logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Melacak penyebab Negara Miskin dan Kaya(2/2)

(historia.id/buku)- Peran Negara

orang kaya dan miskinNegara sentralistik, otoriter dan monolitik berperan besar menyeret rakyat dan negerinya ke jurang kemiskinan. Negara inklusif, yang menjalankan kebijakan liberal bertopang pada kepastian hukum dan persaingan bebas, berpotensi membuka ruang2 berkembangnya inovasi dan kewiraswastaan.

 

Karena inovasi, membawa penemuan2 penting, terutama teknologi, yang menurut Acemoglu dan Robinson, berkontribusi pada kemajuan ekonomi negara. Tapi kritik pada buku ini datang dari Jeffrey D. Sach, professor ekonomi dari Columbia University. Di Foreign Affairs.com, dia mengatakan Acemoglu dan Robinson terlihat menyederhanakan masalah.

 

Meringkas kompleksnya ekonomi dan politik di banyak negara dalam 2 lembaga: esktraktif dan inklusif. Perkembangan pesat Tiongkok (negeri monolitik) mampu mengadaptasi kondisi. Tapi Jeffrey benar. Buku ini menyederhanakan persoalan. Kedua penulis menggunakan pendekatan historis membenarkan argumentasi pembentukan negara berlembaga inklusif dan ekstraktif.

 

Contoh2 kasus sejarah yang diambil, tak bisa mewakili gejala yang ada. Semisal, Acemoglu dan Robinson mungkin lupa, kalau Kaisar Meiji (satu2nya penguasa di sistem kekaisaran monolitik itu) membuka diri dan meretas jalan supaya Jepang jadi negara modern maju.

 

Kaisar Meiji dikenal program restorasinya. Jaman itu, pemuda2 Jepang dikirim ke luar negeri menimba ilmu, dan perubahan2 lain di Jepang. Perombakan struktur politik yang mengembalikan kekuasaan kaisar pada tempatnya terjadi. Pendidikan dan perubahan politik serentak itu mendorong Jepang, hanya 4 dekade, jadi negara industri maju.

 

Jadi bila Acemoglu dan Robinson menyuguhkan argumen masa lalu negara, seperti negara2 di Amerika Selatan dengan sistem “encomienda” di bawah penjajah Spanyol, berpotensi menjadikan negara itu bercorak ekstraktif, tak sepenuhnya benar. Atau negara2 yang lembaga ekslusif seperti Jepang dengan kekaisarannya, belum tumbuh jadi negara ekstraktif, yang tak mendatangkan kemakmuran negerinya.

 

Negara penganut politik otoritarian : Tiongkok bisa menghasilkan teknologi canggih. Dan inovasi2 lahir di negara yang monolitik. Komunis jadi satu2nya partai berkuasa. Tidak ada demokrasi di Tiongkok, tapi teknologi berkembang pesat. Bisa kita lihat macam2 barang produk Tiongkok bertebaran di muka bumi, mulai peniti sampai kabel serat optik.

 

Negara inklusif AS ber-tahun2 menikmati “ekstraktifnya” negara2 miskin. Buku ini tak menjelaskan hubungan AS-Indonesia, yang ekstraktif. Ber-tahun2, AS ikut untung dari bentuk ekstraktif yang diidap Indonesia. Sebagian elit di negeri ini mudah disogok, peraturan yang dibuat wakil rakyat, sering merupakan pesanan perusahaan2 besar yang kantornya berpusat di New York atau di Los Angeles.

 

Ada kebenaran di buku ini perlu direnungkan: sumber daya yang dikuasai segelintir orang, akibat pemerintah dikelola elit2 korup tak pernah bisa membawa kemakmuran bagi negara. Penting melihat dunia, dengan cara lebih imbang: Sering kemerosotan negara bukan karena faktor internal tapi juga eksternal.

 

Corak kolonialisme yang didedahkan buku ini ternyata membawa akibat serius terhadap pembentukan negara-bangsa di dunia. Artinya, kegagalan sebuah negara terdiri dari beberapa sebab yang tak bisa berdiri sendiri. (Bonnie Triyana;  Bahan dari :   https://historia.id/buku/articles/melacak-akar-negara-miskin-dan-kaya-Pdx0P)-FatchurR * Tamat……….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita