logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Benarkah IndoMie berbahan beracun?(2/3)

makan indomie(viva.co.id)- Pengawet Kosmetik
Benarkah mi instan yang jadi bagian hidup ratusan juta warga itu beracun? Pemerintah bereaksi keras atas pengumuman  Food and Drugs Administration Department of Health Taiwan itu; bahwa 2 bahan kimia dalam Indomie hanya cocok untuk pembuat kosmetik.

 

Menkes saat itu Endang Rahayu Sedyaningsih memerintahkan BPOM memeriksa ulang. Hasilnya, BPOM mengumumkan: Indomie aman dikonsumsi. Kemenkes menyatakan tak perlu merilis imbauan terkait kasus ini. Indomie aman dikonsumsi, Menteri mengingatkan agar warga tak melahap Indomie tiap hari.

BPOM tak menyangkal Indomie dan mi instan lain yang diproduksi di Indonesia mengandung nipagin. Namun, ditegaskan Kepala BPOM Kustantinah, kadarnya dalam batas wajar.  Zat pengawet nipagin itu dalam kecap bagian dari mi instan, utamanya mi goreng. Jika dikonsumsi berlebihan, bisa muntah2 h dan risiko penyakit kanker. “Apapun yang terkandung, bila berlebihan berbahaya” ujarnya.

Dalam kecap mi instan, batas peggunaan nipagin yang diizinkan 250 mg per kg. Dalam makanan lain–kecuali daging, ikan, dan unggas–batas maksimal 1.000 mg per kg. Dan kecap Indomie di bawah ambang itu. Di Indonesia, penetapan regulasi keamanan mutu dan gizi produk pangan olahan mengacu  standar internasional, yaitu Codex Alimentarius Commission yang didasarkan kajian risiko.

 

Menurut standar itu, mi instan di Indonesia, termasuk Indomie, aman dikomsumsi. “Kami jamin mi instan yang terdaftar di BPOM aman. Masyarakat diimbau untuk beli produk terdaftar” katanya.

Batas kedua bahan kimia yang disoal ini, khususnya methyl p-hydroxybenzoate alias nipagin, berbeda di beberapa negara. Di Kanada dan AS batas maksimum penggunaan yang diizinkan 1.000 mg per kg. Di Singapura dan Brunei Darussalam 250 mg, di Malaysia 500 mg, di Hong Kong 550 mg.
Lalu, makhluk apa gerangan methyl hydroxy benzoate dan benzoic acid itu?

Dessy Ratnaningtyas, ahli kimia di industri kosmetik, di kawasan Tangerang menjelaskan : “Dalam regulasi kosmetik, penambahan bahan2 itu bertujuan menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada produk kosmetik, biasanya produk2 yang tinggi kandungan air atau kelembabannya.”
Kondisi kelembaban di Indonesia tinggi, mencapai 80%, sehingga mikroorganisme cepat tumbuh dan membuat produk cepat rusak. “Karena itu dibolehkan menambahkan bahan penghambat pertumbuhan mikroorganisme itu, yang kita sebut bahan pengawet atau preservative. Penggunaannya harus sesuai  dosis yang telah ditetapkan,” kata Dessy.

Di bidang kosmetik jenis pengawet cukup banyak dan terus berkembang dan diperbarui. Nipagin dan benzoic acid merupakan generasi awal, tetapi masih terus digunakan sampai sekarang–terutama nipagin. (***Makin rame dan Lebih seru, ikuti terus sajian berikutnya)

 

(Harry Rekso Samudro-A61 dan FR; sumber Fina Dwi  Yurhami; KD; Tim Viva; Bahan dari :  https://www.viva.co.id/indepth/sorot/183159-indomie-beracun)-FR * Bersambung………

One Response to Benarkah IndoMie berbahan beracun?(2/3)

  • Harry Reksosamudrasamkek says:

    Namanya brg dagangan yg berupa konsumsi, mesti digunakan pengawet pemusnah mikroorganism (mikroba) agar bisa bertahan lama, aplgi wilayah kepulauan spt Indonesia yg distribusinya berjenjang alat transportasinya. Berbagai ngr menentukan jumlah pengawet yg diijinkan, spt wilayah tropis dg kelembaban udara tinggi praktis lbh banyak dibanding yg subtropis sp ngri empat musim yg lbh kering.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita