

Dia ungkapkan aturan mengenai insentif fiskal keluar awal 2019. Rencananya, insentif seakan diberikan ke industri yang terlibat program pendidikan vokasi, melakukan penelitian dan pengembangan (R&D), serta menghasilkan inovasi.

 

“Ini (pendidikan vokasi) pelengkap transformasi kita, setelah infrastruktur dan kapasitas ditingkatkan. Kualitas manusianya disiapkan, agar kita mampu bersaing dengan negara lain” ucap Darmin. Pemerintah juga menyiapkan alternatif sumber pembiayaan bagi vokasi melalui skema Skill Development Fund dan Unemployment Benefit.

 

Program ini untuk menyiapkan pembiayaan dan pelatihan pengembangan keahlian bagi tenaga kerja. Di antaranya tenaga kerja terdampak otomatisasi, dampak krisis ekonomi dan penghentian kerja sementara. (OL-3; Tesa Oktiana Surbakti; Bahan dari : http://m.mediaindonesia.com/read/detail/204005-penguatan-pendidikan-vokasi-agar-mampu-berdaya-saing)-FatchurR *

One Response to Penguatan Pendidikan Vokasi Agar Mampu berdaya Saing

  • Harry Reksosamudra says:

    Dlm kompetisi intl, pelajar kita sering menjuarai, artinya kemampuan skill memadai, sungguh mengherankan jk dinilai dlm aplikasinya, ternyata msh kurang ??
    Inilah yg perlu direnungkan, apa penyebab utamanya ???
    Pendidikan vokasi spesialisasi mmg perlu disempurnakan, tp seseorg itu dlm tindakannya perlu mental kuat yg jd pondasi dlm berkarya, yg jelas spt soalFreeport sdh melalui beberapa presiden, jg Jokowi yg terdampak intimidasi malah intervensi terbuka dlm banyak hal, ternyata bisa ditepis serta sukses goal.
    Mental ini, hrs dibina sejak dini, tp adanya interupsi peristiwa dlm perjalanan hidupnya, misalnya rasa was was menyebabkan mentalnya goyah yg pd akhirnya berpengaruh dlm melakukan tugasnya, segi psikis gini jng dianggap remeh krn merupakan landasan utama kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita