logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Benarkah IndoMie berbahan beracun?(3/3)

makan indomie(viva.co.id)- Bahan itu untuk Pengawet?
Apakah kedua bahan kimia ini bisa dipakai mengawetkan makanan? Menurut Dessy, karena fungsinya  penghambat mikroorganisme, bila digunakan sesuai dosis dan cara yang benar, keduanya membantu mengawetkan makanan. Soal dosisnya, tergantung pada regulasi.

Sediaan kosmetik misalnya, nipagin boleh digunakan 0,15%. Untuk benzoic acid maksimum 0,5% dalam bentuk asam tunggal. Benzoic acid kini jarang digunakan dalam produk kosmetik. Masalahnya, jika masuk lambung dianggap benda asing oleh tubuh dan berbahaya jika terakumulasi cukup tinggi.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang, menyatakan produksi Indomie mengacu pada Codex Alimentarius Commision. Menurutnya kini ada kesalahpahaman, mi instan memakai pengawet. Padahal pengawet tidak digunakan untuk bahan mi-nya, dan bumbunya. Bahan pengawet hanya ada di kecap untuk bumbu mi instan goreng. Agar masyarakat tak mengkonsumsi Indomie tiap hari.

Importir Indomie di Hong Kong, Fok Hing (HK) Trading kukuh menyatakan Indomie aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan di Hong Kong dan WHO. Berdasar pengujian kualitas per Juni-2010, tidak ditemukan bahan berbahaya.

 

“Mi instan Indomie aman dimakan dan masuk ke pasar Hong Kong lewat saluran legal,” demikian pernyataan Fok Hing. Mereka duga, Indomie yang dimasalahkan Taiwan, produk yang diimpor ilegal.

Supermarket yang jual barang2 asal Indonesia di Distrik Causeway Bay, Hong Kong, East-Southern Cuisine Express, menyatakan mi instan yang dijual bukan selundupan dan aman dikonsumsi. Di Hong Kong, Indomie lebih murah dar produk mi instan lokal lain dan jadi makanan favorit pekerja WNI.
Label Rokok

Adanya perbedaan standar antara Indomie di Taiwan dan Indonesia, membuat Komisi IX DPR RI mempertanyakan standar ganda yang diterapkan produsen Indomie. Anggota Dewan minta membentuk Panitia Kerja Bahan Tambahan Pangan untuk meneliti masalah2 pengamanan makanan-minuman. Hasil penelusuran jadi masukan bagi RUU Pengawasan Obat dan Makanan (2011)

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nizar Shihab mengatakan Panja akan minta agar tiap produk yang mengandung bahan pengawet “harus disebutkan mengandung bahan apa saja.” Komposisi dan nama bahan pengawet harus dicantumkan jelas, jumlah, batas maksimum yang dibolehkan, akibat dan resiko yang bisa ditimbulkannya.

Kira-kira, modelnya bakal seperti label peringatan di kotak rokok.  Jika itu jadi diterapkan, boleh jadi di setiap bungkus mi instan kelak akan ada label : “Mi instan, jika dikonsumsi berlebihan, menyebabkan …” (Harry Rekso Samudro-A61 dan FR; sumber Fina Dwi  Yurhami; KD; Tim Viva; Bahan dari :  https://www.viva.co.id/indepth/sorot/183159-indomie-beracun)-FR * Tamat………

One Response to Benarkah IndoMie berbahan beracun?(3/3)

  • Harry Reksosamudrasamkek says:

    Semua bahan kimia dipastikan berdampak tdk baik jk terakumalasi dlm jumlah banyak didlm tubuh manusia, oleh krnnya dianjurkan jng sering mkn, spy tubuh berkesempatan menetralisirnya bahkan mengeluarkan melalui keringat dan faeces. Akibat daya tahan tubuh msg2 org berbeda, jd yg dianjurkan dlm pemakaiannya pd batas minimal, kecuali bg yg alergi thd bahan kimia tertentu perlu ber hati2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita