Haruskah Minal aidzin wal faidzin

minal aidin wal faidzinsuarasurabaya.net; Bagi sebagian besar muslim di Indonesia, ucapan Minal Aidzin Walfaidzin nyaris lafal wajib sebagai bentuk permohonan maaf ketika lebaran. Bahkan ucapan ini sudah terlarut sebagi bagian tak terpisahkan untuk memeriahkan suasana Idul Fitri di seantero negeri.
Beberapa sumber yang ditelusuri suarasurabaya.net, ucapan permintaan maaf di hari lebaran sebenarnya tak cukup dengan Minal Aidzin Walfaidzin, kalaupun dipaksakan dengan Minal Aidzin Walfaidzin, maka kalimatnya tak seharusnya sependek itu karena makna yang terkandungnya juga akan berbeda maksud.

Lantas bagaimana kita harus mengucapkannya ? Secara harfiah, arti kata Minal Aidzin Walfaidzin adalah “Termasuk dari orang orang yang kembali (dari Ramadhan) sebagai orang yang menang”. Sehingga arti dari kalimat ini sebenarnya tidaklah utuh. Mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin memang tak akan berdosa, tapi kalau diartikan memang sedikit lucu karena kalimatnya terpotong kurang lengkap.

Karenanya, banyak pakar bahasa Arab yang menyarankan untuk tak sekadar Minal Aidzin Walfaidzin melainkan minimal harus ditambah dengan kalimat Jaalanallaahu yang berarti “Semoga Allah menjadikan kita”.. sehingga kalimat utuhnya Jaalanallaahu Minal Aidzin Walfaidzin.

Bahkan akan semakin lengkap jika sekalian digunakan ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Jaalanallaahu minal aidin wal faizin” yang artinya “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, puasa kami dan kamu. Dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang”.

Kalimat “Shiyamana wa Shiyamakum” sendiri merupakan banyak digunakan oleh para sahabat Nabi yang artinya puasaku dan puasamu. (Budiono; fik;  http://www.suarasurabaya.net/fokus/249/2014/138109-Kenapa-Harus-Minal-Aidzin-Walfaidzin)

2 Responses to Haruskah Minal aidzin wal faidzin

  • mimik astuti SMA Angk 68 says:

    Bagus sekali, petunjuk ucapan ini. Kalau untuk Lebaran tahun ini, sudah terlanjur.Yah biarlah.
    Mungkin kedepan kita tidak salah lagi.
    Saya lupa mas Aguk, punya tulisan tentang asal muasal ketupat, dan artinya, dengan riwayatnya dari Wali Songo dulu.
    Akan adik foward di Japri WA yah

  • Fatkhurr says:

    Tderima kasih mBak Mimik dan ditunggu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita