logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Benarkah Tanaman Hias Dieffenbachia beracun2 dan mematikan

dumb cane mematikan dan hoax(mastoyo.com)-Ngobrol dan meneruskan berita Hoax itu memang mengasyikkan walau merugikan diri sendiri dan pihak lain. Tapi lha wong hal2 demikian itu biasa ada pro kontranya. Belakangan muncul berita tentang Pohon hias yang beracun dan mematikan, monggo  berikut beritanya :
Pohon Beracun…
Silahkan perhatikan pohon hiasan ini betul2. Jika anda sayangkan anak2 dan keluarga anda, musnahkan pohon hiasan ini segera. Sekiranya anda menanam di kawasan rumah, meletak diruang tamu. Pastikan selepas membaca posting ini segera pindahkan pohon ini ke tempat yang jauh dari anak2 anda.

Pohon hiasan ini sangat beracun mengakibatkan kematian sekiranya anak anda mengigit daunnya. Kandungan racun yang kuat membunuh kanak2 dalam masa kurang dari 1 minit. Bagi orang dewasa pula boleh membawa maut kurang dari 15 minit. Bayangkan betapa kuatnya racun yang terdapat pada daun pohon ini. Racun atau getahnya yang masuk ke dalam mata boleh menyebabkan buta.

Kanak2 yang suka mengunyah terutama yang berumur 1 – 3 tahun yang tidak tahu apa2 mungkin terkunyah daun pohon hiasan ini yang anda letak diruang tamu segera pindah jauh jauh…

Kesan bila mengigit daun beracun. Lidah terus membengkak dengan serta merta dan menghalangkan penafasan. Ini akan menyebabkan kematian kerana tidak dapat bernafas. Sampaikan kepada jiran2 dan saudara mara yang menanam pokok hiasan ini supaya memusnahkan pokok ini segera.

Pokok (tanaman) ini sering terdapat di pejabat2 dan sekolah2 sebagai pokok hiasan kerana senang dijaga. Ia berasal dari Kenya , Rwanda dan Uganda . Senang tumbuh di iklim negara ini. Daun yang besar dan hijau selalu diletak di kawasan taman awam. Berhati-hati ok

 

Nah lo, melihat bahasanya, Tetangge kite boleh bicara. Tapi betul, tanaman ini beracun. Tanaman dari family Araceae dan genus Dieffenbachia ini memang beracun.  Tapi tidaklah sampai mematikan. Tak perlulah kita takut sama ini tanaman.

Getah tanaman ini mengandung racun calcium oxalate atau raphides.  Tentang racun ini bila dikunyah dan ditelan hanya akan memerlihatkan mild symptoms atau cara kerennya gejala ringan. Buat anak2 kecil, ini akan memberikan efek mati rasa (numbing bukan death), excessive drooling alias ngeludah mulu, dan localized swelling atau pembengkakan lokal.

Jadi gak ada yang sampe mati. Ya cuma sampai mati rasa aja.  Tapi ya, tetap harus hati2 jauhkan dari jangkauan anak-anak, karena efeknya bakal nyiksa anak yang kita sayangi. Jadi berita itu HOAX

(Wihartoyo; Wihartoyo; 25/09/14; Bahan dari : https://www. /2014/09/tanaman-hias-beracun-itu-jugahoax.html?m=1)-FatchurR

One Response to Benarkah Tanaman Hias Dieffenbachia beracun2 dan mematikan

  • Harry Reksosamudra says:

    Kala masih lebih muda, isteri yg hobi tanaman, pernah pohon yg disebut “beras kutah” banyak ditanam baik diruang tamu maupun diteras depan bahkan samping rumah. Pohon itu gampang perawatannya, juga tahan cuaca jadi disenangi para ibu rmh tangga.
    Jadoel tdk tahu atau ada berita internet spt skrg ini, ya buat penghias rmh cukup bagus, tdk ngerti jika sedikit mengandung racun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita