Berkat Campuran Sampah Plastik Jalan Aspal makin kuat

Berkat Campuran Sampah Plastik Jalan Aspal makin kuat(ads.kontan.co.id)-Tak perlu waktu lama, agar plastik bermanfaat nyata. Dengan teknologi dan pendekatan ramah lingkungan, sampah plastik bisa diolah hingga memiliki nilai tambah. Mulai untuk pembuatan tas, dompet, mainan anak2, bunga hias, hingga paling anyar digunakan sebagai aspal. 

 

Rajagovalan Vasudevan, ilmuwan kimia asal India seperti dikutip dari Guardian, menegaskan, selama plastik tidak dibuang ke laut, atau ditumpuk di tempat sampah, ada banyak manfaat plastik, salah satunya dijadikan campuran aspal.

 

Dari hasil penelitiannya, ditemukan fakta dalam kondisi cair, plastik memiliki sifat pengikat yang baik, sebagaimana aspal. Dari temuan Rajagovalan, ketika plastik cair ditambahkan ke batu dan campuran aspal, sesuai dengan sifatnya, plastik menempel cepat dan mengikat kedua bahan itu jadi satu.

 

Selain itu, plastik yang dimodifikasi sebagai aspal juga membuat jalanan lebih tahan lama karena plastik cair mampu mengisi ruang antara kerikil dan aspal sehingga membuat air hujan tak bisa merembes dan akhirnya merusak jalanan. Dengan kata lain: aspal plastik mencegah pembentukan lubang.

 

Sejatinya, di Indonesia, campuran plastik untuk aspal banyak diaplikasikan. Seperti di lingkungan pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP). Jalan aspal plastik itu bagian dari program berkelanjutan dan salah satu solusi untuk penanganan sampah plastik.

 

Aspal plastik yang digelar di area seluas 6.372 meter persegi terbuat dari bahan aspal biasa dengan campuran 5%-6%  atau setara 2 juta lembar kantong plastik (HDPE/High Density Polyethilene) bekas sampah plastik atau seberat tiga ton.

 

Sesuai hasil penelitian Kementerian PU-Pera, campuran limbah plastik ini menambah daya tahan deformasi aspal. CAP juga komitmen mendukung Kementerian PU-Pera dan kementerian lain yang terkait dalam meneliti efektivitas dan kegunaan aspal plastik ini.

 

Dalam pengerjaan implementasi aspal plastik, Kemen-PU-Pera telah menguji coba produk ini di beberapa kota, yakni Bekasi, Bali, Makassar, Solo, Surabaya, dan Tangerang. Penambahan sampah plastik dapat meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal plastik 40% sehingga tahan terhadap deformasi plastik dan tidak mudah retak.

 

Tahun 2019, CAP dan PemKot Cilegon bersinergi membangun jalan aspal bercampur sampah kantong plastik sepanjang 10 km.. CAP menyediakan sampah kantong plastik bekas yang sudah dicacah 30an ton untuk campuran jalan aspal yang dibangun Pemkota Cilegon.

 

CAP berharap, pengunaan sampah kantong plastik sebagai campuran aspal ini mengubah persepsi masyarakat dalam melihat sampah kantong plastik dari yang tak bernilai jadi barang berguna. Karena bermanfaat nyata, langkah daur ulang plastik dijadikan bahan campuran aspal, perlu  didukung.

 

Kemen-PUPR dan Kementerian Koordinator Kemaritiman, itu motor penggunaan plastik untuk aspal. Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin  menyampaikan, tiap 1 km. jalan dengan lebar 7 mt, butuh limbah plastik 2,5 – 5 ton.  Jumlah sampah plastik di Indonesia-2019 mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah yang ada.

 

Dengan estimasi plastik 2,5-5 ton/km jalan, maka limbah plastik dapat menyumbang kebutuhan jalan sepanjang 190.000 km. Luar biasa. Aspal lebih lengket jika dibanding aspal yang tidak pakai campuran plastik. Artinya, stabilitas aspal dan ketahanannya lebih baik. Limbah plastik aman dan bebas dari ancaman racun pada plastik. Hal ini sudah diuji klinis di Balitbang PUPR tentang limbah plastik itu.

 

Rantai Ekonomi Plastik

Business Development Director Indonesia Plastic Recycles (IPR) Ahmad Nuzuludin, mengatakan, dengan teknologi tepat guna, plastik bermanfaat luar biasa. Di skala ekonomi, sampah plastik itu menggiurkan dan menguntungkan dalam skala jutaan bahkan miliaran.

 

Industri daur ulang plastik dapat menjawab permasalahan baik pemerintah dan masyarakat dalam hal ekonomi dan lingkungan. Rantai industri daur ulang menyerap tenaga kerja yang besar, yang secara tidak langsung memberikan konstribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

 

Secara fundamental lingkungan, industri daur ulang plastik membantu pemerintah mengolah produk yang sudah tidak terpakai atau dibuang oleh masyarakat jadi barang dengan yang memiliki nilai tambah.

“Kalau tanpa industri daur ulang plastik, berapa banyak sampah menumpak,” tegas Nuzuludin, ketika dihubungi, Selasa (16/4/2019).  Karena itu, industri daur ulang plastik harus didorong, agar bersinergi dengan program lain, seperti program aspal plastik, sehingga juga membantu mempercepat infstruktur.

 

“Jadi 1 kantong plastik daur ulang itu positif, karena itu warga wajib diedukasi cara membuang, memilah dan aturan penyimpanan dan pengambilannya,” kata dia. Di sisi lain, ia usul agar ada regulasi jelas dan tegas sehingga pemanfaatan sampah plastik optimal. Pasalnya sampai saat ini masih rancu antara TPST di bawah Kemen-PU, bank sampah di bawah KLKH.

 

Ketimbang terpusat di pemerintah, ia usul agar dilakukan swastanisasi supaya pusat2 daur ulang bisa tumbuh dan tersebar di tiap kota dan kecamatan. Terlebih, industri swasta melihat sampah plastik selama ini sebagai bahan baku.

 

Tak dipungkiri, karena tidak terpilah maka proses untuk bisa dibuat barang jadi lebih sulit yang mengakibatkan ada biaya lebih dalam prosesnya. Apalagi ada perbedaan antara kerajinan tangan dan industri daur ulang. Perbedaan paling nyata dari kapasitas plastik yang mampu diserap.

 

Hampir semua bahan elektronik, otomotif, pertanian, fashion, alat rumah tangga, termasuk baju, menggunakan plastik. Termasuk baik itu roda-2 dan roda-4 pakai ban karet sintetisnya, berbahan plastik.

 

Upaya mengurangi sampah, dapat dilakukan melalui tiga cara. Yaitu, meminimalkan penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai, menggunakan material alternatif yang lebih mudah terurai, dan mendaur ulang sampah plastik jadi barang bernilai ekonomi.

 

Tak hanya teknologi biodegradable plastik saja yang menjanjikan perubahan pola konsumsi plasti. Tapi kemasan siap makan (edible coating) mulai digunakan. Kemasan ini sifat materialnya seperti plastik dan berfungsi seperti plastik yang lazim digunakan pada industri makanan.

 

Bahan edible coating ini biasanya dari material nabati seperti tapioka yang dipastikan lebih ramah lingkungan, dan bisa dimakan (edible). Ia yakin akan lebih banyak teknologi di masa depan yang dapat membantu memecahkan masalah plastik.

 

Ketua Umum Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) Pris Polly Lengkong juga mengingatkan, jangan pandang sampah plastik sebelah mata. Karena bernilai ekonomi sosial di baliknya. Karena itu, dalam mengambil sampah agar tidak dipersulit. Juga ketika akan dikelola, jangan ada izin berbelit dan memakan biaya.

 

“Plastik jadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Plastik punya manfaat positif yang banyak sekali,” tegasnya.  (Editor: indah sulistyorini;  Bahan dari : Sumber : Commercial Content dan
https://ads.kontan.co.id/news/siapa-sangka-berkat-campuran-sampah-plastik-jalan-aspal-semakin-kuat-dan-tahan-lama)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita