logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Bunuh Diri Masal PT–Menuju Pendidikan Asembling(2/3)

Bunuh Diri Masal PT-Menuju Pendidikan Asembling(http//facebook/dmarketingc ; By Sudaryono, Guru Besar FT UGM); Perkembangan selanjutnya

Revolusi industri ternyata bukan saja hasil puncak dari perkembangan sains modern, melainkan juga awal terciptanya alam (buatan) baru.

 

Tradisi cara berpikir manusia berubah dari linier jadi siklikal karena produk2 teknologi yang dihasilkan manusia tidak hanya dilihat sebagai ”hilir” dari pengetahuan dan sains, tapi juga sebagai ”hulu” pengetahuan untuk melahirkan sains dan produk2 teknologi baru. Pergeseran cara berpikir ini kita kenali dari berubahnya cara berpikir yang semula discovery menjadi innovation.

 

Cara berpikir ”inovasi” meremas pengetahuan, sains, dan teknologi ke satu genggaman tangan untuk  dibentuk jadi bentukan2 baru yang lebih mudah dipahami, lebih canggih, lebih untuk memudahkan manusia, dan tentu saja lebih memesona.

 

Yang sangat mengejutkan, dalam waktu 15 tahun terakhir ini cara berpikir manusia modern bergeser dari ”inovasi” jadi ”hiper-inovasi” atau tepatnya ”hiper-siklikal”. Artinya, inovasi tidak lagi sekadar dijalankan di atas ”produk tunggal” untuk menambah nilai kebaruan dari produk iitu, tapi inovasi dilakukan di atas ”banyak produk” (multiproduk) untuk dilipat jadi satu produk.

 

Alhasil, ia bukan saja melahirkan nilai kebaruan pada produk lama, melainkan sekaligus melahirkan produk2 baru atau benda2 baru yang sebelumnya gak ada. Cara berpikir seperti ini melahirkan panggung2 perlagaan di dunia industri untuk saling bunuh dan saling mengalahkan.

 

Kita banyak menyaksikan perusahaan2 raksasa dunia terjungkal tanpa membuat kesalahan manajemen maupun produksi hanya karena munculnya benda2 industri baru yang mengambil teritori pasarnya lantaran para pelanggannya dengan sukarela meninggalkan produk2nya karena dianggap kuno alias tidak gaul.

 

Dalam payung berpikir seperti itu (hiper-inovatif), baik produsen maupun konsumen hidup dalam perlagaan-perlagaan yang sangat ketat, sibuk, dan cepat karena ”kegaulan” produk-produk teknologi saat ini jadi berusia amat pendek.

 

Cara berpikir asembling

Untuk melahirkan benda2 baru dan jasa2 baru, dalam payung berpikir ”hiper-inovasi”, kita mereduksi cara berpikir kita dari discovery ke innovation lalu ke asembling. Cara berpikir yang terakhir ini menggunakan ilmu gathuk (Jawa). Meng-gathuk2-kan orang yang punya sepeda motor atau mobil dengan orang yang perlu jasa transportasi melalui IT.

 

Meng-gathuk-kan orang yang perutnya lapar dengan pemilik produk makanan dan pemilik sepeda motor yang mau disuruh dengan upah melalui IT. Dengan ”ilmu gathuk”, banyak orang bisa mendapat rezeki tanpa harus kerja di kantor atau di pasar, dan banyak orang malas tetapi punya duit yang dimudahkan.

 

Saat ini, cara2 berpikir ”ilmu gathuk” tumbuh pesat dan subur serta melahirkan karya2 jasa atau produk benda2 yang nyata dan dibutuhkan oleh masyarakat. Ilmu ini dapat dilakukan siapa saja, tanpa harus memiliki ijazah apa pun, termasuk ijazah dari PT.

 

Cara berpikir seperti inilah barangkali salah satu yang dibaca dan ditangkap Google dan Ernst & Young untuk berani merekrut siapa pun tanpa ijazah apa pun untuk bekerja dengannya. (J. Pathibang-bahan : http://amikhb.ac.id/detailpost/bunuh-diri-masal-perguruan-tinggi-menuju-pendidikan-asembling)-Joni)-FR * Bersambung…………..

One Response to Bunuh Diri Masal PT–Menuju Pendidikan Asembling(2/3)

  • Harry Reksosamudra says:

    Polesan kalimat dlm artikel ini patut dijadikan renungan, yg pd kelanjutannya disebutkan pendidikan spesialisasi, jd studi tdk perlu dijejali sgla ilmu yg tdk berkaitan dg talenta pelajarnya. Ini sejak jadoel sdh ada yg disebut “kejuruan”, tp respons otoritasnya yg menginginkan sesuatu yg spektakuler, aseli dr luar negeri, kelanjutan hal kejuruan jd mati suri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita