<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alumnimaterdei.com &#187; Psychological</title>
	<atom:link href="http://alumnimaterdei.com/category/psychological/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumnimaterdei.com</link>
	<description>ratusan bunga mekar bersama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 20:41:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mematahkan Prediksi</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/mematahkan-prediksi.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/mematahkan-prediksi.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 20:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Mematahkan Prediksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12875</guid>
		<description><![CDATA[Karena cuaca dingin &#38; ingin mendapatkan kehangatan, dua org anak berusia 8 thn menuangkan bensin di kompor sekolahnya .. Ledakan hebat pun terjadi &#38; merenggut nyawa salah seorang diantaranya . Sementara anak yang satunya mengalami luka bakar yang parah di kaki &#38; dokter menyarankan segera di amputasi agar tidak menyebarkan infeksi .. Tetapi orang tuanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/mematahkan-prediksi.html/attachment/glenn-cunningham-burns" rel="attachment wp-att-12876"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12876" title="glenn cunningham burns" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/glenn-cunningham-burns-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Karena cuaca dingin &amp; ingin mendapatkan kehangatan, dua org anak berusia 8 thn menuangkan bensin di kompor sekolahnya .. Ledakan hebat pun terjadi &amp; merenggut nyawa salah seorang diantaranya . Sementara anak yang satunya mengalami luka bakar yang parah di kaki &amp; dokter menyarankan segera di amputasi agar tidak menyebarkan infeksi ..<span id="more-12875"></span></p>
<p>Tetapi orang tuanya berkata, &#8220;Kita tunggu dulu beberapa hari&#8221; . Setelah beberapa hari dokter melihat bahwa kaki anak itu sembuh tapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm, &#8220;Ia tidak akan pernah bisa berjalan!&#8221; Kata dokter..<br />
Beberapa minggu kemudian, ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga. Dokter memprediksi, &#8220;Ia tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!&#8221; Tapi dalam beberapa minggu, anak itu membuktikan bisa berjalan tanpa tongkat .<br />
Lagi2 dokter berkata, &#8220;Ia bisa berjalan, tapi tidak akan pernah bisa berlari!&#8221;. Tapi anak itu belajar berlari . Tahukah anda bahwa anak yang dimaksud itu adalah Glenn Cunningham .. yang telah memenangkan medali emas &amp; memecahkan rekor dunia 1500 m dengan waktu 4 menit 8 detik!!<br />
Bagaimana bisa seorang anak yang &#8220;diprediksi&#8221; menderita kelumpuhan, namun kenyataannya ia berhasil menjadi seorang juara di lintasan lari?? Karena ia punya semangat pantang menyerah pada keadaan!! Dan itulah yang menjadi kekuatannya!!! ..</p>
<p>Apakah anda merasa gagal karena selalu &#8220;diprediksi negatif&#8221; oleh lingkungan anda?? Sekarang saatnya berubah dengan merevisi diri serta selalu introspeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi untuk itu, Ingatlah, hidup kita tidak tergantung pada prediksi orang.</p>
<p>Kenalilah Warrior DNA dalam diri : Kita terlahir sebagai pemenang kehidupan. &#8220;Ingat saat jutaan sperma benih kehidupan ayah kita berkompetisi menemui satu sel telur ibu kita : Maka hanya 1 sel sperma yg terbaik yg berhasil .. &amp; itulah diri kita saat ini&#8221; (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/mematahkan-prediksi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Heart touching story</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/heart-touching-story.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/heart-touching-story.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 12:36:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Heart touching]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12863</guid>
		<description><![CDATA[A doctor entered the hospital in hurry. After being called in for an urgent surgery. He answered the call ASAP, changed his clothes &#38; went directly to the surgery block. He found the boy&#8217;s father pacing in the hall waiting for the doctor. On seeing him, the dad yelled: &#8220;Why did U take all this [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/heart-touching-story.html/attachment/the-surgery" rel="attachment wp-att-12864"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12864" title="The surgery" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/The-surgery-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>A doctor entered the hospital in hurry. After being called in for an urgent surgery. He answered the call ASAP, changed his clothes &amp; went directly to the surgery block. He found the boy&#8217;s father pacing in the hall waiting for the doctor. On seeing him, the dad yelled:<span id="more-12863"></span></p>
<p>&#8220;Why did U take all this time to come? Don&#8217;t U know that my son&#8217;s life is in danger? Don&#8217;t U have any sense of responsibility?&#8221;</p>
<p>The doctor smiled &amp; said:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;I am sorry, I wasn&#8217;t in the hospital &amp; I came as fast as I could. After receiving the call&#8230;&#8230; And now, I wish you&#8217;d calm down so that I can do my work&#8221;</p>
<p>&#8220;Calm down?! What if your son was in this room right now, would U calm down? If your own son dies now what will U do??&#8221; said the father angrily</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The doctor smiled again &amp; replied: &#8220;I will say what Job said in the Holy Book &#8220;From dust we came</p>
<p>&amp; to dust we return, blessed be the name of God&#8221;. Doctors cannot prolong lives. Go &amp; intercede for your son, we will do our best by God&#8217;s grace&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Giving advises when we&#8217;re not concerned is so easy&#8221; Murmured the father.</p>
<p>The surgery took some hours after which the doctor went out happy,  &#8221;Thank goodness!, your son is saved!&#8221; And without waiting for the father&#8217;s reply he carried on his way running. &#8220;If U have any question, ask the nurse!!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Why is he so arrogant? He couldn&#8217;t wait some minutes so that I ask about my son&#8217;s state&#8221; Commented the father when seeing the nurse minutes after the doctor left.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The nurse answered, tears coming down her face: &#8220;His son died yesterday in a road</p>
<p>accident, he was in the burial when we called him for your son&#8217;s surgery. And now that he saved your son&#8217;s life, he left running to finish his son&#8217;s burial.&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Moral of the story : Never judge anyone &#8230; because U never know how their life is &amp; what they&#8217;re going through (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/heart-touching-story.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuasai Komputer-mu</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/kuasai-komputer-mu.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/kuasai-komputer-mu.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 20:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Kuasai Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12825</guid>
		<description><![CDATA[Delete semua file KEBENCIAN * Install anti virus EGOIS * Restart kehidupanmu dengan CINTA * Refresh Pribadimu * Download KESABARAN * Upload tingkah laku yg benar * Jangan mengUNDANG pengalaman BURUK * Copy Paste semua pelajaran BAIK * Loading semua dengan DOA ! Supaya jaringan NYA slalu ONLINE !! (Andre Wahjudibroto)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Delete semua file KEBENCIAN<br />
* Install anti virus EGOIS * Restart kehidupanmu dengan CINTA<br />
* Refresh Pribadimu<br />
* Download KESABARAN<span id="more-12825"></span></p>
<p>* Upload tingkah laku yg benar *<br />
Jangan mengUNDANG pengalaman BURUK<br />
* Copy Paste semua pelajaran BAIK<br />
* Loading semua dengan DOA ! Supaya jaringan NYA slalu ONLINE !! (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/kuasai-komputer-mu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan terperangkap</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/jangan-terperangkap.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/jangan-terperangkap.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 21:37:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12726</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang yang hidup di dunia ini harus bekerja dan dengan bekerja memperoleh pengasilan uang. Apapun motivasi orang akhirnya mencapai ke hal keuangan juga. Mempunyai uang tak ada salahnya, tetapi mencintai uang sangatlah berbahaya, sebab akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Dengan memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/jangan-terperangkap.html/attachment/uang" rel="attachment wp-att-12727"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12727" title="Uang" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Uang-123x150.jpg" alt="" width="123" height="150" /></a>Semua orang yang hidup di dunia ini harus bekerja dan dengan bekerja memperoleh pengasilan uang. Apapun motivasi orang akhirnya mencapai ke hal keuangan juga. Mempunyai uang tak ada salahnya, tetapi mencintai uang sangatlah berbahaya, sebab akar segala kejahatan ialah cinta akan uang. Dengan memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dan menyiksa dirinya dengan berbagai duka<em>.  <span id="more-12726"></span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang benar ialah uang untuk hidup, tetapi bukan hidup untuk uang. Jika hidup untuk uang, akal sehat manusia tak dapat bekerja normal, sebab segala usaha yang jahatpun dihalalkan juga demi mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya dengan tujuan ingin cepat kaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekalipun kekayaan itu diperoleh karena warisan atau kerja keras, tetapi janganlah hati melekat pada kekayaan, sebab kekayaan tak dapat memberi keselamatan.  Bukan kekayaan dan uang yang dapat memberikan hidup kekal, tapi Allah yang sanggup memberi hidup. (AndreW)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/jangan-terperangkap.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lupa setelah berhasil</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/lupa-setelah-berhasil.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/lupa-setelah-berhasil.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 21:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Lupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12712</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari, di sebuah desa, seorang pria tampak sedang bermain-main dengan anak kecilnya, sementara istrinya sedang bekerja di dapur. Ayah yang sangat mencintai anaknya itu berjalan mengelilingi rumah sambil memanggul anaknya itu di atas pundaknya. Ketika mereka sampai di tengah rumah, sang ayah membiarkan anaknya itu berdiri di atas pundaknya dan menggapai ke atas untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/lupa-setelah-berhasil.html/attachment/lupa" rel="attachment wp-att-12713"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12713" title="Lupa" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Lupa-150x143.jpg" alt="" width="150" height="143" /></a>Suatu hari, di sebuah desa, seorang pria tampak sedang bermain-main dengan anak kecilnya, sementara istrinya sedang bekerja di dapur. Ayah yang sangat mencintai anaknya itu berjalan mengelilingi rumah sambil memanggul anaknya itu di atas pundaknya. Ketika mereka sampai di tengah rumah, sang ayah membiarkan anaknya itu berdiri di atas pundaknya dan menggapai ke atas untuk menyentuh kayu penyangga atap. <span id="more-12712"></span></p>
<p>Setelah berhasil memegang kayu penyangga atap, anak  kecil itu sangat senang dan berteriak-teriak, &#8220;Mama.. Mama&#8230;, lihat, ayo lihat ke sini&#8230; Sekarang saya lebih besar dari Ayah&#8230; Lihat ! Saya bisa menyentuh kayu penyangga atap sedangkan ayah tidak bisa.&#8221;</p>
<p>Sambil tersenyum ibunya berusaha menyenangkan hati anak kecil itu dan berkata, &#8220;Wuah&#8230; Hebat sekali, kamu sungguh seorang anak yang besar dan kuat.&#8221;</p>
<p>Kemudian sang ayah meminta anaknya agar berpegangan erat-erat pada kayu itu dan perlahan-lahan si ayah mulai merendahkan diri.. Dan membiarkan anak itu bergantung sendirian.. Kini anak kecil itu menjerit-jerit ketakutan karena pijakannya tidak ada lagi.<br />
&#8220;Ayah.. Ayah.. Tolong jangan tinggalkan saya.. Tolong ayah&#8230;&#8221;</p>
<p>Nah Sahabat, bukankah seringkali kita bersikap seperti anak kecil tadi, ketika kita berhasil melakukan sesuatu yang baik dan hebat, kita lalu merasa bahwa diri kita sungguh hebat dan luar biasa, padahal di balik keberhasilan kita dan yang sebenarnya telah membuat kita berhasil, yaitu TUHAN.</p>
<p>Jadi jangan pernah menyombongkan kesuksesan ataupun keberhasilan kita, karena bukan kemampuan kita yang membuat kita berhasil namun tangan TUHAN yang telah membuat kita berhasil.  (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/lupa-setelah-berhasil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membuat segar kembali</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/membuat-segar-kembali.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/membuat-segar-kembali.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 20:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[segar kembali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12701</guid>
		<description><![CDATA[Seberapa besar Anda menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri. 1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/membuat-segar-kembali.html/attachment/menghargai-diri" rel="attachment wp-att-12703"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12703" title="Menghargai diri" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Menghargai-diri-150x136.jpg" alt="" width="150" height="136" /></a>Seberapa besar Anda menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.<br />
1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.<span id="more-12701"></span></p>
<p>2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.</p>
<p>3. Buat diri sendiri merasa nyaman. Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.</p>
<p>4. Pergi ke dunia lain. Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.</p>
<p>5. Melakukan sesuatu yang konyol. Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.</p>
<p>6. Jalan-jalan di tengah alam terbuka. Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.</p>
<p>7. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan. Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik (<a href="http://www.facebook.com/n/?profile.php&amp;id=100000012803676&amp;mid=5e907b0G61377bb0G2ed93e4G96&amp;bcode=4PCpVMUZ&amp;n_m=fatkhurr%40gmail.com" target="_blank">Suhirto MSumarto</a>)-FatchurR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/membuat-segar-kembali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dilukai dan melukai</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/dilukai-dan-meluakai.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/dilukai-dan-meluakai.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 21:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Dilukai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12696</guid>
		<description><![CDATA[Kita pernah &#8220;dilukai&#8221; dan mungkin pernah &#8220;melukai&#8221;. Tapi karena itu kita belajar tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan. Kita pernah &#8220;dibohongi&#8221; dan mungkin pernah &#8220;membohongi&#8221;, tapi dari itu kita belajar tentang kejujuran. Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri meminta maaf dan memberi maaf. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/dilukai-dan-meluakai.html/attachment/belajar" rel="attachment wp-att-12697"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12697" title="Belajar" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Belajar-117x150.jpg" alt="" width="117" height="150" /></a>Kita pernah &#8220;dilukai&#8221; dan mungkin pernah &#8220;melukai&#8221;. Tapi karena itu kita belajar tentang bagaimana cara menghargai, menerima, berkorban dan memperhatikan.<br />
Kita pernah &#8220;dibohongi&#8221; dan mungkin pernah &#8220;membohongi&#8221;, tapi dari itu kita belajar tentang kejujuran.<span id="more-12696"></span></p>
<p>Andaikan kita tidak pernah melakukan kesalahan dalam hidup ini, mungkin kita tidak pernah belajar arti diri meminta maaf dan memberi maaf.<br />
Setiap waktu yang telah kita habiskan dalam hidup ini, tidak akan terulang kembali. Namun ada satu hal yang masih tetap bisa kita lakukan,..yaitu belajar dari masa lalu untuk hari esok yang lebih baik.</p>
<p>Hidup adalah proses, Hidup adalah belajar. Tanpa ada batas umur,Tanpa ada kata tua<br />
Jatuh, berdiri lagi, kalah, mencoba lagi, gagal, bangkit lagi, Sampai Allah memanggil: &#8220;Waktunya pulang&#8221; (<a href="http://www.facebook.com/n/?profile.php&amp;id=100000012803676&amp;mid=5f07ee0G61377bb0G2f2e345G96&amp;bcode=p3Y1KIs0&amp;n_m=fatkhurr%40gmail.com" target="_blank">Suhirto MSumarto</a>)-FR</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/dilukai-dan-meluakai.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Rasa Sakit</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/nikmatnya-rasa-sakit.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/nikmatnya-rasa-sakit.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 22:00:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Rasa sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12636</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9/9/2006 yang lalu di MetroTV ?. Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya. Hanya saja, si gadis kecil ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/nikmatnya-rasa-sakit.html/attachment/rasa-sakit" rel="attachment wp-att-12638"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12638" title="Rasa sakit" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Rasa-sakit-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Ada yang nonton acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9/9/2006 yang lalu di MetroTV ?. Pada acara tersebut ditampilkan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang), lucu, manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya.<span id="more-12636"></span><br />
Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya. Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penyakit bawaan yang diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok matanya karena gatal, dan tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu, barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.<br />
Pernah suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.</p>
<p>Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet</p>
<p>Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat &#8216;perhatian dan pengawasan extra&#8217; dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas<br />
akan adanya bahayabahaya yang bisa menimpanya, hingga kini. <strong>Karena itu bersyukurlah karena kita masih diberikan rasa</strong><strong> </strong><strong>Tuhan, walaupun kita seringkali mengeluh karena rasa sakit tersebut.</strong><strong> (</strong>Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/nikmatnya-rasa-sakit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seven Up just for U</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/seven-up-just-for-u.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/seven-up-just-for-u.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 20:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[Seven Up]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12631</guid>
		<description><![CDATA[1. Get Up &#8211; Tidak peduli berapa kali Anda gagal, bangun lagi!. 2. Dress Up &#8211; Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar &#38; sementara. 3. Shut Up &#8211; Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu &#38; berkeluh kesah ttg masalahmu. Setiap manusia mempunyai medan perangnya masing-masing. Jadilah pejuang tangguh &#38; berhenti mengasihani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/seven-up-just-for-u.html/attachment/seven-up" rel="attachment wp-att-12632"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12632" title="Seven Up" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/Seven-Up-150x140.jpg" alt="" width="150" height="140" /></a>1. Get Up &#8211; Tidak peduli berapa kali Anda gagal, bangun lagi!.</p>
<p>2. Dress Up &#8211; Kecantikan dari dalam jauh lebih penting daripada sekedar hiasan luar &amp; sementara.</p>
<p>3. Shut Up &#8211; Berhentilah bicara ttg kesuksesan masa lalu &amp; berkeluh kesah ttg masalahmu. Setiap manusia mempunyai medan perangnya masing-masing. Jadilah pejuang tangguh &amp; berhenti mengasihani diri sendiri!.<span id="more-12631"></span><br />
4. Stand Up &#8211; Berdirilah teguh, yakin Anda pasti berhasil.</p>
<p>5. Look Up &#8211; Jangan lihat dirimu yg terbatas, lihat Tuhanmu yg tak terbatas.<br />
6. Reach Up &#8211; Capailah lebih tinggi dari prestasi sebelumnya.</p>
<p>7. Lift Up &#8211; Naikkan semua impian Anda dlm doa &amp; ucapan syukur. (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/seven-up-just-for-u.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku jadi anak terbuang</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/psychological/aku-jadi-anak-terbuang.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/psychological/aku-jadi-anak-terbuang.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 May 2012 11:35:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychological]]></category>
		<category><![CDATA[anak terbuang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=12595</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Sobi, keluarganya adalah keluarga yang paling sempurna. Walaupun tidak bergelimang harta, kasih sayang yang diterimanya dari kedua orangtuanya bagaikan harta yang tak ternilai harganya, setiap hari selalu dipenuhi kebahagiaan karena mereka semua saling mengasihi. Sampai suatu ketika, sebuah kabar duka harus diterimanya. Ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. &#160; Belum habis kedukaan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/psychological/aku-jadi-anak-terbuang.html/attachment/mengasihi-sesama" rel="attachment wp-att-12596"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12596" title="mengasihi sesama" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2012/05/mengasihi-sesama-150x139.jpg" alt="" width="150" height="139" /></a>Bagi Sobi, keluarganya adalah keluarga yang paling sempurna. Walaupun tidak bergelimang harta, kasih sayang yang diterimanya dari kedua orangtuanya bagaikan harta yang tak ternilai harganya, setiap hari selalu dipenuhi kebahagiaan karena mereka semua saling mengasihi. Sampai suatu ketika, sebuah kabar duka harus diterimanya. Ayahnya meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas.<span id="more-12595"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belum habis kedukaan karena ditinggal ayahnya, tanpa sebab yang jelas ibunya meninggalkan Sobi dan kedua adiknya. Sobi dan kedua adiknya pun akhirnya dirawat oleh kakek dari ayahnya. Sayangnya, di tempat ini mereka tidak mendapat kasih sayang seperti yang mereka dapatkan saat masih bersama ayahnya, hal ini membuat Sobi menjadi pribadi yang pemberontak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walaupun masih SD, dia sudah merokok dan menghisap ganja, semuanya itu dilakukannya agar mendapat pengakuan dari teman-temannya. Sayangnya, walau sudah mengikuti semua kenakalan itu, Sobi tidak juga diterima. Dia sering diejek karena dianggap anak yatim, tidak terima dengan pernyataan itu Sobi pun terlibat perkelahian. Itulah rutinitas Sobi, merokok, menghisap ganja dan berkelahi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena tidak ada biaya, Sobi tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Dia terpaksa harus berjualan untuk bisa mendapat uang tambahan. Setelah dua tahun hidup tanpa orangtua, suatu hari saat membawa barang dagangannya, tanpa sengaja Sobi bertemu dengan ibunya. “Rasa marah yang selama dua tahun ini karena mama ninggalin saya, itu tertutupi karena rasa bahagia melihat mama,” ungkap Sobi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perjumpaan itu penuh dengan haru, di saat bersamaan harapan Sobi untuk masa depannya pun kembali muncul. Namun hal itu tidak berlangsung lama, ibunya kembali meninggalkan Sobi tanpa jejak. Hati Sobi kembali hancur. Impiannya untuk kembali memiliki keluarga bersama ibu dan ayah tirinya pun hilang sudah. Sobi merasa terbuang dan rasa trauma membekas di hatinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat harapan sudah tidak lagi terlihat, seorang kerabat datang menghampiri Sobi. Setelah bertukar cerita, maka dia pun berjanji akan meminta bantuan dari saudara yang berada di Jakarta untuk membantu Sobi kembali sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meninggalkan Lampung, Sobi dan dua adiknya pun pindah ke Jakarta. Awalnya dia mengira bahwa dia akan tinggal di rumah keluarga, namun setelah diselidiki, dia justru dibawa ke panti asuhan. Kembali hati Sobi hancur, baginya panti asuhan adalah tempat untuk mereka yang dibuang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sobi sempat berpikir untuk kabur dari tempat itu, namun hal itu diurunkannya karena takut kalau harus hidup menjadi gelandangan. Sobi pun merubah pandangannya, kini dia ingin membuktikan kepada orang-orang yang membuangnya bahwa dia pun bisa bertahan dan sukses di tempat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di luar dugaan, panti asuhan ini ternyata memberikan apa yang selama ini dicari Sobi. Sebuah perhatian dan kasih sayang, serta suasana kekerabatan yang hangat membuat apa yang semula disangkanya sebagai tempat orang buangan ini, ternyata adalah rumah yang selama ini diimpikannya. “Saya bahagia di panti asuhan, saya menikmati kembali saat-saat menjadi anak yang bisa bermain dan bersekolah,” ungkap Sobi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suatu saat Sobi sempat berprasangka jika Tuhan sama seperti apa yang diceritakan, mengapa Tuhan membiarkannya untuk hidup menderita? Saat pertanyaan itu berkecamuk di pikirannya, sebuah pencerahan muncul. “Saya seperti melihat sebuah film, saya melihat ketika saya dipukuli, ketika saya dikucilkan, dicaci maki, di situ Tuhan ada. Tapi saya saja yang tidak merasakan keberadaannya,” kisah Sobi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ketika ayah dan ibuku meninggalkan aku, namun Tuhan menyambut aku,” ucap Sobi. Baru disitulah Sobi mengerti mengapa panti asuhan tempatnya tinggal menjadi panti asuhan yang unik dan bisa menerima dirinya apa adanya, tidak lain karena di panti asuhan itu dihuni orang-orang yang mengenal Tuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pencerahan ini membuat Sobi kembali berpengharapan, dia pun akhirnya memutuskan untuk menerima Tuhan. Rasa bahagia dirasakan Sobi saat dia mendeklarasikan imannya, namun anehnya masih ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya, kemarahannya kepada ibunya membuatnya belum bisa sepenuhnya merasakan damai sejahtera.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sobi terus bergumul untuk melawan sakit hatinya karena perbuatan ibunya, sampai pada suatu acara pemulihan jati diri, dia merasa tertantang untuk mengampuni orang yang telah mengecewakan dan menyakiti hatinya, dia pun mengambil kesempatan itu untuk melepaskan pengampunan untuk ibu kandunganya itu. Dia pun bertekat untuk mencari ibunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Butuh delapan tahun bagi Sobi untuk akhirnya kembali bertemu  dengan ibunya. Ibunya mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Sobi, hal ini membuat Sobi merasa lebih tenang karena tidak lagi harus menyimpan kepahitan kepada orang yang telah melahirkannya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perubahan besar terjadi dalam hidup Sobi, dari pemuda yang tidak bisa mengasihi orang lain dia menjadi pemuda yang penuh kasih, termasuk bisa menerima ibu dan keluarga tirinya. Apa yang dialami Sobi juga dialami adik-adiknya, kekosongan yang selama ini mereka rasakan pun terisi dengan kasih. (Andre Wahjudibroto; bahan dari <em>Kesaksian : Sobi Jaya)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/psychological/aku-jadi-anak-terbuang.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

