logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Bedanya Singapura dan Indonesia urusan Bersih dan senyum(2/3)

(kompasiana.com)-Membandingkan Singapura-Indonesia

lamongan bersih dan senyumSebetulnya tidak pantas jika saya yang baru 2x ke Singapura itu lalu mem-banding2kan dengan Indonesia. Tapi dari cerita2 teman dan sekarang tinggal di sana, saya bisa menyimpulkan tentang budaya senyum dan bersih:

 

Budaya senyum

Senyum wajah Singapura mirip wajah kota2 besar di Indonesia. Budaya itu ada pada segelintir orang. Di Indonesia, budaya senyum banyak dijumpai di daerah2 pedesaan. Beberapa kali saya ke daerah2 di Indonesia, banyak orang mengedarkan senyum saat berpapasan dengan orang lain. Jika tak menemukannya, senyumlah dulu. Maka 1-2 orang yang tak membalasnya atau  membuang muka.

 

Budaya bersih

Uniknya berbalik. Masyarakat Singapura sadar budaya bersih. Budaya ini mirip ujaran, jika kamu seenaknya buang sampah, maka kamu terlihat tidak berpendidikan. Ksadaran pentingnya hidup bersih berikut konsekuensinya jika tidak dilakukan jadi dasar kebiasaan warga Singapura untuk hidup bersih.

 

Di Indonesia? Dari hasil pengamatan saya, meski dimotivasi lomba dan penghargaan, atau UU sekalipun, rasanya kebiasaan sadar kebersihan ini lambat prosesnya jadi budaya.

 

Bayangkan tinggal di tempat bersih di Singapura, dengan orang2 ramah menebar senyum seperti masyarakat di pedesaan Indonesia. Siapa yang tak betah? Saya rasa jika itu mewujud, makin banyak turis asal luar negeri yang ber-lama2 di Indonesia. Wong terkenal budaya ramahnya bisa memikat, apalagi jika ditambah dengan budaya bersih

 

Itu jadi alasan Kemenko Maritim mencanangkan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) pada 19/9/15. Sebetulnya gerakan ini diutamakan bagi daerah yang terkenal potensi wisatanya. Karena  lingkungan bersih dan masyarakat ramah serta murah senyum, jadi magnet bagi wisatawan asing.

 

Lalu, andai di tiap jengkal daerah, setiap orang mudah menjumpai budaya bersih dan senyum. Mungkin bukan daerah wisata saja yang dilirik wisatawan manca, tapi di mana saja di Indonesia akan memikat wisman mengunjunginya. Atau malah bisa jadi, akan banyak daerah yang bisa menjadi daerah wisata.

 

Negara yang berbudaya bersih dan senyum bisa membuat masyarakat yang tinggal di negara itu jadi nyaman. Siapapun senang tinggal di negara bersih, tertata baik, dan bersahabat. Budaya ini akan bisa jadi lambang masyarakat yang berbudaya luhur dan menjaga kelestarian sumber daya alamnya. Harus ada upaya dari masyarakat untuk meraihnya melalui sikap mental dalam kehidupan se-hari2

 

Menerapkan GBBS dalam pendidikan Anak Usia Dini

Gerakan tak bisa dilihat hasilnya instan. Bukan hitungan tahun. Sebetulnya, GBBS lebih mengena bila diterapkan sejak usia dini di lingkungan keluarga atau pendidikan usia dini di lembaga formal.

Untuk urusan budaya senyum, bukan masalah berarti di Indonesia? Namun budaya bersih dan peduli lingkungan, banyak masyarakat yang apatis terhadap hal ini.

 

“Membandingkan kok sama Singapura? Ya jauh…”

“Saya coba menerapkan pada anak2 saya di sekolah. Eh, tapi orangtuanya buang sampah seenaknya.”

Itu komentar orang2 menanggapi budaya bersih yang ada di Indonesia. Banyak orang pesimis tentang gerakan ini jika diterapkan pada orang dewasa.

 

Harapan tidak bisa pupus begitu saja. GBBS perlu ditekankan dalam PAUD dalam peraturan dan konsekuensi, hingga berbagai lomba yang memunculkan motivasi. Toh SIngapura yang berjarak selemparan batu dari Indonesia bisa membudayakan gerakan bersih, mengapa bangsa kita tidak? Meski itu butuh proses hingga melewati beberapa generasi.

 

Semoga kelak budaya senyum dan bersih itu bisa mewujud di Indonesia. (Ika Maya Susanti; Data media sosial penulis: FB: http://facebook.com/imsusanti dan Twitter: http://twitter.com/IkaMayaSusanti;   https://www.kompasiana.com/ikamayasusanti/57f95eaaae92739224cceef2/membandingkan-singapura-dan-indonesia-untuk-urusan-budaya-bersih-dan-senyum)-FatchurR * Bersambung……….

 

*** Membandingkan kebaikan dengan pihak lain itu perlu dan setidaknya oleh diri kita masing2 (FR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita