logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

41 Kapal pencuri ikan ditenggelamkan

tni-tenggelamkan-kapal-asing-pencuri-ikanMerdeka.com – Menteri KKP, Susi Pudjiastuti, kembali unjuk gigi. Tepat di Harkitnas, pihaknya menenggelamkan 41 kapal nelayan ilegal digunakan buat mencuri ikan di perairan Indonesia. 41 kapal nelayan itu ilegal tidak melapor dan tak sesuai syarat pemerintah (Illegal Unreported and Unregulated).

 

Mereka tidak mengantongi dokumen dan ditenggelamkan serentak pada Hari Kebangkitan Nasional. Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Asep Burhanudin, di Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (20/5).

“Kegiatan ini bekerja sama antara KKP beserta Polisi Air yang menyerahkan tangkapannya ke KKP serta TNI AL,” kata Asep seperti dilansir dari Antara. Sebanyak sebelas kapal ditangkap KKP akan ditenggelamkan di Bitung.

 

Kemudian enam kapal ditenggelamkan di Pontianak, Kalimantan Barat, sebanyak satu kapal di Belawan, Sumatera Utara dan satu kapal di Idi, Aceh. Sementara itu TNI Angkatan Laut menenggelamkan empat kapal di Bitung, 17 kapal ditenggelamkan di Ranai, Kepulauan Riau.

Asep mengatakan, penenggelaman serentak ini adalah instruksi dari Presiden Joko Widodo dan Menteri Susi. “Ini untuk menyirami hari Kebangkitan Nasional dengan semangat yang baru dan juga sebagai simbol kebangkitan maritim dunia,” ujar Asep.

Menurut Asep, selama 2015 ada 50-an kapal ditenggelamkan oleh TNI AL, KKP dan Polisi Air. Sementara itu hingga saat ini, 49 kapal tangkapan KKP masih menunggu proses hukum. Penenggelaman dilakukan menggunakan dinamit daya ledak rendah sehingga kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi menjadi rumpon di lokasi penenggelaman.

 

Diharapkan kapal-kapal itu menjadi tempat baru bagi ikan-ikan di perairan tersebut, sehingga dapat bermanfaat bagi kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pemusnahan kapal ini, menurut Asep, sesuai Pasal 69 UU no. 45/2009 tentang Perubahan Atas UU 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Yaitu, “Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyidik dan/atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup”.

 

Penenggelaman kapal pelaku penangkapan ikan secara liar juga dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sebagaimana diatur dalam KUHAP. [ary; http://www.merdeka.com/peristiwa/rayakan-harkitnas-menteri-susi-tenggelamkan-41-kapal-pencuri-ikan.html]-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita