logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Membangun dari pinggiran perbatasan

Tekad pemerintahan membangun dari pinggiran, bukan cuma janji semata. Di tahun 2015 ini, pembangunan infrastruktur jalan di wilayah perbatasan tertinggal, mulai dikebut. Di utara, terdapat proyek jalan perbatasan Kalimantan.  Di selatan, proyek perbatasan NTT. Di timur, ada proyek jalan Trans Papua.

 

Untuk Kalimantan yang berbatasan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang membentang 771,36 Km dari Kalbar, Kaltim hingga Kal-Utara.  Kesembilan ruas itu masing2 : Ruas 1 Temajuk-Aruk; Ruas 2 Aruk-Batas Kecamatan Siding/Seluas; Ruas 3 Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong;

 

Ruas 4 Batas Kecamatan Sekayan/Entikong-Rasau; Ruas 5 Rasau-Batas Kapuas Hulu/Sintang; Ruas 6 Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau-Lanjak; Ruas 7 Lanjak-Mataso (Benua Martinus)-Tanjung Kerja; Ruas 8 Tanjung Kerja-Putussibau-Nanga Era dan Ruas 9 Nanga Era-Batas Kaltim.

 

Berdasarkan Progress Report Jalan Perbatasan, 23/8/2015, yang dibuat Kemen PUPR, disebutkan bahwa total panjang jalan yang sudah tembus 441,7 Km meski sebagian belum diaspal, alias masih jalan tanah. Masih terdapat 329,66 Km yang harus ditangani sampai tuntas agar seluruh ruas jalan dapat terhubung.

 

Di perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang 171,56 Km.  Ke-6 ruas itu : Ruas 1 Mota’ain-Salore-Haliwen; Ruas 2 Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak; Ruas 3 Turiskain-Fulur-Nualain-Henes; Ruas 4 Nualain-Dafala; Ruas 5 Dafala-Laktutus dan Ruas 6 Laktutus-Motamasin. Total panjang jalan di NTT di tahun 2015 ini 47 Km.  Sisanya tahun 2016 sepanjang 67,61 Km dan tahun 2017 sepanjang 56,95.

 

Untuk jalan Trans Papua : 12 ruas. Jika tersambung mencapai 4.325 Km.  Ke-12 ruas itu : Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko; Ruas 2 Waropko-Oksibil; Ruas 3 Dekai-Oksibil; Ruas 4 Kenyam-Dekai; Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu;

 

Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura; Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali; Ruas 8 Wageta-Timika; Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire; Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari; Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong; Ruas 12 Jembatan Holtekamp.

 

Saat ini jalan Trans Papua yang tersambung 3.498 kilometer – dengan kondisi aspal mencapai 2.075 Km dan sisanya berupa tanah/agregat. Sisa panjang jalan yang belum tersambung 827 Km – masih lebih panjang 55,64 Km dari total jalan Trans Kalimantan.

 

Geliat pembangunan berbagai ruas jalan di wilayah perbatasan ini menurut Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, Eko Sulistyo menunjukkan  satu indikator utama pemenuhan janji visi Nawacita Presiden untuk membangun dari pinggiran.

 

“Langkah pertama yang tepat untuk membangun dari pinggiran, membangun akses konektivitas.  Konektivitas yang terjadi karena pembangunan jalan-jalan seperti ini yang kelak akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut,” papar Eko.

 

Butir ke-3 Nawacita : Tekad Pemerintahan Jokowi-JK membangun dari pinggiran. “Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah2 dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan. Kami akan meletakkan dasar bagi dimulainya desentralisasi asimetris. Kebijakan desentralisasi asimetris ini dimaksudkan melindungi kepentingan nasional Indonesia di kawasan2 perbatasan, memperkuat daya saing ekonomi Indonesia secara global, dan membantu daerah2 yang kapasitas berpemerintahan belum cukup memadai dalam memberikan pelayanan publik.”(http://ksp.go.id/membangun-dari-pinggiran-melalui-proyek-jalan-perbatasan/)-FatchurR

————-

Marilah kita ikuti artikel berkategori : “Aku cinta Indonesia lainnya

  1. Pembangunan LRT hingga Bogor.
    1. KKP salurkan bantuan kapal 12 GT
    2. Pabrik komponen Gardu Induk di RI resmi dibangun

———–

 

Pembangunan LRT hingga Bogor

BOGOR, KOMPAS — Pembangunan jaringan kereta ringan (light rail transit/LRT) hingga Kota Bogor ditargetkan selesai Oktober 2018. Proyek skala nasional ini dimulai pemancangan tiang perdana beberapa bulan lalu.

 

Koridor Cibubur-Bogor merupakan 1 dar 6 jalur LRT yang akan dibangun. Koridor Cibubur-Bogor : 30-31 Km dengan 4 stasiun, yakni Cibinong, Sentul Sirkuit, Sentul City, dan Baranangsiang.

 

Untuk mengoperasikan LRT di lintas Cibubur-Bogor dibutuhkan depo kereta untuk parkir dan perawatan kereta-kereta LRT. Mengingat keterbatasan lahan di lokasi Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, saat ini, pembangunan depo LRT tak mungkin dilakukan di bakal lokasi stasiun LRT tersebut.

 

Kadiv Konstruksi Sipil dan Trackworks LRT Adhi Karya Agus Karianto seusai rapat pembangunan LRT di Balai Kota Bogor (27/10), mengatakan, penyelarasan desain diperlukan karena di Terminal Baranangsiang akan dibangun stasiun LRT dan perlu area parkir. Namun, pembangunan depo LRT di terminal itu tidak memungkinkan.

 

Menurut Agus, rel LRT akan melayang sampai Bogor, memanfaatkan lahan Jalan Tol Jagorawi. Selain rel, diperlukan prasarana penunjang, yakni depo untuk perbaikan dan parkir kereta. Kemungkinan, jumlah LRT yang akan beroperasi di lintas Jabodetabek mencapai 70 rangkaian.

 

Rencana depo besar guna perbaikan, dibangun di Bekasi Timur, Kota Bekasi. Depo besar perlun lahan 6 HA untuk menampung 30-40 rangkaian LRT. Depo lebih kecil akan dibangun di Cibubur, Cimanggis, Depok, atau Tanah Baru, Kota Bogor.

 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mendorong PT Adhi Karya, selaku pelaksana pembangunan prasarana LRT oleh pemerintah pusat, untuk berkoordinasi dengan PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) yang pegang izin pembangunan kembali Terminal Baranangsiang.

 

Sekper PT PGI Firman Dwiyanto mengatakan, pihaknya menyelaraskan desain dengan kebutuhan Adhi Karya. Luas bangunan layanan terminal ditambah dari 9.000 M2 ke 18.000 M2. Baranangsiang akan dibangun berbentuk gedung bertingkat terpadu, yakni terminal, pusat belanja, hotel, parkir, dan ditambah lagi fungsi baru stasiun LRT.

 

Kosongkan terminal

Firman mengatakan, jika LRT ditarget Oktober 2018, pembangunan fisik terminal terpadu juga harus dimulai Januari 2016. PGI mendesak pemerintah agar dapat segera mengosongkan terminal untuk pembangunan tiang pancang dan konstruksi selanjutnya.

 

Pengosongan ini bisa ditempuh sebab terminal sementara di ujung Jalan Tajur siap dioperasikan. Pengosongan dan pembangunan kembali terminal selama ini tidak terlaksana sebab proyek ini terus dapat penolakan. “Dengan LRT ke Baranangsiang, masak pembangunan dihambat?” kata Firman.

 

Pembangunan LRT diharapkan mengurangi beban lalu lintas mobil pribadi ke Ibu Kota melalui Jalan Tol Jagorawi atau pemakaian motor lewat jalan raya. Selain itu, LRT diharapkan memecah beban layanan KRL Commuter Line dari Stasiun Bogor yang tiap hari memberangkatkan 100.000an penumpang.

 

Sebagian di antara penumpang KRL ada yang bermukim di sekitar Baranangsiang tetapi enggan memakai bus umum atau mobil pribadi untuk kerja di Jakarta. Menurut Satlantas Polres Bogor Kota, kepadatan lalu lintas sudah memprihatinkan.

 

Di Kota Bogor yang berpenduduk 1,1 juta jiwa ada 231.000 motor, 9.000 angkot, 58.000 mobil penumpang, dan 12.000 mobil barang. (Ambrosius Harto; http://print.kompas.com/baca/2015/10/28/Tahun-2018%2c-Pembangunan-LRT-hingga-Bogor?utm_source=WP)-FatchurR

————-

 

KKP salurkan bantuan kapal 12 GT

Lebak (ANTARA News) – Kementerian KKP menyalurkan bantuan kapal kapasitas 12 GT memperkuat program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri atau “Sekaya Maritim” berlokasi di Desa Muara, Kec-Wanasalam, Kab-Lebak. “Kami berharap bantuan kapal ini meningkatkan produksi tangkapan ikan,” kata Kabid Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kab-Lebak Winda Triana.

Penyaluran bantuan kapal berkapasitas 12 GT guna mendorong swasembada ikan hingga dapat mensejahterakan pendapatan nelayan. Sebab jangkauan jelajah kapal itu bisa berlayar hingga 15 mil dari pantai Pesisir Binuangeun, Kabupaten Lebak.

Dengan begitu, kata dia, diharapkan produksi tangkapan nelayan meningkat. “Kami yakin bantuan kapal ini mendorong kesejahteraan nelayan,” katanya. Menurut dia, dari 3.600 nelayan Kab-Lebak kebanyakan menggunakan kapal motor tempel sehingga berdampak terhadap produksi tangkapan. Kapal mesin tempel itu tentu daya jelajahnya hanya tiga mil dari pantai.

Untuk itu, bantuan kapal 12 GT dipastikan tangkapan nelayan lebih banyak karena mereka bisa menempuh 15 mil. “Kami minta kelompok nelayan yang mendapat bantuan kapal bisa merawat dengan baik,” katanya. Ia juga mengatakan Program Sekaya Maritim yang diluncurkan KKP itu bertujuan untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nelayan juga pendapatan masyarakat pesisir.

Pelaksanaan pembangunan Sekaya Maritim antara lain : Rehabilitasi sarana infrastuktur jalan desa dan jalan lingkungan menuju tempat pendaratan pelelangan ikan (PPI), drainase, sanitasi mandi, cuci, dan kakus (MCK). “Kami minta pembangunan bantuan Sekaya Maritim Rp3,5 miliar itu November ini rampung,”. (Editor: B Kunto Wibisono; Copyright @Antara; http://www.antaranews.com/berita/527117/kkp-salurkan-bantuan-kapal-kapasitas-12-gt

————–

 

Pabrik komponen Gardu Induk di RI resmi dibangun

Cikande, Banten-PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (CPSI) resmi membangun pabrik komponen gardu induk pertama di Indonesia senilai US$ 22,5 juta di Cikande, Banten. CPSI merupakan perusahaan joint venture antara Crompton Greaves International Holdings Singapore Pte. Ltd (anak perusahaan dari Crompton Greaves Ltd) dan PT Prima Layanan Nasional Enjiniring (anak perusahaan dari PLN)

 

Peresmian pembangunan itu dengan groundbreaking oleh Direktur Bisnis Ragion Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang dan EVP and President of the Power Business Unit of Crompton Greaves Ltd Jean Michel Aubertin, di Kawasan Industri Modern Cikande, Banten.

 

Nasri mengatakan pabrik ini akan memproduksi switchgear yakni komponen atau peralatan yang ada di gardu induk. Komponen itu berupa perangkat kontrol daya, pengaman daya, maupun alat menaikan-menurunkan tegangan. Komponen ini berfungsi menyalurkan daya dari pembangkit melalui transmisi kemudian disalurkan ke seluruh masyarakat.

 

“Ini pabrik switchgear pertama. Selama ini kami impor memenuhi kebutuhan. Mudah2an Agustus 2016 bisa berproduksi,” kata Nasri di Cikande, Senin (2/11).

 

Nasri menuturkan, investasi US$ 22,5 juta dibiayai pinjaman bank dan setoran modal dengan Debt to Equity Ratio (DER) 60:40. Adapun kapasitas produksi tahunan CPSI sebanyak 1.000 unit SF-6 Gas circuit breakers, 2.000 unit lightning arresters, dan 4.000 unit instrument transformers (CT, CVT, IVT) pada tingkat tegangan 70 kV s.d. 500 kV. “Jumlah tenaga kerja ahli termasuk back-office yang diserap mencapai 60 orang dan tenaga teknisi mencapai 200 orang,” ujarnya.

 

Dirut CPSI Srinivasan M.S. menambahkan pengembangan sistem transmisi di Indonesia merupakan potensi pasar yang sangat besar. Jumlah pengurangan impor akan sangat signifikan dan hal ini juga merupakan pasar potensial bagi sebuah industri untuk berkembang dengan skala ekonomi yang layak.

 

“Tantangan mengembangkan pemasok komponen lokal yang kompetitif akan bersaing ketat dari negara2 seperti India dan Tiongkok yang sudah memiliki industri switchgear yang mapan,” ujarnya. (Rangga Prakoso/WBP; BeritaSatu.com; http://m.beritasatu.com/ekonomi/319099-pabrik-komponen-gardu-induk-pertama-di-ri-resmi-dibangun.html)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita