logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Akan dikejar Koruptor hingga ke luar negeri

Akan dikejar Koruptor hingga ke luar negeri(koran-jakarta.com)-JAKARTA – Presiden berjanji akan mengejar koruptor yang menyembunyikan uang hasil korupsinya di luar negeri. Menurutnya, pemerintah sudah ambil langkah nyata, misal bernegosiasi dengan Swiss karena uang hasil korupsi diduga banyak disimpan di negara itu.

 

“Kita tidak memberi toleransi pada koruptor yang melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri. Saat ini, pemerintah dan Swiss masuk tahap akhir menandatangani mutual legal assitance (MLA) untuk mengejar hasil korupsi dan money laundering yang disembunyikan” kata Presiden dalam peringatan hari antikorupsi sedunia di KPK, di Jakarta (4/11).

 

Di dalam negeri, pemerintah terus berupaya memberantas korupsi. Misalnya, penyediaan layanan berbasis elektronik seperti e-tilang, e-samsat, hingga e-budgeting dan e-planning. Dalam kesempatan itu, Presiden minta seluruh daerah mencontoh Provinsi DKI dan Jawa Tengah.

 

Kedua daerah itu memiliki sistem pelayanan birokrasi terbaik mencegah korupsi. Di tingkat II, daerah yang memiliki sistem birokrasi terbaik mencegah korupsi adalah Kabupaten Boyolali. Presiden ingin daerah2 menjadikan contoh bagi daerah lain.

 

Kepala Negara minta instansi2 di pemerintah pusat dan daerah membenahi sistem pelayanan agar lebih cepat dan transparan. Hal itu penting untuk mencegah praktik suap. “Yang menyuap itu pasti (karena) pelayanannya ruwet, ribet, ber-tele2, lama, tidak transparan, karena pengusaha pengin cepet. Satu2nya jalan ya suap” katanya.

 

Sudah meningkat

Di tempat yang sama, Ketua KPK, Agus Rajardjo, mengatakan pertumbuhan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Indonesia tertinggi dibanding negara2 lain di dunia. Awalnya, Agus lebih dulu memaparkan IPK Indonesia yang terendah di ASEAN pada 1998.

 

“Kami rinci mulai 1998. Di tahun 98, mohon maaf, CPI (Corruption Perception Index) kita terendah di ASEAN, Vietnam,  Thailand, Malaysia dan, Brunei di atas kita,” kata Agus. IPK Indonesia waktu itu 20, Filipina sebesar 33, Thailand sebesar 30, dan Malaysia mencapai skor 53. IPK Singapura, sudah meningkat lebih jauh dari negara kawasan.

 

Seiring perkembangan, IPK Indonesia mengalami pertumbuhan tinggi meski belum ideal. “Kalau melihat rilis terakhir dari Transparency International kita itu mencapai skor 37, tahun 2016–2017 sejajar dari (skor) 37 menjadi 37 lagi. Tapi dibanding negara lain, seperti Malaysia yang 1998 yang 53 turun jadi 47, Filipina yang pernah 33 naik 36 di tahun 1999, sekarang turun,” kata Agus.

 

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan 80 persen kasus korupsi yang dilakukan penyelenggara negara melibatkan swasta.

 

Perlu ada kebijakan khusus mencegah korupsi di sektor swasta. “Dari 2004 sampai Mei 2018, ada 198 pihak swasta terlibat korupsi. Modusnya suap dan gratifikasi” ujar Bambang. (fdl/ola/P-4; Bahan dari : http://www.koran-jakarta.com/jokowi-akan-kejar-koruptor-sampai-ke-luar-negeri/)-FatchurR *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita