logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Mengintip revolusi Putih India

Oktober-2017 DKI mewacanakan Revolusi putih, mendorong peningkatan konsumsi susu bagi anak2.

Alasan, India dan China sudah menjalankannya dan membawa 2 negara itu bisa meningkatkan gizi penduduknya. Apakah hal itu akan direalisasikan tentunya terserah Eksekutif dan Legislatif DKI

 

Seperti apa Revolusi Putih di India?

Di India kaitannya booming produksi pertanian. Sejak 1960-an, di India ada revolusi2 : merah (produksi tomat), revolusi abu2 (pupuk), revolusi kuning (minyak goreng), revolusi emas (mangga, madu), revolusi perak (telur). Revolusi Putih atau Operation Flood dicanangkan 1970. Konteksnya bukan peningkatan konsumsi, melainkan peningkatan produksi susu di dalam negeri.

 

Jejak Revolusi Putih dirintis (1950) oleh Dr Verghese Kuriyen. Doktor di bidang teknik jebolan Michigan State University, AS ini mendirikan Gujarat Cooperative Milk Marketing Federation (GCMMF); merek susu AMUL (Anand Milk Union Limited). Kondisi saat itu, harga pangan di India : Susu, fluktuatif karena suburnya pihak ketiga (intermediaries). Dampaknya, konsumen dapat harga tidak wajar.

 

Produsen susu dari luar negeri (negara2 Eropa) agresif mencaplok pangsa pasar India yang renyah karena populasinya besar. Kuriyen miris ihat kondisi gizi penduduk di pedesaan. Untuk memenuhi kebutuhannya, India mengimpor susu. Inisiatif Kuriyen tingkatkan produksi susu dirintis via koperasi.

 

Koperasi di pedesaan, memotong distribusi agar petani (pemerah susu) dapat harga baik ketimbang harga dari pengepul dan konsumen bisa beli berharga kompetitif. Sejak merdeka (1947), koperasi di India masif demi taraf hidup petani di pedesaan. Kuriyen mulai Revolusi ini dari Provinsi Bombay (Gujarat) di India barat. Koperasi dapat susu segar hasil petani di desa, diolah dan dijual bermerk AMUL.

 

Susu AMUL diproduksi melibatkan ribuan petani didukung kuat dari perangkat desa. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pada 1970, PM India Lal Bahdur Shastry melalui National Dairy Development Board (NDDB) mencanangkan program Operation Flood atau White Revolution, yaitu meningkatkan produksi susu.

 

Didukung dana Bank Dunia dan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE), program ini melibatkan ahli bidang teknologi, sains dan pemasaran. Banyak ahli disebar ke desa2 meningkatkan produksi dan mutu susu.

Koperasi berperan vital pengumpul susu, penyimpanan, penguji kualitas, pengolah susu (ke macam2 produk) dan pemasaran. Ini diklaim program susu terbesar di dunia.

 

Operation Flood terbagi 3 fase. Pada fase-1 (1970 – 1980), ada 18 pusat produksi merambah provinsi lain : Uttar Pradesh, Rajasthan, Andhra Pradesh, Punjab, dan Haryana. Tahap ini, melibatkan 13.000 koperasi dan 1,5 juta petani. Jaringan kuat terbangun antara produksi di desa dan pasar di kota2 besar :  New Delhi, Mumbai, Chennai dan Kolkata.

 

Kini produksi tidak hanya susu segar, tapi diolah jadi susu bubuk dan mentega. Pada fase ke-2, produksi melibatkan 4,2 juta petani dan 34.500-an koperasi desa. Tahap ini, program Revolusi Putih menghasilkan jutaan liter susu/hari dan India tidak perlu impor susu (swasembada).

 

Fase ke-3 (1985-1996), makin ekspansif merambah 150.000 desa di 265 kecamatan (distrik). Melibatkan 73.000 koperasi dan 93 juta petani, susu petani 26 juta liter/hari. Tahap ini, program memprioritaskan partisipasi wanita pedesaan sebagai pemerah susu. Jadi ada bagi tugas, suami tetap kerja di sawah atau ladang, wanita/istri jadi pemerah susu. Ini untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan.

 

Pada awal program tahun 1970, India menghasilkan 22 juta ton susu. Tahun 2014-2015, India  memproduksi susu 146,31 juta ton. Berdasar Economic Survey pemerintah India, produksi susu itu terbesar di dunia dengan menyumbang 18,5% dari total produksi susu dunia.

 

AMUL merek kebanggaan dengan produk2 olahan : Susu segar, susu bubuk, biskuit, keju, cokelat, es krim, yoghurt, dan  panir (keju). Di India, produk AMUL bisa dari warung kecil dan supermarket. Produk AMUL sangat ekspansif yang tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga sudah diekspor ke lebih dari 40 negara dari wilayah Amerika, Timur Tengah, Asia, Australia, hingga Selandia Baru.

 

Pada 2016-2017, total pendapatan AMUL 4,1 miliar dollar AS. AMUL ini koperasi susu terbesar di India. Produk koperasi mampu bersaing dengan produk dari korporasi, merambah pasar internasional. Dari sisi konsumsi, penduduk India berbudaya kuat minum susu segar (bukan susu bubuk atau susu kental). Susu dikonsumsi anak2, dan dewasa bahkan dengan gelas besar.

 

Pagi2 tiap warung jual susu segar kemasan plastik dan ludes jelang siang. Kebiasaannya minum susu segar (putih), dan teh (chai). Chai India mencampur teh bukan dengan susu bubuk, tapi susu segar. Susu juga dibutuhkan vegetarian yang tak mengonsumsi telur, daging, dan ikan. Bagi mereka, susu salah satu sumber utama protein. Kelompok vegetarian di India besar, 360 juta orang (30% total penduduk).

 

Menarik ide Revolusi Putih meningkatkan konsumsi susu. Sebab, konsumsi susu di Indonesia rendah, 11 liter per kapita per tahun. Angka ini di bawah rata2 negara ASEAN sekitar 20 liter/th. Ini akibat kuatnya persepsi masyarakat “susu untuk anak kecil” dan “susu mudah membuat tubuh gemuk”. Persepsi ini harus diubah sehingga bisa mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi susu.

 

Bagi masyarakat, susu jadi pelengkap protein selain telur, daging, dan ikan. Revolusi Putih India, itu kebanggaan yang menginspirasi dunia, dan sang perintis, Dr Kuriyen, jadi Bapak Revolusi Putih India. Kita petik pelajaran Revolusi itu termasuk sisi produksinya.

 

Menggerakkan koperasi tingkatkan produksi dan memberdayakan petani hingga mampu swasembada dan mengekspor produk ke luar negeri. (Beta Perkasa; Pelajar MA Economics di Bangalore University, Bangalore, India. PPI India -ppidunia.org-Perhimpunan Pelajar Indonesia; Laksono Hari Wiwoho)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (http://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/09/183059326/belajar-dari-revolusi-putih-di-india)-FatchurR

3 Responses to Mengintip revolusi Putih India

  • Harry Reksosamudra says:

    Revolusi putih yg diusulksn di DKI mmg baik, alangkah bijaknya jk disesuaiksn dg kondisi Indo yg 70% lautan menghssilkan ikan banyak
    Jk susu bisa disubstitusilan dg ikan spt kata Menkes Nila Muluk, sy lbh cendrung pilih rrvolusi ikan laut yg beri kontribusi buat nelayan yg pasti jauh lbh banyak org bisa menikmati hasilnya, tanpa beresiko spt pisra sapi yg mkn lahan daratan jg kotorannya meningkatkan global warming

  • Fatkhurr says:

    Mudah2an para pejabatnya membuat keputusan yang menguntungkan masyarakat dan menyesuaikan kekayaan alam dan menyelamatkan lingkungan hidupnya

  • Harry Reksosamudra A61 says:

    Cilakanya wakil rakyat itu, jual lisensi yg bidang ranch sapi bisa kasih, sedang nelayan kumpulan pra sejahtera yg jelas tdk mampu beli lisensi dr yg mulia wakilnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita