logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

LRT bisa meliuk dan MRT tampung ribuan

lrt jakarta(metro.sindonews.com)-JAKARTA; Menjadi feeder bagi transportasi Jakarta. Light Rail Transit (LRT) memiliki keunggulan, kondisi gerbong yang fleksibel, membuat LRT dapat meliuk dijalur elevated rel di kawasan Kelapa Gading-Velodrome.

Di sisi lain, kondisi berbeda di Mass Rail Transit (MRT). Kondisi lebih kaku tak membuat kalah diminati. MRT keunggulannya kapasitas, ribuan orang dapat diangkut dengan 1x pemberangkatan, kereta full otomatis ini jadi backbone bagi transportasi ibu kota.

 

“Bagi kami semua unggul. Dunia ini pilihan, tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan milik Tuhan. Tidak ada kereta yang sempurna, ini pilihan,” kata Dirut LRT Jakarta, Allan Tandiono ketika dihubungi KORAN SINDO, 7/10/2018.

Dibanding transportasi lain, sesama feeder atau pengumpan. LRT  lebih steril. Berada pada elevated rel dan tidak terkena kemacetan, LRT mudah mengantar dengan cepat mengatar penumpang di pinggiran Jakarta.

Fungsi feeder membuat LRT dituntut fleksibel, pemilihan gerbong jadi alasan, bila MRT memiliki gerbong sekitar 3 mt. LRT memiliki gerbong ramping, yakni 2,65 mt dan panjang 14 mt. Hal itu yang membedakan kecepatan keduanya, kondisi lebar MRT membuatnya mampu memacu kecepatan 100-150 km/jam. LRT berada dibawahnya. “Mungkin kecepatan top speed kita 100 km/jam” tambah Allan.

Di banding MRT yang cenderung lurus, LRT menggunakan sistem aliran bawah tak kalah canggih. Pemasangan articulited boogie di antara gerbong membuat manuver LRT stabil hingga belokan 40 meter. Sekalipun pembangun rel LRT mengharuskan membentuk huruf S, LRT tidak masalah.

 

“Tarpi ada pertimbangan utamanya. Yang pasti untuk kenyamanan penumpang. Bisa semacam itu, tapi apakah penumpang nyaman? Makanya kita perlu pertimbangan yang lain. Tapi kalau memaksakan kami siap” tuturnya.

LRT yang didatangkan dari Hyundai Rotten, Korea Selatan sistem operasi murni mengandalkan operasi manual. Gerak maju dan berhenti mengandalkan masinis di 2 sisi. Karena itu persinyalan dan rambu di pasang di beberapa titik, sehingga ketepatan terjaga.

Hyundai Rotten bukan perusahaan sembarang. Kualitas kereta ini teruji di beberapa Negara : di London, Manchester, beberapa kota di Amerika, Ukraina, hingga beberapa negara Eropa lain menggunakan kereta ini. Karena itu, Allan yakin LRT Jakarta berstandar international.

“Makanya dibikin berkelas dunia, dari stasiun, gerbong, hingga pelayanan. Ini kualitas international”. Allan tak menjabarkan detail kereta ini. Dia jelaskan LRT Jakarta punya kemampuan lebih baik sebagai feeder. Kondisi ini terlihat ketika 12 koridor LRT akan menjadi loopline bagi feeder di Jakarta.

“Saya yakin di Jakarta kedepannya akan jadi kota modern dan megapolitan. Masyarakat menggunakan public transport. Kendaraan pribadi akan digunakan saat berlibur” tuturnya. Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Tubagus Hikmatullah menyampaikan MRT butuh bantuan Feeder transport lain, seperti Transjakarta, LRT, hingga Commuter Line.

Dalam fungsinya, MRT jadi backbone atau tulang punggung. Artinya, MRT jadi public utama yang membelah pusat kota. Mereka mengantarkan penumpang dari stasuin ke lokasi kerja. “Makanya kita butuh integrasi. Semua terhubung dan bermuara ke MRT,” kata Hikmatullah.

 

Terlebih MRT memiliki kapasitas penumpang lebih banyak. Dengan operasional awal 6 gerbong, kapasitas maksimal 300 orang pergerbong. MRT diyakini mampu mengangkut ribuan 1x berangkat. Akan ada 13 stasiun dilintasi dari Lebak Bulus-Bunderan HI dengan estimasi 30 menit. “Jaraknya 5 menit di jam sibuk, 10 menit di jam santai. Tapi semua itu bisa diatur,” kata Hikmatullah.

Hikmatullah menyampaikan, MRT bersistem operasional canggih. Pergerakan di rel hingga stasiun  secara otomatis. Masinis hanya bertugas buka tutup pintu serta berjaga bila dalam kondisi darurat.

Beda dengan LRT yang fleksibel. MRT jauh lebih kaku, karena itu tak hanya stasiun MRT letaknya cenderung segaris, sehingga kecepatan jadi andalan transportasi ini. “Makin panjang kereta, makin tinggi speed yang  diperlukan, makanya jalurnya tidak meliuk liuk”.

Karena itu rel MRT cenderung lurus. Sehingga membuat kecepatan kereta kian tinggi. Saat di elevatad MRT mampu mencapai 80 km/jam dan di terowongan 50 km/jam. Padahal bila top sped.

 

“Makanya speednya turun. Kalau dihajar terus berdampak kecepatan ausnya boogie, roda kereta, itu bisa aus walau dia ngga pake karet,” tutup Hikamatullah. (mhd; Yan Yusuf; Bahan dari : https://metro.sindonews.com/read/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita