logo-FIFGROUP-vertical logo-FIFASTRA-vertical logo-SPEKTRA-vertical

Wisata sejarah Lokomotif

KA warisanDari Kursi Kayu, hingga Sofa Tebal Berselimutkan Kehangatan.

Transportasi dan wisata tentunya sudah jadi satu perpaduan yang tak bisa dipisahkan oleh apapun. Seperti PT KAI selalu meluncurkan inovasi teranyar mereka demi mengakomodir wisatawan dari berbagai penjuru.  

 

Kereta  api, siapa yang tak kenal dengan ular besi panjang yang jadi idaman setiap manusia ketika berpergian ke kampung halaman atau berwisata. Transportasi dan wisata tentunya sudah jadi satu perpaduan yang tak bisa dipisahkan oleh apapun.

 

Terlebih, di kemajuan zaman seperti kini sarana transportasi lebih ditingkatkan, termasuk KA. Sejak dulu hingga kini, PJKA yang kini dikenal dengan nama PT Kereta Api Indonesia (KAI) selalu meluncurkan inovasi teranyar mereka demi mengakomodir wisatawan dari berbagai penjuru.

 

“Kami terus berupaya meningkatkan kenyamanan pengguna kereta api. Apalagi, untuk wisatawan kami selalu memberikan pelayanan serta peningkatan fasilitas kereta api demi kenyamanan,” tutur Tri Noviatri,  Vice President Passangger Marketing  PT KAI (Persero).

 

Pada Radar Bogor ia menceritakan, untuk meningkatkan kepuasan pengguna layanan transportasi tersebut, PT KAI memiliki beberapa gerbong kereta dengan fasilitas yang luar biasa, contohnya Kereta Nusantara, Toraja, Bali, Jawa, Sumatra, Imperial dfan Priority.

 

Masing-masing kereta ini memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan tema nama kereta tersebut. Radar Bogor berkesempatan menggunakan KA Wisata Priority dari stasiun Bandung menuju Semarang dalam acara Traveling by Train.

 

KA yang menjadi langganan Anang dan Asyanti pulang kampung ke Jember ini dilengkapi dengan LCD TV layar sentuh pada tiap kursi, sehingga selama perjalanan,  dapat menikmati ragam pilihan hiburan Audio dan Video.

 

Selain kursi yang sudah dilengkapi meja portable, tersedia juga power socket di sebelah kursi sehingga selama perjalanan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan laptop atau gadget. Anda dapat bersantai dengan nyaman kursi ergonomis dengan ruang kaki lapang. Fasilitas lain dalam KA ini ada karaoke system dan Mini Bar.

 

Setibanya di stasiun Semarang Tawang pukul 05:10 pagi (18/09), senyum lebar terhias dari raut wajah penumpang saat itu ketika keluar dari KA Harina gerbong Eksekutif I tersebut.

 

Seperti apa yang diungkapkan Gera (26). Salah satu  Blogger  asal  Bandung yang berkesempatan menaiki KA Priority itu menyampaikan rasa gembiranya menaiki kereta milik PT KAI tersebut.
“ Keretanya asik banget. Nyaman, bersih, lengkap fasilitasnya, pokoknya betah dan gak kerasa perjalanannya ke Semarang. Tidur di kereta juga jadi nyaman gak seperti biasanya,” katanya di stasiun Semarang Tawang pagi itu.

 

Gera dan 20 Blogger lainnya merupakan peserta dari ‘Travelling By Train’ yang sengaja diadakan PT KAI dalam rangka menyambut HUT PT KAI yang ke 70. Selain menikmati KA eksecutif,  peserta yang didatangkan dari berbagai daerah itu mendapat kesempatan mengetahui kereta wisata yang berada di Stasiun Ambarawa, Jawa Tengah.

 

Di stasiun Ambarawa, terdapat satu lokomotif yang hingga kini masih dijadikan sebagai kereta wisata. Yaitu lokomotif dengan seri CR:63-I, lokomotif dengan dua gerbong dibelakangnya ini memang jadi transportasi wisata untuk melihat indahnya panorama Kota Semarang dari dalam kereta.

 

Kereta uap buatan Belanda pada tahun 1900 ini sudah beroperasi sejak 64 tahun yang lalu. Lokomotif ini dulu dipergunakan sebagai kereta barang untuk mengangkut bahan-bahan pertanian dan perdagangan pada zaman penjajahan dulu.

 

“ Lokomotif ini sejak dulu dikoleksi nomor 5 di stasiun Ambarawa ini, dan tidak dipakai. Namun, sejak 2011 sudah mulai dikerjakan dijadikan lokomotif wisata. Dan kami sempat mendapatkan penghargaan karena sudah menghidupkan lokomotif ini kembali,” kata Sudono, Eks Kepala Stasiun Ambarawa.
Sudono merupakan mantan kepala stasiun yang kini dipekerjakan lagi sebagai pemandu wisata di Stasiun Ambarawa. Sudono menjelaskan, lokomotif berusia 115 tahun ini bertujuan mengantarkan wisatawan menuju stasiun Tuntang, satu stasiun dari stasiun Ambarawa.

 

Dengan jarak 6,5 kilometer menuju Tuntang, lagi-lagi Radar Bogor mendapat kesempatan untuk menaiki lokomotif dengan 36 kursi dari kayu ini. Pemandangan kota Semarang yang dipenuhi areal persawahan yang luas dan pegunungan jadi nilai bonus ketika menaiki lokomotif ini.

 

Suara lantang dari hentakan uap yang menjadi klakson lokomotif ini juga membawa kita ke suasana 70-an. Lokomotif dengan desain dan arsitektur kuno ini memiliki panjang sekitar 10 meter dan kecepatan maksimal sebesar 45 kilometer perjam.

 

“ Kereta kayu ini merupakan kereta yang lama beroperasi dan baru mendapat perawatan rutin,” tambah dia. Kini, KA wisata terus dikembangkan PT KAI mengingat jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia semakin meningkat. Untuk akses wisata dengan kereta pun terus dilakukan perawatan yang ekstra.
Kegiatan ‘Travelling By Train’ oleh PT KAI juga untuk mengenalkan dunia KA kepada khalayak banyak. Bahwa sesungguhnya, wisata dengan kereta api juga jauh lebih menyenangkan daripada transportasi lainnya yang ada di Indonesia. (rp1; http://radarbandung.id/index.php/detail/2805/mengulas-sejarah-lokomotif-wisata-indonesia)-FatchurR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Langganan Artikel Gratis
Dengan mendaftarkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan selalu dapat kiriman artikel terbaru dari Alumnimaterdei

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Anda pengunjung ke
UD. Setiadarma
Best PRICE, Best QUALITY & Best for YOU! Setiadarma

UD. Setiadarma-Surabaya Sidharta Krisnamurti HP. 08165419447

Percetakan Offset Sidoyoso
Jl. Kedung Cowek 205 Surabaya (0351) 3770001-3718318 Fax. 3763186
Bosch
Bosch Jl. kedungsari 117-119 Surabaya Telp. (62-31) 5312215-5353183-4 Fax. (62-31) 5312636 email: roda_mas888@yahoo.com
Download Buletin Media Alumni Edisi 2
Buletin-MA-utk.-Widget Buletin Media Alumni bag. 1, kilk disini Buletin Media Alumni bag. 2, klik disini buletin Media Alumni bag. 3, klik disini
Alamo
alamo
Download Buletin
buletin-IAMDP 8 Download Buletin klik pada Gambar
Sahabat kita