Citarasa kopi Nusantara(a)

a-Citarasa kopi NusantaraKOMPAS.com – Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari di dunia. Menikmati kopi sambil berbincang dengan rekan kerja-sahabat, jadi gaya hidup kaum urban. Namun, apakah Anda bisa membedakan kualitas kopi yang Anda minum? Sejauh mana Anda mengenal kopi dari negeri sendiri?

Merayakan HUT ke-20, Excelso mengadakan acara Coffee Testing, untuk mengedukasi seputar kopi nusantara dan cara mengenali perbedaan rasa. Empat jenis kopi disajikan, yakni kopi Robusta, kopi Arabica, kopi Javabica (dari Jawa) dan kopi Mandailing Sumatera. Coffee testing ini diadakan di de’Excelso Grand Indonesia, Jakarta.

Istilah umum coffee testing ialah menggunakan penilaian organoleptik. Penilaian ini dasarnya 4 hal. Pertama odor (kesan bau) yang diterima organ olfaktori melalui hidung. Kedua aroma, yakni kesan bau yang diterima olfaktori melalui rongga mulut. Ketiga, taste (citarasa), yaitu kesan yang diterima lidah atau mulut. Keempat flavor (perisa), gabungan kesan aroma dan citarasa.

Penikmat kopi sebaiknya tahu cara membedakan biji kopi. Masing-masing biji kopi dibedakan dari bentuk, warna, dan aroma. Untuk itu cobalah seduh biji kopi yang telah digiling. Menilai kopi seduhan terbagi tiga, yakni keasaman (acidity), body (bentuk serbuk dan hasil seduhan), serta perisanya.

 

Dua kopi yang pertama dibandingkan : Kopi Arabica-Robusta. Anda menghirup aroma keduanya yang berbentuk serbuk. Setelah itu, seduh kopi dengan air panas bersuhu 80°C. Biarkan kopi larut hingga krema-nya keluar. Krema adalah esensial kopi yang keluar berbentuk busa saat kopi diseduh.

 

Makin tebal kremanya, maka kopi makin berkualitas. Setelah itu aduk perlahan dari dua arah yang berbeda. Krema akan menyatu dengan keseluruhan isi kopi. Krema akan larut dan menghilang perlahan, namun tetap saja untuk kopi berkualitas, krema akan tetap muncul meski hanya di sisi-sisi gelas.

Setelah mengamati krema yang tersisa di sisi-sisi dua gelas, testing lanjut dengan menghirup aroma kopi. Anda yang terbiasa melakukan coffee testing bisa menentukan jenis kopi dengan menghirup aroma kopi yang diseduh. Pemula harus menyeruput kopi lebih dulu untuk mengetahuinya.

 

Cara menyeruput kopi coffee testing ini berbeda dengan saat minum biasa. Kopi tak langsung diminum, melainkan dihirup dulu aromanya. Setelah itu baru diambil satu sendok diseruput. Setelah itu, kopi lalu dimuntahkan, bukan ditelan. Semakin kuat Anda menyeruput kopi, rasanya akan semakin kuat di lidah.

 

Setelah menyeruput satu jenis kopi, sendok bekas direndam dalam air lalu dilap tisu. Langkah yang sama kemudian dilakukan pada kopi kedua. Sebelum mencoba kopi kedua, disarankan untuk meminum air putih dan makan roti tawar untuk menetralisasi rasanya.

 

Dari coffee testing ini bisa dirasakan kopi Arabica beraroma tajam, flavor bagus, kadar asam yang kuat, namun lebih mild. Kopi Robusta beraroma dan flavor datar, pahit, sepat, dan memiliki body yang kuat. Kopi Javabica lebih manis dan lembut, sedang Mandailing Sumatra lebih asam, aromanya lebih tajam, dan lebih pahit dari kopi Java Arabica.

Citarasa kopi nusantara dapat ditemukan setelah mencicipi kopi Kalosi Toraja. Kopi ini memiliki rasa asam yang kuat, lebih harum, dan pahitnya kuat. Tak heran jika kopi Toraja diakui dunia internasional sebagai kopi terbaik nomor tiga di dunia.

 

“Kopi Indonesia masuk 5 besar di dunia, peringkat pertama Jamaica, kedua Hawaii, ketiga Kalosi Toraja, keempat Mandailing Sumatera, dan kelima Javabica,” ujar Pranoto Soenarto, Dirut Excelso. Karena itu, bangsa kita harusnya bangga mengonsumsi kopi Indonesia dan mampu mengenalinya dari bentuk, aroma, dan rasa. Termasuk bangga kepada Kopi Luwak, yang merupakan kopi termahal di dunia.

 

Dalam coffee testing ini disajikan juga Kopi Luwak, dengan cara penyajian sedikit berbeda. Serbuk kopi dan air sama-sama dipanaskan dalam tabung kaca, lalu air mendidih dituang ke dalam serbuk kopi. Kopi yang larut, disaring alat penyaring khusus, barulah kopi disajikan. Kali ini Kopi Luwak dicoba langsung diseruput dari gelas. Rasanya ternyata sangat lembut dan meresap perlahan ke lidah.

Mengenali rasa kopi tak cukup didapat dengan membaca atau menonton video yang menjelaskan rasa. Anda harus mencicipi langsung, sehingga bisa belajar membedakan karakternya. Dalam coffee testing ini ditunjukkan kopi yang rusak akibat tercemar kimia dan yang tercampur dengan tanah akibat pengolahan yang salah.

 

Aromanya sangat tidak sedap untuk dihirup dan tentu saja sangat tidak enak ketika diseruput. Bahkan dari bentuk setelah diseduh pun dapat terlihat, kopi-kopi itu sudah tidak memiliki krema dan warnanya tidak secantik kopi berkualitas.

Ada yang mengatakan coffee testing hanya perlu dilakukan orang yang fanatik kopi mahal. Padahal, coffee testing berguna bagi Anda untuk membedakan rasa kopi yang biasa Anda minum di kafe-di rumah (dalam bentuk sachet). Lidah akan terbiasa mengamati kopi dan mendeteksi kopi, layak dikonsumsi atau tidak.    (http://travel.kompas.com/read/2011/09/28/16123451/Menemukan.Keunikan.Citarasa.Kopi.Nusantar)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita