logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Objek Politik dan Kesehatan yang laku penyebaran Hoax

Objek Politik dan Kesehatan yang laku penyebaran Hoax(beritasatu.com)-RS mungkin ingin terlihat pintar, heroik, dan kritis ketika dia sebarkan kabar  pemerintahan JW telah menjual PTDI ke Tiongkok. Kemudian, dia buru2 menghapus kicauannya itu di Twitter, karena kabar itu hoax dan dibantah oleh perusahaan bersangkutan.

 

Banyak netizen menertawakan cuitan RS (Mei-2018)”mau terlihat pintar, eh ketahuan bodohnya.”

Sekarang RS naik level dari “penyebar hoax” jadi  (diakuinya sendiri)”pembuat hoax terbaik”. Dia mendekam di tahanan polda setelah ketahuan membuat pernyataan bohong dianiaya, padahal bengkak wajahnya akibat operasi plastik.

 

Mungkin tidak kita sadari, banyak dari yang menertawakan RS (mereka pernah menyebarkan hoax). Tak harus soal politik, karena ada topik lain yang mendominasi hoax: isu kesehatan. Sebuah info di WA Group menyebutkan jika kita konsumsi obat merek Z, maka timbul bisul di seluruh tubuh.

 

Narasinya dibuat seilmiah mungkin, ada foto orang setengah telanjang tubuh penuh bisul. Lalu ditutup perintah: “Sebarkan, selamatkan orang2 dekat dan keluarga yang Anda cintai dari bahaya obat ini”. Bapak A dengan patuh segera membagikan kabar ini dengan keyakinan dia berjasa menyelamatkan orang lain dari bencana bisul.

 

Dia tidak tahu kabar itu sudah dikonfirmasi pihak berwenang sebagai hoax / berita bohong. Tahunya  menyelamatkan orang, tapi sebetulnya dilakukan Bapak A itu menyebarkan fitnah dan kebohongan, yang bertentangan dengan norma agama, norma sosial, dan norma hukum.

 

Kisah nyata ini dialami jutaan pemilik ponsel lain dengan hoax berbeda, sehingga dikatakan Indonesia  salah satu konsumen hoax terbesar di dunia. Kalau Bapak A meluangkan waktu, penjelasan BPOM soal itu banyak diberitakan media arus utama. Banyak orang merasa dapat semua info melalui medsos dan tak merasa perlu baca lagi berita dari media resmi.

 

Kesehatan itu topik ke-2 setelah politik yang terbanyak dipilih pembuat hoax. Menurut kelompok relawan Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (Mafindo). “Sampai September-2018 yang terbanyak ada dua, pertama politik, kedua kesehatan, yaitu tentang vaksin” kata M. Khairil, anggota tim fact checker Mafindo saat ditemui Beritasatu di Jakarta. Dia tak menyebutkan jumlahnya.

 

Rekan dia, Dedy Helyanto, mengatakan hal sama. “Beberapa waktu lalu ada soal imunisasi rubella berkala dan berbarengan itu jadi permasalahan. Nah kalau politik itu continue tiap bulan, karena kan prosesnya terus berjalan,” kata Dedy. “Ketika (Capres) belum terdaftar ke KPU sampai terdaftar, dan  masuk masa kampanye politik, itu nggak putus hoax-nya.”

 

Kebanyakan berita bohong tentang politik ditujukan menyebarkan kebencian pada pemerintah. Sekitar 2 tahun lalu sempat beredar kabar konyol tetapi tersebar secara masif dan menjadi perbincangan di seluruh negeri. Logo palu arit disebutkan dicetak di uang kertas yang diterbitkan BI.

 

Begitu meluasnya kabar ini hingga BI dan pejabat2 moneter lain harus mengklarifikasi ke masyarakat tentang water mark pada uang kertas yang diributkan itu. Isu tentang “China” dan “komunis” tampaknya digemari kreator hoax politik di Indonesia. “Menyerang (kekuatan) politik itu termudah dengan hoax” kata ketua tim fact checker Mafindo, Aribowo Sasmito.

 

Apalagi, masyarakat selalu menyukai obrolan politik, dan ini isu terrenyah untuk dijadikan obrolan. “Masyarakat sampai kapan pun selalu suka ngobrolin politik, maka hoax yang terlaku ya tema politik.”

 

Kesehatan juga topik utama  menyebarkan hoax, karena masyarakat  berorientasi kekeluargaan dan religius. Tanpa berpikir panjang dan mengecek, penerima hoax kesehatan langsung menyebarkannya karena merasa itu bermanfaat bagi keluarga dan teman2nya. “Motivasinya ‘wah jangan sampai nih, keluarga saya atau teman2 kena penyakit ini juga” jelasnya.

 

Ingin terlihat pintar
Artikel bohong kesehatan dikemas dengan tulisan terlihat ilmiah, menyasar orang yang ingin dirinya terlihat cerdas di mata teman/keluarganya. Mereka segera menyebarkan berita yang menurutnya cerdas dan ilmiah, agar dia juga terlihat seperti itu dan berupaya yang pertama menyebarkan.

 

Misal artikel yang ditulis dengan runut bahwa kebiasaan minum es sehabis makan berpotensi menyebabkan kanker usus karena bla bla bla. Faktanya, tidak ada penelitian ilmiah pendukung teori itu.

 

Psikolog Putri Langka mengatakan orang jadi penyebar hoax karena ada kepentingan atau karena dia ingin jadi yang pertama memberi info ke kerabat atau masyarakat. “Kita harus bedakan penyebar karena ada kepentingan dengan yang kena efek snowball. Orang2 yang berkepentingan, cenderung sengaja menyebar berita2 itu karena mendapat keuntungan dari situ” kata Putri.

 

Kelompok ke-2 orang2 yang ingin terlihat pintar tadi. “Jadi begitu tahu, harus cepat2 di-share, supaya  jadi rujukan oleh komunitasnya, teman2nya, karena mereka ingin jadi pertama,” jelas Putri. Sifat yang gatal ingin menyebar kabar tanpa pengecekan tidak ada hubungannya dengan psikologi seseorang.

 

Kebanyakan orang lebih tertarik pada berita negatif yang bersifat viral. “Orang2 cenderung menyukai berita2 bombastis, dan biasanya berita bombastis banyak negatifnya,” ucapnya.

 

“Kacenderungan semua orang begitu.”. (Cindi Eka Putri / Islaq Hastita Hamzah / Heru Andriyanto / HA; Bahan dari : BeritaSatu.com dan  http://www.beritasatu.com/politik/515140-politik-dan-kesehatan-topik-favorit-penyebar-hoax.html)-FatchurR

One Response to Objek Politik dan Kesehatan yang laku penyebaran Hoax

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita