<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alumnimaterdei.com</title>
	<atom:link href="http://alumnimaterdei.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumnimaterdei.com</link>
	<description>IAMDP YANG KOKOH AKAN BERDAYA DAN BERHASIL GUNA</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Jul 2010 04:06:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>MEMBANGUN DB ALUMNI-1</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/berita-iamdp/membangun-db-alumni-1.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/berita-iamdp/membangun-db-alumni-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 22:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatchur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maju bersama IAMDP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=2719</guid>
		<description><![CDATA[







Dalam seminggu ini ada kejutan baru yang muncul dari belahan Kalimantan Timur, yang mengirimkan konsep Data base (DB) Alumni MDP untuk didiskusikan dan dikoreksi sehingga dapat mendekati tujuan dan jelas manfaatnya setelah nantinya ditempelkan di www.alumnimaterdei.com. Terima kasih kepada sahabat karibku Mas Harry dan mas Wahyu
Sebelum menyampaikan pendapat, berikut yang sempat saya rekam dalam berbagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<!--CusAds1--><p>Dalam seminggu ini ada kejutan baru yang muncul dari belahan Kalimantan Timur, yang mengirimkan konsep Data base (DB) Alumni MDP untuk didiskusikan dan dikoreksi sehingga dapat mendekati tujuan dan jelas manfaatnya setelah nantinya ditempelkan di www.alumnimaterdei.com. Terima kasih kepada sahabat karibku Mas Harry dan mas Wahyu<span id="more-2719"></span></p>
<p>Sebelum menyampaikan pendapat, berikut yang sempat saya rekam dalam berbagai masukan dari sobat karib diawah ini :<br />
(a)    Kelihatannya hampir sama dengan yang di bikin Julia. Tinggal di gabungkan (memindahkan data) dengan punya wahyu, sebab yang lama sudah ada beberapa nama dan ada fotonya. Juga nantinya tinggal menginput data secara masal dengan mengcopy dari data exel (BS)<br />
(b)    ”Untuk kejelasan sejarah saya usul ditulis SR/SD untuk kolom SD, karena aku dulu bersekolah di SR”. Yang ditanggapi; ”Kita yang SR sudah mengerti kok, SD itu zaman doeloenya adalah SR. Kan sami rawon ? Lebih repot lagi kalau dikatakan harap ejaan lama disertakan bersama ejaan baru, karena waktu itu saya belajar di SR pakai ejaan lama. Dan anda sudah memproklamirkan diri sebagai D-50 A-60”. ”Soal SD dan SR saya minta langsung pada Sdr WAHYU saja ha &#8230;x9”.</p>
<p>(c)    Diskusi berlanjut dengan 10 butir pertanyaan / pendapat :<br />
(1)    Input dan Edit bisa dilakukan siapa saja, tetapi apabila sudah ada system passwordnya nantinya hanya tertentu saja yg bisa melakukannya<br />
(2)    View All    dan view perangkatan kelihatan data bentuk 1 alumni ( satu per satu) , apa bisa ditampilkan bentuk table  Excel, tetapi foto tdk akan nampak.<br />
(3)    Diperlukan data teman yang Ultah, dengan mengklik parameter misalnya Bulan April. Parameternya dengan kode Alumni ?<br />
(4)    Cara memasukan pas foto alumni, satu- persatu seperti tutorial yang telah dibuat Bapak Franz<br />
(5)    Mencari seseorang dengan salah satu key word misalnya : Sebagian dari nama  ( bastian,  atau sentosa); Angkatan dan Kota kelahiran/tempat tinggal sekarang, nantinya semuanya ada fasilitas Find untuk mencari sesuatu yg berhubungan dg keywordnya, yang belum dimunculkan di rancangan database<br />
(6)    Untuk Menampung usulan Pak Khing dan Pak Sidharta , Saya  setuju tahun masuk dan tahun keluar masing-2  diberi 4 jenjang : Tahun masuk/keluar :   SR/D; SMP; SMA/U dan SGB<br />
(7)    Hal ini dimaksudkan supaya lebih jelas karena Jenjang pendidikan alumni di MD tak sama Ada yang SD atau SMP atau SMA saja  atau kombinasi dari ke-3 nya,  dan kalau ada yang Cuma nulis 1984 kita masih nebak-2 tingkat pendidikan mereka.<br />
(8)    Kalau mengenai penampilan/ estetika  apakah bisa dirubah kemudian hari Bisa dirubah sesuai dg kondisi. (Bastian)<br />
(d)    Pendapat lainnya :<br />
(1)    Aplikasi yg dipake dlm “database” ini adalah 4shared (=untuk dibagi-bagi) yg bisa diaktifkan via web  http://www.4shared.com/ dimana setiap orang bisa mengup-load file apa saja (musik, gambar, foto, excel, dll) dan file itu bisa disearch dan didown-load oleh siapa saja. Jadi tidak ada kontrol sama sekali.<br />
(2)    Saya usul dibikin dengan program khusus untuk database (RDBMS Relational Data Base Management System)  lalu  DB yg sudah jadi (belum ada isinya / datanya) ditarok di internet (hosting), Sebelumnya minta alokasi space di web server (bisa cari gratisan). Alamat web-nya bisa di-link ke http://alumnimaterdei.com/. Tentunya perlu web manager untuk mengisi data, memberi password, memaintain aplikasi, menjawab pertanyaan dll. Saya cuma tau teorinya, gak bisa kerjakan, serahkan aja ke ahlinya (mahasiswa IT banyak) tentunya ada ongkosnya.<br />
(3)    Data field yag sdh dibikin di 4shared sudah saya lihat,   formatnya Excel, field-nya ada 16 yaitu : (Nama Lama, Nama Baru, Alamat, Telephone Rumah, Telephone Kantor, Handphone 1,  Handphone 2, Handphone 3, Tanggal lahir, Tempat lahir, Tahun masuk, Tahun Keluar, Profesi, Yes/No, Bulan, Ultah1). Bisa dipake &amp; disempurnakan sesuai kebutuhan. Pendapat rekan Bastian pada butir c (1)-(8) diatas bisa diakomodir waktu nyusun RDBMS. (BD)<br />
Demikian sekelumit perbincangan selama seminggu ini, dan nantikan ulasan berikutnya pada ”Membangun DB Alumni jilid-2; yang akan ditayangkan esok hari. (FatchurR)</p>

<!-- Quick Adsense Wordpress Plugin: http://techmilieu.com/quick-adsense -->
<div style="float:none;margin:10px 0 10px 0;text-align:center;">
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "pub-4187502395112443";
/* 468x60, dibuat 10/06/05 */
google_ad_slot = "9021183379";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
//-->
</script>
<script type="text/javascript"
src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
</div>

<div style="font-size:0px;height:0px;line-height:0px;margin:0;padding:0;clear:both"></div><a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Falumnimaterdei.com%2Fberita-iamdp%2Fmembangun-db-alumni-1.html&amp;t=MEMBANGUN%20DB%20ALUMNI-1" id="facebook_share_button_2719" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_2719') || document.getElementById('facebook_share_icon_2719') || document.getElementById('facebook_share_both_2719') || document.getElementById('facebook_share_button_2719');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_2719') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/berita-iamdp/membangun-db-alumni-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>REUNITED P-82 (1985-2010) Bag-2</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-2.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 19:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatchur</dc:creator>
				<category><![CDATA[KENANGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=2706</guid>
		<description><![CDATA[
Reuni memang merangsang untuk dilakukan. Biasanya sebelum diurus adem ayem. Namun begitu dirintis, bermunculan masalah dan konflik. Itu artinya organisasi akan maju, dengan dua syarat yaitu legowo menuju solusi n arah yang disepakati serta anda telah membaca artikel sebelumnya di http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-1.html#more-2702
Konflik pertama muncul tatkala kita memilih Event Organizer untuk menangani acara ini, karena kita ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2705" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2010/07/P82-registrasi-reuni-300x225.jpg" alt="P82-registrasi reuni" width="300" height="225" /></p>
<p>Reuni memang merangsang untuk dilakukan. Biasanya sebelum diurus adem ayem. Namun begitu dirintis, bermunculan masalah dan konflik. Itu artinya organisasi akan maju, dengan dua syarat yaitu legowo menuju solusi n arah yang disepakati serta anda telah membaca artikel sebelumnya di http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-1.html#more-2702<span id="more-2706"></span></p>
<p>Konflik pertama muncul tatkala kita memilih Event Organizer untuk menangani acara ini, karena kita ingin acara ini berjalan cukup sempurna, tapi beberapa rekan meminta tidak usah menggunakan tenaga EO, dengan asumsi menghemat biaya.</p>
<p>Pemberian tali asih kepada guru pun harus melalui perdebatan panjang. Puji Tuhan semua dapat diatasi tanpa mengurangi respek satu dengan yang lain. Konflik lain yang tak kalah mengkuatirkan kita adalah Dana, sampai mendekati hari H nya  dana yang dianggarkan masih jauh dari cukup.</p>
<p>Kita kembali bekerja keras, ide pertama muncul dengan pembuatan kaos, dijual dengan mengambil untun. Kedua, meminta rekan yang belum menyumbang untuk segera mentransferkan uangnya, hingga meminta pengertian kepada yang sudah menyumbang untuk kembali menyumbang. Tuhan masih berpihak kepada kita, saat mendekati hari Hnya , dana yang dianggarkan sudah terkumpul.</p>
<p>Acara Reuni – 12/06/2010<br />
Hari Sabtu itu, jam tiga sore, SMPK MDP mulai kedatangan tamu berpakaian kaos hitam. Perilaku mereka khas, begitu menginjakkan kaki di halaman sekolah itu, ekspresi wajah mereka diwarnai keceriaan.</p>
<p>Sesaat mereka saling menunjuk, kemudian berteriak menyebutkan nama satu sama lain, sambil berjabat tangan atau berpelukan. Sementara yang lain, diwarnai ekspresi wajah penuh tanda tanya. “Kamu siapa ya?”, begitu kata salah seorang yang lupa kepada teman yang sedang dijabat tangannya,</p>
<p>“Wah, pangling aku”. Demikianlah acara open house – sebagai acara pembuka reuni P-82, yang sengaja diadakan untuk nostalgia alumni yang sudah 25 tahun tidak bertemu. Acara dilanjutkan dengan peninjauan keliling area sekolah yang dulu pernah menjadi tempat belajar kita.</p>
<p>Ketika beranjak makin sore, para alumni digiring menyeberang jalan menuju ke RM Sumber Hidup. Pukul 5an, para alumni berparade memasuki hall utama RM terbesar di Probolinggo diiring musik sambil berjoget ria. Sementara para guru sudah duduk di tempat masing-masing, memperhatikan mantan anak didiknya yang sudah menjadi “orang” sambil sesekali tersenyum dan tertawa riang.</p>
<p>Acara demi acara mengalir lancar, didahului dengan sambutan Ketua Panitia, Gelson, yang kemudian dilanjutkan dengan tarian My Lecon oleh Vivi, Irma dan Sri Wahyuni. Keterlibatan semua pihak dalam keluarga besar SMPK MDP dalam acara reuni makin menambah keakraban dan kemeriahan reuni P-82.</p>
<p>Lagu Selamat Datang dinyanyikan Paduan Suara SMPK MDP, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah SMPK MDP-Sr. Rosa. Setelah sambutan, Gelson mewakili seluruh alumni P-82 menyerahkan secara simbolis kenang-kenangan untuk almamater tercinta, berupa 2 unit komputer diiringi lagu Mars Mater Dei dan Mars SMPK MDP.</p>
<p>Parade guru, diiringi lagu Hymne Guru, sebagai wujud terima kasih diserahkan tali asih kepada para guru dengan diiringi lagu Terima Kasihku. Acara dilanjutkan dengan sambutan wakil guru Bp. Oemarsono.</p>
<p>Indrawati Gunawan memberikan kesan dalam bentuk rasa syukur bahwa dia masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-temannya, setelah sembuh dari vonis dokter yang menyatakan hidupnya tidak lama lagi pada tahun 2005.</p>
<p>Indra masih dapat bersyukur dapat bertemu kembali dengan teman SMPK MDP. Namun 7 orang guru dan 5 orang teman kita telah dipanggil oleh-Nya. Suasana hall RM Sumber Hidup terasa sunyi, saat tayangan foto in memoriam para guru dan alumni yang sudah meninggal dunia.</p>
<p>Mereka adalah Bp. Kartopo, Bp. Yakobus, Bp. Sulaiman, Bp. Harianto, Bp. Rasidi, Bp. Hulas, dan Ibu Sumartik ; sedangkan teman kita yang telah meninggal dunia : Donny Lipiyanto, Freddy Susanto, Sugianto – Sie Djien Yen, Petrus, dan Tio San Liang.</p>
<p>Akhirnya sesi pertama reuni disudahi dengan makan malam bersama yang didahului dengan pembacaan Doa makan oleh Bp. Subandi. Sambil menikmati hidangan makan malam, tampil band SMPK MDP dan spontanitas dari para guru dan alumni. Demikianlah keceriaan malam itu diwarnai canda, tawa, lagu, tari, dan suasana keakraban yang lama terpisah oleh ruang dan waktu, 25 tahun.</p>
<p>Penutup<br />
”Luar biasa”, itulah kata yang keluar dari Sidharta Yong, Ketua IAMDP. Perasaan bahagia dan haru, ternyata kerja Panitia menuai hasil yang menggembirakan. Terbayar sudah segala jerih payah kita semua, seperti terbangun dari mimpi acara ini telah kita lewati.</p>
<p>Untuk mendapatkan Kesuksesan memang harus lewat pengorbanan dalam segala hal. Selain materi, hal yg paling menguras adalah pikiran dan emosi. Seperti dalam perjalanan hidup kadang emosi tidak stabil dan bisa naik ke level paling tinggi. Dan permasalahan itu semua bisa kita lalui sebagai sesuatu pelajaran berharga  dalam perjalanan reuni ini.</p>
<p>Thanks to Jesus Christ. Trims juga kepada Hendra Gunawan, Agatha Enny Widjasena, Vivi Mirasari, Rudy Wibisono, Suharjono Gwan Hin, Yekme, Vera Widyasari (Wie Fong), Naningsih (Ami), Maria Frederika, Vita Widyasari, Wardi Hartono, Meilina, Enytha Maharani, Jeane Westerlink, Sugeng, Thity, Eddy Sing (Coco) dll., yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.</p>
<p>Semoga Tuhan selalu beserta kita dan memberikan kita kesehatan sehingga memungkinkan kita untuk bertemu kembali. Jangan pernah berhenti sampai disini, sehingga reuni ini tidak menjadi sia-sia. Di akhir tulisan ini saya coba meminjam istilah saudara Rudy Wibisono “ Re-United Forever “. God Bless You all.</p>
<p>Ojok bosen sik rek, ayo tunggu sajian berikutnya sesuk pada ”Re-united P-82 (1985-2010)-Bag-3”, yang menampilkan ceritera dari teman yang guanteng  (Kwartet P-82)</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Falumnimaterdei.com%2Fkenangan%2Freunited-p-82-1985-2010-bag-2.html&amp;t=REUNITED%20P-82%20%281985-2010%29%20Bag-2" id="facebook_share_button_2706" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_2706') || document.getElementById('facebook_share_icon_2706') || document.getElementById('facebook_share_both_2706') || document.getElementById('facebook_share_button_2706');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_2706') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TINGGAL DI TROTOAR</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/rona-kehidupan/tinggal-di-trotoar.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/rona-kehidupan/tinggal-di-trotoar.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 18:30:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatchur</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rona Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=2716</guid>
		<description><![CDATA[Sejak hari Sabtu (17/7), keluarga Rudi Rahardja tak punya tempat untuk berteduh. Ia dipaksa keluar dari rumah di sudut perempatan Jl Dr Saleh Kota Probolinggo, rumah yang bertahun-tahun ditempatinya. Kini, trotoar jadi tempat tinggalnya. Demikian Radar Bromo 24/07/10 mengisahkan.
BILA anda melintasi Jl Dr Saleh Kota Probolinggo dari selatan, di perempatan sebelum gedung Pengadilan Negeri (PN) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak hari Sabtu (17/7), keluarga Rudi Rahardja tak punya tempat untuk berteduh. Ia dipaksa keluar dari rumah di sudut perempatan Jl Dr Saleh Kota Probolinggo, rumah yang bertahun-tahun ditempatinya. Kini, trotoar jadi tempat tinggalnya. Demikian Radar Bromo 24/07/10 mengisahkan.<span id="more-2716"></span></p>
<p>BILA anda melintasi Jl Dr Saleh Kota Probolinggo dari selatan, di perempatan sebelum gedung Pengadilan Negeri (PN) tersaji pemandangan yang menyayat. Di trotoar sisi timur terlihat banyak barang rumah tangga yang tertata tak rapi. Ada dipan usang, meja ruang tamu, lemari pakaian, kursi dan beberapa karung ukuran besar berisi pakaian.</p>
<p>Di balik lemari pakaian itu terdapat ruang sempit beralas baliho yang dipakai untuk tidur. Dari jalan raya terlihat dua buah pigora foto yang sengaja dipasang. Foto lelaki paling atas tertulis nama R.M Assan. Di bawahnya ada foto perempuan bernama R.R Lieke Asmanikam.</p>
<p>Foto sangat lawas itu, masih tersimpan rapi. Di balik lemari itu Radar Bromo berjumpa dengan seorang pria. Wajahnya tidak asing. Ia kerap mengikuti kegiatan sebuah partai politik dan bersepeda. Namanya Rudi Rahardja yang Alumni MDP A-80.</p>
<p>Ketika itu Rudi sedang membaca sebuah surat pengaduan yang dikirim ke wali kota,&#8221; tutur Rudi sambil kebingungan menerima Radar Bromo. Ia sudah tidak punya tempat tamu. Perbincangan mengalir di pinggir jalan, tempat Rudi bermalam.</p>
<p>Bila dihitung, hari ini tepat sepekan Rudi, istri dan anaknya tak punya tempat tinggal. Selama ini pria kelahiran 18/09/1959 itu tidur di trotoar jalan. Di atas baliho yang sengaja dipakai untuk alas. Tujuh hari juga Rudi tidur terpisah dengan istri dan kedua anaknya.</p>
<p>&#8220;Kalau mandi saya ke alun-alun. Itu pun satu hari sekali,&#8221; ujar suami dari Ayu Juleha ini. Setiap malam Rudi tidur di pinggir jalan sambil menjaga sisa barang yang dimiliki. Sedangkan Ayu dan ke-2 anaknya, ditambah anak asuh mereka harus tidur pindah-pindah. Terpaksa menumpang ke sana ke mari.</p>
<p>Pasangan Rudi-Ayu memiliki dua anak, Riza Megasari, 17 dan Andrean Supriyanto, 3. Pasangan yang menikah tahun 1992 lalu itu juga punya anak asuh, anak dari kakak ipar Rudi, yaitu Salim dan Yatim Fadilah.</p>
<p>Semenjak tak punya tempat tinggal, istri dan anak Rudi menumpang ke ortu tua Ayu di Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Kadang, mereka menginap di rumah saudara mereka di daerah Mayangan. Tak lama, Ayu datang bersama Riza. Mereka menceritakan nasib yang dialami kini. Rudi bertutur, ia sudah tinggal di rumah itu sejak lahir.</p>
<p>Menurut Rudi, rumah itu adalah milik kakeknya R.M Assan Suryo Sentono. Assan tinggal di rumah peninggalan zaman Belanda sejak 1937. Assan memiliki anak bernama Lieke Asmanikam. Rudi adalah anak tunggal Lieke.</p>
<p>Rumah di atas tanah &gt; 4000 m2 yang ditinggali Rudi dan nenek moyangnya berada di Jl Dr Saleh nomor 13 dan 15. Menurutnya, tanah itu dimiliki oleh tiga orang. Separo milik Frits Willem Croes, seperempat punya Yayasan Sanatorium To Batu, dan seperempat milik Goendi Suwarno.</p>
<p>Assan menguasai ½  dan ¼ bagian tanah di Jl Dr Saleh nomor 15. Sisanya bagian Goendi Suwarno di Jl Dr Saleh nomor 13. Pada 1937 kakeknya berstatus Direktur Pekerjaan Umum Prob dan menguasai tanah itu hingga Indonesia merdeka. &#8220;Kakek membayar pajak persil ke kantor Versluist Belanda di Surabaya,&#8221; kata Rudi.</p>
<p>Pada 1953 Assan wafat. Urusan rumah diserahkan ke Loekiatin, istri Assan dan putra-putrinya, termasuk Lieke. Lieke kemudian menikah dengan Kapten CPM Abdul Kadir Tuakia. Pasangan ini lalu punya anak, Rudi Rahardja.</p>
<p>Rumah tangga Lieke tidak bertahan lama. Pasangan itu bercerai. Rudi ikut ibunya. Rumah tinggal yang ditempati keluarganya berubah jadi rumah kos. Lieke menikah lagi dengan seorang penghuni kos, Y.H.K Soedjak asal Bojonegoro. Dari pernikahan keduanya Lieke tidak memiliki keturunan.</p>
<p>Loekiatin pindah ke Malang. Tanah dan rumah diurusi Lieke. Seluruh saudara Lieke pindah keluar kota. Pembayaran sewa tanah dan rumah dilanjutkan ke Versluit Belanda oleh Lieke. Tahun 1990 Lieke meninggal dunia. Rumah dan tanah diurusi oleh Soedjak.</p>
<p>&#8220;Supaya rumah dan tanah menjadi hak milik, tapi bapak tidak mampu mengurus surat. Akhirnya nemu penyandang dana namanya Nyonya Evelin di Jl Suroyo. Katanya sudah ada kesepakatan dengan bapak tiri saya. Kalau berkas sudah berangkat ke Jakarta, Evelin mengganti Rp 70 juta,&#8221; ceritanya.</p>
<p>Tapi, sebelum urusan sertifikat itu selesai Soedjak meninggal dunia pada 1990. Setelah itu Rudi menikah dengan Ayu. Giliran Rudi yang mengurus rumah kos dan tanahnya dengan memiliki SIP (surat izin penempatan).</p>
<p>Sejak saat itu Rudi tidak bisa hidup dengan tenang. Persengketaan kepemilikan tanah dan rumah terjadi sejak tahun 1992 sampai tahun 2003. Ahli waris Goendi Suwarno, Soetoyo menjual seperempat tanah rumah kepada Hartoyo, keluarga Akas.</p>
<p>Masalah itu pun sampai di persidangan. Evelin meminta haknya dengan melakukan eksekusi dan menyatakan rumah di Jl Dr Saleh 15 adalah miliknya. Di sisi lain Rudi juga bermasalah dengan Hartoyo, karena tanah tersebut diklaim milik Hartoyo.</p>
<p>Pada 4/6/2003 dilakukan eksekusi oleh PN dengan penggugat Evelin dan gagal dilaksanakan karena Rudi menolak. Saat itu tidak dihadirkan petugas dari BPN. Pada 12/6/2003 akhirnya dilakukan eksekusi paksa dengan batasan luas yang tidak jelas.</p>
<p>&#8220;Batasnya kabur sampai sekarang. Hanya dibatasi sesek bambu saja. Akhirnya saya menempati sisa tanah yang ada. Banyak yang bilang kalau saya ini manggoni tanah Akas, saya cuek saja. Ini tanah mbah saya kok diakui orang lain,&#8221; kata Rudi yang nampak lusuh.</p>
<p>Ketenangan Rudi mulai terusik sejak awal Juni lalu. Ada orang pihak Hartoyo yang mendatanginya dan bertanya bagaimana ia bisa tinggal di tanah tersebut. Pihak Hartoyo juga menunjukkan sertifikat kepemilikan tanah yang dibikin tahun 2000.</p>
<p>&#8220;Saya merasa janggal. Eksekusinya dilaksanakan tahun 2003. Kok mereka bisa punya sertifikat tahun 2000 ? Mereka bilang kalau saya harus mengosongkan tanah dan tidak ada ganti rugi. Saya ini merasa menjadi pesakitan,&#8221; keluhnya.</p>
<p>Di tanah itu Rudi mencari nafkah dengan membuka warung dan berjualan bensin eceran. Usahanya tersebut buyar ketika pihak pemilik sertifikat mendatangi rumahnya dan mengosongkan rumah tanah itu.</p>
<p>Pada 17/07/2010, Rudi didepak dari tempat tinggalnya. Dia sempat meminta ada perbincangan dengan pihak Hartoyo, tapi tidak diberi kesempatan. Yang datang hanya orang suruhan mereka berinisial AM. &#8220;Saya dan keluarga bingung mau tinggal di mana. Waktu keluar rumah kami hanya punya uang Rp 1.500,&#8221; kenang Rudi.</p>
<p>Peristiwa pengosongan tanah itu masih melekat di benak Rudi dan Ayu. Beruntung saat pengosongan kedua anaknya tidak ada di rumah. Riza masih sekolah di SMK Negeri 1. Sedangkan anak lelakinya sengaja dibawa keluar rumah.</p>
<p>&#8220;Kami dalam posisi begini, mbok ngertio&#8230; Nasib saya ke depan bagaimana juga tidak tahu. Kami ini punya banyak utang gara-gara peperangan (sengketa di pengadilan) dengan mereka-mereka,&#8221; imbuh Ayu.</p>
<p>Berhari-hari tidur beratapkan langit membuat Rudi kepikiran tentang nasib keluarganya. Ia masih bisa tidur di jalanan. Tetapi tidak dengan istri, anak kandung dan anak asuhnya. Mereka sengaja meletakkan lemari pakaian untuk dang-dangan (pembatas) supaya saat tidur tidak kelihatan orang yang lewat.</p>
<p>Seperti siang itu, Riza dan Yatim sedang tidur-tiduran di tikar baliho. Ayu duduk di sebelahnya dan Rudi duduk di kursi. &#8220;Si kecil itu kalau saya ajak kesini selalu bilang rumahnya belum ditata. Saya kan bilang kalau rumahnya ini kena angin. Dia tidak tahu kalau sudah tidak punya rumah lagi,&#8221; ucap Ayu dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>&#8220;Bagaimana dengan anak-anak saya nanti, ketika kami berdua tidak ada. Kami masih belum tahu akan ke mana,&#8221; sahut Rudi. &#8220;Ini masih menenangkan pikiran untuk mencari jalan,&#8221; imbuh Ayu yang sempat meneteskan air mata lalu buru-buru dihapus dengan tangannya.</p>
<p>Rudi dan keluarga berharap masih mendapat kesempatan untuk berbicara dengan pihak yang mengaku punya sertifikat tanah yang ditempatinya. Rudi juga tidak mendapat ganti rugi apapun dari pengosongan tanah tersebut. Warung beserta posko partai pemenang pilkada di Kota Probolinggo juga lenyap. &#8220;Saya berharap masih ada celah dari permasalahan ini. Karena sebenarnya tanah ini adalah aset negara,&#8221; ujarnya. (FR-Bahan dari yud-Radar Bromo) [Sabtu, 24 Juli 2010]<br />
========<br />
Beberapa kommentar yang sempat nyantol di Inboxku :<br />
==========<br />
mungkin yang perlu dulu adalah tempat tinggal sementara, bisa kita kontrakkan sementara setahun atau berapa, yang penting sudah tidak dijalan. Kalau kita tidak membantu, nanti ada yang nyeletuk untuk apa ada IAMDP ? apa IAMDP hanya forum hura2 mencari popularitas belaka ? kalau sekedar ongkos kontrak kan ndak seberapa besar kalau kita urunan ? setelah itu kita pikirkan jalan keluarnya, apa teman kita yg lain ada pengacara atau apa? (fh)<br />
==========<br />
Dalm urusan ini kita tidak bisa ikut campur ngurusi, paling hanya beri masukan/bantuan meringankan beban materi dia kalau memang diperlukan, benar begitu kan ? Apalagi kesemuamya ini menyangkut keluarga Alumni Mater Dei.</p>
<p>Usulan pak FH perlu dipertimbangkan, dan kita selidiki dulu apa yang dibutuhkan. Mengapa dia tinggal di trotoar, apakah ini trik atau memang tidak ada duit. Baru saja saya kontak Rudi (HP 081252937XXX984). Dia A-80. Rumahnya persis disebelah Selatan Pak Wimbo, KS Mater Dei 1.</p>
<p>Katanya dia dikeluarkan begitu saja. Tanpa diberi pesangon. Saya tanya apa dia sudah lapor polisi ? Belum, tapi dia sudah menghubungi DPR. Demikian sekedar info dari saya, dan Rudi titip salam buat rekan2 Alumni Mater Dei. Dia bicara santai dan tenang. (SK)</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Falumnimaterdei.com%2Frona-kehidupan%2Ftinggal-di-trotoar.html&amp;t=TINGGAL%20DI%20TROTOAR" id="facebook_share_button_2716" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_2716') || document.getElementById('facebook_share_icon_2716') || document.getElementById('facebook_share_both_2716') || document.getElementById('facebook_share_button_2716');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_2716') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/rona-kehidupan/tinggal-di-trotoar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berita Duka Ny Jd Tan Ban Sing</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/berita-duka/berita-duka-ny-jd-tan-ban-sing.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/berita-duka/berita-duka-ny-jd-tan-ban-sing.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 05:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bastian sentosa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Duka]]></category>
		<category><![CDATA[Alumni Mater Dei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=2709</guid>
		<description><![CDATA[Berita Duka Ny Jd Tan Ban Sing
 Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga dengan damai.
Pada hari Rabu 28 Juli  2010 pk .07.52 WIB. 
Ibunda tercinta dari rekan Alumni Mater Dei Probolinggo
Ny. Jd.  TAN BAN SING
( terlahir Kwee Tjwie Nio )
Dalam usia 85 Tahun
Jenasah akan dimakamkan di Pemakaman Wonoasih Probolinggo, pada hari Minggu, 1 Agustus 2010. berangkat pk. 07.30 WIB dari tempat persemayaman jenazah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em><span style="text-decoration: underline;"><strong>Berita Duka Ny Jd Tan Ban Sing</strong></span></em></p>
<p style="text-align: center;"><em> Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga dengan damai.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Pada hari Rabu 28 Juli  2010 pk .07.52 WIB. </em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ibunda tercinta dari rekan Alumni Mater Dei Probolinggo</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Ny. Jd.  TAN BAN SING<span id="more-2709"></span></strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>( terlahir Kwee Tjwie Nio )</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Dalam usia 85 Tahun</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em>Jenasah akan dimakamkan di Pemakaman Wonoasih Probolinggo, pada hari Minggu, 1 Agustus 2010. berangkat pk. 07.30 WIB dari tempat persemayaman jenazah Adi Jasa Ruang 15   Surabaya </em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Keluarga yang  berduka  :</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Putri : Tan Sioe Lie (Alumni  SMAK MD A-69) Hp 08123 5000 23</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Putra : Tan Wie Ling (Alumni SMAK MD A 75) Hp 081 133 2528</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><em> Semoga Arwahnya diterimna disisi Tuhan Yang Maha Kuasa, dan kepada keluarga yang ditinggalkan  diberikan kekuatan dan ketabahan iman,  Amin.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em> </em></p>
<p style="text-align: left;"><em>PP IAMDP</em></p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Falumnimaterdei.com%2Fberita-duka%2Fberita-duka-ny-jd-tan-ban-sing.html&amp;t=Berita%20Duka%20Ny%20Jd%20Tan%20Ban%20Sing" id="facebook_share_button_2709" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_2709') || document.getElementById('facebook_share_icon_2709') || document.getElementById('facebook_share_both_2709') || document.getElementById('facebook_share_button_2709');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_2709') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/berita-duka/berita-duka-ny-jd-tan-ban-sing.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>REUNITED P-82 (1985-2010) Bag-1</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-1.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jul 2010 04:11:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fatchur</dc:creator>
				<category><![CDATA[KENANGAN]]></category>
		<category><![CDATA[REUNITED P-82 (1985-2010) Bag-1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=2702</guid>
		<description><![CDATA[
Masih ingat event tanggal 12/06/10 yang pernah dimuat di Web kita ?. Kami sengaja tidak mencantumkan lokasi artikel sebelumnya, agar anda dapat menikmati sajian lengkap hasil keringat dari sobat-sobit kita : Agatha Enny Widjasena; Arie Roestiningtyas; Gregorius Gelson Parlindungan dan Hendra (kwartet P-82) yang disajikan tiap hari dalam lima episode, Monggo
Pendahuluan, What’s Your Story ?,
Kerinduan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-2701" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2010/07/3-Gbr-ReuniP-82.jpg" alt="3 Gbr ReuniP-82" width="300" height="106" /></p>
<p>Masih ingat event tanggal 12/06/10 yang pernah dimuat di Web kita ?. Kami sengaja tidak mencantumkan lokasi artikel sebelumnya, agar anda dapat menikmati sajian lengkap hasil keringat dari sobat-sobit kita : Agatha Enny Widjasena; Arie Roestiningtyas; Gregorius Gelson Parlindungan dan Hendra (kwartet P-82) yang disajikan tiap hari dalam lima episode, Monggo<span id="more-2702"></span></p>
<p>Pendahuluan, What’s Your Story ?,<br />
Kerinduan adalah sesuatu rasa yang mampu membuat kita untuk mau melakukan apapun  demi menghilangkan rasa itu, seterjal apapun jalan mewujudkannya, kita tidak peduli. Berbekal prinsip itu beberapa orang alumni SMPK Mater Dei Probolinggo angkatan tahun 1982-1985, yang dipelopori oleh Gelson berusaha mewujudkan kerinduan itu menjadi nyata.</p>
<p>Awalnya pertengahan 2009, Gelson dihubungi per telepon oleh Maria Frederika (Rika) teman semasa SMP, yang tinggal dan bekerja di Jakarta. Selama perbincangan lewat telepon itu, ingatan Gelson langsung melayang ke masa 24 tahun sebelumnya, satu episode cerita yang mempengaruhi perjalanan hidupnya. Dan, dari sinilah ide reuni ini berawal.</p>
<p>Berbekal tekad yang kuat, Gelson dan Rika mencoba mencari data teman SMPK, yang sangat sulit, karena mereka berdua sibuk dengan rutinitas pekerjaannya ditambah dengan tempat tinggal mereka di Jakarta.</p>
<p>Mereka berdua tidak mau menyerah, hingga akhirnya Rika membuka jalan melalui ibu Subandi (Cik Siu Fei) untuk mendapatkan data siswa angkatan 1982. Melalui proses yang cukup rumit akhirnya lewat jasa pengiriman Tiki, Gelson menerima buku tersebut yang dikirimkan oleh Ibu Subandi.</p>
<p>Berburu Data Alumni<br />
Berdasarkan daftar alumni yang berjumlah 248 orang itulah dimulai perburuan alamat terkini dan nomer telepon atau HP para alumni. Alamat yang tercantum di buku adalah alamat terakhir yang tercatat pada saat alumni masih berstatus siswa-siswi SMPK Mater Dei.</p>
<p>Namun, setelah 20 tahun lebih, alamat itu tidak valid lagi. Dengan cara estafet dan getok tular dari mulut ke mulut, satu per satu data alumni terkumpul. Setelah itu pertambahan update data alumni mulai seret. Dalam hal penelusuran data alumni ini giliran angkat 4 jempol (kaki dan tangan) ditujukan buat Agatha.</p>
<p>Demikianlah cerita suka dan duka penelusuran data alumni P-82 yang unik dan menarik. Setelah terkumpul kurang lebih 70%, kami memikirkan rencana pelaksanaan reuni tersebut. Jujur reuni ini membutuhkan sosok seseorang yang cukup berwawasan dan pengalaman, karena reuni tidak akan sukses tanpa campur tangan orang tersebut.</p>
<p>Dan Orang ini yang kami anggap paling mampu menjadi ketua, tapi sayang tidak ada satu orangpun yang berani menghubungi orang ini. Akhir Agustus seseorang yang kami tunggu-tunggu menghubungi Gelson lewat YM (Yahoo Mesenger).</p>
<p>Cerita Gelson berlanjut : Tentu saja saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Setelah terlibat komunikasi lewat telepon, beberapa hari kemudian saya memutuskan untuk kembali ke Surabaya, untuk menemui orang ini, penasaran siapa dia ? Ya, dialah Hendra Gunawan, yang sekarang lebih dikenal dengan nama Hendra.</p>
<p>Tepatnya awal September saya kembali datang ke Surabaya. Kali ini hadir orang-orang yang sangat berkompeten dalam suatu organisasi. Dari sini kami membentuk panitia kecil. Karena kesibukannya yang sangat luar biasa, Hendra lebih memilih menjabat sebagai wakil ketua.</p>
<p>Hendra meminta saya sebagai ketua. Dengan susunan panitia : Agatha (sekretaris), Vera Widyasari dan Naning Lisiani (Ami) sebagai bendahara ; Seksi acara dijabat Vivi Mirasari, Koordinator area :  Jakarta (Maria Frederika), Surabaya (Suharjono) dan Probolinggo (Vita Widyasari).</p>
<p>Dari sinilah banyak ide bermunculan, dan seiring itu juga konflik mulai datang, perdebatan saling mempertahankan idealisme mulai terlihat. Tanpa disadari rentan waktu yang cukup lama memisahkan kita telah merubah banyak dalam sifat dan cara pandang kita masing-masing dalam menghadapi permasalahan.</p>
<p>Bagaimana kalau konflik ini kita pelihara, agar esok hari makin tampak, akan membara atau meredup ? Ikuti terus dan terus ”Re-united 1985-2010-Bag-2” di Web ini. (Kwartet P-82)</p>
<a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Falumnimaterdei.com%2Fkenangan%2Freunited-p-82-1985-2010-bag-1.html&amp;t=REUNITED%20P-82%20%281985-2010%29%20Bag-1" id="facebook_share_button_2702" style="font-size:11px; line-height:13px; font-family:'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; text-decoration:none; display: -moz-inline-block; display:inline-block; padding:1px 20px 0 5px; margin: 5px 0; height:15px; border:1px solid #d8dfea; color: #3B5998; background: #fff url(http://b.static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif) no-repeat top right;">Share</a>
	<script type="text/javascript">
	var button = document.getElementById('facebook_share_link_2702') || document.getElementById('facebook_share_icon_2702') || document.getElementById('facebook_share_both_2702') || document.getElementById('facebook_share_button_2702');
	if (button) {
		button.onclick = function(e) {
			var url = this.href.replace(/share\.php/, 'sharer.php');
			window.open(url,'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');
			return false;
		}
	
		if (button.id === 'facebook_share_button_2702') {
			button.onmouseover = function(){
				this.style.color='#fff';
				this.style.borderColor = '#295582';
				this.style.backgroundColor = '#3b5998';
			}
			button.onmouseout = function(){
				this.style.color = '#3b5998';
				this.style.borderColor = '#d8dfea';
				this.style.backgroundColor = '#fff';
			}
		}
	}
	</script>
	]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/kenangan/reunited-p-82-1985-2010-bag-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
