Glenelg itu Kuta nya Adelaide

Mengagumi kelebihan kota lain di luar negeri itu perlu kita lakukan untuk menjadi contoh memajukan kota2 di Indonesia; seperti di kutip dari Kompasiana.com ini yuk kita intip kota Glenelg :

 

Adelaide ibukota Australia Selatan punya Glenelg, kota pantai mirip Kuta di Bali. Glenelg dikembangkan jadi kawasan wisata pantai. Pengelolaan dan penataan di Glenelg ini bagus, itu kesan yang muncul jika menjejakkan kaki pertama kali lihat Glenelg di Adelaide. Kota ini adalah kota lama dari berdirinya kota Metropolitan Adelaide, tempat pendaratan pemukim pertama dari Inggris ke Australia Selatan.

 

Gubernur, kota Glenelg menjadikan pencanangan pendirian pemerintahan saat itu tanggal 28/12/ 1836, yang kini dinyatakan hari lahirnya pemerintahan Australia Selatan dan Kota Adelaide. Menuju Glenelg bisa dengan macam2 kendaraan, bisa tram (kereta listrik), bus umum, mobil pribadi, sepeda motor, sebagai ajang ‘mejeng’ bagi penggemar motor gede.

 

Sebab sepeda motor di Adelaide tidak ada yang kecil, semua di atas 250 cc dan bentuknya mirip sepeda motornya Valentino Rossi. Transportasi umum favorit masyarakat kalau mau ke Glenelg adalah dengan naik tram (kereta listrik) dari pusat kota, yaitu di Victoria Square (kayak Simpang Lima-nya Semarang).

Menurut catatan di kantor Informasi Pariwisata di dekat pantai, pada awal pertumbuhan permukiman yang sangat pesat sekali di kota Glenelg, banyak pemukim merambah sampai ke pantai, akibatnya banyak permukiman tergerus abrasi, karena cuaca dan gelombang di Adelaide bisa berubah setiap waktu dari dingin sekali esuk harinya sangat panas, tergantung dari arah angin datang.

 

Bila angin dari laut, maka udara kota sangat dingin, tapi kalau dari arah darat, suhu udara lebih hangat atau bisa panas. Dengan kondisi tidak teratur di pantai ini, maka pemerintah mengatur kawasan pantai dengan mempelajari gerak air laut yang mengabrasi pantai dan tingginya gelombang pasang surut.

Dibuatlah batas garis sempadan pantai dan dilarang ada bangunan di batas itu. Sempadan ini 50-150 mt dari bibir laut tergantung bentuk lahan. Di bantaran laut dibiarkan ada pasir, pantai harus berpasir, kata petugas di stand informasi sejarah Glenelg.Tak boleh ada bangunan yang bersentuhan air laut, semua bangunan yang ada ditarik ke dalam jauh dari laut.

Pengaturan zona tepi laut (bantaran pasir) untuk diterjang gelombang pasang. Jarak 50-150 dibuat tanggul menahan air laut pasang agar tidak jauh ke daratan. Sebelah dalam tanggul dibuat pedestrian lebar 10 mt, setelah itu boleh didirikan bangunan untuk umum, ada cafe, restaurant, toko souvenir dsb.

Strategi pemerintah didukung aturan kuat dan perhitungan matang mampu menyelamatkan pantai dari abrasi, tidak ada lagi permukiman diterjang gelombang meskipun badai besar dari laut. Jarak 200 meter dari tepi pantai dibuat plaza dengan monumen tugu sebagai point of interest kawasan.

 

Tanaman pengarahnya sejenis pohon pakis yang tinggi, sehingga menarik untuk jadi pengarah dari tempat pemberhentian tram (kereta listrik) menuju plaza dan ke pantai.

Transportasi langsung dekat pantai hanya tram (kereta listrik). Bus, mobil pribadi, dan  sepeda motor harus parkir 1 km dari pantai. Inilah yang membedakan Denpasar dan Glenelg, kalau di Denpasar pantai Kuta bisa disentuh langsung dengan kendaraan bermotor, di Glenelg hanya kereta listrik (non polusi). Jadi pantai bersih dan sehat, tidak ada raungan kendaraan bermotor/suara bising klakson mobil.

Turun dari tram diterima plaza yang mengejutkan, sebab biasanya turun dari KA yang terlihat adalah batang2 besi penyangga atap stasiun. Di Glenelg terminalnya berupa plaza dengan air mancur menyanyi dan dikelilingi tempat2 jajan open air. Lanjut kita digiring ke tatanan pohon pakis tinggi menuju ke plaza lain sebagai pengantar ke pantai berpasir putih.

Di pantai kita bisa lihat wisatawan mandi dan berjemur ala Kuta Bali, dan di tempat2 tertentu disediakan lapangan voli pantai lengkap dengan jaring/net, bola voli bawa sendiri, ada tempat bilas terbuka, sehingga yang kena air laut bisa mandi/bilas di tempat terbuka.
Lanjut kita bisa susuri lorong2 jalan sempit, hanya untuk papasan dua mobil, sehingga tidak ada mobil dan motor bisa ‘ngebut’, kebanyakan pengguna motor jalan pelan beriringan sekaligus ‘mejeng’. Di sepanjang tepi jalan raya ada pertokoan, dari yang harga ‘rejack’ sampai toko merk asli yang mahal. Suasana Kuta Bali ada di sini, dan itu diakui orang2 Australia yang pernah ke Bali.

Harga barang tidak beda jauh dengan Indonesia, sun-glasses harganya termurah 5$ AUD dan termahal 30$ AUD. HP untuk MP4 sekitar 2-10$ tergantung merk, makanan ringan dari 1,5$ AUD sd 11$ AUD. Kaos kaki 3 pasang 6$ AUD. Jenis masakan kebanyakan siap saji model Mc Donal, tapi juga ‘noodles’ ala Singapore, tidak ada “mie jowo”, harga seporsi kecil bakmi Singapore 5,5$ dan porsi besar 9$.

Kalau Indonesia yang punya pantai panjang bisa berkonsep tepi laut harus pasir, bukan bangunan, mungkin semua pantai bisa dijadikan destinasi menarik, apalagi ditunjang budaya bersih dan tertib untuk memelihara lingkungan. Saya yakin pasti suatu saat akan bisa terlaksana, semoga.

 

(Parfi Khadiyanto; Lahir dan sekolah di Yogyakarta, tinggal dan bekerja di Semarang, tertarik masalah perkotaan, lingkungan hidup, dan arsitektur.)

 

Monggo lengkapnya klik aja :  (https://www.kompasiana.com/parfikhadiyanto/glenelg-kuta-nya-adelaide-australia-selatan_54f81284a33311b8048b48a4)-FatchurR

5 Responses to Glenelg itu Kuta nya Adelaide

  • Harry Reksosamudra says:

    Glenelg Adelaide nuansanya sama dg Kuta Bali, mmg tdk salah krn pengaturan lokasi itu bisa sj diaplikasikan dr tempat lain. Dlm hal kunjungan turis, yg dominan pengaruhnya adlh suasana hatinya, yg rela keluar biaya maupun waktu, asal hati gembira. Salah satu aspek urgen, keramah tamahan tuan rmh, memberikan kesan mendalam shg perasaan hati ini terbawa saat sight seeing

  • Fatkhurr says:

    Makanya sobatku MS-A70 kerasan tinggal di Adelaide. Sering2 dong ke Indonesia seperti doeloe

  • Harry Reksosanudra says:

    Kekinian mmg Maya sk dg Adelaide, tp nuraninya msh terkenang dg Indo yg tlh mengisi hidupnya dr masa kanak2 sp dewasa yg penuh dg advonturir sbg remaja terus pacaran terus traveling kulineran, yakin unforgetable memories banyak di Info

  • Fatkhurr says:

    Mudah2an dia (MS-A70), masih mengenang negeri kelahirannya, walau kini di grup WA-KW sedang bermasalah dengan penglihatannya

  • Harry Reksosanudra says:

    Pastilah cak, klo perasaan sdh melekat spt prangko, gmn mau dilupakan. Bahkan jk sengaja mau dilupakan, malah melekat jd iling sak lawase

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita