Jurus bisnis Dahlan

jawa posDalam pengembangan usaha, Jawa Pos Group sangat agresif. Pada tahun 1990, jumlah unit usahanya kurang dari 10. Sekarang sudah hampir 300 unit. Dalam tempo 32 tahun, unit usaha telah bertambah 290. Kalau dirata-rata, setiap 1,5 bulan Jawa Pos (Japos) Group melahirkan satu unit baru

 

Selain Japos, anak perusahaannya juga tak kalah gesit. Riau Pos, Batam Pos, Sumatera Ekspres, Manado Pos, Kaltim Post, Pontianak Post, Radar Lampung, Radar Cirebon, Radar Bogor, Rakyat Merdeka, Fajar dan Cendrawasih Post, melahirkan banyak cucu Japos Group. Hampir semua mengembangkan anak usaha di bidang penerbitan media dan percetakan.

 

Pertumbuhan yang agresif itu, bagi banyak orang dianggap luar biasa. Padahal, perkembangan yang cepat itu mencemaskan Dahlan. Terlebih ketika Indonesia mengalami krisis moneter seiring jatuhnya rezim Orde Baru pada 1998.

 

Dalam rapat pimpinan anak perusahaan Japos Group pada 1998, Dahlan menyarankan agar Jawa Pos Group mengikuti program “keluarga berencana”. Kelahiran anak perusahaan harus dikendalikan agar tidak menjadi beban.

 

Ternyata, saran KB itu ditentang. Para pimpinan anak perusahaan banyak yang tetap pada pendirian semua, mengembangkan anak usaha sesuai rencana. Umumnya menganggap perlunya ekspansi pada saat kompetitor sedang kelimpungan.

 

Merasa saran untuk ikut “KB” tidak mendapat dukungan, Dahlan lalu memberi jalan. “Boleh ekspansi dengan syarat perusahaan baru harus didesain ramah krismon,” kata Dahlan. Ide perusahaan ramah krismon ini diperoleh Dahlan setelah mempelajari kisah sukses beberapa perusahaan baru yang didirikan dalam suasana krisis di Amerika Latin.

 

“Banyak perusahaan lama di Amerika Latin ambruk saat krisis. Tapi banyak perusahaan baru yang dibangun saat krisis bahkan sukses luar biasa. Perusahaan lama, sudah terlanjur gendut. Sementara perusahaan baru didesain sangat langsing,” lanjut Dahlan.

 

Karena langsing, lanjut Dahlan, perusahaan baru tidak banyak pegawai. Karyawan sedikit, sangat menghemat ruangan. Hemat ruang berarti hemat sewa, listrik, telepon dan air minum. “Karena karyawan sedikit, semua harus multitasking.

 

Seorang karyawan front office harus bisa mengerjakan tugas-tugas administrasi, sekretaris perusahaan dan juga pemasaran. Demikian juga karyawan bagian lainnya,” lanjut Dahlan. Sekitar separuh anak perusahaan Jawa Pos Group lahir pada saat krismon.

 

Dengan organisasi yang ramping dan karyawan yang multitasking, perusahaan-perusahaan itu berkembang sangat baik hingga sekarang, dengan tetap ramah krismon. (Joko Intarto, sebuah pengalaman pribadi; dan; http://thedahlaniskanway.wordpress.com/category/joko-intarto/terkaget-kaget-dengan-jurus-bisnis-dahlan-iskan/)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita