logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Hati hati penyakit akibat main games

Merdeka.com – Suka main game di komputer, smartphone, atau PS? Jangan berlebihan, karena itu bisa berdampak buruk pada kesehatan. Yuk simak ulasan efeknya yang menarik berikut!

1. Playstation Thumb
Penyakit ini sering disebut Playstation Thumb kondisi. Ini dapat mempengaruhi siapa saja yang sering main game dengan controller d-pad. Gejala PlayStation Thumb termasuk mati rasa dan kesemutan di bagian jempol. Jempol juga tampak membesar dan melepuh.

2. Nintendinitis
Nintendonitis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cedera tendon (tendinosis) pada tangan dan pergelangan tangan. Kondisi ini umumnya diderita oleh mereka yang terlalu lama bermain game seperti Wii Sports.

3. Kecanduan
Video game bisa membuat Anda kecanduan. Kecanduan video game adalah gangguan kontrol impuls, mirip dengan judi. Gejala dari kondisi ini termasuk penurunan berat badan atau kenaikan berat badan, kurangnya kebersihan pribadi, dan penurunan interaksi sosial dan pola tidur yang terganggu.

4. Perilaku agresif dan masalah mental
Beberapa studi menunjukkan bahwa mereka yang suka bermain video game menjadi lebih tertekan dan cemas dari waktu ke waktu daripada non-gamer. Anak-anak yang suka bermain game bisa menjadi lebih impulsif, canggung secara sosial, dan rentan kecanduan video game dari waktu ke waktu.

 

Beberapa gejala yang harus diwaspadai, termasuk kesulitan berkonsentrasi, pola tidur terganggu, peningkatan kecemasan, peningkatan kemarahan yang tidak rasional, dan fobia sosial.

5. Masalah penglihatan
Terlalu lama bermain video game dapat menyebabkan masalah penglihatan, seperti glaukoma, terutama di kalangan pengguna yang rabun. Menatap layar yang terang sangat berbahaya bagi komponen fisik dari mata, terutama karena selama bermain, kita cenderung berhenti berkedip, yang dapat membuat mata jadi kering.

6. Carpal Tunnel Syndrome
Carpal Tunnel Syndrome disebabkan ketika saraf utama antara lengan bawah dan tangan berulang kali meremas atau menekan. Mereka yang menggunakan komputer terlalu lama juga rentan terkena Carpal Tunnel Syndrome.

 

Terlalu sering menggunakan mouse komputer dan kontroler video game dapat meningkatkan risiko terkena sindrom ini. Itulah 6 efek main game terlalu lama. Batasi waktu bermain game untuk menghindari penyakit2 itu. (http://m.merdeka.com/sehat/sering-main-game-hati-hati-6-penyakit-ini.html)-FatchurR

————

Berikut ini disajikan tentang :

  1. Kanker danb Nenas
  2. Pemudik rentang penyakit ini
  3. Melacak depresi dari Ponsel

——————

 

Kanker dan nanas

Suara.com – Hingga saat ini, kanker belum ada obatnya. Kemajuan dunia medis sejauh ini hanya mampu menghambat perkembangan sel-sel kanker yang mematikan.

Namun, kisah seorang perempuan di Australia ini amatlah luar biasa. Divonis hanya memiliki sisa waktu lima tahun untuk hidup karena kanker yang telah menyebar ke seluruh tubuhnya, perempuan ini justru berhasil mengalahkan kanker dengan mengkonsumsi buah nanas secara rutin.

Candice Marie Fox nama perempuan yang kini berusia 31 tahun ini. Perempuan asal Houghton regis, Hertfordshire, ini awalnya menemukan benjolan di atas tulang selangkanya pada tahun 2011. Hasil pemeriksaan ultrasonografi mengungkap adanya 20 sel kanker tiroid papila di tubuh Candice.

Ternyata, sel-sel kanker sudah menjalar ke liver dan tulang leher bagian belakangnya. Bahkan, pembentukan sel kanker sudah mulai terlihat di paru-parunya. Parahnya lagi, oleh dokter, Candice divonis hanya punya waktu lima tahun untuk hidup.

Dokter menyarankannya untuk menjalani kemoterapi guna melawan pertumbuhan sel kanker. Namun, Candice menolak.

Alasannya, Candice tak percaya kemoterapi bisa membantu. Pasalnya, teman Candice, Jamie Brownsmead, (31), dan sepupunya Frankie Gerathy, (13) meninggal dunia karena kemoterapi justru membuat tubuhnya kian lemah.

Sebaliknya, Candice, yang bermukim di Karratha, Australia Barat, memilih jalan lain.

“Saya mulai mengkonsumsi banyak buah-buahan – terkadang selama berminggu-minggu saya hanya makan buah,” kata Candice.

Candice mulai mencari referensi di internet dan makan hanya buah dan sayuran. Salah satu buah yang paling banyak ia makan adalah nanas. Sebab, nanas adalah buah kaya akan Bromelain, senyawa yang diyakini ‘memangsa’ sel-sel kanker. Dalam sehari, Candice bisa menghabiskan tiga buah nanas.

“Saya membuang tumor-tumor besar dengan cara membuat mereka lapar dengan ilmu makanan murni,” ujar Candice.

“Seperti nanas, kiwi, dan pepaya – saya mendapat informasi bahwa bromelain memangsa lapisan protein tertentu pada sel kanker,” sambungnya.

Candice juga berhenti makan daging, yang konon membuat banyak energi tubuh untuk mencernanya.

“Ada sebuah protein dalam produk olahan hewan yang justru memberi makan sel kanker dan ketika saya makan banyak, tubuh saya tidak bisa menyembuhkan diri karena seluruh energi kita terbuang untuk mencerna makanan,” katanya.

“Saat ini tidak ada tumor yang tersisa di dalam tubuh saya. Saya amat bersyukur. Saya menjadi diri saya seutuhnya,” sambungnya.

Candice juga menjauhi produk-produk kosmetika, semprotan pembersih, rokok dan mulai rutin melakukan yoga. Candice juga menceraikan suaminya yang menurutnya, tidak mendukung upayanya untuk sembuh dari kanker.

Setelah enam bulan menjalani pola hidup sehat, Candice kembali pergi ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, sel-sel kanker dalam tubuh Candice hampir hilang seluruhnya.

Kadar thyroglobulin, protein yang diproduksi sel-sel kanker, di tubuh Candice berkurang drastis, dari 13 ke 0,7 nanogram per mililiter. Tes terbaru yang ia jalani malah menunjukkan hasil lebih menggembirakan. Kadar protein tersebut menurun jadi hanya 0,2 saja, hanya 0,1 lebih tinggi dari batasan normal.

Candice kini aktif dalam kegiatan seni dan punya agensi model. Ia juga membuat sebuah situs yang bertujuan memotivasi orang untuk memantau dan menjaga kesehatan tubuh.

Pakar onkologi Mark Simon, direktur Nutritional Oncology Research Institute di California adalah salah satu orang yang turut berjasa membantu Candice untuk sembuh.

“Asupan makanan memegang peranan penting, juga olah raga, pikiran positif, dan spiritualitas,” kata Simon.
“Buah-buahan seperti nanas mengandung campuran enzim proteolitik seperti bromelain yang dikenal sebagai penangkal kanker,” sambungya.

“Ilmu pengetahuan tidak memberikan semua jawaban dan kita harus selalu membuka diri pada kekuatan di luar pemahaman kita,” tutup Simon. (Muchisam-72; Mirror; http://www.suara.com/health/2015/03/31/060700/ajaib-berkat-makan-nanas-perempuan-ini-sembuh-dari-kanker)-FatchurR

————

 

Pemudik rentang penyakit ini

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menyatakan ada empat penyakit atau masalah kesehatan yang perlu diwaspadai pemudik.

Keempat penyakit itu ialah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi saluran cerna, kambuhnya penyakit kronis, dan gangguan kesehatan ringan.

“Keempat penyakit itu perlu diantisipasi pemudik agar perjalanan ke kampung lancar,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Tjandra Yoga Aditama, di Jakarta, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa ISPA marak terjadi selama perjalanan mudik lantaran debu dan polusi udara di jalanan.

Daya tahan tubuh menurun akibat kelelahan dan kerumunan orang juga memudahkan pemudik terserang penyakit itu.

Mengenai ISPA itu, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta pemudik selalu menyiapkan masker untuk dipakai saat perjalanan.

Bagi yang tengah sakit, pemakaian masker dapat mencegah penularan penyakit mereka ke orang lain.

Selanjutnya, selain ISPA, penyakit lain yang perlu diwaspadai ialah diare.

Menurut Tjandra, penyakit itu bisa terjadi lantaran jajan makanan yang tidak sehat di jalan, debu yang mengotori makanan, makan tidak cuci tangan menggunakan sabun dan sebagainya.

Bagi pemudik yang memiliki penyakit kronis, faktor kelelahan dan stres bisa memicu kambuhnya atau perburukan penyakit yang telah diderita.

Guna mengantisipasi itu, Tjandra menyarankan yang bersangkutan menyiapkan obat rutin selama di jalan dan di kampung halaman.

Terakhir, perjalanan mudik yang jauh, juga dapat menimbulkan penyakit ringan yang mengganggu perjalanan.

Penyakit itu seperti mual, pusing, kelelahan, dan stres karena macet dan mengantuk selama perjalanan.

“Bila mengalami hal itu, apalagi mengantuk lebih baik istirahat dahulu,” pungkas Tjandra. (http://www.mediaindonesia.com/mipagi/read/13565/Pemudik-Rentan-Terserang-4-Penyakit/2015/07/16)-FatchurR

————

 

Melacak depresi dari Ponsel

KOMPAS.com – Sebagian besar dari kita sangat tergantung pada ponsel. Ilmuwan kemudian mulai mencari tahu apa yang bisa diketahui perihal kesehatan juga suasana hati dari hubungan kita dengan ponsel itu.

Ternyata, dari ponsel bisa ketahuan jika seseorang menderita depresi. Penilaian depresi dari ponsel ini lebih baik dari penilaian sendiri. Demikian menurut Jurnal Medical Internet Research.

 

“Kami menemukan semakin sering seseorang menghabiskan waktu dengan ponsel, semakin rentan terkena depresi,” kata David Mohr, salah satu peneliti dan direktur Center for Behavioral Intervention Technologies di Northwestern University Feiberg School of Medicine.

Peneliti juga menemukan menghabiskan banyak waktu di rumah ada hubungannya dengan depresi. Data telepon seperti ini dapat memprediksi dengan akurasi 87 persen apakah seseorang mengalami gejala-gejala depresi. Para peneliti dari Northwestern itu merekrut 28 orang usia 19-58 dari Craigslist dan melengkapi ponsel cerdas mereka dengan perangkat lunak pemonitor lokasi serta pemakaian.

Di awal penelitian, mereka mengikuti kuesioner standar yang mengukur gejala-gejala depresi. Separuh subyek penelitian memiliki gejala, sedangkan setengah yang lain tidak. Selama dua minggu, telepon melacak informasi lokasi GPS setiap lima menit dan mengirim pemakainya pertanyaan-pertanyaan mengenai suasana hati mereka beberapa kali sehari.

 

Data telepon yang terkumpul ternyata sangat kaya : berapa tempat yang dikunjungi peserta setiap hari, berapa lama mereka menghabiskan waktu di tempat-tempat itu dan seberapa sering mereka menggunakan telepon.

 

Demikian kata Sohrob Saeb, salah satu peneliti dan seorang post doktoral serta ahli komputer dalam kedokteran pencegahan di Feinberg. Kemudian peneliti mengorelasikan data-data ini dengan skor tes depresi mereka.

 

Peneliti berharap menemukan koneksi antara penanda tujuan perilaku, seperti di mana mereka dan seberapa sering berganti lokasi, dengen hasil tes depresi mereka. “Dengan begitu, data yang diturunkan dari telepon dapat berguna melacak depresi tanpa mereka harus melaporkan perasaan mereka, yang seringkali menjadi penghalang dalam pengobatan depresi,” kata Mohr yang sudah meneliti depresi kurang lebih 20 tahun.

 

Mohr dan kawan-kawannya menemukan korelasi kuat antara penanda tujuan itu dengan depresi. Data telepon ternyata lebih baik daripada pertanyaan harian yang dijawab untuk memprediksi hasil tes depresi.

“Masyarakat yang cenderung menghabiskan waktu hanya di satu atau dua tempat, seperti tinggal di rumah, pergi ke kantor dan pulang ternyata memiliki skor depresi lebih tinggi,” katanya.

Perpindahan lokasi juga penting.

 

Orang yang terjebak dalam pola pergerakan teratur ditemukan cenderung tak depresi. “Hal ini sesuai dengan riset klinis badan lebih besar yang membuktikan masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental secara umum, ritme circadian mereka rusak,” katanya.

 

Ritme sirkadian ini biasanya terlihat dari pola tidur dan aktivitas, tetapi para ahli pun melihatnya pada perpindahan ruang geografi. “Ketika seseorang depresi, suasana hatinya juga menghentikan kegiatan rutin mereka,” katanya.

 

Orang depresi ditemukan menghabiskan rata-rata 68 menit untuk menggunakan telepon setiap hari sementara orang tanpa depresi hanya menghabiskan 17 menit. Perangkat lunak tidak melacak apa yang mereka gunakan di telepon, hanya melacak penggunaan.

 

Namun peneliti punya alasan penggunaan telepon meningkat pada orang depresi. “Satu hal yang kita lihat ketika seseorang depresi adalah mereka cenderung mulai menghindari tugas atau hal yang harus dilakukan, khususnya ketka mereka merasa tak nyaman,” jelas Mohr.

 

Main ponsel adalah salah satu cara untuk menghindarinya. Penelitian ini terhitung masih awal namun ia berharap untuk menambahkan jumlah sensor ponsel pintar dan menggunakannya untuk membantu mengatasi depresi dan mendeteksinya lebih cepat.

“Mampu dengan cepat membawa masyarakat mendapat terapi untuk depresi adalah titik kegagalan kritis dalam kesehatan masyarakat saat ini,” katanya. Sebuah aplikasi yang dapat diunduh dari ponsel tanpa harus menjawab pertanyaan mungkin membantu melacak depresi secara efektif agar segera diobati. (Dorothea; Lusia Kus Anna; time.com dan http://health.kompas.com/read/2015/07/16/150000023/Melacak.Gejala.Depresi.dari.Ponsel.Cerdas)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita