<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alumnimaterdei.com &#187; Peningkatan Mutu</title>
	<atom:link href="http://alumnimaterdei.com/category/peningkatan-mutu/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alumnimaterdei.com</link>
	<description>ratusan bunga mekar bersama</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 20:56:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Yoga untuk Menyelamatkan Bumi</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/yoga-untuk-menyelamatkan-bumi.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/yoga-untuk-menyelamatkan-bumi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 04:41:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Yoga selamatkan Bumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=10197</guid>
		<description><![CDATA[Kelas yoga biasanya dimulai dengan pranayama, yaitu latihan pernapasan. Latihan ini dilakukan melalui hidung, tarik dan buang napas yang dalam untuk membawa kesadaran atas tubuh dan pikiran. Dengan memperhatikan napas, kita menetapkan tujuan berlatih yoga dan kita membuka diri terhadap energi yang akan mengalir ke dalam tubuh kita. Bagi saya, latihan pranayama adalah latihan bersyukur. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/yoga-untuk-menyelamatkan-bumi.html/attachment/icp" rel="attachment wp-att-10199"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-10199" title="ICP" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/12/238Ia-Yoga-a-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Kelas yoga biasanya dimulai dengan pranayama, yaitu latihan pernapasan. Latihan ini dilakukan melalui hidung, tarik dan buang napas yang dalam untuk membawa kesadaran atas tubuh dan pikiran. Dengan memperhatikan napas, kita menetapkan tujuan berlatih yoga dan kita membuka diri terhadap energi yang akan mengalir ke dalam tubuh kita.<span id="more-10197"></span></p>
<p>Bagi saya, latihan pranayama adalah latihan bersyukur. Kita selalu menerima napas seadanya dan tidak pernah benar-benar memperhatikan napas, saat menghirup oksigen maupun saat mengeluarkan karbon dioksida. Hanya pada saat sakit, flu misalnya, kita merasakan betapa napas kita sungguh berharga. Oleh karena itu, apabila kita mensyukuri napas, kita sesungguhnya mensyukuri hidup.</p>
<p>Saya baru saja mendapat pengalaman menakjubkan saat menghadiri The Climate Project Asia Pacific Summit pada tanggal 8-10 Januari 2011 di Jakarta. Acara tersebut merupakan pelatihan mengenai perubahan iklim dan solusi yang dapat kita ambil untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Sungguh beruntung, mantan wakil presiden Amerika Serikat, Al Gore, dan timnya menghadiri langsung untuk memberikan pelatihan tersebut.</p>
<p>Saya memiliki rasa kegundahan yang besar saat mendaftar acara tersebut, karena saya merasakan perubahan di lingkungan kita. Tidak hanya karena polusi yang sudah sangat berlebihan di Jakarta, tapi juga alam yang semakin sulit diprediksi dan sering menimbulkan bencana di negeri ini, mulai dari musim hujan yang berkepanjangan, banjir, angin kencang, gempa bumi, tanah longsor, dsb. Ada apa dengan bumi kita?</p>
<p>Polusi pemanasan global<br />
Manusialah yang menyebabkan ini semua. Kita yang menyebabkan polusi di atmosfer sehingga “memerangkap” panas dan meningkatkan suhu di udara, lautan dan permukaan bumi. Polusi utama disebabkan oleh gas rumah kaca, yang menangkap panas dari bumi seperti halnya atap kaca yang menjebak panas dari dalam rumah kaca.</p>
<p>Sumber pemanasan global yang kedua adalah metana, yang dihasilkan dari industri ternak yang termasuk ratusan juga sapi, ayam, babi, dsb. Hewan-hewan ini menghasilkan methane saat mengkonsumsi tanaman (yang sebagian keluar dari kotoran mereka).</p>
<p>Solusi pemanasan global<br />
Setelah kita mengetahui penyebab pemanasan global, kita tahu bahwa solusinya adalah dengan mengurangi polusi udara secara drastis. Hal ini dapat dilakukan di tingkat atas, yaitu pemerintah untuk mendukung pengembangan energi yang dapat diperbaharui (yaitu energi angin, surya, panas bumi, biomassa) dan mengurangi pembakaran hutan.</p>
<p>Namun, usaha ini tidak berhenti di situ. Kita juga dapat berkontribusi untuk memberikan solusi pemanasan global pada tingkat individu. Kita dapat menghemat energi di semua bidang kehidupan – di rumah, di dunia bisnis, di jalanan, dsb. Atau, kita dapat memilih cara yoga untuk mengurangi konsumsi daging demi menghemat energi.</p>
<p>Bagaimana hubungannya dengan yoga?<br />
Melatih kesadaran melalui yoga seperti membuka mata ketiga dapat membantu kita mengerti tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga bagaimana semua hal berhubungan satu sama lain. Melatih kesadaran memberikan pengetahuan dan pengertian terhadap kehidupan.</p>
<p>Latihan yoga yang teratur akan membantu kita memiliki pikiran yang jernih secara konstan. Akan ada kesadaran tidak hanya terhadap yoga, tetapi juga hidup sehat. Kita mengerti bahwa hidup sehat tidak hanya secara fisik (yaitu olahraga, diet, dsb), tetapi juga secara mental (yaitu pola hidup).</p>
<p>Lebih jauh lagi, hidup sehat tak hanya tergantung pada diri sendiri, tetapi juga pada lingkungan. Saat kita mulai menerapkan pola hidup sehat terhadap diri sendiri, kita akan mulai meluaskan standar tersebut kepada keluarga, teman dan komunitas kita. Maka dampaknya akan besar ke lingkungan kita.</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita terus berlatih yoga dan meluaskan kesadaran kita. Mari kita ambil manfaat dari yoga tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga menyebarkannya ke komunitas kita. Mari kita salurkan hasrat hidup sehat sebagai faktor pendukung dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.</p>
<p>Mari kita transformasikan perhatian terhadap pemanasan global menjadi solusi untuk menyelamatkan bumi. (Go Hwie Khing; bahan Oleh Metta Anggriani-Rumah Yoga | Yahoo! She – Sel, 22 Nov 2011 16.51 WI; *penulis adalah pengajar yoga di Rumah Yoga Jakarta dan The Climate Project Presenter 2011)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/yoga-untuk-menyelamatkan-bumi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMA Kolese De Britto</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-kolese-de-britto.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-kolese-de-britto.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 05:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[De Britto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9789</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya tidak ada salahnya mengintip Lembaga Pendidikan lain, sebagai cermin untuk melihat, siapa tahu ada peluang bagi kita untuk melakukan yang lebih baik. Kolese De Britto (De Britto College, lebih dikenal dengan akronim JB [jébé] berasal dari nama Johanes de Britto.), adalah SMAK yang diasuh Serikat Jesuit. Dibangun di atas tanah seluas 32.450 m2. SMA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-kolese-de-britto.html/attachment/132ia-debritto-d" rel="attachment wp-att-9790"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9790" title="132Ia-DeBritto-d" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/132Ia-DeBritto-d-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rasanya tidak ada salahnya mengintip Lembaga Pendidikan lain, sebagai cermin untuk melihat, siapa tahu ada peluang bagi kita untuk melakukan yang lebih baik. Kolese De Britto (De Britto College, lebih dikenal dengan akronim JB [jébé] berasal dari nama Johanes de Britto.), adalah SMAK yang diasuh Serikat Jesuit. <span id="more-9789"></span><br />
Dibangun di atas tanah seluas 32.450 m2. SMA ini favorit di Yogyakarta dan terkenal karena prestasi akademis dan intelektual, OR, dan non-akademis lainnya. Nama &#8216;de Britto&#8217; didapat dari nama seorang Santo dan misionaris Portugal di abad ke-17 yang berkarya di India, Johanes de Britto.<br />
Sejarah Kolese<br />
SMA Kolese de Britto didirikan pada tanggal 19/8/1948, oleh rohaniwan dari Serikat Jesuit. Pada saat itu, lokasi de Britto belum berada di Jalan Solo (Laksda Adisucipto). Tahun 1960-an, di saat kondisi perekonomian Indonesia susah, pimpinan SMA Kolese de Britto mengambil kebijakan membebaskan siswanya mengenakan baju tidak berseragam, bahkan juga boleh mengenakan sarung dan sandal jepit. Pertimbangannya supaya siswa yang kurang mampu tetap bisa bersekolah meski tidak punya baju dan sepatu. Rambut gondrong pun diperbolehkan.<br />
Hal ini terus berlangsung hingga pertengahan tahun 80-an. Saat itu, diputuskan berseragam satu kali seminggu, kemudian meningkat 2X seminggu, dan akhirnya 3X seminggu (pada awal 90-an). Setelah reformasi politik di Indonesia tahun 98, tekanan pemerintah mulai melemah, dan penggunaan seragam dikurangi menjadi satu kali seminggu, yaitu hari Senin. Para siswa kini harus mengenakan alas kaki yang dibatasi dalam ruang lingkup sepatu sandal atau sepatu, tak ada lagi nuansa sandal jepit atau tanpa alas kaki.<br />
Untuk mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanannya, Kolese de Brito menyusun bersama Rencana Induk Pengembangan SMA Kolese de Britto untuk 10 tahun ke depan periode 2003-2013, dengan mengembangkan gedung sekolah, pembangunan tahap I dimulai 2006 dengan dana ± 3.5 M.<br />
Berdasarkan rapat yayasan de Britto diperoleh informasi bahwa pembangunan tahap 1 dan tahap-selanjutnya ditunda karena dengan pertimbangan sederhana, yaitu: pertama, pembangunan dengan dana sebanyak itu akan berpengaruh besar pada cadangan dana untuk operasional, dan yang kedua, &#8220;pembangunan&#8221; sumberdaya manusia, terutama kepada para guru dan karyawan, merupakan prioritas dan aset utama dan itulah yang sampai saat ini tetap diyakini berpengaruh besar dengan kualitas siswa lulusan SMA de Britto.<br />
Pendidikan de Britto berlandaskan Ad Maiorem Dei Gloriam, yang artinya &#8220;demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar&#8221;. Di de Britto, para siswa diberi kebebasan namun tetap dituntut untuk bertanggung jawab. Hal ini tampak dengan kebebasan siswa mengenakan baju bebas (hari tertentu) dan berambut panjang (tanpa batas), namun di balik kebebasan itu, kedisiplinan dalam bidang pengajaran sangat diperhatikan, misalnya dengan penetapan standar nilai yang tinggi.<br />
Pada akhir tahun 80-an, Romo Pamong SMA Kolese de Britto saat itu, Romo Guido Sabda Utama, SJ, mengenalkan gagasan &#8220;tidak takut, tidak malu, dan tidak malas&#8221;. Semboyan ini juga untuk mengikis pendapat masyarakat bahwa pendidikan de Britto hanya berorientasi kebebasan yang tidak terukur.<br />
Pendidikan (pendampingan siswa) di de Britto sendiri bertujuan:<br />
a)    Iman yang terintegrasi dalam kehidupan: mengintegrasikan kesadaran iman akan Allah dalam segenap sisi kehidupannya.<br />
b)    Optimalisasi dan keseimbangan: mencoba memperkembangkan siswa baik kemampuan akademis, bakat, dan bidang minatnya secara optimal dan seimbang.<br />
c)    Disiplin, kerja keras, dan semangat untuk mau berusaha dengan gigih: mau menggunakan semua sarana yang ada dengan tepat dan bertanggung jawab, mengembangkan diri demi pelayanan kepada sesama dan memiliki ritme serta mekanisme hidup yang matang dan dewasa.<br />
d)    Mandiri: mampu memiliki pandangan/prinsip yang dihayati dari hati nuraninya, mampu mengambil keputusan sendiri, mampu bertindak sesuai dengan apa yang dipandang baik walau mungkin itu melawan arus, mampu melepaskan diri dari pengaruh yang kurang menguntungkan dalam mencapai kematangan dan kedewasaan pribadi.<br />
e)    Kreatif: mampu menemukan jalan-jalan baru yang inovatif dan makin mampu secara efektif menyelesaikan segala masalah yang dihadapi; tidak berhenti berkembang dan selalu mencari yang lebih baik lagi.<br />
f)    Berjuang untuk sesama: memiliki motivasi tinggi untuk menggunakan segala bakat yang dimilikinya untuk melayani sesama, memupuk jiwa kepemimpinan untuk berjuang bagi sesama demi kebenaran, keadilan dan kebaikan. Prinsip ini tentunya bukan sekedar retorika di DeBritto &#8211; tetapi juga diaktualisasikan dalam tindakan kongkret, sebagai salah satu contoh kongkret: Posko Solidaritas Gempa DeBritto yang mengerahkan semua siswanya (tidak hanya sebagian), untuk jadi relawan gempa mulai dari rumah sakit-rumah sakit Yogya, Bantul, dan Klaten, hingga titik-titik terpencil di Bantul, Imogiri, dan Brebah sejak Minggu, tanggal 28 Mei 2006. Posko ini terus bergulir hingga hampir 2 minggu hingga bantuan darurat dirasa sudah cukup untuk para korban gempa.<br />
SMA de Britto menganut pendidikan homogen, dalam arti semua siswanya adalah putra. Hal inilah yang sedikit banyak memberikan ciri khas pada suasana dan hasil belajar mengajar de Britto.<br />
Fasilitas :<br />
Kelas, menempati areal seluas 1680 m2; sedangkan Laboratorium, menempati areal seluas 648 m2. (Jumlah kelas X akan tetap 7, namun kelas XI dan XII berbeda-beda, tergantung dari jumlah muridnya dan jurusan yang diambilnya. Sebagai contoh, angkatan 2010 (masuk 2007) adalah angkatan terbesar dengan 9 kelas : XI-A1;XI-A2;XI-A3;XI-A4;XI-A5;XI-S1;XI-S2;XI-S3;XI-B)<br />
a)    Perpustakaan, menempati areal seluas 324 m2<br />
b)    Ruang guru, menempati areal seluas 525 m2, dan untuk aula sebesar 1000 m2.<br />
c)    Dua Laboratorium Komputer<br />
d)    Laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi yang terpisah<br />
e)    Laboratorium Bahasa<br />
f)    Lapangan Sepak Bola, Basket, dan Voli</p>
<p>Siswa de Britto berjumlah kurang lebih 700 siswa, hampir 50%-nya adalah kost. Dari jumlah anak yang kost, sebagian besar siswa berasal dari daerah Jateng, Jabar, Jabotabek, dan DIY. Sementara sisanya berasal tersebar di hampir seluruh Indonesia, al. Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, sampai Irian Jaya.<br />
Dari segi agama, mayoritas siswa de Britto menganut agama Katolik, namun ada siswa yang beragama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha; Sikap berbeda seperti ini diberi ruang di DeBritto yang mengutamakan kebebasan bertanggung jawab.<br />
Setiap tahunnya, de Britto menerima siswa sekitar 200 orang, dari sekitar 600 pendaftar lebih. Meskipun kurikulum SMA tahun 1984 hanya mematok 38 jam per minggu, namun de Britto menetapkan standar 44 jam pelajaran setiap minggunya. Tradisi Kolese Jesuit yang menekankan pada kualitas akademis memang dicoba-upayakan semaksimal mungkin di de Britto.<br />
Kegiatan ekstrakurikuler<br />
Di de Britto, tidak dikenal adanya OSIS, tetapi digantikan Presidium, yaitu beberapa orang siswa dipilih secara demokratis melalui Pemungutan Suara, untuk mengkoordinasikan segala kegiatan kesiswaan. Jumlah anggota Presidium tidak tetap setiap masa jabatannya. Jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah orang yang memiliki cukup kemampuan.<br />
Di luar proses belajar mengajar yang resmi, ada pula kegiatan-kegiatan yang disebut dengan Ekstra Kurikuler. Ada beragam Ekskul yang dikembangkan di de Britto, antara lain:<br />
Non-olah raga : Jurnalistik; De Britto Photography Club; Teater de Britto; Padebri (Pencinta Alam de Britto); Paduan Suara; Ekstra Musik; Sinematography; Sanggar Seni dan English Club<br />
Olah raga : Renang; Basket; Sepak Bola; Bulu Tangkis; Tae Kwon Do; Tenis; Tenis Meja dan Voli<br />
Kegiatan Ekstra Kurikuler yang di sediakan ini wajib untuk siswa kelas X dan XI. Kelas XII tidak wajib mengikuti Ektra Kurikuler, bahkan jika tetap ingin mengikuti. Harus terlebih dahulu meminta izin pada Pamong (dalam hal ini Romo yang di tempatkan di sekolah)<br />
Biaya Sekolah<br />
Biaya sekolah bervariasi tergantung kemampuan Ortu dan hasil wawancara pada saat penerimaan siswa. Sistem subsidi silang berlaku di sini, orang mampu membayar lebih, untuk membantu menutupi kekurangan biaya operasional dari siswa-siswa yang kurang mampu. De Britto juga menyediakan beasiswa bagi siswa &#8211; siswa berprestasi baik dan kurang mampu.<br />
Prestasi<br />
Siswa Kolese DeBritto punya segudang prestasi di bidang OR dan non-OR. Untuk bidang OR, secara spesifik DeBritto terkenal dengan prestasi basketnya. Sementara untuk non-olah raga, DeBritto terkenal dengan prestasi debatnya (dengan prestasi yang melampaui taraf daerah), fotografi (yang rutin mengadakan pameran), teater, dan cheerleaders (yang anggotanya tentunya laki-laki semua). (FatchurR; bahan dari http://id.wikipedia.org/wiki/SMA_Kolese_De_Britto_Yogyakarta)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-kolese-de-britto.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunci sukses</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/kunci-sukses.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/kunci-sukses.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 19:48:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9666</guid>
		<description><![CDATA[Disiplin adalah syarat mutlak untuk mencapai kehidupan yang Anda impikan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Vidmar, pemenang medali emas olimpiade, bahwa untuk menjadi juara, ia hanya harus melakukan dua hal: Berlatih ketika ia ingin berlatih dan berlatih ketika ia tidak ingin berlatih. Prinsip yang sama berlaku untuk disiplin pencapaian tujuan Anda. Meski mungkin Anda tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/kunci-sukses.html/attachment/132ia-sukses-c" rel="attachment wp-att-9668"><img class="alignleft size-full wp-image-9668" title="132Ia-Sukses-c" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/132Ia-Sukses-c.jpg" alt="" width="116" height="104" /></a>Disiplin adalah syarat mutlak untuk mencapai kehidupan yang Anda impikan. Seperti yang dikatakan oleh Peter Vidmar, pemenang medali emas olimpiade, bahwa untuk menjadi juara, ia hanya harus melakukan dua hal: Berlatih ketika ia ingin berlatih dan berlatih ketika ia tidak ingin berlatih. <span id="more-9666"></span></p>
<p>Prinsip yang sama berlaku untuk disiplin pencapaian tujuan Anda. Meski mungkin Anda tidak ingin melakukan sesuatu, jika Anda tahu sesuatu itu penting dan bagian dari rencana Anda, bagaimanapun Anda harus melakukan. Dengan berjalannya waktu akan mengembangkan sebuah ketrampilan dan kebiasaan mengatasi godaan untuk menjadi malas, menyingkirkannya, dan bertindak.</p>
<p>Ada ungkapan bahwa perbedaan antara menginginkan suatu hasil dan berkomitmen pada suatu hasil adalah ketika Anda hanya menginginkan, Anda melakukan apa yang mudah; ketika Anda berkomitmen, Anda melakukan apapun yang perlu. Apakah Anda menginginkan atau berkomitmen pada pencapaian Anda?</p>
<p>Bila tidak memiliki disiplin Anda tidak akan memiliki apa-apa. Tidak ada rencana besar yang dapat terwujud tanpa disiplin. Disiplin adalah latihan yang menghasilkan pola perilaku yang diinginkan, kebiasaan yang diharapkan, dan sikap yang membawa kesuksesan dalam kehidupan. Jadi disiplin adalah sesuatu yang Anda butuhkan untuk membawa Anda sampai pada tujuan.</p>
<p>Anda tidak akan menemukan disiplin, Anda harus menciptakannya. Kebiasaan buruk tidak membutuhkan disiplin, tetapi kebiasaan baik yang Anda inginkan selalu membutuhkan disiplin. Disiplin adalah kemampuan untuk melakukan apa yang benar bahkan saat Anda merasa tidak ingin melakukannya. Para pemimpin dan orang yang berhasil luar biasa sepanjang sejarah memahami ini. Filsuf Yunani Plato menegaskan, &#8220;Kemenangan pertama dan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri.&#8221;</p>
<p>Oswald Sanders, pernah mengatakan bahwa tanpa disiplin diri seseorang tidak akan mencapai potensi maksimal mereka. Pendaki gunung terkenal Sir Edmund Hillary mengamati, &#8220;Bukan gunung-gunung yang kita taklukkan, melainkan diri kita sendiri.&#8221;</p>
<p>Orator Inggris, Henry Parry Liddon, mengamati, &#8220;Apa yang kita lakukan dalam suatu kesempatan besar mungkin akan tergantung pada apa yang sudah kita wujudkan dalam diri kita; dan diri kita sebenarnya merupakan hasil dari tahun-tahun disiplin diri sebelumnya.&#8221; Karakter yang kuat dimulai dengan menaklukkan diri sendiri. Kemenangan terbesar ada dalam diri manusia.</p>
<p>Hadapilah kenyataan ini bahwa, semua orang ingin langsing, tetapi hanya sedikit yang serius berdiet. semua orang ingin umur panjang, tetapi tidak banyak yang disiplin berolahraga. Semua orang ingin kaya, tetapi tidak banyak yang mengelola keuangan dengan baik.</p>
<p>Para achiever menaklukkan perasaan mereka dan membentuk kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak suka dilakukan oleh para mediocre. Keputusan membantu kita memulai. Disiplin membantu kita menyelesaikan.</p>
<p>Kebanyakan orang mau menghindari kepedihan, padahal disiplin itu seringkali menyakitkan. Tetapi perlu kita sadari bahwa sesungguhnya ada dua jenis kepedihan dalam soal tingkah laku sehari-hari. Ada kepedihan disiplin diri dan ada kepedihan penyesalan. Banyak orang menghindari kepedihan disiplin diri karena itu mudah dilakukan.</p>
<p>Yang mungkin tidak mereka sadari adalah bahwa kepedihan disiplin diri itu hanya sementara sifatnya, sementara imbalannya langgeng. (FatchurR; bahan dari Haryanto Kandani; http://motivatorindonesia.com/artikel/artikel-motivasi/disiplin-diri-adalah-kunci-sukses-haryanto-kandani.html)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/kunci-sukses.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Bermutu Tidak Perlu Mahal</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/pendidikan-bermutu-tidak-perlu-mahal.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/pendidikan-bermutu-tidak-perlu-mahal.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 22:40:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Bermutu]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9659</guid>
		<description><![CDATA[Mengintip adalah adalah kegiatan yang mengenakkan dan mendebarkan. Itu dulu kita masih remaja. Terlepas dari anda pernah melakukannya, sering atau tidak pernah, marilah anda saja ajak (ngintip) tulisan berikut ini walau berita ini agak tertinggal. Upaya beberapa SMK Surabaya mendongkrak reputasi melalui peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan patut diacungi jempol. Itu menunjukkan adanya komitmen kuat dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/pendidikan-bermutu-tidak-perlu-mahal.html/attachment/113f-kesalahan-f" rel="attachment wp-att-9660"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9660" title="113f-Kesalahan-f" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/113f-Kesalahan-f-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Mengintip adalah adalah kegiatan yang mengenakkan dan mendebarkan. Itu dulu kita masih remaja. Terlepas dari anda pernah melakukannya, sering atau tidak pernah, marilah anda saja ajak (ngintip) tulisan berikut ini walau berita ini agak tertinggal.<span id="more-9659"></span></p>
<p>Upaya beberapa SMK Surabaya mendongkrak reputasi melalui peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan patut diacungi jempol. Itu menunjukkan adanya komitmen kuat dari penyelenggara pendidikan terhadap arti pentingnya mutu. Satu hal yang perlu dicermati adalah besarnya dana yang harus dikeluarkan untuk mengejar sertifikasi ISO 9001.</p>
<p>Janganlah adanya sertifikasi itu biaya pendidikan bermutu jadi lebih mahal. Pada gilirannya Ortu siswa/mahasiswa harus membayar biaya lebih mahal. Yang ditempuh beberapa PTS membentuk Sistem Penjaminan Mutu Internal, (dipaparkan Prof. Nadjaji Anwar, Ketua Kopertis Surabaya ; Jawa Pos 4/01/07) adalah lebih tepat. Esensi untuk menjaga dan meningkatkan mutu terpenuhi tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.</p>
<p>Kita tidak boleh terjebak pada persepsi yang keliru bahwa pendidikan yang bermutu itu adalah yang mahal. Kebanyakan masyarakat mempersepsikan bahwa mutu yang tinggi identik dengan harga mahal. Demikian juga dengan sistem pendidikan yang bermutu dipersepsikan pasti memerlukan biaya yang lebih banyak.</p>
<p>Mestinya tidak perlu demikian, ”Pendidikan Bermutu Tidak Perlu Lebih Mahal”. Diselenggarakan bermutu atau tidak, tetap ada biaya. Bahkan bisa jadi biaya penyelenggaraan pendidikan yang kurang bermutu akan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya penyelenggaraan pendidikan yang bermutu.</p>
<p>Phillip Crosby, seorang pakar manajemen mutu, mengatakan bahwa quality is free. Melaksanakan suatu pekerjaan yang bermutu tidak harus lebih mahal dibandingkan dengan melaksanakan pekerjaan yang tidak bermutu.</p>
<p>Beban pekerjaan yang harus dilaksanakan adalah sama, hanya saja hasilnya berbeda. Yang satu menghasilkan produk bermutu baik dan dapat memberikan kepuasan kepada penggunanya sedang yang kedua kurang bermutu atau tidak memenuhi keinginan penggunanya.</p>
<p>Satu prinsip yang sangat sederhana dalam manajemen mutu yang dapat mengantarkan kita menyelenggarakan pendidikan bermutu yang murah adalah ”do the right things right” Laksanakan pekerjaan yang benar dengan baik.</p>
<p>Ada 2 prinsip ”Pekerjaan yang benar” dan ”Bekerja dengan benar”. Prinsip pertama, semua proses / kegiatan dalam suatu sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan adalah benar-benar proses yang  diperlukan. Semua kegiatan yang dilaksanakan adalah merupakan pekerjaan yang memberikan nilai tambah (value) bagi sistem pendidikan.</p>
<p>Kegiatan dalam sistem pendidikan bukan hanya kegiatan mengajar. Cakupan kegiatan dalam sebuah sistem pendidikan meliputi kegiatan mempersiapkan program pendidikan, penerimaan murid/ mahasiswa baru, pembelajaran, penelitian, kegiatan esktra kurikuler/kemahasiswaan dan tidak kalah pentingnya adalah kegiatan pengelolaan (manajemen) program.</p>
<p>Semua kegitan itu harus direncanakan dengan baik supaya kita yakin bahwa kegiatan tersebut adalah pekerjaan yang benar, bukan asal kerja. Jadi yang akan dilaksanakan nanti adalah pekerjaan yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Prinsip yang kedua, pekerjaan yang sudah dirancang dengan baik harus senantiasa diikuti dengan pelaksanaan yang baik pula. Kerjakan semua proses secara konsisten sesuai dengan rencananya. Rancangan-rancangan : Program pendidikan, kegiatan penerimaan murid/mahasiswa, kegiatan pembelajaran, penelitian, kegiatan esktra kurikuler dan pengelolaan (manajemen) program harus dapat dilaksanakan dengan benar.</p>
<p>Untuk menjamin agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan benar maka perlu dibuat alat kendalinya. Manajemen perlu menerjemahkan semua rancangan kegiatan tersebut kedalam prosedur operasi kegiatan standar.</p>
<p>Standar ini harus dipahami dan dijadikan pedoman bagi pelaksanaan kegiatan setiap orang  Tidak boleh terjadi ada guru/dosen yang dijadwalkan memberikan pengetahuan, pengarahan, diskusi atau kegiatan akademik yang lain, malah mbolos membiarkan siswanya kehilangan orientasi kegiatan pendidikannya.</p>
<p>(FatchurR; bahan dari Mokh Suef; Dosen Manajemen Mutu Teknik Industri ITS Surabaya; http://www.google.co.id/search?q=pendidikan+bermutu&amp;ie=utf-8&amp;oe=utf-8&amp;aq=t&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/pendidikan-bermutu-tidak-perlu-mahal.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanamkan Perilaku Baik Bagi Siswa</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/tanamkan-perilaku-baik-bagi-siswa.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/tanamkan-perilaku-baik-bagi-siswa.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 22:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Perilaku Baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9654</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah pidato Walikota Ambon yang bisa jadi ada manfaatnya. Benarkah hal demikian ?. Terlepas dari benar tidaknya patutlah kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang dapat kita lakukan selanjutnya untuk berubah menjadi lebih baik ? AMBON-HUMAS, Menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam diri siswa, karenanya para guru perlu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/tanamkan-perilaku-baik-bagi-siswa.html/attachment/132ia-peri-laku-baik-a" rel="attachment wp-att-9655"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9655" title="132Ia-Peri laku baik-a" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/132Ia-Peri-laku-baik-a-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Berikut adalah pidato Walikota Ambon yang bisa jadi ada manfaatnya. Benarkah hal demikian ?. Terlepas dari benar tidaknya patutlah kita bertanya pada diri kita masing-masing, apa yang dapat kita lakukan selanjutnya untuk berubah menjadi lebih baik ?<span id="more-9654"></span></p>
<p>AMBON-HUMAS, Menjadi seorang guru adalah sebuah panggilan untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam diri siswa, karenanya para guru perlu menunjukan tutur kata dan perilaku yang baik agar dapat menjadi teladan bagi siswa.</p>
<p>Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Drs. M.J Papilaja, MS pada kegiatan apel pagi bersama guru-guru TK dan SD se-kecamatan Nusaniwe, yang digelar (14/7), di Aula SMKN 7 Ambon. Menurut Papilaja, guru bertugas mendidik siswa menjadi manusia berkualitas di masa datang, namun jika ada guru yang menunjukan perilaku dan tutur kata yang tidak baik, maka tugas itu akan gagal.</p>
<p>“Yang saya temui banyak guru sendiri yang gagal menjadi teladan dalam hal disiplin, berpakaian misalnya, tentu kita tidak dapat berharap bahwa anak yang kita didik juga akan disiplin jika kita tidak mampu menjadi teladan bagi mereka,” ujarnya.</p>
<p>Dirinya mengatakan kultur pendidikan saat ini semakin jauh berkembang dari masa lalu. Anak-anak masa kini hidup di jaman demokratis sehingga makin kritis dan terbuka untuk menunjukan sikapnya terhadap apa yang diajarkan guru di kelas.</p>
<p>“Karena mereka hidup di jaman demokratis maka tentu akan lebih kritis, atau berani menunjukan respon terhadap segala sesuatu yang diajarkan oleh guru, itu bukan sesuatu yang salah, kultur pendidikan terus berubah dari jaman ke jaman,” tukas Papilaja.</p>
<p>Oleh sebab itu agar tidak ketinggalan, papilaja mendorong guru untuk dapat meningkatkan kemampuan mengajar dengan mempersiapkan diri dan memperkaya pengetahuan serta ilustrasi sebelum mengajar dikelas.</p>
<p>“Guru harus memperhatikan supaya program mengajar dan kurikulum sesuai dengan rencana ajar, gunakan alat-alat peraga yang dekat dengan lingkungan kehidupan siswa agar mudah untuk dipahami,” tambahnya.<br />
Papilaja mengakui, secara umum indikator pendidikan di Kota Ambon sudah sangat baik, tingkat kelulusan dan angka partisipasi sekolah cukup tinggi. Namun hal ini tidak berarti pendidikan di kota ini bermutu. Menurutnya, jika hanya mengejar kualitas saja, tak menjamin anak didik nantinya akan menjadi baik.<br />
Banyak faktor diperlukan merubah anak menjadi baik, tidak hanya lewat pendidikan namun juga bergantung lingkungan dan keluarga. Setidaknya dengan meningkatkan pengetahuan kemampuan mengajar, dan menjaga perilaku dan tutur kata, guru dapat menanamkan nilai-nilai yang baik pada anak didiknya,” pungkasnya. (FatchurR; bahan dari http://rvinaphina.blogspot.com/)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/tanamkan-perilaku-baik-bagi-siswa.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMA Favorit</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-favorit.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-favorit.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 21:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Favorit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9648</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka usaha para Alumni IAMDP memajukan mutu perpustakaan dan prestasi lain di Sekolah SMAK MDP, berikut saya sajikan tulisan yang saya unduh dari Internet untuk bisa dijadikan bahan pemikiran semua pihak yang peduli dengan pendidikan generasi mendatang. Saya adalah Alumni TK-SR dan SMPK MDP dan masuk dalam generasi SMA th 60-an yang pernah mengenyam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-favorit.html/attachment/stanley-fr-02-10-11" rel="attachment wp-att-9649"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9649" title="Stanley-FR 02-10-11" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/Stanley-FR-02-10-11-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Dalam rangka usaha para Alumni IAMDP memajukan mutu perpustakaan dan prestasi lain di Sekolah SMAK MDP, berikut saya sajikan tulisan yang saya unduh dari Internet untuk bisa dijadikan bahan pemikiran semua pihak yang peduli dengan pendidikan generasi mendatang.<span id="more-9648"></span></p>
<p>Saya adalah Alumni TK-SR dan SMPK MDP dan masuk dalam generasi SMA th 60-an yang pernah mengenyam Sekolah SMA sekaligus tinggal di Asrama tepatnya di SMAK St. Albertus – Malang. Di Asrama banyak teman-2 yang datang dari luar Pulau dan khusus tulisan ini saya sorot adalah teman-2 dari Pontianak.</p>
<p>Teman-2 dari Pontianak lumayan juga yang tinggal di Asrama sekitar 5-6 orang dan belum terhitung yang tinggal diluar Asrama dan bersekolah di Kolese St. Yusuf. Mereka relatif banyak  yang bersekolah di Malang. Ini disebabkan karena di Pontianak belum ada sekolah SMA yang bermutu.</p>
<p>Ketika membaca tulisan SMA Favorit di Indonesia yang salah satunya SMAK St. Petrus – Pontianak, saya kaget, dalam perjalanan waktu ± 40 tahun SMAK St. Petrus menjelma menjadi salah satu Sekolah Favorit dan bermutu. Itu dibuktikan dari Data Siswa yang diterima di ITB sekitar 10 siswa/tahun (belum terhitung yang diterima di Perguruan Tinggi Favorit lainnya)</p>
<p><a href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-favorit.html/attachment/stanley-2-anak-mantu-fr-02-10-11" rel="attachment wp-att-9650"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9650" title="Stanley- 2 anak-Mantu FR 02-10-11" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/11/Stanley-2-anak-Mantu-FR-02-10-11-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Menurut analisa saya itu disebabkan karena :<br />
(a)    Di Pontianak tidak ada Perguruan Tinggi Swasta yang baik dan bermutu.<br />
(b)    Akses ke Jakarta lebih mudah sehingga mereka lebih mengenal perguruan Tinggi Favorit di sekitar Jakarta seperti UI – ITB – IPB dan Univ. Pajajaran.<br />
(c)    Mahasisawa dari PTN Favorit &#8211; yang Alumni dari Sekolah bersangkutan &#8211; banyak memberikan Informasi kepada adik kelasnya sehingga mereka bisa mendapatkan informasi yang lengkap &amp; jelas dari tangan pertama.</p>
<p>Mengapa jumlah Siswa-2 SMA Swasta di Jatim yang masuk PTN Favorit sangat rendah? Hal ini menurut saya disebabkan a.l :</p>
<p>(a)    Minat untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri Favorit di Jawa Timur sangat rendah dan siswa-2 baru berminat masuk PTN Favorit apabila mereka hendak masuk Fak. Kedokteran / Kedokteran Gigi.<br />
(b)    Setiap ada Road Show yang dilakukan oleh Mahasiswa PTN Favorit diluar FK &amp; FKG (sering dilakukan di SMAK di Surabaya), selalu disambut dingin dan kurang peminatnya.<br />
(c)    Di Jawa Timur, siswa-2 dari SMA Swasta  lebih tertarik bersekolah di PT Swasta karena PT Swasta sering kali mengadakan Ekshibisi / Pameran atau melakukan Road Show ke daerah-2.<br />
(d)    Kurangnya Informasi yang jelas dan benar tentang PTN Favorit dan para Alumni dari Sekolah bersangkutan tidak pernah diajak untuk berbagi pengalaman dengan para adik kelasnya.<br />
(e)    Penulis sering mengamati bahwa gejala ini banyak terjadi dan melanda di SMAK di Surabaya (mis. St. Louis, Frateran, St. Maria &amp; St. Agnes) dan kelihatannya gejala ini sangat mungkin juga terjadi di SMAK MDP.<br />
(f)    Para Alumni SMA Negeri di Surabaya dan Malang sering mengadakan Road Show di ex Sekolah masing-2 untuk memberikan Informasi tentang PTN yang dimasukinya kepada para adik kelasnya.</p>
<p>Sebagai gambaran, berikut Daftar Sekolah Favorit terlihat bahwa Nama Besar seperti SMA St. Albertus-Malang, St. Louis – Surabaya dan Kolese St. Yusuf – Malang tidak tercantum. Kriteria yang dipakai untuk masuk dalam Sekolah Favorit salah satu-nya, prosentase siswa yang diterima di PTN Favorit (mis. UI-IPB-ITB-GAMA- UNAIR dan ITS )</p>
<p>Melihat Profil Sekolah, Kepala Sekolah dan para Gurunya, saya masih mempunyai keyakinan yang tinggi bahwa SMAK MDP bisa bersaing dengan Sekolah-2 lainnya untuk masuk dalam Daftar Sekolah Favorit.  VIVA Mater Dei – Probolinggo</p>
<p>Suatu tantangan dan ladang amal bagi Ikatan Alumni  (IAMDP), bersama Manajemen SMAK MDP, dan masyarakat yang menginginkan sekolah ini maju dan menjadi favorit (Stanley &#8211; P/61)<br />
Berikut kutipan judul : “SMA Favorit di Indonesia”, dari Web tetangga.</p>
<p>Sekolah Menengah atas {Senior High Sclmol) adalah jenjang pendidikan pada perdidikan formal di Indanesia setelah lulus SMP atau sederajat. Prestasi sebuah SMA bisa dilihat dari prosentase jumlah kelulusan masuk PTN favorit, prestasi keilmuannya, prestasi olah raga dan seni atau berbagai prestasi dan penghargaan di kancah nasional dan internasional.</p>
<p>Sekolah menengah atas ditempuh dalam waktu 3 tahun mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Pada tahun kedua (kelas 1 1 ) siswa SMA dapat memilih salah satu dari 3 jurusan yang ada yaitu Sains, Sosial dan Bahasa.</p>
<p>Pada akhir tahun ketiga lvakni kelas 12, siswa diwajibkan mengikuti ujian Nasional (Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Mereka dapat melanjutkan pendidikan ke PT atau bekerja. Pelajar SMA umumnya berusia  16- 19 tahun.</p>
<p>SMA tidak termasuk program wajb belajar pemerintah – Hanya SD (dan sedeqat) 6 tahun dan SMP (atau sederajat) 3 tahun &#8211; meskipun sejak tahun 2005 telah mulai dberlakukan program wajib belajar 12 tahun yang mengikut-sertakan SMA di beberapa daerah, contohnya di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul<br />
SMA diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Sejak diberlakukannya otanomi daerah pada tahun 2001, pengelolaan SMAN di Indonesia yang sebelumnyadi bawah Kemendiknas kini menjadi tanggung jawab pemda Kab / Kota.</p>
<p>Sedangkan Kemendiknas hanya berperan selagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. Secara struktural SMA negeri merupakan unit pelaksana teknis Disdik Kab / Kota.</p>
<p>Berikut daftar SMA Terbaik di Indonesia. Versi Kemendiknas<br />
1.    SMAN 3 Semarang<br />
2.    SMA Taruna Nusantara Magelang<br />
3.    SMAN I Denpasar<br />
4.    SMAS Sutomo 1 Medan (Berprestasi Akademik dan Olahraga)<br />
5.    SMAN 1 Bogor</p>
<p>6.    SMAN Plus Riau<br />
7.    SMAN 3 Bandung<br />
8.    SMAN 3 Malang<br />
9.    SMAN 1 Yogyakarta<br />
10.    SMAN 8 Jakarta</p>
<p>11.    SMAN 5 Surabaya<br />
12.    SMAN 10 Samarinda<br />
13.    SMAS Lokon Sulawesi Utara</p>
<p>Beberapa SMA Favorit lainnya di lndonesia<br />
14.    SMA Taruna Nusantara Magelarg<br />
15.    SMAK I BPK Penabur, Jakarta<br />
16.    MAN  Insan Cendekia, Serpong</p>
<p>17.    SMAN 5 Bandung<br />
18.    SMAN 4 Yogyakarta<br />
19.    SMA Kamrgfuri, Serrerarig<br />
20.    SMA Kusuna Bangsa Palembang</p>
<p>21.    SMAN 8 Yogyakarta<br />
22.    SMA Regina Pacis, Bogor<br />
23.    SMA BOPKRI I Yogyakarta<br />
24.    SMA Santo Petrus Pontianak<br />
25.    SMAN I Surakarta</p>
<p>26.    SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta<br />
27.    SMAN  70 Jakarta<br />
28.    SMA Titian Teras, Jambi<br />
29.    SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Pontianak<br />
30.    SMAKolese Loyola Semarang</p>
<p>31.    SMA Global Mandiri, Bogor<br />
32.    SMA Don Bosco II<br />
33.    SMAN 81 Jakarta<br />
34.    SMA LabSchool, Jakarta<br />
35.    SMA Sutomo 1, Medan</p>
<p>36.    SMAN 78 Jakarta<br />
37.    SMA Santa Ursula, Jakarta<br />
38.    SMAN Modal Bangsa, Kuto Baro, NAD<br />
39.    SMAK 3 BPK Penabur, Jakarta<br />
40.    SMAN Plus Pekanbaru</p>
<p>41.     SMA Islam Al Azhar 1, Jakarta<br />
42.    SMA Kolese Kanisius, Jakarta<br />
43.    SMAN 1 Medan<br />
44.    SMAN 68 Jakarta<br />
45.    SMA Xaverius 1 Palembang</p>
<p>46.     SMAK 5 BPK Penabur, Jakarta<br />
47.     SMAN 28 Jakarta<br />
48.    SMAN 13 Jakarta<br />
49.    SMA Pelita Harapan<br />
50.    SMA IPEKA, Jakarta</p>
<p>51.    SMAN 1 Padang<br />
52.    SMA Semesta, Semarang<br />
53.    SMAN 3 Malang<br />
54.    SMAN 1 Denpasar<br />
55.    SMAN 1 Singaraja</p>
<p>56.    SMA Aloysius 1 Bandung<br />
57.    SMA Santa Theresia<br />
58.    SMA Fons Vitae 1<br />
59.    SMA Kolese DeBritto, Yogyakarta<br />
60.    SMA Krida Nusantara, Bandung</p>
<p>61.    SMAN 1 Bogor<br />
62.    SMA Plus Matauli, Sibolga<br />
63.    SMAN 1 Magelang<br />
64.    SMAN 1 Purwokerto<br />
65.    SMAN 1 Gresik</p>
<p>66.    SMAN 61 Jakarta<br />
67.    SMA Katolik Rajawali, Makassar<br />
68.    SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon<br />
69.    MAN Insan Cendekia, Gorontalo<br />
70.    SMAK 1 Petra, Surabaya</p>
<p>71.    SMAN 1 Balikpapan<br />
72.    SMAN 1 Banjarmasin<br />
73.    SMAN 17 Makassar<br />
74.    SMAN 1 Cilacap<br />
75.    SMA Pribadi, Depok</p>
<p>76.    SMAN Plus 17 Palembang<br />
77.    SMAN 1 Palembang<br />
(Bahan dari http://mediaanakindonesia.wordpress.com/2010/12/03/sma-terbaik-di-indonesia/)<br />
Catatan :<br />
Gambar 1 : Penulis Stanley P-61 bersama Author Web ini FatchurR; tgl 2/10/11 di RM Ikan Bakar Cianjur di Bandung<br />
Gambar 2 : Stanley-P61; beserta anak, cucu dan menantunya plus FatchurR-A69</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/sma-favorit.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rencanakan Hidupmu Part 5-6</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/rencanakan-hidupmu-part-5-6.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/rencanakan-hidupmu-part-5-6.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 21:56:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Rencanakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=9376</guid>
		<description><![CDATA[Rencanakan Hidupmu  Part 1-2-3-4-5 ini bisa dibaca juga di Media Alumni. Dengan hidup membangun leadership disertai  perencanaan keuangan yang layak ini seketika kita bisa meyisihkan anggaran belanja untuk menambah ilmu dengan selalu membeli buku dan belajar dari buku buku tersebut apa saja yang kita tidak tau dengan menghayati apa yang kita dapat dalam pergaulan, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-9377" href="http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/rencanakan-hidupmu-part-5-6.html/attachment/kging-yoga"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-9377" title="Kging Yoga" src="http://alumnimaterdei.com/wp-content/uploads/2011/10/Kging-Yoga-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Rencanakan Hidupmu  Part 1-2-3-4-5 ini bisa dibaca juga di Media Alumni.<br />
Dengan hidup membangun leadership disertai  perencanaan keuangan yang layak ini seketika kita bisa meyisihkan anggaran belanja untuk menambah ilmu dengan selalu membeli buku dan belajar dari buku buku tersebut apa saja yang kita tidak tau dengan menghayati apa yang kita dapat dalam pergaulan, yang kita lihat sepanjang jalan, dengan mengevaluasi apa saja ilmu  kita akan  selalu berkembang.   <span id="more-9376"></span><br />
Manusia jaman purba sejak ribuan tahun lalu selalu belajar dan jadi berkembang maju seperti kita sekarang dengan menghayati segala sesuatunya ini sehingga sekarang kita yang keturunan Beliau ini bisa dilahirkan pada jaman yang sudah lebih nyaman dengan ilmu pengetahuan selalu berubah lebih maju, sayang kemajuan yang kita lanjutkan ini sejak semakin maju ilmu pengetahuan yang diketahui manusia mulai terlihat dampak buruk atas kemajuan yang menyimpang dari kehidupan spirirtuil yang dijalani nenek moyang manusia.<br />
Dengan berkembangnya paham Newtonian                                                                                                                                                                                   “ upaya menghasilkan daya yang sama “                                                                                                                                    Kita semakin dihadapkan pada perubahan menuju keserakahan, berlebihan dalam mengejar kemewahan dan dalam menikmati hidup dengan menguras sumberdaya alam dan sumberdaya manusia.Tenaga kerja dinilai sebagai asset bukan dijadikan keluarga, siapa yang tidak sepaham dan tidak bermanfaat dilenyapkan, manusia semakin menjauh dari kehidupan spiritual, semua aspek kehidupan menjadi materialistik komersiil.Manusia berebut asset milik TUHAN karena khawatir tidak bisa hidup kalau tidak kaya sehingga berdampak memburuknya kesadaran akan mulianya kebersamaan diantara manusia dan saling keterkaitan manusia dengan segenap ciptaan TUHAN.                                                                  Sikap hidup ini mengakibatkan merosotnya kwalitas kehidupan dibumi akibat rusaknya sistim kesimbangan segala aspek kehidupan yang telah diciptakan TUHAN Sang Maha Pencipta.<br />
Toh kita hidup dalam satu bumi dan harus hanyut dalam arus perubahan sehingga hendaknya ada prioritas dalam meramu ilmu ini dan itu, mana yang perlu dan sesuai minat dan kemampuan kita yang didahulukan, dilatih sampai mencapai keahlian untuk menjadi insan yang punya semangat meraih kemajuan selanjutnya, membawa perubahan menuju kebaikan semua orang.<br />
Menurut ZHANG ZHIDONG ( 1837-1909 ) : Orang Timur mempelajari prinsip essential atas segala sesuatu , Orang Barat mempelajari aplikasi praktisnya; bagaimana seharusnya kita diabad 21 ini?                                                                                    Kita harus mempelajari dan mengembangkan keduanyanya secara seimbang, menyeluruh dan mendalam untuk menghindari kekurangan penelitian yang merugikan dibelakang hari.Sikap ini sudah dijalani leluhur manusia sejak jaman purba yang kemudian diteladani para ilmuwan sepanjang jaman.Sejak pertengahan Abad 20 para ilmuwan yang berpikiran bebas modern berkembang pesat. Segala data kuno yang dulu ditinggalkan dan selamat dari pembasmian dikaji ulang sehingga menjadi bahan untuk mengembangkan ilmu ilmu baru dan ilmu barupun mengembangkan ilmu baru lagi dan seterusnya.<br />
Jadi sekarang banyak pilihan atas minat masing masing individu dengan prioritas beda beda………Prioritas yang terpilih ini adalah menjadi idealisme kita.<br />
Bagaimana membangkitkan dan menumbuhkan kemudian mempertahankan idealisme ini tatkala dihadang tekanan dan gangguan serta keterbatasan pilihan?                                          1.<br />
Tanggung jawab sosial kita dalam menjadi anggota keluarga, membangun<br />
keluarga yang bermartabat, bukan selalu harus menjadi kaya dan<br />
berkedudukan sosial tinggi untuk menjadi  insan  atau keluarga bermartabat<br />
yang layak disegani, dalam bermasyarakat dan  berbangsa dan bernegara.<br />
Yang utama adalah perwatakan kita terhadap phenomena social masyarakat.<br />
2.  Membangun ahklak yang mulia dalam keseharian sehingga layak diteladani<br />
dilingkungan keluarga dan masyarakat. Kita bisa mengacu pada nilai nilai luhur<br />
yang diwariskan para leluhur lewat budaya ,spiritual etika dan moral serta tata karma yang juga bisa<br />
didapatkan dari berbagai ajaran keyakinan dan agama agama.<br />
3.  Menjaga kehidupan yang beriman spiritual dengan berbagai cara yang sejak<br />
dulu sudah teladankan oleh leluhur lewat berbagai metode introspeksi diri,<br />
keyakinan maupun agama agama  yang banyak pilihannya maupun sekedar<br />
gaya hidup spiritual dalam berkomunikasi dengan Sang Pencipta kita.<br />
Sarana untuk bisa melaksanakan pilihan prioritas tersebut diatas secara simultan adalah: Kesehatan, Keluarga dan Kekeluargaan, Pemikiran, Komitmen, Sikap Respek, Sikap Cepat Tanggap  dan  Memiliki Obsessi.<br />
Kesehatan.                                                                                                               Menjalani hidup sehat ternyata lebih murah dan memberi perasaan nyaman dari pada memulihkan kesehatan, ini yang sering dilalaikan orang, padahal kalau kita sembuh dari sakit degenerative umumnya akan merasa tidak nyaman karena was was bahkan yakin tidak bisa pulih seperti sedia kala.          Padahal ini tidak selalu benar ,dalam keterbatasan orang masih bisa produktip dan berprestasi ,contoh dari Alumni Mater Dei adalah Almarhum MOH.DURI A69 yang profesinya adalah bakul buah yang sederhana ,dengan percaya diri dan rendah hati membantu Panitia Reuni Akbar 2007 menggalang dana  saudara sealumninya berhasil  mengumpulkan puluhan juta rupiah bagi Panitia Reuni dan saat Beliau  wafat tahun 2008 dengan simpati dari saudara Alumninya terkumpul belasan juta rupiah bagi keluarga yang ditinggalkannya ,tahun 2011 ini CHEN SIU CU dari Taiwan , seorang pedagang sayur dikios pasar karena sumbangannya yang anonim lewat transfer bank sejak remaja miskin ,diusia 53 tahun dinobatkan sebagai 100 orang yang berjasa didunia oleh PBB . Semula tidak disangka dialah orangnya yang masih sederhana tetap bakul sayur ini adalah CHEN SIU CU ,aliran dana dari rekeningnyalah yang membuktikan dialah dermawan mulia sejati tanpa pamrih .Kedua contoh diatas adalah bukti siapapun bisa berbuat kebaikan untuk manfaat orang banyak .<br />
Karena itu orang bijak dan cerdas, yang maju secara intelektual memilih menjalani gaya hidup sehat mental psikis dan fisik dan untuk gaya hidup sehat ini pula sudah banyak petunjuk ilmiyahnya yang selalu harus diupdate sesuai kemajuan ilmiyah terakhir.<br />
Kita bisa meneladan hasil research bagaimana bisa bergaya hidup sehat mental psikis serta fisik bugar tetap produktip sampai usia diatas 101 tahun.                                Di USA yang tercatat ada 1.500.000 juta orang  berusia diatas 101 tahun dan akan semakin bertambah jumlahnya dengan adanya petunjuk hasil research bagaimana beraktivitas dan berlatih mental dan fisik serta spiritual agar hidup sehat sampai tua bugar dan produktip diusia 101 tahun lebih, petunjuknya dari hasil research National Institute of Aging juga resep gaya hidup sehat Prof HUANG ZHAO GUANG  dari Tiongkok yang juga sudah dimuat di web IAMDP, www.alumnimaterdei.com .<br />
Khususnya bagi yang tinggal dinegeri yang tidak memberi tunjangan hidup dihari tua bagi warganya maupun yang mendapat tunjangan dari negara, kalaupun kita berupaya berusia panjang sehat mental psikis serta fisik bugar tetap produktip, missal sampai 101 tahun yang secara ilmiyah sekarang sangat mungkin dicapai, hendaknya diingat juga kesiapan passive income yang tentunya harus kita usahakan sejak usia muda sehingga saat kita sudah tidak berpenghasilan diusia tua, kwalitas kehidupan kita bisa tetap berkwalitas seperti saat berpenghasilan puncak, tidak terlalu tergantung pada anak bahkan cucu soal kebebasan dan pembiayaan hidup dihari tua.                                                                                         Jalan menuju hidup sehat adalah gaya hidup yang menyeluruh, multi komplek dan simultan meliputi spiritual, mental, psikis dan fisik dan sebaiknya punya kesiapan passive income.<br />
Perlu beraktivitas fisik jalan kaki cepat 6 km/jam minimum 3 kali seminggu, memilih naik turun tangga dari pada lift, pola tidur teratur dan cukup, perlu juga berlatih mental spiritual dan fisik antara lain yoga, senam aerobic, dansa, olah raga rutin yang semuanya harus dilakukan dengan tau batas dan kepala dingin.                                                                                                                              Selalu berikap mental positive dengan acuan kasih yang bertanggung jawab dan berkeadilan demi kebaikan bersama dan pergaulan yang sehat menghormati martabat siapapun, tahu batas kepantasan bermewah dihadapan orang lain seumumnya, seimbang dengan amal yang kita alokasikan pada masyarakat .<br />
Bagaimana memilih tempat tinggal yang nyaman dengan lingkungan hidup yang jauh dari diambang batas polusi dan tidak banjir apalagi bakal ambles tanahnya, tidak berisik dan macet lalulintasnya, bebas berkomunitas dengan tetangga dan masyarakat sekitar dari berbagai etnis dan status sosial, tidak ikutan menimbulkan kerusakan lingkungan hidup yang merugikan orang banyak.<br />
Bagamana memilih bahan makanan, bagaimana mengolahnya, mana yang dimakan lebih dulu, berapa porsi yang seimbang agar mendapat manfaat kesehatan yang optimal, dengan gaya sehat begini sudah barang tentu dalam keseharian kita menghindari mengutamakan pilihan menu yang enak enak, biarlah makan enak hanya pada kesempatan sekali kali makan bareng keluarga dirumah maupun diluar, inipun kalau bisa kita yang health concern hanya mencicipi sajalah, atau makan bebas hanya saat menjamu orang atau dijamu orang yang demi kepantasan yang tentu saja sepantasnya memilih makanan enak.                                                                                                                  Web IAMDP www.alumnimaterdei.com banyak memuat artikel mengenai kesehatan, kunjungilah.<br />
Passive income.                                                                                                                          Adalah posisi investasi kita dimana nantinya disaat kita sudah tidak bekerja untuk mendapat penghasilan, sudah menjadi penghasilan memadai yang setara penghasilan puncak semasa kita bekerja dulu, yang mengalir otomatis dari investasi yang kita kembangkan dengan berbagai cara sedini mungkin menjadi sumber penghasilan kita tanpa perlu aktip bekerja mencari penghasilan setiap hari lagi. Semua orang bisa melakukan cara ini mekipun tidak kaya dan berpenghasilan pas pasan .                       Kita sejahtera dan kaya kalau sudah independen dan bebas dari keinginan yang tidak perlu dan membutuhan uang.<br />
Tujuannya agar diusia tua 101 tahun keatas kita tetap bisa aktip beramal dan menjalani kehidupan independen dalam pergaulan sosial dan keuangan, tidak tergantung pada anak yang juga sudah masuk usia pensiun apalagi cucu yang usianya 40 tahun lebih yang masih harus membangun keluarga dan kegiatan bermasyarakatnya.</p>
<p>Keluarga dan Kekeluargaan.                                                         Keluarga merupakan orang dekat pertama dan utama setiap orang, dari sinilah dimulai kita membangun keluarga berikutnya dan kekeluargaan yang dikembangkan dari pertemanan dengan menyertakan anak anak sebagai penerus.                                                                                   Syukurlah kita sudah memiliki Ikatan Alumni Mater Dei Probolinggo yang sekarang sudah meliputi 12.000 an alumni dan akan terus bertambah sehingga kita sekarang sudah memiliki keluarga besar kalau kita menjalani motto IAMDP                                            “ Ratusan Bunga Mekar Bersama “                                                                                Arti dari motto ini adalah kita bisa memanfaatkan IAMDP dengan rajin mengunjungi www.alumnimaterdei.com dan membaca Media Alumni terbitan IAMDP dan  aktip mengisi media ini dengan artikel maupun bertanya dan berkomentar juga dengan aktip berpartisipasi pada setiap kegiatan IAMDP.<br />
Keberhasilan dibidang berkeluarga dan kekeluargaan ini merupakan berkah utama kehidupan kita, memberikan kenyamanan dan ketentraman dan citra baik dimata masyarakat, sebagai bukti mutu leadership kita untuk kemudian bermasyarakat secara bermartabat, berbangsa dan bernegara.<br />
Mulai dari keluarga kita memelihara dan mentranfer nilai nilai  adat istiadat etika moral warisan leluhur  membangun kehidupan yang baik dngan tradisi budaya dan bahasa leluhur masing masing etnik pada suami isteri anak dan cucu, seiisi keluarga dan masyarakat sekitar sehingga tidak dilenyapkan perubahan tetapi memperkaya nilai nilai luhur  tradisi budaya dan budaya bangsa.<br />
Ilmuwan seluruh dunia sejak lama kembali mempelajari warisan kuno bahasa, budaya dan tradisi tradisi masyarakat yang masih asli didunia untuk kemajuan pemahaman peradaban dan pelestarian Bumi.<br />
Menurut Budayawan Sastrawan AJIB ROSIDI 72 tahun ,yang sorang Guru Besar tanpa lulus SMA ini, kita dianjurkan melestarikan dengan mentransfer bahasa daerah dan budaya serta nilai warisan leluhur sejak dikeluarga masing masing, ini tidak mengurangi Nasionalisme Berbangsa apapun.<br />
Pemikiran.                                                                                                                    Sebagai anggota keluarga kecil maupun besar, bermasyarakat berbangsa dan bernegara  sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut memikirkan apa yang bisa membawa perubahan yang lebih baik, baik bagi kita, baik bagi semua orang dan baik bagi kelangsungan kehidupan.                                                                             Betapa kecil dan tampak tidak terlalu bermanfaat pemikiran kita, ini adalah merupakan sumbangsih dan perujutan tanggung jawab sosial kita.Kita harus asertive, berani menyampaikan pendapat dengan santun, tidak surut kalau tidak terpakai, harus yakin tidak ada yang tidak bermanfaat apapun yang kita sampaikan.                                                                                                                   Konsekwensi agar jangan asal bunyi memang kita harus selalu information updated secara ilmiyah dan komitmen atas pendapat kita, IAMDP sudah menyediakan peluang di www.alumnimaterdei.com dan majalah Media Alumni bagi alumni atau siapa saja menyampaikan pemikirannya dalam bidang apapun, selayaknya dimanfaatkan sebagai sarana melepas uneg uneg.<br />
Komitmen.                                                                                                                        Sudah barang tentu kita harus komitmen atas gaya hidup kita, pemikiran kita, niat dan rencana serta apa yang sudah kita lakukan bahkan yang sudah menjadi tanggung jawab kita, bila perlu kita yang mempelajari dan member contoh lebih dulu beserta simpati maupun empati untuk diteladani tanpa perlu khawatir karena gaya hidup sehat dan pemikiran dan teladan yang kita tunjukkan bukanlah insinuasi menjerumuskan orang lain. Tujuannya tiada lain adalah usulan solusi demi perubahan menuju kebaikan bersama. Apapaun posisi kita, sebagai bawahan maupun atasan harus dilaksanakan dengan komitmen sepenuhnya untuk menghasilkan yang terbaik dan selalu menjadi lebih baik, taken for granted, dengan toleransi bagi yang sedang tidak dapat menjalankan komitmennya.      Contoh yang umum, sebagai orang tua kita bertanggung jawab untuk kesejahteraan keluarga dan bermasyarakat dan membesarkan anak anak, kalau suatu ketika kita terpuruk sehingga kesulitan membayar uang sekolah dan keperluan sekolah lainnya, sebagai komitmen kita harus tidak buru buru datang kesekolah minta bantuan. Sebaiknya kita introspeksi diri dan sekeluarga apa yang musti dilakukan agar kekurangan bisa teratasi oleh kita sendiri atau diminimalisir misalnya dengan tidak merokok, meminimalisir segala pengeluaran biaya yang tidak perlu semata prioritas untuk biaya mencerdaskan anak.<br />
Sikap Respek.                                                                                                                 Tentu kita memerlukan orang lain dan sarana lain apa saja untuk menunjang khidupan yang menuju sukses cerdas sejahtera bersama dan mensejahterakan orang lain , supaya diterima semua orang kita harus membiasakan diri menghormati dengan tulus ihklas siapa saja, antara lain orang bawahan yang justru lebih banyak menunjang tercapainya sukses kita maupun dukungan para elite diatas kita yang ibarat punya sandi pembuka pintu gudang harta penyamun seperti yang ditemukan Ali Baba. Perumpamaan ini sesuai keyakinan saya bahwa sukses seseorang akan diikuti mengalirnya kekayaan dan sebagian keberhasilan dan  kekayaan kita merupakan hasil dukungan orang lain sehingga layak kalau dijadikan hak orang miskin yang tidak siap memperolehnya sendiri ,karena itu tetaplah hidup sederhana, manfaatkanlah harta kita untuk kepentingan orang banyak.                                                         Beramallah bagi kepentingan orang banyak dengan menyisihkan 10 % penghasilan lebih dulu, sebagian diamalkan lewat institusi sebagian besar dengan cara memberikan sendiri langsung pada yang membutuhkan, pengamen, pengemis, anak jalanan, orang yang mencari pekerjaan, pencari bantuan mendadak.<br />
Cara yang layak ditiru dari beberapa orang mulia adalah selalu menyiapkan uang receh didepan rumah yang gampang dijangkau untuk cepat diberikan pada pengamen, pengemis dan menyiapkan uang receh dimobil sehingga memudahkan memberi anak jalanan dan pengemis dijalan meski ada kota yang keblinger menerbitkan Perda yang mengajarkan masayarakat tidak berempati pada warganya dengan melarang memberi sedekah pada pengemis dan anak jalanan.Perda demikian ini mustinya ditinjau ulang lewat Komisi Judisial.                                                    Beberapa orang mulia bahkan menyiapkan sebungkus makanan bagi pengamen pengemis, anak jalanan untuk segera diberikan kalau mereka singgah dipintu atau pagar rumahnya .Saya pernah mendengar khotbah Markus 25 yang selalu saya ingat yang tepat sekali intisarinya:                                                                                                                                              Kalau kita tidak memiliki takaran untuk beramal, dimana TUHAN mengisi takaran yang kosong karena isinya kita amalkan untuk dilebihkan sampai meluber?<br />
Kita tidak akan ikutan berebut  jatah atau priorotas vasilitas bagi orang miskin kalau kita memang tidak miskin.Kalaupun kita harus hidup bersama dana uang dikumpulkan untuk orang banyak ,komitmen mulianya adalah kita solider menjalani hidup  setara dengan yang kita bina  .Selama sekolah di Mater Dei Probolinggo   sudah  merasakan sendiri para missionaries biarawan biarawati mengelola sekolah kita dengan hidup sederhana  , tanpa menikmati dana untuk mendidik kita ,syukur hal ini juga diteladani para pengurus IAMDP .<br />
Kuncinya pada merespeklah pada diri sendiri untuk merespek pada orang lain dan kepentingan orang banyak  untuk mendapat respek orang lain. Buatlah kesempatan berkenalan memberi kesan baik pada siapapun selamanya. Kita merespek diri sendiri dengan melatih diri untuk menjadi orang yang semakin perfek menghormati diri sendiri dengan bergaya hidup sehat, berkepribadian santun yang sederhana, seimbang dan bermartabat tanpa mempamerkan kemewahan pada semua kesempatan, fleksibel dalam bersikap asertip dan afirmatip  terhadap  atasan ataupun bawahan dan pada siapa saja.                     Lebih dulu merasa malu terhadap diri sendiri  kalau melakukan sesuatu yang tidak patut dilakukan meski bisa tidak diketahui orang lain semua yang kita lalukan harus  bisa dipertanggung jawabkan. Inilah sikap merespek diri semdiri.<br />
Perlu landasan kokoh untuk menjadi orang yang populer karena kesusesannya yang menimbulkan sensasi, membawa konsekwensi tanggung jawab pada masyarakat.Menimbulkan sensasi tanpa landasan kuat untuk menjadikan seseorang populer bisa membahayakan                                                                                                                Tanpa landasan kokoh popularitas dan sukses bisa merusak kepribadian seseorang dan keluarganya.</p>
<p>SikapCepat Tepat Tanggap.                                                                                                         Kita berkeluarga, bermasyarakat sepanjang hayat adalah  membangun kepribadian bermartabat sehingga selamanya compatible antara situasi, kondisi masyarakat dengan kepribadian yang kita teladankan dan punya kepedulian terhadap sesama dan ikut memelihara kelestrian lingkungan hidup kita.                                                                       Sikap cepat tepat tanggap ,inilah yang sangat perlu diutamakan untuk menuju kesuksesan dalam mencapai hasil optimal dalam berkomunikasi maupun tujuan hidup dan bermasyarakat lainnya, antara lain hidup sehat, menjadi bagian keluarga dan masyarakat yang prominient, menghasilkan pemikiran yang jitu atas segala sesuatu, melaksanakan segala sesuatu dengan komitmen dan sebagai perujudan sikap merespek.<br />
Sikap cepat tepat tanggap peduli atas segala sesuatu disekitar kita, tidak ayal ayalan dalam menghadapi segalanya baik yang sudah jadi keawajiban apalagi yang merupakan kebajikan.Tidak melakukan pembiaran atas masalah seseorang dan masyarakat, menegarkan hati tidak melakukan kebajikan yang semestinya kita lakukan.Kita melakukan segala kebajikan dengan spontanitas, komitmen tulus ihklas bukan karena balas hasil melainkan karena yakin TUHAN yang Mahatau akan membalas amalan kita.<br />
Kebetulan ada contoh bagus:                                                                                                                                     Ketika saya merangkum artikel ini 14 Oktober 2010 adalah saat berhasilnya diselamatkan 33 penambang di San Jose Chile yang terjabak dikedalaman 700 meter dibawah tanah selama 69 hari karena tanggal 5 dan 7 Agustus 2010  Pertambangan di Atacama San Jose ambruk.Tanggal 23 Agustus 2010,dari Bencana Pertambangan di San Jose, Chile diketahui masih ada 33 Penambang yang selamat dikedalaman 700 meter dibawah tanah, sejak Agustus itu pula Presiden Chile SEBASTIAN PENERA ECHENIQUE</p>
<p>dengan cepat tepat mencanangkan tanggap darurat dan turun tangan secara langsung serta berkantor dilokasi bencana. Semangat cepat tepat tanggapini bisa mengembangkan solidaritas dunia bersatu padu dalam doa, semanagat, pemikiran dan sumbang teknologidan peralatan tepat guna sehingga dihari ke 69,ke 33 penambang yang  gigih bertahan hidup dikedalaman 700 meter, terselamatkan semua oleh proses pengangkatan yang lebih dari 22 jam 37 menit  dari estimasi 36sampai 48  jam. Sang Kepala Negara bersama Ibu Negara hadir dilokasi bencana, bersahaja tanpa pengawalan ketat, menyatu setara dengan pekerja penyelamatan selama proses penyelamatan, menanggalkan protokoler yang kaku, menyemangati orang disekitarnya.                                                                                                           Sedangkan dikedalaman perut bumi muncul LUIS URZUA IRIBANEZ yang secara  spontan jadi Sang Pemimpin Para Penambang yang nyaris celaka ini, dia berhasil memimpin menyemangati rekan sesama celakanya, menjatah makanan dll, sebagai Pemimpin mengambil posisi akhir digiliran ke 33 untuk diselamatkan.                                                                                                                  Suatu teladan Kepemimpinan yang membuahkan Kebersatuan dunia untuk membuktikan semangat menyelamatkan hidup bisa mengalahkan kematian<br />
Memiliki Obsesi.                                                                                                             Literatur Barat hampir semuanya menyebut Dream dan diterjemahan di Indonesia menjadi mimpi sehingga ada buku berjudul “ Dare To Dream “ meski pengarangnya orang Indonesia, menurut saya terjemahan yang tepat adalah         “ Berani Berangan angan “ bukan Berani Bermimpi !                                                  Berangan anganlah, ber cita citalah dan berkomitmen prigel dalam mencapainya.                                                                           Bung KARNO pun menasehatkan ”  Gantungkan  Cita Citamu Setinggi Langit “<br />
Begitulah seseorang yang mau sukses mencapai sesuatu harus berani berangan angan sejak kecil membangun cita cita dan selalu dikembangkan dengan pemikiran dan tindakan nyata untuk dirinci dan direncanakan lalu dilaksanakan, meski dalam keadaan tanpa dukungan dan tanggung jawab orang disekitarnya, orang tua, masyarakat dan institusi pendidikan dan Pengelola Negara.<br />
Masing masing kita yang berangan angan harus berani mandiri mengejar cita citanya harus pandai menciptakan sendiri kondisi dan lingkungan yang kondusive, ibarat pandai memilih kuda tunggangan masing masing<br />
Sebelum beranjak kejenjang kenyataan angan angan ini biarlah menjadi obsesi seseorang, seorang anak kecil sekalipun. Sudah banyak contoh orang sukses disebabkan mengobsesi angan angannya sampai jadi kenyataan meski sedang dipenjara seperti dicontohkan oleh KARL MAY dan HENRY CARIERE dll.                                                                                      Siapapun dimanapun kapanpun kita bisa dan pernah berkesempatan menggapai kesuksesan, tergantung kesiapan masing masing kemudian baru kelayakan mendapat restuTUHAN.Menuurut STEPHEN COVEY 90% sukses kita berasal dari tindakan kita, yang 10% dari yang tidak kita ketahui.<br />
Untuk memotivasi anak atau kita sendiri, para orang tua, pendidik sebaiknya membiarkan kita selalu berangan angan, mencari inspirasi dengan membaca kisah kisah biografi orang sukses dan kesempatan bertingkah sampai terobsesi untuk mencapainya. Banyak kemajuan ilmiiah dan  kesuksesan seseorang dimulai dari “ kekonyolan angan angannya sampai menjadi obsesi yang selalu dievaluasi untuk suatu saat pada saat dan kondisi tepat bisa dilaksanakan, dia sudah siap dan layak mendapatnya “.<br />
Bagi yang dirundung ketunaan jangan putus asa, Anda adalah orang sehat yang bisa berprestasi.                                                                                                                                  Terbukti semangat manusialah yang selalu bisa mengalahkan tantangan dan banyak teladan dari pribadi pribadi tuna rungu, tuna wicara dan tuna yang lain untuk berprestasi hebat melebih orang sehat.                                                                                   Untuk menyebut beberapa kaum sukses dari yang tuna ini: IRSYAD ADAM Pebiola International dari Padang yang menyandang cacat netra sejak kecil, HELLEN ADAM KELLER wanita yang tuna rungu, tuna netra sekaligus tuna wicara, STEVIE WONDER, dan STEPHEN HAWKING yang dalam keterbatasan fisiknya malah mengembangkan teori fisika Quantum dan Relativitas EINSTEIN dan teori Segala Hal nya MAXWELL, FOREST GUMP dan masih  banyak lagi pesukses yang lainnya, para Beliau ini malah berprestasi melebihi manusia yang komplit segalanya.<br />
Jadi jelaslah diawalnya perlu berangan angan yang menjadi obsesi yang selalu dievaluasi kalau kita mau sukses. Tiada kata terlambat untuk kita memulai berangan angan, ada buku bagus dari DAVID BACH dalam hal ini “ Start Late Finish Rich “<br />
Dan agar memiliki daya tahan dalam menuju obsesi ini juga diperlukan kecerdasan finansiil untuk mendanai pewujudan angan angannya. Ada banyak contoh seseorang terpaksa meninggalkan angan angan yang dijalaninya sejak kanak kanak sampai menjadi ahlinya karena kehabisan daya kecerdasan finansiilnya, dan tidak punya passive income,  dia menjual angan angannya dan tidak makan waktu lama  keberuntungan malah diraih oleh yang membeli angan angan nya yang tanpa disadari sudah bakal terujud didepan mata ini.                                                                                                                             Itulah contoh awal datangnya nasib baik HAROLDSON LAFAYETTE HUNT jadi raja minyak dunia tahun 1950 an karena sang ahli pengeboran terpaksa menjual ladang minyak yang bertahun tahun digalinya untuk USD 7000,-saat tidak punya dana lagi disebabkan kurang memahami kecerdasan finansiil. H.L.HUNT yang kala itu pedagang keliling yang miskkin membelinya dengan hutang pada orang lain.<br />
Masih akan dilanjut di Rencanakan Hidupmu Part 6 KirimanGo Hwie  Khing D50 A60                                                      07 Juli 2011                                                                                                      Sedang di Los Angeles .<br />
=======================<br />
Rencanakan Hidupmu     Part 6<br />
Rencanakan Hidupmu  Part 1-2-3-4- 5- 6 ini bisa dibaca juga di web IAMDP, www.alimnimaterdei.com<br />
Kesadaran Spirituil Etika dan Moral .                                                                                                                                                          Kita hidup dijaman yang tampaknya sudah sangat maju berkat pemanfaatan semena mena sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, hasil penjarahan dan penjajahan serta perbudakan manusia oleh manusia sampai perbudakan manusia oleh beban hutang, debt slavery  dinegeri yang katanya sudah mensejahterakan masyarakatnya. Masyarakat dinegeri maju malah hidup dengan membengkaknya hutang untuk mengejar gaya hidup mewahnya dan banyak yang gagal bayar.                                                                                                                     Munculnya segala kemudahan dengan adanya globalisasi, kemudahan komunikasi dan informasi, semua kemajuan  menjadi tombak bermata dua, maka harus dicatat  “ kemajuan “  yang baik dan yang burukpun dengan mudah dan cepat menjalar keseantero jagad.                                                                                         Kemampuan manusia berprestasi dibidang apapun saat ini diyakini tidak bisa dihentikan lagi, yang menggembirakan adalah prestasi olahraga  dan pertandingan olah raga yang semakin hebat, ilmu hidup sehat bugar produktip sampai tuapun sudah banyak hasil research nya ,pencegahan dari sakit dan pengobatan serta teknik perawatan rehabilitasi begitu maju dan maju terus bersama ilmu ilmu lainnya.                                                                                         Watak materialistik dan komersialisasi semua bidang kehidupan  karena didorong oleh keresahan akan energy menimbulkan rasa takut dan ketamakan juga berkembang berdampingan dengan makin tumbuhnya semangat dan perilaku beramal para orang berprestasi yang patut kita teladani , karena kita semua  diciptakan sebagai mahluk berprestasi sejak dikandung Ibu.                                                                                 Ini semua dimungkinkan setelah para ilmuwan  dipertengahan abad 20 dengan lebih bebas mengembangkan kearifan kuno yang tercatat sudah berkembang sejak 7000 tahun lalu didunia lama, Indonesia, Amerika, India, Tiongkok, Afrika dan kepulauan Pacific sampai Australia dan Eropa.<br />
Patut disyukuri, sekarang manusia menyadari kebenaran ilmiah selalu relative dan berubah dan keilmuan saat ini lebih bebas dikembangkan kesemua arah tanpa perlu mengurbankan keselamatan para ilmuwannya seperti jaman sebelumabad 20.                                                                                                                     Ingat Guru Biologi SMA  Mater Dei kita Pak JOHN TENG saat menerangkan teorinya ARISTOTELES ( hidup ditahun 384-322 SM ) ,Generatio Spontanea yang kemudian terbantahkan oleh teori yang muncul belakangan dari LUIS PASTEUR dan LAZZARO SPALIANZANI dkk, teori Geocentris Bumi yang berabad abad diterima sebagai bidang datar dan menjadi pusat jagad raya, baru diabad 19 gugur setelah dibuktikan oleh GALILEO GALELI ketidak benarannya  dengan sampai mengurbankan nyawanya.Sejak abad 8 SM di Tiongkok, COPERNICUS dari Junani Kuno dan abad  ke 7 oleh ajaran Islam diyakini bumi bulat berputar mengelilingi matahari yang juga memutari jagad raya, sesuai pembuktian GALILEO, teori Mekanika  Klasiknya NEWTON terbantahkan oleh teori Relativitas EINSTEIN yang  teorinya dikembangkan oleh MAXWELL merangkum fenomena listrik, magnet dan optic ,gaya elektromagnetik, nuklir lemah nuklir kuat, dikembangkan terus oleh STEPHEN HAWKING saat ini jadi teori M dan masih terus dikembangkan<br />
Manusia menyadari semua upayanya untuk memanipulasi dan mengekploitasi alam hanya membawa hasil sementara, diiringi kekhawatiran dan ketamakan  itupun dengan dampak yang kemudian menjadi persoalan baru.                                              Isue besar sepanjang masa mengenai asal usul manusiapun sekarang berkembang dua arah, teori evolusinya DARWIN dan Neo Darwinis sekarang lebih banyak tidak terbukti hipotesenya. Ilmuwan Dr.MAURICE BUCAILLE dkk meyakini manusia diciptakan khusus dengan creative evolution oleh TUHAN dan manusia seperti semua ciptaan yang lain diciptakan TUHAN dari energy ,ternyata keyakinan ini sama dengan pendapat ”  ilmuwan “ Bangsa Maya yang lenyap di Peru 600 tahun sebelum Masehi yang baru ditemukan tahun 1990 an .,baca buku “ The Celestine Prophecy “oleh JAMES REDFIELD .                      Sekarang manusia pun selain menelusuri asal usulnya dari semua arah lebih disibukan menyembuhkan kerusakan  bumi yang semakin parah yang bisa menyebabkan lenyapnya kehidupan semua mahluk dibumi yang juga sudah diperhitungkan oleh Bangsa Maya Peru Amerika Se latan ini dan Bangsa Maya dari Guatemala di Amerika Tengah yang ditemukan tahun 1500 .                                                       Kerusakan ini adalah akibat dari tindakan manusia selama ini yang pola hidupnya diliputi keresahan akan energy berupa makanan/ kebutuhan hidup dan kekuasaan sehingga menjadi tamak ,cuma mempertimbangkan keuntungan semata meski semakin merusak kelangsungan kehidupan bumi tanpa mempertimbangkan tanggung jawab bagi kelangsungan kehidupan bagi generasi berukutnya.<br />
Pada tahap tertentu dalam perjalanan hidup manusia akan kembali timbul rasa haus terhadap kebutuhan spiritual ,akan muncul melebihi kebutuhan akan kesenangan duniawi yang bersifat sementara, akan timbul keingin tauan siapa aku, kemana aku akan pergi, apa tujuan hidupku ! Daya tarik terhadap Kesadaran Ke TUHAN  an akan marak datang pada masing masing individu bahkan secara kesadaran kelompok .Akan tiba saat yang akan membuat manusia mencari kembali kehidupan spiritual seperti telah dijalani secara merata diseluruh jagad ini oleh manusia sejak belasan ribu tahun lalu .<br />
Dunia yang sejak 300 tahun didominasi kepemimpinan orang yang tinggal dinegeri barat membuat kecenderungan segala apa kita belajar dari barat, berawal sejak pertengahan Abad 20 manusia kembali menyadari keterbatasannya dan menyerahkan sisa kekurang tauannya pada rahasia TUHAN sementara ilmupun terus dikembangkan menguak rahasia yang menjadi kekurang tauannya ini sambil kembali mencari cari rahasia jalan spiritual yang dulunya dianggap cara kuno karena sudah dijalani manusia sejak belasan ribu tahun lalu, yang dulunya ditinggalkan bahkan diupayakan dibasmi.                                                                                                                                                                    Keyakinan keyakinan, gaya hidup dan ratusan agama kuno yang selalu berintikan jalan hidup spiirituil dikaji dengan ilmu pengetahuan modern, hasilnya adalah nilai nilai kearifan dari keyakinan kuno ini berkembang secara ilmiyah, bahkan agama agama  ramuan manusia jaman Abad 20 semata juga banyak muncul dan dipaket untuk  memuaskan dahaga spiritual pengikutnya berdampingan dengan maraknya gaya hidup holistic yoga, tai chi, tae won do, sin lam ba,  kejawen dan semakin banyak orang beragama maupun yang tidak beragama mengikuti teknik teknik untuk mengalami manfaat positip berpuasa, bermeditasi, banyak berpusat di USA mereka yang mempelajari ilmu kuno ini kini gencar mengajarkan teknik meditasi secara gratis seperti halnya kelompok The American Monk pimpinan BURT GOLDMAN                                                             [ But First, Let Me Introduce Myself</p>
<p>Burt Goldman<br />
Hello, my name is Burt Goldman. I’m one of those “lucky people” who discovered a secret early in life. I spent 50 years cultivating my knowledge and travelled all over the world to teach others the secrets to life. Today, I’ve settled in California and will spend the next few minutes sharing a few important lessons with you.<br />
When I was just nineteen, I was with the American Occupation Forces in Korea. I had a Korean-American buddy who told me of a mystic he had met while wandering the outskirts of Seoul. I got to meet that mystic. In that small home of Mr. Kwan Jung, whose name I later learned meant strong and righteous, I heard things I’d never thought of before. I learned about Qi, or energy, and Li, how to control energy.<br />
Suddenly Korea turned into much more than just a place to bide my time until I returned to the States. This was my first dip into the metaphysical world I knew so little about.<br />
Then I was transferred to Hawaii where I met my first Kahuna Master. I was told the teachings of Kahuna were secret—the word secret in the Hawaiian language was huna, which meant, known to very few.<br />
I was fascinated by what I had learned in Hawaii and wanted to know more but there were no Kahunas in the USA at that time. After my discharge from the army, I heard of a great swami and my curiosity led me to the great Paramahansa Yogananda, a spiritual guru who brought meditation and yoga to the Western World. It was from him I learned the art of meditation.<br />
I became a disciple of Yogananda and after he left this world in 1952, I sought other ways to fill my cup with knowledge. I read everything I could on the subject of the mind and the variety of ways to use it.<br />
Next, I explored hypnotism and was fascinated by it. I could see the suggestion procedure as verifying much of what I already knew. I practiced it for many years, all the while researching and learning. I went to many hypnosis masters but they all fell short of what I already knew. I felt they were on a different road than I was. I was putting people into a trance in seconds while they all, for the most part, had long elaborate methods of reaching a persons subconscious. My therapeutic process took less than an hour while theirs required the subject to come back for months, sometimes years.<br />
By then I had also become proficient in hand acupressure, a component of acupuncture without puncturing the body. I began healing and teaching people to heal by simply pressing on two parts of the subject’s body with the middle fingers of both my hands.<br />
Healings, when they occurred, happened in minutes, sometimes, seconds.<br />
My teachings at the time were for small groups, or individuals. I had not yet gotten the idea of world travel, or gathering large groups of people.<br />
At this point in my life I heard about Jose Silva and his mind control seminars. I decided to work with him and became a Silva Method instructor. After injecting some of my own techniques into his exercises, I became his number one instructor and remained in that position until I left the organization.<br />
I didn’t stop there—I went on to study the Chinese Art of Feng Shui, I became a Psychic Healer, and I mastered NLP. At my peak I conducted seminars for Heads of States, European Royalty, and amassed audiences numbering up to 700.<br />
Now at the age of 80+, traveling around the world to do seminars would be too much. I’ve decided to spread my knowledge in a different way.<br />
A miracle happened to cause this. The name of the miracle was the Internet. A way to offer my knowledge to the world.<br />
Based upon my experience I have developed specific techniques and mental conditioning exercises that will enable people like you to easily tap into the latent power of your mind.<br />
These are time-tested techniques that have been conceived, tested, and fine-tuned with hundreds of thousands of participants throughout the world. I’ve assembled all these techniques into one big life survival kit. Just like you have your First Aid Kit for your physical well-being, the American MindBox will ensure your mental well-being.<br />
My Key Life Lesson: Your Mentality Shapes Your Reality<br />
How often have you found yourself staring into blank space, fantasizing a life that’s filled with bliss and happiness, only to realize moments later that your life is far from where you want it to be?<br />
We look at happy and successful people and think how lucky they are to have it all. You may be wondering, “Why can’t my life be like theirs?” Or rather, “Why can’t I be as lucky?”<br />
What many people seldom realize is that successful people are people who take responsibility and risks and make decisions in their life so that they can be “luckier” and lead a life of bliss and happiness.<br />
And that’s exactly what the American Monk MindBox can help you achieve. When you control your mind, you shape your reality.<br />
Everyone has the same innate abilities to get in touch with their spiritual self (perhaps you already sense this) but just don’t know how to get started. It’s so simple, really. In fact… if you had the right teacher, you could get a jumpstart with your own abilities.<br />
I am on a mission to make it possible for everyone who is interested to learn to awaken the voice of their soul to do so, no matter where they live, and on their own schedule, at their own pace and in a way that is affordable.<br />
The First Step Is To STOP Relying On<br />
Band-Aid Solutions<br />
Many of us have a habit of solving big problems with shallow, temporary solutions:<br />
·    Seeking spirituality? Read this 1,000+ year old religious book and you’ll be saved.<br />
·    Falling sick a little too often? Pop another pill.<br />
·    Feeling unhappy? Take a vacation.<br />
·    Gaining weight? Try the diet fad of the month.<br />
·    Feeling stressed? Take a nap.<br />
·    Lost a relationship? See a therapist or drown your sorrows with some drink.<br />
Attempting any of these ‘solutions’ is like trying to heal a broken leg with a band-aid.<br />
It just won’t work!<br />
So what will?<br />
Introducing… A Diamond Mine of Ancient Life-Changing Techniques!<br />
Now, You Can Experience It All In The Privacy Of Your Home:<br />
Every morsel of knowledge that I’ve picked up in a lifetime of learning at the feet of the most unattainable gurus of all time…<br />
Every secret I used to be as fit as a fiddle at the age of 80+… to be happy even this screwed-up world… and overcome every single challenge and personal tragedy in my life…<br />
Every technique unveiled to me by the masters, explained to you step-by-step… the lazy person’s way to achieve enlightenment…<br />
…Was captured in the American Monk MindBox and is now ready to begin to take your life to the next level!</p>
<p>]                                                                                                              Setelah belajar ilmu timur dari  sampailah  dia dengan Guru Yoga PRAMAHANSA YOGANANDA, BURT GOLDMAN meramunya menjadi ilmu meditasi dan Kesehatan yang bisa dijalankan segala pengikut agama apapun, karena Meditasi bukan bagian dari agama tertentu tetapi perlu bagi orang beragama apapun atau tidak beragama untuk mencapai kesadaran spirituil .<br />
Kelompok orang India yang mukim didunia Barat bersama orang lokal lain mengilmiyahkan Yoga dengan meneliti anatomi gerakan Yoga dan khasiatnya bagi kelenturan otot, persendian serta sekresi hormon yang hasilnya memang terbukti baik bagi kesehatan mental, otak, emosional serta fisik. Ajaran spirituil Yoga pun berkembang didunia digelar secara ilmiyah. Bisa dibaca bukunya: Yoga Anatomy oleh LESLIE KAMINOFF.    T.K.V.DESIKACHAR membukukan ajaran ayahnya SRI T.KRISHNAMACHARYA yang mencapai usia 100 tahun lebih wafat 1989 dan mendirikan Yoga Mandiram di Madras yang mengajar Penyembuhan cara Spirituil  Yoga Ayurveda hingga meluas kedunia barat  seperti sekarang ini.<br />
Juga ajaran bijak Tao dari LAO TZE dikembangkan  oleh Kelompok Dr.WAYNE W.DYER  dinegeri negeri maju.           Ajaran Spirituil Budha sudah lebih dahulu berkembang dimasyarakat Barat sehingga didunia yang tempat kehidupan  kita sekarang ini sudah  merata penyebaran berbagai agama agama dan praktek spirituilnya.<br />
Berkat berkembangnya  pemahaman  gaya hidup tradisionil masyarakat pedalaman diseluruh pelosok dunia oleh dunia barat,yaitu orang modern yang dulunya sudah tidak sempat lagi mempelajari dan menjalani kehidupan spiritual leluhurnya dalam kehidupannya  karena terbuai pada paham Newtonian yang dipahami dan dipraktekkan secara sempit, sekarang mempelopori  gaya hidup spiritual yang dicangkoknya dari budaya budaya kuno seluruh dunia yang kemudian banyak diteladani masyarakat dunia .                                                                                               Lewat spiritualisme tumbuhlah revolusi awal kesadaran kebersamaan universal membuang watak menikmati hidup sendiri sendiri, kesadaran akan kesetaraan dan saling keterkaitan antara sesama manusia dan bahkan dengan segenap ciptaan TUHAN lainnya, pemusnahan salah satu ciptaan ini akan membuat kelangsungan kehidupan menjadi terancam.            Disusul  gerakan pengabdian merata diseluruh dunia, upaya saling berbagi dan melayani orang lain dan mahluk lain , menjaga kelestarian lingkungan hidup dan ajaran ajaran menjadi manusia holistic.<br />
Lambat atau cepat kitapun akan melengkapi hidup ini dengan gaya hidup secara holistic spiritual dalam beragama atau tidak beragama untuk keseimbangan hidup sehat bugar secara mental dan emosional dan  fisik yang sekarang sudah bukan misteri mistik tetapi semuanya ada petunjuk pelatihannya secara ilmiyah.                                                                                   Kita akan larut juga dalam revolusi awal  kesadaran akan kebersamaan universal membuang watak menikmati hidup sendiri sendiri, kesadaran akan kesetaraan dan saling keterkaitan antara sesama ciptaan TUHAN,antara sesama  manusia dengan ciptaan lainnya dan gerakan pengabdian, upaya saling berbagi dan melayani orang lain, menjaga kelestarian lingkungan hidup menjadi manusia holistic manusia yang hidup dengan kedamaian dalam diri masing masing. Ajaran Kristen Jahudi Hadisic yang masih memakai bahasa asli JESUS, bahasa Aramic meyakini kita tidak bisa berangkat kesurga sendiri sendiri tanpa teman yang sudah kita cerahkan oleh keteladanan kita.<br />
Pengetahuan dan ilmu telah berkembang  sangat maju dan menumbuhkan pengetahuan dan  ilmu baru lagi, kesadaran manusiapun berkembang jadi lebih bijak, berbarengan dengan tetap langgengnya keserakahan sebagian orang, masyarakat dan Negara yang mengeksploitasi kekayaan alam sampai melampaui batas negaranya dan menimbulkan sengketa bahkan peperangan.                                                                                                                                     Syukurlah berkat revolusi awal kesadaran ilmiyah kebersamaan universal membuang watak menikmati hidup sendiri sendiri, kesadaran akan kesetaraan dan saling keterkaitan antara sesama ciptaan TUHAN dan gerakan pengabdian, upaya saling berbagi dan melayani orang lain, menjaga kelestarian lingkungan hidup menjadi manusia holistic, sudah banyak individu maupun kelompok masyarakat yang menyadari dan menjalani perlunya bersikap bijak memlihara kelangsungan kehidupan dibumi bahkan jagad raya.                                                                                                                                        Secara individu dan kelompok orang maupun perusahaan yang mampu dan mau, gencar membagikan harta atau keuntungannya untuk maksud tujuan social dan mensponsori pemeliharaan lingkungan hidup.                                                                    Pada Awal desember 2010 ini kita disegarkan dengan berita berkembangnya gerakan orang kaya pimpinan Milyarder Dolar sepuh WARREN BUFFET yang terkenal akan kederwawanan dan kesederhanaan hidupnya, meski pemilik Berkshire Hathaway dan Wallmart membagikan 90% kekayaannya pada kepentingan social kemasyarakatan, kemudian Milyarder separuh baya Microsoft BILL GATE mendampingi dengan memberikan 50% kekayaannya bagi  kepentingan sosial masyarakat . Hal ini makin phenomenal setelah diikuti para Milyarder Dolar muda Bos Facebooke, MARK ZUCKERBERG dan MOSKOWITZ serta mulai menyebar ide spirituilnya pada Orang kaya RRT, Eropa, Arab, dan Amerika Latin serta Afrika Selatan, sekali lagi :               MENGEMBALIKAN 50% KEKAYAANNYA PADA MASYARAKAT DUNIA UNTUK AMAL Semoga segera diteladani Milyarder Dolar Indonesia secepatnya.<br />
Mereka tercerahkan  kesadaran baru bahwa:                                                                                  Bakat dan kesempatan yang diberikan padanya untuk menjadi kaya sekedar sebagai alat untuk pemerataan kesejahteraan manusia dan mahluk lain serta segenap ciptaan dibumi ini.Inilah buah kesadaran spiritual  yang secara global mulai kembali marak sejak pertengahan abad 20.<br />
Dengan berbekal leadership dan kecerdasan keuangan serta Kesadaran Spirituil kitapun siap menjadi bagian masyarakat  manusia utuh dalam membawa perubahan menuju yang lebih baik bagi seluruh kehidupan dibumi ini.Kita bisa mengendalikan diri dari pengaruh dunia luar tanpa perlu menghindar dari pergaulan yang bergaya hidup hedonis, boros dan serakah, tidak khawatir terkontaminasi oleh pergaulan, bahkan bisa memperbaiki perilaku masyarakat ini karena kita bisa mengkontrol mental dan pikran kita untuk mempengaruhi perilaku dan keinginan keinginan kita sendiri sambil mempengaruhi orang  dalam bergaul dengan masyarakat dengan keteladanan yang baik dan semestinya.                                                                                                           Kita tidak lagi gampang terpengaruh kata kata seseorang karena kesadaran pikiran kita jadi lebih jernih dalam menahan diri, bijak memilihantara keinginan keinginan dengan mana yang perlu.<br />
Syukurlah sekarang sudah banyak Guru Guru spiritual dinegeri barat yang memenuhi syarat ilmiyah,memang seumumnya kita masih nyaman berkiblat kepada ilmuwan dari negeri barat. Mereka bisa membimbing siapa saja, apa saja keyakinan dan agamanya, ataupun yang tidak beragama dengan result kita bisa lebih menyakini keyakinan atau agama  kita selama ini dan menjalaninya dengan lebih mendalam, dengan baik dan benar.<br />
Banyak contoh manfaat jalan spiritual yang sudah tercatat selama 7000 tahun ini dan dikembangkan di Barat:                                                       Tanpa ada keterhubungan dengan para Spiritualis kuno, Ilmuwan abad 20 telah memakai  dengan berhasil secara ilmiyah, misal yang diajarkan STEPHEN COVEY 90/10:“ Kamu Adalah Apa yang Kamu Reaksikan “</p>
<p>Dan  seterusnya&#8230;<br />
Setelah dikaji lebih mendalam secara spirituil  yang sejak jaman dulu diajarkan oleh guru spiritual pada aspirannya, saat ini penjelasannya yang tepat adalah seperti yang diramu oleh RHONDA BYRNE dari naskah kuno tersebut  dalam bukunya The Secret dan yang terbaru buku The Power:                                                 “ Daya Reaksimu Adalah Daya Perasaanmu “<br />
“Dan Perasaan yang menghasilkan kebaikan adalah CintaKasih”</p>
<p>Sekarang sudah umum dipakai untuk memotivasi kemampuan seseorang dan telah dibuktikan keampuhannya oleh Ilmuwan   melalui cabang ilmu Hukum Tarik Menarik yang sekarang diakui. Contohnya: hipnotis, seseorang juara angkat besi yang hanya mampu berprestasi mengangkat 150 Kg bisa dengan mudah mengangkat 200 Kg. Persis seperti motivasi tanpa teori yang kita kenal, motivasi dari para Spiritualis 7000 tahun yang lalu pada para aspirannya.<br />
Sedangkan jargon NAPOLEON HILL “ Kekuatan Berpikir Positip “dan “ Think And Grow Rich “untuk mendorong kesuksesan duniawi, popularitas dan kekayaan diawal abad 20 pada pendengar ceramahnya, ternyata para Spiritualis sejak 7000 tahun lalu sudah memanfaatkannya untuk tujuan bukan hanya kesuksesan duniawi tetapi oleh untuk tujuan yang lebih tinggi yaitu  “ perluasan ketidak terbatasan pikiran individu untuk menyatu dengan Sang Pencipta “<br />
Terungkap bahwa para Spiritualis sejak 7000 tahun lalu sudah terbiasa bisa memilih lokasi dan memanfaatkan phenomena gelombang electromagnetik rendah untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta, bahkan punya teknik untuk merendahkan gelombang elektromagnetik otaknya dengan memanfaatkan kondisi sekitar untuk meditasi, puasa dan sebagainya untuk mendapatkan dan memanfaatkan kemampuan yang melebihi manusia seumumnya.                                                                                                                                        Keilmuan ini sekarang sudah terbukti secara ilmiyah bukan mistik atau sulap oleh orang kuno dihadapan masyarakatnya lagi, sudah jadi cabang ilmu Fisika Quantum dijaman sekarang ini,mendorong penelitian dengan alat  MRI yang semakin dipercanggih. Dibuktikan oleh kalangan ilmuwan dibidang psiko analisis dinegeri maju  abad 21 sehingga siapapun yang berminat bisa mempelajarinya. Untuk lebih jelasnya silahkan membaca buku Kiamat 2012 nya LAWRENCE E.JOSEPH dalam menjelaskan bagaimana Ilmuwan bangsa Indian Maya Amerika Tengah/ Guatemala 5000 tahun lalu sudah bisa menghitung secara tepat jarak bumi dan bulan dll, membuat Penanggalan yang tepat sepanjang 3500 tahun dan memprediksi apa yang telah dan yang akan terjadi pada bumi ini tanpa peralatan secanggih sekarang .<br />
Peneliti Spiritualisme menemukan adanya Lima Lapisan Pikiran yang berkaitan Cakra, ketika kesadaran pikiran seseorang berkembang dia akan menembus dari lapisan terluar menuju lapisan terdalam menuju ketidak terbatasan jatidiri sejati.                                                                                                                             Lapisan Pertama : Pikiran Sadar- Lapisan Keinginnan dan Kengganan. Yang berfungsi pada Indera, Keinginan atau Nafsu, Tindakan pada fase ini manusia sedikit lebih tinggi dari mahluk berkesadaran selain manusia, oleh luar rangsangan dari yang ditangkap inderanya pada lima organ sesnsorik mata, telinga,hidung, lidah dan kulit seperti pada binatang  kemudian melakukan tindakan untuk mewujudkan keinginan atau nafsunya ataupun keengganannya berupa rasa lapar, tidur, rasa takut, keinginan sex untuk melangsungkan kehidupan belaka dengan mamakai organ motoriknya, tangan, kaki,pita suara,organ seksual dan pembuangan.                                                                                                                          Lapisan Kedua : Pikiran Bawah Sadar- Refleksi dan Rekoleksi.                                                                           Pikiran bawah sadar lebih berkembang dari pikiran sadar yang memiliki dua fungsi pemikiran mendalam atau rekoleksi dan memory, pemikiran analitis, intelektual, ilmiyah dan pemecahan masalah untuk mengatasi masalah kebiasaan hidup dirinya dan masyarakat sehari hari, informasi, mengalami bermimpi,kemampuan potensial hipnotis, managemen dan pertimbangan perhitungan dan pemikiran filosofis yang bisa berkontroversi antar sesama manusia atas hal yang sama akibat perbedaan mental pada lapisan pikiran bawah sadar.                                                                                                                               Mimpi dimalam hari tidak akan terjadi dan selalu bangun dalam kesegaran kalau seseorang selalu menjaga berpikiran jernih dan menjaga ketat diet makanannya.                                                                       Lapisan Ketiga : Lapisan Pertama Pikiran Supra – Pikiran Supramental –Pikiran Intuisi.                                                                                                                                                            Ternyata sejak ribuan tahun lalu orang bijak masa lalu sampai dijaman fisika modern ini bisa menyampaikan Pikiran Kosmik yang merupakan gudang penyimpanan yang tak terbatas segala yang  berhubungan dengan pengetahuan dimasa lalu, dimasa kini dan dimasa yang akan dating menyatu dengan lapisan kenyataan diluar batas ruang dan waktu yang bagi banyak orang merupakan misteri kehidupan.                                                                                                                                                                      Hanya sedikit orang yang mampu bertualang memasuki lapisan mental kesadaran supra, lapisan intuisi, pandangan kreatip diluar logika, rasio yang umum pada pikiran bawah sadar. Mereka adalah para artis besar missal HARRY HOUDINI yang bisa jadi “ pesulap “ dengan atraksi yang berbahaya, dll, para ilmuwan yang tekun memburu perkembangan ilmiyah, pemuka masyarakat dan pemuka agama yang bisa mendapat intuisi untuk melakukan sesuatu yang beda dengan pemikiran orang umum, para orang suci yang bisa berhubungan langsung dengan Sang Pencipta dan menyampaikan wartanya, para penemu dan para pejalan mistis yang bisa menjalani hidup sangat tidak lazim, dengan kemampuan melakukan sesuatu yang mulia bagi ciptaan lainnya seperti yang dilakukan JEAN De ARC, Mother THERESIA, Embah MARIJAN  yang tetap setia pada tugasnya menunggui Gunung Merapi yang meletus 26 Oktober 2010 hingga ajalnyadll orang orang yang layak disucikan, kemampuan meramal dan menemukan sesuatu diluar jangkauan pemikiran umum dan sebagainya seperti NOSTRADAMUS, JANE DICKSON ditahun 1960 an, dan orang bijak bangsa Indian Maya di Guatemala dijaman 5000 tahun lalu yang ditemukan para conquistadores tahun 1500 an, sudah bisa membuat kalender dan penghitungan ilmu falak sangat tepat tanpa bantuan peralatan canggih yang ternyata cocok dengan hasil Ilmuwan jaman modern yang menghitung dengan peralatan canggih.                                                                                                             Penemuan alat MRI yang semakin canggih membuktikan hal ini secara ilmiyah memang bisa terjadi pada bagian tertentu otak ,tinggal bagaimana mekanismenya agar bisa lebih mudah dilakukan siapa saja, atau menghindarkan seseorang melakukan yang tidak diinginkan.                                                                    Dijaman sekarang oleh konsekwensi pengembangan paham Newtonian yang dipahami secara sempit orang terdorong untuk serba instant, “ siapa cepat dia mendapat duluan “, ditemukanlah peralatan penghemat waktu, restoran dan kopi cepat saji, semua orang menginginkan hasil dengan cepat, lampu yang tinggal klik, mesin hitung dan computer yang bisa lebih cepat dari kerja otak manusia. Sebagian menemukan dan memanfaatkan khasiat obat obatan yang secara kimia bisa membawa perubahan  instant menuju kesadaran yang lebh tertinggi.                                                                                                                                                                     Untunglah ilmuwan bisa membuktikan obat obatan yang berefikasi psychedelic bukan cara sehat untuk mencapai kesadaran diri tetapi sebaliknya memberikan refleksi semu, bayangan kebahagian dari kesadaran yang telah berkembang. Ilmuwan telah menmukan penyembuhan akibat efek samping pecandu obat psychedelic, amphetamine, opium, dan alcohol ini dengan  “ meditasi “ yang ada pada agama agama, keyakinan atau praktek meditasi spirituail lainnya.                                                                  Lapisan Keempat : Lapisan kedua kesadaran Supra – Pikiran Subliminal                                                            Karena umumnya  pikiran kita dibatasi oleh dunia fiisik maka ada pendapat “ saya sangat meragukan bila salah satu dari kita memiliki gagasan kabur mengenai yang dimaksud dengan realitas atau keberadaan dari segala yang ada selain yang dapat kita lihat “ karena itu mereka hanya menerima kenyataan terbatas yang diterima organ sensorik dari spectrum gelombang elektromagnetik, padahal kemudian terbukti diluar frekwensi sinar ultra violet, sinar gama. Sinar X masih ada Sinar Kosmik yang merupakan 99% dari getaran alam semesta ta terlihat dan tidak dipahami oleh kita dalam tingkat kesadaran normal.                                                                        Tetapi bila pikiran sudah semakin berkembang menuju lapisan subliminal supra sadar maka sesorang akan menyatu dengan samudra tak terbatas getran alam semesta tersebut, berpindah dari dunia kesadaran terbatas menuju lapisan diri tak terbatas, bisa menyadari kesatuan dirinya dengan ciptaan Sang Pencipta mulai dari bebatuan, tanaman dan hewan serta bintang bintang sebagai sesuatu yang nyata.                                                                                                                                                                                   Mereka terlalu bijak untuk terikatpada keduniawian karena telah mencapai keabadian dengan segala duka dan bahagianya, tidak menolak dunia dengan mengundurkan diri dari masalah dunia melainkan malah berkarya dalan segala bentuk perubahan kehidupan.                                                                                         Lapisan Tertinggi Pikiran Kesadaran Supra- Kerinduan akan Ketakterbatasan Kehidupan masa depan.   Silahkan baca buku dari seorang Ordo Katolik Trapist Monashtry of The Holy Spirit in Conyers,Georgia USA : CARL McCOLMAN “ The Big Book of Christian Mysticism “terbitan 2010 .                                                                                       Bagaimana pola kehidupan dimasa depan, ilmuwanpun berusaha memprediksinya seperti HUNTINGTON dan lain lain, sehingga kita harus selalu bersiap untuk bisa compatible dengan segala macam arus kehidupan, bukan menjadi pengekor tetapi siap siaplah memimpin dengan leadership paradigma baru membawa perubahan menuju yang lebih baik bagi kepentingan semua ciptaan TUHAN, menjalani hidup bahagia dengan bekal ilmu pengetahuan dan terinspirasi oleh cinta kasih yang bertanggungjawab dan berkeadilan. Untuk mengembangkan leadership diri sendiri, keluarga dan anak anak maupun dimasyarakat dan tempat kerja, sekarang perlu mempelajari Leadership dengan Paradigma Baru, memimpin dengan hati nurani dan cinta kasih, banyak buku baru bisa dipelajari antara lain dari DEEPAK CHOPRA “ The Soul of Leadership “ yang merumuskan L E A D E R S H I P S sebagai :                                                                                                   L = Look and Listen and Learn .                                                               E = Emotional Bonding                                                                               D = Doing                                                                                                E = Empowerment                                                                                                        Dan Buku dari RALPH NADER : “ The Seventeen Traditions “ yang merumuskan 17 tradisi warisan leluhur  yang harus kita  jalankan pada diri sendiri, dalam keluarga pada anak cucu ,pada masyarakat pergaulan kita dan ditempat kerja kita .                                 1.  The Tradition Of Listening                                                                           2.  The Tradition Of The Family Table                                               3.  The Tradition Of  Health                                                                      4.  The Tradition Of History                                                                    5.  The Tradition Of Scarcity                                                                   6.  The Tradition Of Sibling Equality                                                             7.  The Tradition Of Education And Argument                                                     8.  The Tradition Of Dicipline                                                                                     9.  The Tradition Of Simple Enjoyment                                                                      10. The Tradition Of Reciprocity                                                                11. The Tradition Of Independent Thinking                                                  12. The Tradition Of C harity                                                                     13. The Tradition Of W ork                                                                      14. The Tradition Of Business                                                                                                 15. The Tradition Of Patriotism                                                                 16. The Tradition Of Solitude                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      17. The Tradition Of Civics<br />
Penjelasan atas paradigma Leadership denga Hatinurani dan Cinta kasih ini akan dilanjut pada kesempatan lain.<br />
SOCRATES dijaman kejayaan Junani Kuno sudah mengeluhkan geja la kaum muda yang semakin tidak mematuhi tata karma warisan leluhur yang berlaku saat itu ,demikian juga para Rabbi Jahudi di USA sekarang ini mengeluhkan kaum muda mereka yang sekarang tidak menjalankan tradisi Judaism leluhur mereka ,demikian juga pendatang Hispanic dan Asia pada mengeluh atas kerusakan tradisi leluhur mereka dimulai di USA, kita kaum tua di Indonesia tidak sedikit yang mengeluh anaknya jadi hanya berbudaya komersil  mencemooh warisan budaya, tradisi, etika, moral warisan leluhur bahkan menafikan nilai pertemanan leluhurnya maupun  pertemanan orang tuanya semasa mulai membangun persahabatan diawal karirnya, setelah belajar di USA maupun dinegeri lain yang lebih maju secara ekonomi .                                                                              Dengan semakin canggih dan meratanya komunikasi kesegenap pelosok dunia pengaruh dekadensi dari negeri maju ini memang menghancurkan budaya dan tradisi warisan leluhur etnis dinegeri manapun.<br />
Semangat manusia untuk selalu bisa mengalahkan tantangan dan membawa perubahan yang menyangkut  orang perorang secara individu membawa berkah ditemukannya peralatan peralatan baru disegala bidang kehidupan yang menjangkau setiap orang.                                                                                              Syukur hal inipun sudah disadari banyak sosiolog  negeri yang maju ekonominya sehingga sejak Abad 21 mulai ada perubahan paradigma pendidikan  dinegeri ini dengan menambah muatan budaya dan tradisi etika serta moral warisan leluhur pada kurikulum dibeberapa sekolah yang etnis pendatang barunya dominan .Kita di Indonesiapun seharusnya mengambil langkah bijak dengan memulai pada masing masing pribadi dan  keluarga untuk kembali kebudaya dan tradisi serta etika dan moral warisan leluhur untuk membangun keluarga dimasyarakat masa depan .   Ini jelas bukan semudah membalik jarum jam, past i ada kendala karena situasi dan kondisi diri maupun diluar yang perlu penyesuaian, inilah yang saya namakan mengambil langkah bijak .<br />
Kalau dulu untuk sesuatu alasan dan merupakan gaya hidup yang salah saat kita mengundurkan diri dari pergaulan sambil menekan segala ketidak nyamanan hidup kesepian, sekarang hampir tidak mungkin kita menjalani hidup menyepi, telepon, radio, televise bahkan yang sekarang adalah handphone smartphone sejak awal munculnya sudah merubah pola hidup kita, iklan yang menyertainya bisa nyelonong merangsang kita membeli sesuatu lewat perangkat ini, sehingga banyak rumah ogah memasang telepon rumah, menghidupkan radio maupun televise hanya untuk siaran berita informasi, dan ogah mengantongi handphone, sekarang televisi, radio, camera malah semuanya bisa ada digenggaman tangan dan bisa dibawa kemana mana bersama perangkat komunikasi dan pemikir dan pelaksana perintah yang dinamakan computer!<br />
Fenomena merepotkan inilah yang melanda kita yang berusia diatas 50 tahun diawal abad 21 ini, dari lapangan kerja dan pergaulan kita dituntut untuk bisa ber computeran, internetan dan segala fitur yang bisa ditarik manfaatnya dari perangkat yang sangat membantu aktivitas dan kebutuhan informasi  manusia ini.                                                                                                                      Awalnya siapa yang tidak merasa segan belajar lagi hal baru setelah menyelesaikan jenjang sekolah tertentu apalagi diusia manula begini?           Karena menjadi tuntutan tugas dan pergaulan dan kemudian menyadari betapa manfaatnya yang memudahkan segala sesuatu kepentingan kita ya dengan tertatih tatihpun kita belajar computeran pada yang lebih muda usianya yang memang dari sekolah SD. SMP dan seterusnya belakangan sudah diajari memanfaatkan computer.                                                                                                                        Hebatnya yang menemukan sistim digital ini, kebolehannya mereka mengembangkan ilmunya EINSTEIN sehingga bisa sangat membantu semua manusia yang mau memanfaatkan temuannya serta menjadikannya bisnis yang merubah dunia memperkaya banyak orang sungguh sangat patut diberi ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar besarnya.<br />
Lalu bagaimana kita seumumnya mengantisipasi perubahan gaya informasi dan komunikasi dalam era computerisasi yang sampai sekarang selalu berkembang ini? Maka pada kesempatan ini saya ulangi untuk kali ketiga petuah Guru Sekolah Rakyat Mater Dei Probolinggo kita yang punya visi mengajar yang brilliant,          Pak SANTOSO :  “ Kita sudah boleh dikatakan mati saat berhenti belajar “ Kalau saya boleh menganjurkan, jangan malu malu atau segan mulai belajar memanfaatkannya, kita bisa tidak kesepian dihari tua dengan bisa mencari teman lama cuma bisa dikenang sekarang endah dimana via internet dan mendapat teman baru, menyimpan file jadi lebih gampang, menulis buku harian juga jadi gampang, mau belajar, mencari resep atau informasi apa saja bisa via internet. Sehari hari kita bisa e mail an dengan kolega maupun untuk berbisnis atau sekedar bertukar informasi atau ngobrol dengan siapa saja.   Kita tidak lagi jadi hidup dengan pemikiran yang mandeg karena sejak berhenti sekolah hanya menjalani rutinitas tanpa sempat terpikir untuk menambah wawasan cakrawala.              Belakangan ini telepon yang  berkembang jadi telepon genggam, handphone, smartphone  jadi kebutuhan siapa saja, pembantu rumah tangga sanpai becak langganan perlu dibekali handphone untuk memudahkan mengontrol urusan kita dengannya dan kini handphone ini malah dibuat semakin pintar dengan memuat fiitur fitur yang biasanya ada pada computer ditambah camera dengan harga semakin murah meriah pula. Kita akan semakin larut untuk selalu well updated information,  berkomunikasi dengan anak cucu kawan lama maupun baru jadi sangat dipermudah sehingga kemudahan jejaring social ini akan membangun semangat kesetiakawanan yang menjangkau luas tergantung keluasan wawasan masing masing yang secara spiritual akan membangun manusia universal dalam kesadaran baru untuk segala perbedaan etnis, budaya, agama maupun sistim pemerintahannya pula.<br />
Di Indonesia ada keunggulan soal internet ini karena ada “ Warnet = Warung Internet “ dimana umumnya disana, diwarnet yang santun kita kalau tidak malu berterus terang mau belajar dan bertanya bisa dengan nyaman ber AC tanpa asap rokok, dibimbing langsung computeran bahkan langsung internetan murah meriah oleh penyelianya.                                                                                               Sampai suatu saat kita merasa perlu memiliki sendiri dengan membeli perangkat pembantu ajaib yang bisa dibawa kemana mana ini dan terus belajar memanfaatkannya seoptimal mungkin dari siapa saja, karena selalu ada program baru yang diciptakan para Kreator Programer untuk memudahkan suatu proses kerja. Kalau masih malu malu belajar di warnet,…….……….<br />
Contoh bagus kegunaan computer dalam menggalang jejaring social: Kasus pegawai Biasa Jakarta, PRITA yang berperkara dengan suatu Rumah Sakit jadi bisa berjalan lurus setelah PRITA dan suaminya serta jaring social di internetnya nya mencari dukungan masyarakat via facebook, twitter dll untuk mengawal proses Pengadilannya sehingga keadilan dan kepantasan bisa ditegakkan, diapun dikeluarkan dari tahanan bahkan ancaman denda Rp. 200 Juta didukung masyarakat kecil dengan sumbangan berupa uang receh Rp 100,-an dan berhasil dikumpulkan Rp.1 Milyar dengan simpati dari banyak kalangan termasuk TV dan para Profesional. Kelebihan sumbangan dicadangkan untuk dana solidaritas bagi pencari Keadilan. Jadilah dia tokoh pejuang Keadilan.<br />
BARACK OBAMA punmemanfaatkan jarring social di internet untuk mencari dukungan pemilih dan pengumpulan dana recehan dari segenap lapisan masyarakat sehingga jadi beda dengan kandidat Presiden selama ini yang selalu didukung pengusaha besar. Jadilah dia Presiden USA pertama yang  dari orang biasa bukan dari kalangan keluarga kaya.<br />
Tahun ini Sumpah Pemuda pun digalang sendiri oleh orang muda Indonesia diseluruh tanah air, lewat jaringan social Internet hasilnya tentu bisa dicatat sebagai karya patriotik kaum muda dijaman sikap nasionalis yang memudar ini.<br />
KirimanGo Hwie  Khing D50 A60                                                      07 Juli 2011                                                                                                      Sedang di Los Angeles .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/rencanakan-hidupmu-part-5-6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita &#8211; Cita</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/cita-cita.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/cita-cita.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Aug 2011 20:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Cita - Cita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=8310</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Cita cita yang tinggi tidak menjamin kita dapat meraih kesuksesan. Tetapi orang yang sukses pasti memiliki cita cita yang tinggi&#8221;. Setiap orang, apapun profesinya, karyawan, seniman, CEO, olah ragawan, wirausahawan atau profesional, pasti pernah memiliki cita-cita tinggi, dan tentu berharap itu dapat diperjuangkan menjadi kenyataan, yaitu sebuah KESUKSESAN. Namun perlu diingat, di setiap perjuangan ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Cita cita yang tinggi tidak menjamin kita dapat meraih kesuksesan. Tetapi orang yang sukses pasti memiliki cita cita yang tinggi&#8221;. Setiap orang, apapun profesinya, karyawan, seniman, CEO, olah ragawan, wirausahawan atau profesional, pasti pernah memiliki cita-cita tinggi, dan tentu berharap itu dapat diperjuangkan menjadi kenyataan, yaitu sebuah KESUKSESAN. <span id="more-8310"></span></p>
<p>Namun perlu diingat, di setiap perjuangan ada 2 kemungkinan hasil akhir yaitu : sukses atau gagal. Contoh: di bidang olahraga, setiap atlet pasti memiliki cita-cita menjadi juara / meraih medali emas. Mereka menyiapkan diri secara matang, berjuang keras dalam persaingan keras dan ketat. Tapi akhirnya, juara pertama alias peraih medali emas hanyalah satu orang.</p>
<p>Jadi tepat sekali kalimat ini: &#8220;mempunyai cita-cita yang tinggi tidak menjamin kita bisa meraih kesuksesan&#8221;. Mungkin, kita telah berjuang dengan segenap kekuatan pikiran, tenaga, waktu, dan pengorbanan lain untuk meraih cita-cita. Tapi sebagian harus kandas di tengah jalan, tidak tercapai, dan gagal.</p>
<p>Sayangnya, begitu banyak orang yang larut dalam kekecewaan, down, frustasi, depresi bahkan putus asa ketika mengalami kegagalan. Padahal kenyataannya adalah : Tidak menjadi juara pertama, bukan berarti kita gagal total. Tidak tercapainya target yang kita tentukan, di bidang apapun bukan berarti dunia runtuh!</p>
<p>Asalkan proses perjuangan kita telah maksimal, dilakukan secara jujur/halal, maka di setiap hasil pencapaian, sukses atau gagal, pasti ada nilai pembelajaran yang bisa didapat. Karena gagal bukan berarti selamanya gagal. Jika sukses, bukan berarti kita terus sukses. Pembicara tersohor Robert H. Schuller mengatakan, &#8220;Success is never ending, failure is never final.&#8221;</p>
<p>Untuk Mencapai sukses yang berkualitas, mari tentukan cita-cita yang bernilai untuk diperjuangkan. Dengan cita cita tinggi, hidup pasti terasa lebih bergairah, hidup pasti lebih bersemangat. Tidak perlu takut gagal. Kemarin gagal, hari ini kita belajar. Hari ini kita gagal, besok kita bangkit kembali. (Andre W)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/cita-cita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Warren Buffett</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/belajar-dari-warren-buffett.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/belajar-dari-warren-buffett.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jul 2011 20:17:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[Warren Buffett]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=8132</guid>
		<description><![CDATA[Selama 1 jam interview CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial. Marilah kita ikuti beberapa aspek yang menarik dalam hidupnya. 1.    Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat. Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama 1 jam interview CNBC dengan Warren Buffet, orang terkaya didunia saat ini, yang telah menyumbang $ 31 milyar untuk kegiatan sosial. Marilah kita ikuti beberapa aspek yang menarik dalam hidupnya.<span id="more-8132"></span></p>
<p>1.    Pertama kali dia membeli saham investasi pada usia 11 tahun dan dia katakan itu sudah terlambat. Ajarkanlah anak – anak anda berinvestasi sejak dini. Dia membeli sebuah ladang kecil pada usia 14 tahun dari hasil mengantar koran. Sesuatu bisa dibeli dengan sedikit tabungan</p>
<p>2.    Ajarkanlah anak – anak anda untuk memulai sebuah bisnis. Dia tetap tinggal dirumahnya yang kecil berkamar tiga yang ia tempati sejak menikah 50 tahun yll. Dia katakan : saya memiliki segalanya dirumah ini.<br />
3.    Jangan membeli sesuatu yang tidak benar – benar anda butuhkan, dan ajarkanlah anak anda berpikir demikian. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dia ingin pergi dan dia tidak membutuhkan sopir pribadi maupun bodyguard</p>
<p>4.    Jadilah dirimu sendiri. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun ia memiliki perusahaan jet terbesar didunia.<br />
5.    Selalu berpikirlah cukup dengan apa yang kau miliki. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis 1 surat tiap tahun untuk para CEOnya , memberikan mereka target tahun tsb. Dia tidak pernah mengadakan rapat atau memanggil mereka .</p>
<p>6.    Letakkankan orang yang tepat pada posisinya. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk CEOnya. Jangan habiskan uang pemegang saham. Jangan lupa peraturan no.1. Buatlah suatu target dan buat mereka fokus dengan target tsb.<br />
7.    Dia tidak memiliki pergaulan kelas atas. Dia menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV dirumah. Jangan mencoba untuk pamer, jadilah diri sendiri.</p>
<p>8.    Warren Buffet tidak membawa handphone dan tidak memiliki komputer dimejanya. Bill Gates, orang terkaya no.1 5 tahun yang lalu mengadakan janji temu dengan  Warren Buffet. Dia merancang pertemuan untuk 30 menit saja, tapi dia menghabiskan 10 jam untuk belajar menjadi seperti Warren Buffet.</p>
<p>Nasehatnya untuk anak – anak muda:<br />
&#8220;Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yang kau miliki serta ingat :</p>
<p>(a)    Uang tidak menciptakan manusia, manusialah yang menciptakan uang.<br />
(b)    Hiduplah sederhana sebagaimana dirimu sendiri.<br />
(c)    Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang, dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja.</p>
<p>(d)    Jangan memakai merk, pakailah yang benar – benar nyaman untukmu.<br />
(e)    Jangan habiskan uang untuk hal – hal yang tidak benar – benar penting.<br />
(f)    Jika itu telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah pada orang lain.<br />
(g)    &#8221;Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya.” (Nehemia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/belajar-dari-warren-buffett.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENGATASI SHOPAHOLIC</title>
		<link>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/mengatasi-shopaholic.html</link>
		<comments>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/mengatasi-shopaholic.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 20:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fatkhurr</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peningkatan Mutu]]></category>
		<category><![CDATA[MENGATASI SHOPAHOLIC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alumnimaterdei.com/?p=7735</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang bertalian, ini tips untuk mengatasi kebiasaan berbelanja. Godaan di Mall; Sehabis membeli barang yang diperlukan, jangan menyeleweng ke bagian lain dan belanja lagi. Akan panjang akibatnya. BAYAR TUNAI; Coba tanyakan saat tawar menawar harga. Kadang Anda dapat diskon bila membayar tunai. Jika tak ada tawar-menawar, membayar tunai akan membuat Anda realistis dalam membelanjakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang bertalian, ini tips untuk mengatasi kebiasaan berbelanja. Godaan di Mall; Sehabis membeli barang yang diperlukan, jangan menyeleweng ke bagian lain dan belanja lagi. Akan panjang akibatnya.<span id="more-7735"></span></p>
<p>BAYAR TUNAI; Coba tanyakan saat tawar menawar harga. Kadang Anda dapat diskon bila membayar tunai. Jika tak ada tawar-menawar, membayar tunai akan membuat Anda realistis dalam membelanjakan uang yang ada di dompet.</p>
<p>LUPAKAN KARTU DISKON BELANJA DI MALL; Untuk memanfaatkannya, Anda harus belanja terus-terusan. Sementara diskonnya juga tak banyak. Paling banyak 20 %. Jadi, lupakan saja.<br />
BATASI WAKTU; Semakin lama berada di mall atau toko, semakin besar godaan berbelanja.</p>
<p>CATAT YANG SUDAH ANDA BELI; Dengan cara ini Anda akan menyadari betapa banyak uang yang dikeluarkan , sementara barangnya cuma sedikit.</p>
<p>SALE BETULAN; Periksa harga barang yang sama di toko yang lain. Karena tak jarang tanda Sale hanya digunakan sebagai penggoda saja. Trik menaikkan harga setinggi-tingginya baru dipotong diskon itu sering dipraktekkan penjual.</p>
<p>KARTU DEBET; Anda sudah menutup semua kartu kredit untuk berbelanja. Tapi di tangan masih ada kartu debet. Kalau tidak bisa menahan diri kartu ini juga berbahaya. Karena kita tahu bahwa di tabungan masih ada uang. Anda cenderung terus berbelanja. Rasa menyesal datang ketika melihat saldo yang tersisa. Tinggal sedikit.</p>
<p>JANGAN MAU, JIKA DISURUH MENEMANI BELANJA; Karena nanti akan ketularan belanja juga.  (Andre Wahjudibroto)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alumnimaterdei.com/peningkatan-mutu/mengatasi-shopaholic.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

