logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Menurunnya Angka Kejahatan

perampokan-bankBoston-Selama 20 tahun terakhir, kriminalitas di USA turun drastis secara misterius. Kriminolog belum menemukan penyebab turunnya jumlah perampokan, penyerangan, dan pencurian. Tapi penelitian menunjukkan kombinasi perubahan kecil dalam dekade terakhir, dan kontribusi upaya pencegahan kejahatan swasta yang banyak diabaikan.

 

“Selama satu generasi, ada perubahan luar biasa pada deskripsi kejahatan,” ujar kriminolog Philip J. Cook dari Duke University pada Sabtu, 16/02/13, di pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science. “Ini misteri, karena tidak ada kriminolog yang bisa mengatakan dengan yakin bahwa mereka mengerti apa yang terjadi.”

 

Cook dan koleganya mempelajari peran upaya keamanan swasta dalam menanggulangi masalah kejahatan. “Ada lebih banyak penjaga keamanan swasta dibanding polisi di negara ini,” ujar Cook. “Saya percaya pihak swasta, meski sebagian besar diabaikan, layak mendapatkan pujian.”

 

Distrik perbaikan bisnis
Salah satu alasan bertambahnya penjaga keamanan swasta adalah munculnya “distrik perbaikan bisnis”,  organisasi bisnis nirlaba yang mengeluarkan biaya membayar tindakan ekstra untuk membuat daerah mereka bersih dan lebih aman, termasuk menempatkan penjaga keamanan swasta dan pengawasan.

 

Cook dan koleganya mempelajari 30 bisnis perbaikan distrik di Los Angeles antara 1997-2008, dan menemukan, upaya mereka menyebabkan berkurangnya rata-rata 28 kejahatan serius tiap lingkungan. Pada gilirannya, angka kejahatan di lingkungan itu menurun hingga 11%.

 

Ilmuwan meneliti banyak uang dihabiskan untuk keamanan di distrik2 itu, dan menemukan tiap $10.000 dolar (sekitar Rp96 juta) yang dihabiskan, jumlah rata-rata kejahatan per lingkungan turun sebesar 3,4%. Artinya, makin besar dana dihabiskan pada keamanan swasta, semakin besar pula penurunan kejahatan.

 

“Intinya kita mendapat pengurangan angka kejahatan — pengurangan yang terkait erat dengan pengeluaran uang keamanan swasta,” ujar Cook. “Sepertinya prestasi hebat.”

 

Cook dengan cepat menunjukkan, meski efek ini sebagian kecil dari keseluruhan tren baru. Dia menunjuk perubahan skala kecil lain, seperti peningkatan penggunaan kartu kredit dibanding uang tunai, dan munculnya teknologi di mobil yang mencegah mesin menyala tanpa kunci yang benar, juga adalah beberapa hal yang berkontribusi.

 

Kriminolog lain, Peter Reuter dari University of Maryland, yang tidak terlibat dalam penelitian Cook, mengatakan dia setuju bahwa upaya keamanan swasta telah memainkan peran. Dia mengatakan, munculnya komunitas yang terjaga keamanannya, dan kemajuan teknologi yang mencegah ponsel yang dicuri untuk diprogram ulang, sebagai faktor tambahan dalam mengurangi kejahatan.

 

Berhenti, lihat dan dengar
Jens Ludwig, direktur University of Crime Lab Chicago, mempelajari proyek skala kecil yang bisa berperan serta secara signifikan dalam pengurangan kejahatan.

 

Ludwig dan rekannya menguji program “Berhenti, Lihat dan Dengarkan” di pusat penahanan remaja Chicago. Staf program yang terlatih untuk mengajar anak-anak taktik yang digunakan dalam terapi perilaku kognitif (CBT), sistem perawatan psikologis yang dapat membantu orang mengatasi perilaku otomatis, seperti bereaksi dengan kekerasan.

 

“Bagian kejahatan adalah perilaku otomatis,” ujar Ludwig. “Prinsipnya kita membuat sedikit imbas dalam masalah, jika kita bisa membuat anak-anak bisa lebih bersikap dan tidak bertindak seenaknya.”

 

Meskipun program ini relatif murah, dan bukan yang disebut Ludwig “standar emas CBT” — mereka bukan psikolog terlatih yang bekerja dengan anak-anak, tapi staf pusat penahanan dengan latihan minimal — hal itu tetap berpengaruh.

 

Para peneliti menemukan remaja di pusat penahanan yang secara acak ditugaskan untuk program Berhenti, Lihat, dan Dengar, memungkinkan lebih kecil untuk menjadi penjahat kambuhan dibandingkan anak yang tidak ikut program ini. Program ini mengurangi tingkat kembalinya mereka ke tahanan anak dengan jumlah sekitar 5 persen.

 

“Biaya kejahatan begitu besar sehingga Anda tidak perlu membuat perubahan besar untuk menghasilkan jumlah uang besar, “ujar Ludwig. “Biaya sosial kepada masyarakat untuk satu pembunuhan ada di urutan sebesar $10 juta (sekitar Rp96 miliar). Biaya marjinal intervensi yang pada dasarnya hanya untuk melatih staf. Kami perkirakan biaya per anak adalah $100-150 (sekitar Rp962 ribu s/d Rp1,4 juta), untuk pengurangan 5 persen tingkat kembalinya anak-anak ke fasilitas penahanan.”

 

Reuter, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan hal itu menunjukkan hasil yang menjanjikan. “Ternyata intervensi singkat bisa membuat perbedaan,” ujarnya. (Oleh Clara Moskowitz | LiveScience.com)-BRX

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita