logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Masihkah menomor satukan harta?

rinso anti nodaJika sdh begini, APAKAH KITA MSH MENOMER-SATU-KAN HARTA SBG PERTIMBANGAN UTAMA PERJODOHAN…..? (sebuah renungan). Kisah ini konon terjadi awal minggu I Agustus 2015 dan terjadi di daerah PR********O Jawa Timur ketika semua orang sibuk dg kegiatan 17an.

Seorang gadis yang merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya di daerahnya, satu-satunya pewaris tunggal dari semua kekayaan ayah nya. Gadis ini diam-diam mencintai seorang pemuda yang bekerja sebagai buruh pabrik di perusahaan ayahnya. Begitu pun pemuda itu juga sangat mencintai sang gadis yang notabennya adalah anak dari sang bos tempatnya dia bekerja.
Lama-kelamaan sang ayah pun mengetahui hubungan antara putri semata wayangnya dengan salahsatu buruh di pabriknya itu, jelas saja sang ayah tak merestui hubungan ini, perbedaan faktor ekonomi lah yang menjadi sebab musababnya.
Sudah beberapa kali putrinya meminta dan memohon agar merestui hubungan cinta mereka tetapi sang ayah tetap bersikukuh engan keputusannya, hingga sang ayah mengancam kepada sang pemuda akan memecat dia dari pekerjaannya bila pemuda itu tak juga memutuskan hubungan asmara dengan putrinya.
Namun, keputusan sang ayah tak memudarkan cinta mereka, mereka tetap bersikeras untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius, hingga akhirnya sang gadis itu pun pergi meninggalkan rumah bersama sang pemuda, walau sang gadis tahu kehidupannya akan sedikit sengsara namun itu tak menghalangi niatnya untuk minggat dari rumah.

 

Ayahnya kebingungan mencari dimana keberadaan putrinya itu, hingga dia menyadari apa yang telah dilakukannya selama ini telah melukai hati putrinya, dia pun segera menulis permintaan maafnya di beberapa media surat kabar nasional dan lokal.
“ANAKKU SAYANG, MAAFKAN AYAH, NAK. AYAH TAHU CINTA KALIAN TAK DAPAT
TERPISAHKAN, PULANGLAH, NAK, AYAH MERESTUI KALIAN”. Hingga akhirnya isi permintaan maaf itu terbaca oleh sang gadis.
Dia pun segera pulang menemui ayahnya ditemani sang pemuda. Tentu kedatangan mereka
disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga sang gadis.
Hari berganti hari persiapan pernikahan mereka hampir rampung semua, hari ini sang calon pengantin tengah berada disebuah boutique untuk mempiting baju pengantin mereka, ketika sang gadis tengah asyik mencoba gaun pengantinnya, sang pemuda berpamit untuk membeli minuman disebuah toko yang terletak diseberang boutique.
Ketika pemuda ini menyebrang tanpa diduga sebuah truk berkecepatan tinggi menabraknya hingga pemuda itu terpental jauh hingga beberapa meter, sang gadis yang melihat kejadian itu segera berlari ke arah pemuda itu, namun naas pemuda itu langsung meninggal ditempat.
Darah pemuda itu terus mengalir di gaun putih pengantin sang gadis hingga akhirnya sang gadis tak sadarkan diri. Besoknya, jenazah sang pemuda baru dikebumikan, hingga malam setelah pemakaman sang pemuda, ibu sang gadis bermimpi didatangi seorang nenek tua yang menyuruh untuk segera membersihkan noda darah sang pemuda di gaun putih pengantin sang gadis, namun sang ibu malah mengabaikannya.
Hingga malam kedua setelah pemakaman giliran sang ayah yang bermimpi didatangi nenek tua untuk membersihkan noda darah itu.  Karena merasa ada keganjilan, mereka pun mencoba menghilangkan noda darah itu. Namun, hingga hari keenam, darah itu tak juga menghilang dari gaun putih pengantin
sang gadis walau segala usaha telah dilakukan.
Dan MALAM itu sang gadis ini pun bermimpi didatangi sang nenek tua lalu nenek tua itu mengancam akan membunuh sang gadis bila sampai hari ke-7, noda darah itu tak juga menghilang.
Sampai lah hari ketujuh setelah pemakaman sang pemuda.

 

Malam itu tak seperti biasanya rumah sang gadis mendadak sepi, tiba-tiba ada yang menggedor-gedor pintu utama dengan kerasnya, dengan segenap keberaniannya gadis itu mencoba membuka
pintu utama tersebut. Namun apa yang terjadi?

 

Nenek tua yang datang ke dalam mimpinya semalam, kini ada dihadapannya. Gadis itu terjatuh lunglai tak berdaya. Setelah sekian lama, sang gadis bertanya dgn suara parau.  “SIAPA KAMU? MAU APA KESINI?” tanya sang gadis ketakutan.
Bukannya menjawab pertanyaan sang gadis, nenek itu malah semakin mendekati gadis itu. “NENEK HANYA INGIN MEMBERIKAN INI, NAK” jawab sang nenek melemparkan sebuah bungkusan ke arah sang gadis. “INI APA?” tny sang gadis masih ketakutan dan gemetar.

Dengan suara lirih nenek itu menjawab : “ITU RINSO ANTI NODA…UTK MBERSIHKAN NODA YG MEMBANDEL (Bastian Yap-A69; dari grup WA sebelah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita