HINDARI-HATI2 MEMILIH BAHAN PERASA
Jakarta – Kini dengan bahan perasa (flavor), kita bisa menikmati berbagai rasa dengan harga yang lebih murah. Mulai dari rasa daging ayam, sapi, sampai rasa buah-buahan seperti jeruk, melon, atau strawberry. Tapi tahukah Anda apa yang ada dibalik bahan perasa itu ?Harus diakui saat ini hampir setiap makanan dan minuman olahan yang beredar di pasaran tidak terlepas dari bahan perasa buatan. Mulai dari snack anak-anak, permen, kue, sampai minuman ringan, jus buah, dan susu hampir semuanya menggunakan bahan tersebut.
Bahan perasa atau flavor memang sudah menjadi kebutuhan bagi industri pangan. Dengan bahan perasa itu, produsen bisa menghasilkan berbagai rasa hanya dengan mengubah rasa alias flavor yang digunakan. Misalnya saja pada sirup bahan dasarnya adalah air dan gula. Namun dengan ditambahkan flavor dapat dihasilkan berbagai jenis minuman dengan rasa yang berbeda.
Pemicu pengunaan bahan perasa adalah langkanya bahan baku yang menjadi dasar pembuatan produk. Misalnya hasil pertanian, biasanya bahan pangan yang dihasilkan mengalami perubahan mutu dan rasa seiring dengan perubahan musim dan iklim. Padahal perbedaan mutu dan rasa, tidak diinginkan konsumen. Sehingga dalam produk industri dipakai bahan perasa untuk menstabilkan mutu dan rasa.
Bahan perasa, dari segi pembuatannya dibedakan menjadi dua, yaitu flavor natural (alami) dan sintetis (buatan). Perasa alami diambil dari bahan-bahan alami, misalnya rasa bawang maka diambil dari ekstrak bawang dan rasa ayam diambil dari sari ayam.
Nah, sedangkan untuk perasa buatan dihasilkan dari bahan-bahan sintetis. Misalnya saja dari sintetis bahan-bahan kimia yang berasal dari turunan minyak bumi. Bahan-bahan tersebut memiliki karakter seperti penyusun rasa tertentu. Misal butyl butirate yang memiliki rasa mirip pir dan nanas. Atau berbagai asam amino yang melalui suatu reaksi bisa menyerupai rasa daging atau kimia.
Perasa juga bisa disusun dari bahan alami untuk menghasilkan rasa baru. Misalnya turunan dari wine yang bisa disintesa menjadi berbagai perasa buah-buahan. Fusel Oil yang merupakan produk samping dari minuman keras, bisa digunakan sebagai bahan penyusun perasa strawberry, leci, dan nanas.
Dilihat dari sudut kehalalan, bahan perasa yang berasal dari bahan sintetis relatif lebih aman. Sebab bahan yang dihasilkan dari proses kimiawi lebih terjamin kehalalannya. Namun alangkah baiknya jika kadar, pemakaiannya dikontol dengan baik dan memilih bahan perasa yang beredar di pasaran (FatchurR; Sumber LPPOM MUI)







Jl. kedungsari 117-119 Surabaya
Telp. (62-31) 5312215-5353183-4
Fax. (62-31) 5312636
Buletin Media Alumni bag. 1, 

